Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

By Sinode Gereja Kristen JakartaReligion & SpiritualityChristianity
Download on the App Store

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian episodes

  • 14-8-2025 - 不是給人作的 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    哥羅西書 3:23-24


    3:23 無論作甚麼、都要從心裡作、像是給主作的、不是給人作的。

    3:24 因你們知道從主那裡、必得著基業為賞賜.你們所事奉的乃是主基督。



    曾想過手機充電器每天不分晝夜地工作,卻很少受到讚揚? 我們確實需要它, 我們還很依賴它, 然而,一旦電池充滿電後, 它將會立即被拔掉並被遺忘。其實, 若沒有充電器,無論手機多麼先進, 它都毫無用處。然而, 它仍然默默地 “服務”。它不需要聚光燈, 也不需要認可。它知道自己的功能, 並且做好自己的本分。嗯, 人們對於自己希望如何被看待這一點往往存著差異。我們希望自己的努力能得到認可。我們無論是在工作中, 在事奉上, 還是在家庭中都竭盡全力, 但如果沒受到關注, 我們就會開始感到心灰意冷。我們會感到失望, 甚至會問自己: “如果他人都根本不在乎, 我為何還要繼續做下去呢?” 我們渴望得到認可, 而當我們得不到時, 我們的動力就會潰散。


    保羅在信中不僅告訴我們要殷勤工作, 還撼動了我們工作動機的根基。但比這更深的是: 我們是給誰作的。這個真理改變了我們人生的舞台, 因為上帝才是我們的主要觀眾, 而不是什麼老闆, 會眾, 個人喜好抑或觀點, 甚至也不是我們自己的自尊。“像是給主作的”意味著凡是都以最高的品質, 正直和殷勤地去做, 因為我們知道祂在看。這使平凡的工作變成敬拜, 使隱密的事奉成為在祂面前馨香的祭物。切記, 儘管主耶穌自己經常被誤解, 但祂仍然忠心事奉;祂是能理解這種感受的。


    上帝洞悉人眼所看不見的每一個細節。無論忠心是多麼微不足道; 多麼默默無聞, 祂從不忘記賞賜。這種賞賜不僅是天上的應許,更是與祂的旨意和諧共處所帶來的內心滿足,以及因知道我們所事奉的是充滿慈愛的主,而產生的平安。所以,無論你是在幕後工作, 照顧家人,還是在單調乏味的公司工作, 都要從心裡做, 像是給主作的。因為每個出於這份動力的行動, 無論是多麼微不足道, 都永遠銘刻在祂的計劃中, 絕不會徒勞無功。

    “當我們給人作時,

    我們會感到失望。

    當我們給上帝作時,

    我們的事奉必定不會徒然。”

    (柯麗.特恩.鮑姆)


    作 者:椰嘉達基督徒會堂安貝拉堂會– 林玲玲傳道

    翻譯員:蔡立基


    默想的問題:

    1. 如果今天沒有人讚揚或注意到你的努力,你還會因為上帝在看而盡力而為嗎?

    2. 你有什麼小事通常是漫不經心地去做, 然而, 從今天開始要更認真地去做, 作為對上帝的敬拜?


    6 min
  • 14-8-2025 - Bukan UNtuk Manusia (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Kolose 3:23-24

    Penulis : G.I. Agnes Christina


    Pernah terpikir tidak bahwa charger handphone itu harus kerja terus tiap hari, tapi jarang banget dipuji? Kita butuh dia, kita bergantung sama dia, tapi setelah baterainya penuh, sering kali langsung ditarik dan dilupakan. Padahal tanpa charger, handphone secanggih apa pun tidak ada gunanya. Tapi dia tetap “melayani” dalam diam. Tidak butuh di sorot, tidak butuh pengakuan. Dia tahu fungsinya, dan dia jalankan tugasnya. Nah, manusia sering kali berbeda dalam hal sorotan-kita ingin dilihat. Kita ingin kerja keras kita dihargai. Kita capek-capek melakukan yang terbaik—di pekerjaan, pelayanan, keluarga—tapi waktu tidak ada yang memperhatikan, kita mulai merasa capek hati. Ada kecewa, bahkan bisa muncul pertanyaan dalam hati: "Kenapa sih aku harus terus melakukan ini kalau orang aja nggak peduli?" Kita haus validasi, dan kalau tidak dapat, motivasi ikut ambruk.


