Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

By Sinode Gereja Kristen JakartaReligion & SpiritualityChristianity
Download on the App Store

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian episodes

  • 24-8-2025 - 擁有基督品格的僕⼈ (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    以弗所書 4:1-3


    4:1 我為主被囚的勸你們、既然蒙召、行事為人就當與蒙召的恩相稱.

    4:2 凡事謙虛、溫柔、忍耐、用愛心互相寬容、

    4:3 用和平彼此聯絡、竭力保守聖靈所賜合而為一的心。


    當他從急診室趕來為躺在醫院急診室的孩子掛號時,天色還很早。他提交了必要的文件並解釋有關孩子所患的疾病。然而, 服務的工作人員卻表現得不友善。他的言詞尖酸,表情冷漠,有時說話聲音很大。這位正在挂號的男士看了一眼工作人員襯衫上的別針,上面寫著招呼、微笑、禮貌。在等待檔案輸入的同時,他長長地歎了一口氣。


    往往,任何關於最佳服務的座右銘都只是一句永遠無法實現的口號。每位基督的僕人都擁有寫在心中服事的座右銘而他無需說出就能體現出來。使徒保羅提醒以弗所會眾,他們是蒙呼召成為忠心的事奉者和僕人,行事爲人就當與蒙召的恩相稱。這節經文中使用的相稱一詞乃使用了希臘文Axios, 意思是配得、合適、均衡、同等或恰當的。每一個經歷過蒙上帝呼召的人都是信靠基督、成為祂的門徒的人,他們的生活應該與基督的品格一致。他們的態度和行為應該隨著時間的推移而改變,變得更像基督。在接下去的經文中解釋了有關基督的品格是體現在謙卑、溫柔、忍耐和充滿愛心上。這裡所說的基督的品格,不只是指良好的道德生活,也不只是指一些行善的準則,而是符合上帝真理的生活, 而且不是按照世人的善或道德標準而行的生活。


    作為事奉上帝的人,我們是否已具有符合基督品格的生活?我們的生活是否按照上帝的話語表現出正確的行為和舉止?是否我們還生活在虛偽之中,喜歡戴著假面具和仍舊做著壞事?有些人看上去忙碌於事奉,勤奮地做上帝的工作,但是他們仍然犯罪作悪。有些人雖然在事奉職位元上居高位,但在日常生活中,他們的行為卻與在教會的職位背道而馳。有些人服事多年,但生活卻沒有任何明顯的改變。請問,你又如何呢?


    “基督的僕人必須

    生活得越來越像基督。”


    作 者:椰嘉達基督徒會堂當克朗堂會-古發啓牧師

    翻譯員:張賽瓊


    默想的問題:

    1. 作為基督的僕人,你因那些捆綁你的罪而令你煩躁不安嗎?那是什麼罪?

    2. 你從今天的靈修中學到了哪些真理?


    6 min
  • 24-8-2025 - Pelayanan Yang Berkarakter Kristus (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Efesus 4:1-3

    Penulis : Pdt. Faoziduhu Lahagu


    Hari masih pagi ketika ia bergegas dari ruang gawat darurat untuk mendaftarkan anaknya yang terbaring di ruang gawat darurat Rumah Sakit. Ia menyerahkan dokumen yang diperlukan dan menjelaskan penyakit yang di derita anaknya. Namun petugas yang melayani menunjukkan ketidak ramahan. Kata-katanya ketus, wajahnya datar dan kadang suaranya keras. Bapak yang mendaftar itu melirik kepada pin yang bertuliskan Sapa, Senyum, Sopan di baju petugas itu. Sambil menunggu berkasnya di input, ia menghela nafas panjang.