    Dalam suratnya, Paulus bukan sekadar menyuruh kita kerja rajin, tapi mengguncang dasar motivasi kita. Tapi lebih dalam dari itu: untuk siapa kita kerja. Firman ini memindahkan panggung hidup kita: Tuhanlah audience utama. Bukan bos, jemaat, likes and views, atau bahkan ego kita sendiri. Bekerja "seperti untuk Tuhan" berarti melakukan segala sesuatu dengan kualitas terbaik, integritas, dan ketekunan—karena kita tahu Dia melihat. Ini mengubah pekerjaan biasa menjadi ibadah, dan pelayanan tersembunyi menjadi persembahan yang harum di hadapan-Nya. Ingat, Tuhan Yesus sendiri melayani dengan setia meski sering disalahpahami; Dia mengerti betul rasanya.


    Tuhan melihat setiap detail yang luput dari mata manusia. Ia tak pernah lalai memberi upah bagi kesetiaan, sekecil apa pun dan sesunyi apa pun. Upah itu bukan hanya janji surgawi, tapi juga kepuasan batin karena hidup selaras dengan tujuan-Nya, dan damai sejahtera karena tahu kita melayani Tuan yang penuh kasih. Jadi, entah Anda sedang melayani di balik layar, merawat keluarga, atau bekerja di kantor yang monoton—tetap lakukan dengan segenap hati, seperti untuk Tuhan. Karena setiap tindakan yang lahir dari motivasi ini, sekecil apa pun, terukir abadi dalam rencana-Nya dan tidak akan pernah sia-sia.


    "Ketika kita bekerja untuk manusia, kita akan kecewa. Tapi ketika kita bekerja untuk Tuhan, kita tak pernah bekerja sia-sia." – Corrie ten Boom


    Pertanyaan untuk Direnungkan:

    1. Jika hari ini tidak ada satu pun orang yang memuji atau memperhatikan usahamu, apakah Anda masih akan melakukan yang terbaik—hanya karena Tuhan yang melihat?

    2. Apa satu hal kecil yang biasa kulakukan dengan setengah hati, yang bisa kukerjakan dengan lebih sungguh-sungguh mulai hari ini—sebagai bentuk ibadah kepada Tuhan?


    5 min
  • 13-8-2025 - 互相扶持,彼此堅固 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    傳道書 4:9-12


    4:9 兩個人總比一個人好、因為二人勞碌同得美好的果效。

    4:10 若是跌倒、這人可以扶起他的同伴.若是孤身跌倒、沒有別人扶起他來、這人就有禍了。

    4:11 再者、二人同睡、就都煖和.一人獨睡、怎能煖和呢。

    4:12 有人攻勝孤身一人、若有二人便能敵擋他.三股合成的繩子、不容易折斷。


    當約翰.加爾文病重期間, 他仍繼續工作, 即寫作, 教導並宣講福音。然而, 鮮為人知的是: 他並非單槍匹馬。像西奧多.貝扎這個人,他是約翰.加爾文的門徒, 繼承者, 也是他的傳記撰寫者, 忠心地陪伴著他閱讀信件, 記錄講道, 甚至在他虛弱時還給他餵食。加爾文之所以能得到在場的基督徒團體的支持, 並非因為他有多偉大, 而是因為他們曉得, 所有上帝的僕人依然是人類, 故此, 所有的人類都需要彼此堅固。


    傳道書也強調了這一點。傳道者在第四章中看到了一個痛心的事實: 有些人勞碌工作, 卻感到孤單無伴和虛空 (第8節)。藉此, 浮現了一個強而有力的原則, 那就是兩個人總比一個人好。因為若是跌倒, 另一人可以把他扶起來。當氣候寒冷時, 可以互相保暖。當孤單一人被攻擊,二人協力就能抵擋對手。這不僅僅是團隊合作; 這也是上帝對生命的計劃,即活在關係中, 而不是孤單一人。然而, 讓我們實話實說, 我們在這個時代卻被教導要靠自己堅強。我們被告知要表現得整潔, 活躍, 甚至看起來還要很屬靈。何況是對那些事奉者和那些被認為“親近上帝”的人來說, 他們似乎不能表現出軟弱來。結果, 許多人看似面帶笑容,然而內心卻破碎不堪。其實, 互相扶持並非失敗的象徵。實際上, 這才是在基督裡的生命. 甚至連主耶穌自己, 也沒有獨自走十字架的道路。祂在客西馬尼園裡敞開祂的心扉, 並在十字架上將我們與祂的身體聯合。


    互相扶持是十字架的一部分。我們蒙召不只是幫助別人,也要接受別人的幫助。也許你累了,卻驕傲自大,不願坦誠相待。又或許你認識一個跌倒的朋友,他甚至是個神職人員,然而你卻“不好意思干涉”。福音將這一切都顛倒過來,基督愛你不是因為你剛強,而是因為你軟弱。藉此,你在這份愛中可以成為支持者,也可以接受他人支持。你在今天的靈修導引中被呼籲在本週開始聯繫一個人。真誠地詢問他的近況, 然後傾聽, 支持他並為他禱告。


    “我們要彼此擔當重擔,

    扶助軟弱的人。

    否則,我們就不是基督的身體了。”

    (約翰.加爾文)

    作 者:椰嘉達基督徒會堂安貝拉堂會– 林玲玲傳道

    翻譯員:蔡立基


    默想的問題:

    1. 倘若你今天在身體上, 情緒上抑或靈裡感到軟弱, 有沒有你足夠信任的人可以向他求救呢? 如果沒有的話, 是什麼阻礙了你? 是驕傲自大嗎? 是不好意思干涉嗎?還是缺乏一個安全的社群?

    2. 你身邊的家人、教會成員、同事,誰可能正在 “獨身一人”,卻不敢尋求幫助? 在他還沒提出要求前,你可以採取哪些具體行動來扶持他呢?


    7 min
  • 13-8-2025 - Saling Menopang, Saling Menguatkan (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Pengkhotbah 4:9-12

    Penulis : G.I. Agnes Christina


    Ketika John Calvin sakit keras, ia tetap berkarya—menulis, mengajar, memberitakan Injil. Tapi yang jarang dibahas: ia tidak berjalan sendirian. Ada orang-orang seperti Theodore Beza (ia adalah seorang murid, penerus, dan penulis biografi John Calvin) yang setia menemaninya—membacakan surat, mencatat khotbah, bahkan menyuapi saat ia lemah. Calvin ditopang oleh komunitas tubuh Kristus yang hadir, bukan karena ia hebat, tapi karena mereka tahu: semua hamba Tuhan tetap manusia, dan semua manusia tetap butuh saling menguatkan.


    Kitab Pengkhotbah juga menyorot hal ini. Di pasal 4, sang pengkhotbah melihat satu realita menyakitkan: ada orang yang hidupnya penuh kerja keras, tapi sunyi dan hampa (ay.8). Lalu muncul satu prinsip kuat: dua orang lebih baik daripada satu. Karena ketika satu jatuh, ada yang menolong. Ketika satu beku, ada yang menghangatkan. Ketika satu diserang, ada yang membela. Ini bukan cuma soal teamwork (kerja sama); ini rencana Tuhan untuk kehidupan: hidup dalam relasi, bukan dalam isolasi. Tapi mari jujur—zaman sekarang kita diajar jadi kuat sendiri. Kita disuruh tampil rapi, aktif, bahkan spiritual. Apalagi bagi pelayan dan orang yang dikenal "dekat Tuhan"—seolah tidak boleh kelihatan lemah. Akhirnya, banyak yang senyum di luar, tapi hancur di dalam. Padahal saling menopang bukan tanda kegagalan. Justru itulah kehidupan dalam Kristus. Bahkan Tuhan Yesus sendiri tidak jalani salib sendirian. Ia membuka hati-Nya di taman Getsemani, dan di salib-Nya, Ia menyatukan kita sebagai tubuh-Nya.