    Sering kali moto pelayanan terbaik apa pun hanyalah sebuah slogan yang tidak pernah diwujudkan. Seorang pelayan Kristus memiliki moto pelayanan yang tertulis di dalam hatinya dan ia wujudkan tanpa harus mengatakannya. Moto itu adalah pelayan berkarakter Kristus. Rasul Paulus mengingatkan jemaat Efesus sebagai orang-orang yang dipanggil menjadi pelayan dan hamba yang setia agar hidup mereka berpadanan dengan panggilan itu. Kata berpadanan yang dipakai di dalam ayat itu memakai kata Yunani yaitu Axios yang artinya layak, setimpal, seimbang, sebanding atau sesuai. Setiap orang yang telah mengalami panggilan Allah adalah mereka yang menaruh percaya kepada Kristus, menjadi murid-Nya dan seharusnya hidup mereka berkesesuaian dengan karakter Kristus. Sikap dan perbuatan mereka seharusnya dari waktu ke waktu berubah dan semakin menyerupai Kristus. Dalam ayat-ayat berikutnya dijelaskan tentang karakter Kristus terlihat dari kerendahan hati, lemah lembut, sabar, penuh kasih. Karakter Kristus yang dimaksudkan disini bukanlah sekedar kehidupan moral yang baik, bukan juga sejumlah panduan hidup dalam kebaikan tetapi karakter Kristus adalah sebuah kehidupan yang seturut dengan kebenaran Allah dan bukan berdasarkan ukuran kebaikan atau moral dunia.

    Apakah sebagai pelayan Tuhan kita telah memiliki kehidupan yang sesuai dengan karakter Kristus? Apakah kehidupan kita menunjukkan perilaku dan perbuatan yang benar sesuai Firman Allah? Ataukah kita hidup dalam kemunafikan, suka menggunakan topeng dan kita masih melakukan hal-hal yang jahat? Ada orang yang terlihat sibuk melayani, giat mengerjakan pekerjaan Tuhan tetapi mereka masih melakukan perbuatan dosa. Ada orang-orang yang memiliki kedudukan yang tinggi dalam pelayanan tetapi dalam hidup sehari-hari perbuatan mereka tidak sejalan dengan jabatan gerejawi mereka. Ada orang-orang yang sudah bertahun-tahun melayani tetapi hidup mereka tidak menunjukkan perubahan yang signifikan. Bagaimana dengan anda?


    “Seorang Pelayan Kristus haruslah hidup semakin serupa Kristus.”


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Adakah sesuatu yang menggelisahkan hati anda sehubungan dengan dosa-dosa yang mengikat anda sebagai pelayan Kristus? Apakah itu?

    2. Apakah kebenaran yang anda pelajari dari renungan hari ini?


    6 min
  • 23-8-2025 - 看向永恆 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    哥林多後書4:17-18


    4:17 我們這至暫至輕的苦楚、要為我們成就極重無比永遠的榮耀。

    4:18 原來我們不是顧念所見的、乃是顧念所不見的.因為所見的是暫時的、所不見的是永遠的。


    佛洛倫斯.查德威克是一位以長距離公開水域游泳聞名的美國游泳選手。在1952年的某天早晨,查德威克嘗試了一個新的挑戰就是從卡塔利娜島遊向加州海岸。那早晨霧氣非長農使查德威克沒辦法看到前面的情況。游了十五個小時後,查德威克要求把他拉上他的護航艇。距離最終目的地僅剩800公尺,查德威克放棄了。在採訪中他說,”我不是在找藉口。但如果我能看到陸地,我一定會成功。”查德威克之所以軟弱和失敗是因為他無法看到他最終的目標。


    在今天的經文中,使徒保羅稱他在服事中所經歷的是”至輕的苦楚”。而其實從世人的角度來看保羅所經歷的是很艱辛的。在服事中他經歷了逼迫,下監獄,被鞭打,飢餓,和其他的苦難。但比起等待他的永遠之榮耀,這些苦楚變成至暫至輕的。保羅將目光看向了最終的目標,那就是永恆。在提摩太後書4:8,保羅看見了上帝為他預備的冠冕。雖然他還在這世上,但他能用信心之眼看到永恆。這些就是保羅在服事中的安慰和力量。雖然他的服事生活非常艱難,然而因他能看見最終目標, 就是永恆; 使他在服事中能堅固而剛強。