    Saling menopang adalah bagian dari salib. Kita dipanggil bukan hanya menolong, tapi juga membiarkan diri ditolong. Mungkin Anda lelah, tapi gengsi jujur. Atau Anda tahu ada teman bahkan pelayan Tuhan yang sedang jatuh, tapi merasa "tidak enak ganggu." Injil membalik semuanya: Anda dikasihi Kristus—bukan karena kuat, tapi karena lemah. Dan dalam kasih itu, Anda bisa jadi penopang dan ditopang. Lewat renungan hari ini, Anda dipanggil untuk memulai menghubungi satu orang minggu ini. Tanyakan kabarnya dengan tulus. Dengarkan. Dukung. Doakan.


    “Kita harus saling menanggung beban dan menolong yang lemah. Jika tidak, kita bukanlah tubuh Kristus. “– John Calvin


    Pertanyaan untuk Direnungkan:

    1. Jika hari ini Anda mengalami kelemahan (fisik, emosi, atau rohani), adakah orang yang cukup Anda percaya untuk meminta tolong? Jika belum, apa yang menghalangi Anda—gengsi, takut merepotkan, atau kurangnya komunitas yang aman?

    2. Siapa satu orang di sekitar Anda (keluarga, gereja, teman kerja) yang mungkin sedang 'berjalan sendirian' tetapi tidak berani minta tolong? Tindakan konkrit apa yang bisa Anda lakukan untuk menjadi penopang baginya—bahkan sebelum ia meminta? 


    5 min
  • 12-8-2025 - 暴風雨來臨時依然矗立不動 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    以赛亚书 65:14


    65:14 我的仆人因心中高兴欢呼、你们却因心中忧愁哀哭、又因心里忧伤哀号。



    《世界上最有影响力的人物》是出现在《时代》杂志的出版物,每年都会发布一份名单,列出世界上各个领域有影响力的人物。独特的是,确定谁是具有影响力的人物是由其他具有影响力的人物撰写他们所决定选之人物的理由和传记。


    今天我们不会去思考谁是这世上最具有影响力的人物。但问题是谁才是生命中最快乐的人?在今天的经文中我们找到了答案。他们是在生活中蒙上帝所喜悦的仆人。以赛亚书第六十五章是先知以赛亚所传的一切预言和上帝话语的最后一部分。虽然以色列是一个喜欢悖逆祂的子民,但祂仍然爱他们。祂仍然留下了一些被称为忠诚敬拜上帝并事奉祂的仆人。这段经文中提到的人们就是那些看到以色列复兴而欢呼的仆人。那些不悔改、不归向上帝的人将会感到羞愧、呻吟、哭泣和灰心。只有那些生活中不仅事奉上帝,而在行为和行动也令上帝喜悦的人才会喜乐。他们过着讨上帝喜悦的生活,不是因为他们的力量和伟大,而是因为一切都是上帝的恩典。


    有许多人忙于事奉神,但他们却遭遇令人担忧的属灵危机。他们可能看起来满有恩赐和热情,但他们正在经历属灵的干旱。他们反而远离上帝并生活在各种罪恶之中。上帝当然憎恶这种态度。仆人应当过着蒙神喜悦的生活,因为他每天无论在何处总要表现出按照神真理的生活。只有这样的人,才会在生命中经历欢呼和喜乐。你是属这样的人吗?

    “喜乐的仆人是其生活

    与上帝的真理相符的仆人。”


    作 者:椰嘉達基督徒會堂當格朗堂會 – 古發啓牧師

    翻译员:赖利南


    默想的问题:

    1. 你的生命中是否正在经历一场深刻的属灵危机?那是什么?

    2. 你会怎么做来成为一个生活与上帝的真理相符的仆人?


    6 min
  • 12-8-2025 - Tetap Berdiri Saat Badai Datang (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Yesaya 65:14

    Penulis : Pdt. Faoziduhu Lahagu


    The Most Influential People In The World adalah publikasi dari majalah Time yang setiap tahun mengeluarkan daftar nama-nama orang yang berpengaruh dalam dunia ini dalam berbagai bidang kehidupan. Uniknya, penentuan siapa tokoh berpengaruh ditentukan oleh tokoh berpengaruh lainnya yang menuliskan alasan dan biografi siapa tokoh pilihannya.


    Hari ini kita tidak akan memikirkan siapa tokoh paling berpengaruh dalam dunia ini, tetapi pertanyaannya adalah siapakah orang-orang yang paling bergembira dalam hidupnya? Jawabannya kita temukan dalam teks kita hari ini. Mereka adalah hamba-hamba Allah yang hidupnya berkenan kepada Allah. Kitab Yesaya pasal enam puluh lima adalah termasuk bagian terakhir dari seluruh nubuatan dan Firman yang disampaikan nabi Yesaya. Meskipun Israel adalah bangsa yang suka memberontak kepada-Nya, namun Ia mengasihi mereka. Ia masih menyisakan orang-orang yang disebut hamba-hamba yang setia beribadah kepada Allah dan melayani Dia. Merekalah yang disebut dalam bagian ini adalah hamba-hamba yang akan bersorak-sorai melihat pemulihan Israel. Sedangkan mereka tidak bertobat dan kembali kepada Allah akan malu, mengerang, menangis dan patah semangat. Hanya orang-orang yang hidupnya tidak hanya melayani Allah tetapi perilaku dan perbuatannya yang berkenan kepada Allah yang akan bersukacita. Mereka sendiri hidup menyenangkan hati Allah bukan karena kekuatan dan kehebatan mereka, namun semua karena anugerah-Nya.

    Ada banyak orang yang sibuk melayani Allah namun mereka mengalami krisis rohani yang mengkhawatirkan. Mereka dapat saja kelihatan penuh talenta dan bersemangat tetapi spiritualitas mereka sedang mengalami kondisi yang kering. Mereka hidup justru jauh dari Allah dan hidup didalam berbagai-bagai dosa. Allah tentu membenci sikap yang demikian. Seorang pelayan hendaknya hidupnya menyenangkan hati Allah oleh karena setiap hari dimanapun ia berada, selalu menunjukkan perilaku hidup yang seturut dengan kebenaran Allah. Hanya orang-orang yang demikianlah yang akan mengalami sorak-sorai dan sukacita dalam hidup. Apakah anda termasuk orang yang demikian?


    “Pelayan yang bersukacita adalah pelayan yang hidupnya selaras dengan kebenaran Allah.”


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Adakah hidupmu sedang mengalami krisis kerohanian yang dalam? Apakah itu?

    2. Apakah yang akan anda lakukan agar menjadi hamba yang hidupnya selaras dengan kebenaran Allah?



    5 min
  • 11-8-2025 - 在不多的事上有忠心 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    馬太福音 25:21


    25:21 主人說、好、你這又良善又忠心的僕人. 你在不多的事上有忠心、我要把許多事派你管理.可以進來享受你主人的快樂。



    許多上帝的英雄在信仰史上都始於默默無聞,並經常被忽視的地方。其中一位就是喬治.穆勒 (George Müller)。他並不是什麼講台上的大傳道人,而是一個普通人在英國照顧著數千名孤兒。他沒有向公眾募捐,只是藉著禱告, 並日復一日經歷了上帝賜予的食物. 當時,他沒受到太多的關注,也沒有得到太多的認可。然而,他的人生卻證實了: 在小處有忠心,也能在上帝的國度裡產生巨大的影響。回顧穆勒的一生,在你的事奉上是否也曾有過這樣的感受,既孤單又無人知曉? 一大清早就到了教會,擺放好椅子,陪伴著那些需要幫助的教友們,然後,又是那個最後離開的,竟然連一句感謝的話都沒有。反而,有時候還會聽到一些尖酸刻薄的評論。在這一切中,浮現出疑惑: “上帝, 這一切在你眼中真的有意義嗎? ”