    我們每一個參與事奉的人,都會同意我們在服事中經常面臨各樣的挑戰。有許多人放棄服事神,因為他們覺得無法承擔服事的重擔。然而今天上帝的話語教導我們看向永恆。上帝為忠心服事祂的人預備了永恆的冠冕。這將成為我們的安慰。即使我們的服事充滿挑戰,但將來在永恆裡,我們要見到主耶穌, 深愛我們的那位。在那裡, 祂會迎接我們,並賜給我們天上的冠冕。


    “常常竭力多作主工,

    因為知道你們的勞苦,

    在主裡面不是徒然的。”

    (哥林多前書15:58)


    作者 : 椰嘉達基督徒會堂巴冷佈道所 – 許道路牧師

    翻譯 : 鄭愛群


    默想的問題 :

    1. 你是否已經從永恆的角度看待你的服事,或是你還是仍然專注於你現在所面對的困難和挑戰 ?

    2. 在面對事奉的挑戰時,你是否繼續不斷地將你的信心之眼看向基督和祂所預備的永恆冠冕的應許 ?


    5 min
  • 23-8-2025 - Memandang Kekekalan (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : 2 Korintus 4:17-18

    Penulis : Pdt. Rony Sitorus


    Florence Chadwick adalah perenang Amerika yang terkenal dengan renang perairan terbuka jarak jauh. Pada suatu pagi di tahun 1952, Chadwick mencoba sebuah tantangan baru untuk berenang dari Pulau Catalina menuju Pantai California. Pagi itu kabut sangat tebal sehingga Chadwick tidak dapat melihat apa yang ada di depannya. Setelah berenang selama 15 jam, Chadwick meminta untuk diangkat ke atas perahu pengiringnya. Hanya 800 meter lagi dari tujuan akhirnya, Chadwick menyerah. Dalam wawancaranya ia berkata, “Bukannya saya mencari-cari alasan. Tapi seandainya saya bisa melihat daratan, saya pasti berhasil.” Chadwick menjadi lemah dan gagal karena ia tidak mampu melihat tujuan akhirnya.


    Dalam nas hari ini, Rasul Paulus menyebut penderitaan dalam pelayanan yang ia alami adalah "ringan". Padahal secara manusia apa yang dialami Paulus sangat berat. Dia mengalami penganiayaan, penjara, cambuk, kelaparan, dan penderitaan lainnya di dalam pelayanan. Tapi dibanding kemuliaan kekal yang menanti, penderitaan ini menjadi ringan dan sementara. Paulus mengarahkan pandangannya kepada tujuan akhir, yaitu kekekalan. Di dalam 2 Timotius 4:8, Paulus telah melihat mahkota yang disediakan Tuhan untuknya. Walaupun dia masih ada di dunia, namun dia dapat melihat kekekalan dengan mata imannya. Hal ini lah yang menjadi penghiburan dan kekuatan bagi Paulus dalam melayani Tuhan. Walaupun kehidupan pelayanannya berat, namun karena dia mampu memandang tujuan akhir, yaitu kekekalan; dia menjadi kuat dan bertahan dalam pelayanan.


    Setiap kita yang telah terlibat dalam pelayanan, pasti sepakat bahwa dalam pelayanan seringkali kita menghadapi berbagai tantangan. Ada banyak orang mundur dalam melayani Tuhan, karena merasa tidak sanggup untuk menanggung beban pelayanan yang begitu berat. Namun Firman Tuhan hari ini mengajarkan kepada kita, untuk memandang pada kekekalan. Tuhan menyediakan mahkota kekal bagi kita yang setia melayani Tuhan. Hal ini akan menjadi penghiburan bagi kita. Sekalipun pelayanan kita banyak tantangan, namun suatu saat nanti di kekekalan kita akan bertemu dengan Tuhan Yesus; Pribadi yang sangat mengasihi kita. Disana Dia akan menyambut kita, dan menganugerahkan mahkota surgawi kepada kita.


    “Giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan, sebab dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.” (1Korintus 15:58)


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Apakah anda sudah memandang pelayanan yang anda jalani dengan perspektif kekekalan, atau masih terfokus pada kesulitan dan tantangan yang anda hadapi saat ini?

    2. Dalam menghadapi tantangan pelayanan, apakah anda terus mengarahkan mata iman anda kepada Kristus dan janji mahkota kekal yang telah disediakan-Nya?


    6 min
  • 22-8-2025 - 潔淨自己邁向永恆 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    約翰一書3:2-3


    3:2 親愛的弟兄阿、我們現在是神的兒女、將來如何、還未顯明.但我們知道主若顯現、我們必要像祂.因為必得見祂的真體。

    3:3 凡向祂有這指望的、就潔淨自己、像祂潔淨一樣。



    我曾在我的社群媒體“抖音”平台上發過關於主耶穌如何擔當了我們的罪的貼文。許多非基督徒在貼文下留言。其中一個評論說道: “如果耶穌已經擔當了你們所有的罪, 那表示你們可以自由的犯罪囉?” 這是對上帝恩典的誤解。


    基督捨命為了救贖我們, 並非為了讓我們自由地犯罪, 而是為了讓我們真正從罪的權勢中得釋放。神的話語在約翰一書3:2說主若顯明,我們必要像祂,因為必得見他的真體當我們在天上時,我們與基督相似的真體得以完全。在下節經文神的話說道: “凡向祂有這指望的, 就潔淨自己, 像祂潔淨一樣.” 這意味著, 在世上的生命旅途中, 我們要不斷的潔淨自己,直到我們在永恆的天堂裡與基督相遇。這就是對那些已領受上帝的救恩之人的呼召。我們潔淨自己不是為了要得到救恩, 而是因為我們已經得到了救恩.

    當我們潔淨自己時, 並不意味著我們已變成完美無罪。而是我們要逐漸努力勝過罪惡.在這潔淨的過程中, 一方面我們需要靠著主的恩典, 但另一方面我們需要極力去努力。耶穌吩咐我們總要儆醒禱告 (馬太福音26:41)。


    因此,讓我們不斷地努力吧! 並祈求上帝賜給我們力量,以便我們得以靠主成聖.如果我們仍然活在某些罪中, 祈求上帝賜給我們力量吧! 好讓我們脫離那罪惡。極盡努力的同時不斷倚靠神。也許無法立即見效, 然而逐漸的, 我們將能夠勝過罪惡。


    “上帝不會讓祂兒女成功地犯罪”

    (查爾斯.司布真)


    作者 : 椰嘉達基督徒會堂巴冷佈道所 – 許道路牧師

    翻譯 : 鄭愛群


    默想的問題 :

    1. 你是否將救恩視為隨心所欲地生活的許可,還是將其視為活出更像基督樣式的鼓勵 ?

    2. 在哪方面你還在不斷與罪爭扎, 而你是否已真正努力對抗並倚靠上帝的力量 ?


    5 min
  • 22-8-2025 - Menyucikan Diri Menuju Kekekalan (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : 1 Yohanes 3:2-3

    Penulis : Pdt. Rony Sitorus


    Saya pernah membuat sebuah postingan di media sosial saya (TikTok) tentang bagaimana Tuhan Yesus telah menanggung dosa-dosa kita. Banyak orang yang bukan Kristen memberikan komentar pada postingan tersebut. Salah satu komentar berbunyi: “Kalau Yesus sudah menanggung semua dosa kalian, berarti kalian bebas dong untuk berbuat dosa?” Ini adalah kekeliruan dalam memahami anugerah Tuhan.