    馬太福音第25章的背景是關於主耶穌講了一個有關才幹的比喻。有三個僕人按著各自的才幹接受託付。其中兩個僕人盡職盡責,並獲得了一些成果。然而,有一個僕人因為害怕和不信任他的主人,就將自己的才幹隱藏起來。那個忠心的僕人在故事的結尾聽到了那麼一句話: “做得好,你這又善良又忠心的僕人,你在不多的事上有忠心,我要把許多事派你管理。” (馬太福音25:21) 但有趣的是,這裏所謂的“許多事”並不總是指崇高的地位或有名望,而是指變得更像充滿著愛心、有責任感的基督,並在屬靈上產生影響力。上帝不只看人眼中所謂的大事,但更欣賞用內心去做小事 (馬太福音6:4; 撒母耳記上16:7)。


    主耶穌親自樹立生活簡樸、為門徒們洗腳,甚至被釘死在十字架上的好榜樣。世人或許認為這很平凡,甚至卑微,但那裡正是祂的愛最彰顯之處。所以,倘若你今天感到被忽視或不被賞識,仍要保持忠心。因為上帝正在用你不多的忠心來形塑許多事。我們行善不可灰心喪志 (加拉太書6:9)。繼續前進! 你不必那麼優秀,因你被呼召來保持忠心。


    “上帝正在透過你不多的忠心

    來形塑許多事。”

    作 者:椰嘉達基督徒會堂安貝拉堂會– 林玲玲傳道

    翻譯員:蔡立基



    默想的問題:

    1. 如果接下來的一個月沒有人注意到或讚揚你在小處上的事奉,你會如何反應?

    2. 哪些“不多的事“最常讓你感到精疲力盡或毫無意義? 你如何把視為例行公事的觀點轉變為視為塑造你內心基督品格的一部分呢?


    6 min
  • 11-8-2025 - Setia Dalam Perkara Kecil (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Matius 25:21

    Penulis : G.I. Agnes Christina


    Dalam sejarah iman, banyak pahlawan Tuhan memulai dari tempat yang sepi dan tak jarang diabaikan. Salah satunya George Müller. Ia bukan pengkhotbah panggung besar, tapi seorang pria biasa yang mengasuh ribuan anak yatim di Inggris. Ia tak meminta donasi, hanya berdoa—dan melihat Tuhan sediakan makanan dari hari ke hari. Tak banyak sorotan, tak banyak penghargaan. Tapi hidupnya jadi bukti: kesetiaan di tempat kecil bisa berdampak besar dalam Kerajaan Allah. Jikalau berkaca dari kehidupan Müller, pernahkah kamu merasa pelayanan yang dijalani pun seperti itu—sepi, tidak dilihat. Sudah datang lebih awal, beresin kursi, temani yang butuh didampingi, lalu pulang paling akhir tanpa satu pun ucapan terima kasih. Terkadang malah dapatnya komentar pedas. Dan di tengah semua itu, muncul pertanyaan: “Tuhan, semua ini benar-benar berarti di mata-Mu?”


    Konteks Matius 25, Tuhan Yesus sedang cerita soal perumpamaan tentang talenta. Ada tiga hamba yang masing-masing diberi talenta sesuai kapasitasnya. Dua di antaranya mengelola dengan tanggung jawab dan menghasilkan sesuatu. Tapi satu hamba menyembunyikan talentanya karena takut dan tidak percaya tuannya. Di akhir cerita, hamba yang setia itu disambut dengan kalimat, “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia. Engkau telah setia dalam perkara kecil, Aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara besar.” (Mat. 25:21). Tapi menariknya, “perkara besar” di sini bukan selalu soal posisi tinggi atau nama besar, tapi soal menjadi pribadi yang makin serupa Kristus—penuh kasih, bertanggung jawab, dan berdampak secara rohani. Tuhan itu bukan cuma lihat yang besar di mata manusia, tapi justru menghargai hal kecil yang dikerjakan dengan hati besar (Mat. 6:4; 1 Sam. 16:7).