    Kristus memberikan nyawa-Nya untuk menebus kita, bukan agar kita bebas berbuat dosa, melainkan agar kita benar-benar dibebaskan dari kuasa dosa. Firman Tuhan dalam 1 Yohanes 3:2 mengatakan bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya kelak, kita akan menjadi sama seperti Dia dalam karakter. Keserupaan kita dengan karakter Kristus akan disempurnakan ketika kita berada di surga. Di ayat selanjutnya, Firman Tuhan mengatakan: “setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.” Artinya, dalam perjalanan hidup kita di dunia ini, kita perlu menyucikan diri kita terus menerus, sampai nanti kita bertemu dengan Kristus di surga kekal. Inilah panggilan untuk orang-orang yang telah menerima anugerah keselamatan dari Tuhan. Kita menyucikan diri bukan supaya kita diselamatkan, tetapi karena kita telah menerima keselamatan itu. Ketika kita menyucikan diri, bukan berarti kita menjadi sempurna tanpa dosa. Tetapi secara progresif kita mau terus berjuang untuk mengalahkan dosa. Dalam proses penyucian ini, di satu sisi kita perlu bergantung pada anugerah Tuhan. Namun di sisi lain kita juga perlu berjuang sekuat tenaga kita. Yesus memerintahkan agar kita berjaga-jaga dan berdoa (Matius 26:41).


    Oleh sebab itu, marilah kita terus berjuang dan memohon kekuatan dari Tuhan agar kita dikuduskan oleh-Nya. Jika kita masih hidup di dalam dosa tertentu, mintalah kekuatan dari Tuhan untuk kita bisa terlepas dari dosa itu. Berjuanglah sekuat tenaga sambil terus mengandalkan Tuhan. Mungkin hasilnya tidak instan. Namun secara progresif kita akan dimampukan untuk menang atas dosa itu.


    “Tuhan tidak akan membiarkan anak-anak-Nya berbuat dosa dengan sukses” (Charles Spurgeon)


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Apakah anda selama ini memandang anugerah keselamatan sebagai izin untuk hidup semaunya, atau sebagai dorongan untuk hidup semakin serupa dengan Kristus?

    2. Dalam area mana anda masih terus bergumul melawan dosa, dan apakah anda sudah sungguh-sungguh berjuang sambil mengandalkan kekuatan dari Tuhan?


    5 min
  • 21-8-2025 - 對精神崩潰者的永恆之愛 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    羅馬書8:38-39


    8:38 因為我深信無論是死、是生、是天使、是掌權的、是有能的、是現在的事、是將來的事、

    8:39 是高處的、是低處的、是別的受造之物、都不能叫我們與神的愛隔絕.這愛是在我們的主基督耶穌裡的。


    當我還在神學院念書時,有時候,校園生活和服事生活感到非常沉重。那時,我每天晚上都會在宿舍既有的禱告時間之外,禱告並默想神的話語。禱告了幾個星期後,情況還是一樣。但那時,我聽了一篇來自羅馬書8:35-39的信息。神的話說患難, 困苦, 苦難, 以及所有我們認為不好的事情, 都不能使我們與神的愛隔絕。神的愛是永恆的愛。當主耶穌在十字架上捨命為了救贖我們脫離罪惡時已彰顯了祂完美的愛。然而,耶穌的愛不僅停止於十字架上。在生命的道路中,祂總不撇下我們或是丟棄我們獨自行走。祂仍然用祂永恆的愛與我們同在並保守我們。羅馬書8:35–39強調說被基督所愛之人過的生活並非無掙扎, 無挑戰的生活。我們仍會面臨掙扎和挑戰,但這一切無法使我們與基督的愛隔絕。祂的愛堅固我們使我們能夠渡過所有對我們精神帶來壓力的事情。主必定賜給我們一切所需的,使我們能夠忍受在這世上的生活(32節)。


    事實上,我們所經歷的生活並不總是容易。困境常常使我們悲傷, 哭泣, 壓力, 和失去熱情。這就是“精神崩潰”的定義。然而這所有的情況無法使我們與基督的愛隔絕.所以我們必須確保與上帝的連結而享受祂的愛。請你相信,靠著基督加給我們力量的,凡事都能作(腓立比書4:13)。


    “基督的愛完美的彰顯在十字架上,

    並持續到今天,直到永遠”


    作者 : 椰嘉達基督徒會堂巴冷佈道所 – 許道路牧師

    翻譯 : 鄭愛群


    默想的問題 :

    1. 在艱難和壓力重重的時刻,即使情況沒有立刻改變,是什麼讓你相信基督的愛絕不離開你?