    Tuhan Yesus sendiri kasih teladan—hidup sederhana, mencuci kaki murid, bahkan mati di salib. Dunia mungkin anggap itu biasa atau bahkan hina, tapi justru di situ kasih-Nya paling nyata. Jadi kalau hari ini kamu merasa tidak dilihat atau tidak dihargai, tetaplah setia. Karena Tuhan sedang membentuk sesuatu yang besar dari kesetiaan kecilmu. Jangan jemu berbuat baik (Gal. 6:9). Terus melangkah. Kamu tidak harus jadi hebat. Kamu dipanggil untuk tetap setia.


    “Tuhan sedang membentuk sesuatu yang besar dari kesetiaan kecilmu”


    Pertanyaan untuk Direnungkan:

    1. Jika selama sebulan ke depan tidak ada satu pun orang yang menyadari atau memuji pelayanan kecil Anda, apakah yang menjadi respons anda?

    2. Apa 'pekerjaan kecil' yang paling sering membuat Anda merasa lelah atau tidak berarti? Bagaimana Anda bisa mengubah perspektif Anda—dari melihatnya sebagai rutinitas, menjadi bagian dari pembentukan karakter Kristus dalam diri Anda?


    5 min
  • 10-8-2025 - 堅固的事奉 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    哥林多前書 15:58


    15:58 所以我親愛的弟兄們、你們務要堅固不可搖動、常常竭力多作主工、因為知道你們的勞苦、在主裡面不是徒然的。



    你曾經歷過這些事情嗎? 有時候事奉讓人感到不堪負荷。這並非因為不愛上帝, 而是因為心靈漸漸疲憊了。感覺上已經全力以赴,卻依然感到孤單。一直忠心耿耿地事奉, 卻經常被人誤解。已經懇切地禱告, 但挑戰似乎只增不減。已經付出時間和精力, 卻似乎無人關心。腦海有時會浮現問題: “這一切都有意義嗎? 上帝看到了嗎? 我還要持續忍受多久呢?” 抑或 “我的事奉出了什麼問題呢?” 在笑容和忙碌的背後, 內心卻開始疑惑: 我還有能力去面對它嗎?


    在這些掙扎中,上帝的真理在哥林多前書第15章58節提醒我們: 我們堅固的根基,並非在人的稱讚或可見的成就,而是在基督的復活! 保羅不是要我們倚靠自己的力量。他指出了一個絕對的真理,那就是因為主耶穌活著,並戰勝了死亡,故此,當我們與祂相交, 並事奉祂時,這一切的勞苦在主裡都具有永恆的價值, 而非徒然的。這裡的 “堅固”一詞指的是堅定不移,如同房屋建在磐石上,即使風吹雨打,也依然屹立不倒。保羅提醒我們: 不要立足於情緒波動或環境百變的根基上,而要立足於上帝不變的愛與應許的真理上。在上帝裡所事奉的,即使看似微不足道、隱藏不見、不被讚揚,然而在上帝全知的眼中仍然是寶貴的。


    如果你今天仍然可以繼續事奉,這並非因為你有能力或剛強,而是因為上帝在你走的每一步都積極地支持和扶助著你。即使我們感到軟弱無能,祂依然信實。我們不斷地被提醒:我們或許軟弱無能,但我們都被愛著。我們或許疲憊不堪,但我們沒被拋棄。所以,如果你今天幾乎要放棄,就讓上帝再次觸摸你的心。你並不孤單!堅強地站立,不是因為你還需要證明什麼,而是因為你已經完美地被祂愛著。這份愛將會繼續支撐著你。

    “忠心的事奉不在乎我們的力量,

    而是在乎上帝從不放棄我們的信實。”


    作 者:椰嘉達基督徒會堂安貝拉堂會– 林玲玲傳道

    翻譯員:蔡立基



    默想的問題:

    1. 你在你今天事奉上所面臨的所有挑戰中,哪一個最常讓你想要放棄?