    2. 你是否願意承諾不斷與上帝保持親密的關係,以便祂的愛成為你在人生困境中的力量之源泉?


    5 min
  • 21-8-2025 - Kasih Yang Kekal Bagi Orang Yang Kena Mental (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Roma 8:38-39

    Penulis : Pdt. Rony Sitorus


    Saat saya masih kuliah di Kampus Teologi, ada masa-masa dimana kehidupan kampus dan kehidupan pelayanan terasa sangat berat. Pada masa itu, saya selalu berdoa dan merenungkan Firman Tuhan setiap malam, diluar jadwal doa asrama yang ada. Setelah beberapa minggu berdoa, keadaan masih tetap sama. Namun saat itu, saya mendengar khotbah dari Roma 8:35-39. Firman Tuhan mengatakan bahwa penindasan, kesesakan, kesulitan dan semua hal yang kita anggap buruk, tidak dapat memisahkan kita dari kasih Allah.


    Kasih Allah adalah kasih yang kekal. Tuhan Yesus telah menunjukkan kasih-Nya yang sempurna ketika Ia memberikan nyawa-Nya di atas kayu salib untuk menebus dosa kita. Namun, kasih Yesus tidak berhenti di atas kayu salib saja. Dalam perjalanan hidup ini, Ia tidak melepaskan kita atau membiarkan kita berjalan sendiri. Ia tetap menyertai dan memelihara kita dengan kasih-Nya yang kekal. Roma 8:35–39 menegaskan bahwa hidup orang yang dikasihi oleh Kristus bukanlah hidup yang tanpa pergumulan dan tantangan. Pergumulan dan tantangan boleh tetap kita hadapi, namun itu semua tidak dapat memisahkan kita dari kasih Kristus. Kasih-Nya akan menguatkan kita dalam melewati semua hal yang dapat menekan mental kita. Tuhan pasti mengaruniakan segala sesuatu yang kita perlukan untuk dapat bertahan dalam menjalani hidup di dunia ini (ayat 32).


    Faktanya, hidup yang kita jalani tidak selalu mudah. Seringkali keadaan yang berat membuat kita sedih, menangis, tertekan, dan kehilangan semangat. Ini adalah definisi dari “kena mental.” Namun semua keadaan itu tidak dapat memisahkan kita dari kasih Kristus. Maka kita perlu menikmati kasih-Nya dengan tetap memelihara hubungan dengan Tuhan. Percayalah, segala perkara dapat kita tanggung di dalam Kristus yang memberi kekuatan kepada kita (Filipi 4:13).


    “Kasih Kristus dinyatakan dengan sempurna di atas kayu salib, dilanjutkan hingga hari ini, sampai kepada kekekalan”


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Dalam masa-masa berat dan penuh tekanan, apakah yang membuat anda percaya bahwa kasih Kristus tidak pernah meninggalkan anda, meskipun keadaan tidak segera berubah?

    2. Maukah anda berkomitmen untuk terus memelihara hubungan yang dekat dengan Tuhan agar kasih-Nya tetap menjadi sumber kekuatan anda di tengah pergumulan hidup? Apa komitmenmu?


    5 min
  • 20-8-2025 - 對失敗者的永恆之愛 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    約翰福音21:17


    21:17 第三次對他說、約翰的兒子西門、你愛我麼。彼得因為耶穌第三次對他說、你愛我麼、就憂愁、對耶穌說、主阿、祢是無所不知的、祢知道我愛你。耶穌說、你餵養我的羊。



    取消文化是指因個人或團體(被認為是)犯了錯而對其進行”取消”,抵製,或是懲罰的行為 (Kompas.com)。Rizky Firdaus Wijaksana通常被稱為Uus是其中一位曾經被取消文化的藝人。Uus犯了錯誤,被認為侮辱了一名穆斯林神職人員。導致他失去了幾份工作,例如Van Java歌劇,Inbox 音樂節目,以及其它的幾份工作 (Brilio.net)。


    如果上帝對人類運用取消文化,會發生什麼事呢? 可以肯定的是我們大家都會因為常犯的的錯誤而被取消。但我們的上帝不是施行取消文化的上帝。祂是充滿愛的上帝, 對於失敗的人祂的愛是永恆的。在約翰福音21:17中我們可以看到主耶穌仍然給了失敗的彼得機會。當耶穌經歷十字架的過程,彼得已三次不認耶穌 (馬太福音26:69-75)。這就是彼得的失敗。耶穌從死裡復活後向門徒顯現。耶穌也遇見彼得。耶穌問了彼得三次 : 你愛我嗎? 從這次的相遇, 主耶穌要讓彼得知道即使失敗了, 祂的愛永不改變.耶穌仍然愛他,饒恕他,並且賜予彼得新的機會讓他在愛和忠誠服事中成長。基督永恆的愛,不只對彼得,也對我們每一位祂的兒女們。


    在生活中,我們經常軟弱和失敗。有些人在經歷失敗時選擇了離開上帝。他們覺得自己不配見上帝。這是個錯誤的舉動。 當我們失敗並犯了罪時,請記住,上帝敞開祂的雙手饒恕並接納我們。因此無論我們的失敗有多大,來到主耶穌的面前吧。這並不表示上帝允許我們持續地失敗。當我們失敗時,上帝仍然接納和饒恕我們, 但祂也會教導和塑造我們,使我們在祂面前更加美好。


    “基督愛失敗的人,

    但祂不會讓那人持續活在失敗中”


    作者 : 椰嘉達基督徒會堂巴冷佈道所 – 許道路牧師

    翻譯 : 鄭愛群


    默想的問題 :

    1. 當你經歷失敗或犯了罪時,你是否會因為覺得自己不配而傾向於遠離上帝,或是反而來到祂的面前並相信祂的愛仍然為著你而留?

    2. 你是如何回應他人的失敗? 你會輕易地去論斷和"取消”他們,或是你反映出基督的愛和饒恕正如祂向彼得展現的那樣 ?


    5 min
  • 20-8-2025 - Kasih Yang Kekal Bagi Orang Yang Gagal (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Yohanes 21:17

    Penulis : Pdt. Rony Sitorus


    Cancel Culture adalah perilaku “membatalkan”, memboikot, atau menghukum seseorang maupun kelompok akibat tindakan mereka yang (dianggap) salah (kompas.com). Rizky Firdaus Wijaksana atau kerap disapa Uus adalah salah satu artis yang pernah terkena cancel culture. Uus melakukan kesalahan dan dianggap menghina seorang ulama umat muslim. Hal itu menyebabkan Uus kehilangan beberapa job, seperti Opera Van Java, acara musik Inbox, dan beberapa job lainnya (Brilio.net).


    Apa jadinya jika Allah menerapkan cancel culture pada manusia? Dapat dipastikan semua kita akan dicancel karena kegagalan-kegagalan yang kerapkali kita lakukan. Namun Allah kita bukanlah Allah yang melakukan cancel culture. Dia Allah yang penuh kasih. Kasih-Nya kekal bagi orang yang gagal. Dalam Yohanes 21:17 kita dapat melihat bahwa Tuhan Yesus masih memberikan kesempatan kepada Petrus yang telah melakukan kegagalan. Ketika Yesus melewati proses penyaliban, Petrus telah menyangkal Yesus sebanyak tiga kali (Matius 26:69-75). Ini adalah kegagalan Petrus. Setelah Yesus bangkit dari kematian, Dia menampakkan diri kepada murid-murid-Nya. Yesus bertemu juga dengan Petrus. Sebanyak tiga kali Yesus memberikan pertanyaan kepada Petrus: Apakah engkau mengasihi aku? Dari pertemuan itu, Tuhan Yesus ingin menunjukkan kepada Petrus bahwa sekalipun ia telah gagal, kasih-Nya tidak berubah. Yesus tetap mengasihi dan mengampuninya, serta memberikan kesempatan baru kepada Petrus untuk bertumbuh dalam kasih dan pengabdiannya kepada-Nya. Kasih Kristus yang kekal, bukan hanya untuk Petrus tetapi juga untuk setiap