    2. 你今天可以採取什麼小動作來提醒自己:“你的勞苦在主裡不是徒然的!”


    6 min
  • 10-8-2025 - Pelayanan Yang Teguh (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : 1 Korintus 15:58

    Penulis : G.I. Agnes Christina


    Pernahkah Anda mengalami beberapa hal ini? Dimana ada saat-saat merasa pelayanan terasa berat. Bukan karena tidak cinta Tuhan, tapi karena hati perlahan-lahan mulai lelah. Sudah berusaha memberi yang terbaik, tapi tetap merasa sendiri. Sudah melayani dengan setia, tapi tak jarang disalahpahami. Sudah berdoa dengan sungguh, tapi tantangan justru bertambah. Sudah berkorban waktu dan tenaga, tapi seolah tak ada yang peduli. Kadang muncul pertanyaan, “Apakah semua ini berarti? Apakah Tuhan melihat? Sampai kapan aku harus bertahan begini?" atau "Apa yang salah dengan pelayananku?” Di balik senyum dan kesibukan, ada hati yang mulai bertanya-tanya: masihkah aku kuat menghadapinya?


    Di tengah pergumulan itu, firman Tuhan dalam 1 Korintus 15:58 mengingatkan kita: bahwa dasar keteguhan kita bukanlah pujian manusia atau keberhasilan yang kasat mata, melainkan kebangkitan Kristus! Paulus tidak sedang menyuruh kita mengandalkan kekuatan sendiri. Ia menunjuk pada kebenaran mutlak: Karena Tuhan Yesus hidup dan telah menang atas maut, maka setiap jerih payah yang kita lakukan dalam persekutuan dengan-Nya, dalam pelayanan bagi-Nya, pasti memiliki nilai kekal dan tidak akan sia-sia. Kata 'teguh' di sini berarti tetap berdiri kokoh, tak tergoyahkan, bagai rumah yang dibangun di atas batu karang walau badai menerpa. Paulus mengingatkan kita: jangan berdiri di atas landasan emosi yang naik-turun atau keadaan yang berubah, tetapi berdirilah di atas kebenaran kasih dan janji Allah yang tidak pernah berubah. Pelayanan yang dilakukan dalam Tuhan—meskipun terlihat kecil, tersembunyi, dan tak dipuji manusia—tetap berharga di mata-Nya yang melihat segalanya.


    Kalau Anda masih bertahan melayani hingga hari ini, itu bukan karena kamu mampu dan kuat, tapi karena Tuhan secara aktif menopang dan menyangga setiap langkahmu. Dialah yang setia, bahkan saat kita merasa lemah. Kita terus diingatkan: kita mungkin rapuh, tapi kita dikasihi. Kita mungkin lelah, tapi kita tidak ditinggalkan. Jadi, jika hari ini kamu merasa hampir menyerah, izinkan Tuhan menyentuh hatimu kembali. Kamu tidak sendirian. Berdirilah teguh, bukan karena kamu harus membuktikan apa pun, tapi karena kamu sudah dikasihi dengan sempurna. Dan kasih itu akan terus menopangmu.


    “Pelayanan yang setia bukan tentang kekuatan kita, tapi tentang kesetiaan Tuhan yang tidak pernah menyerah atas kita.”


    Pertanyaan untuk Direnungkan:

    1. Dari semua tantangan yang Anda hadapi dalam pelayanan saat ini, mana yang paling sering membuat Anda ingin menyerah?

    2. Apa satu tindakan kecil yang bisa Anda lakukan hari ini untuk mengingatkan diri sendiri bahwa 'jerih payahmu tidak sia-sia dalam Tuhan’?


    5 min

About Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

From the publisher's feed

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian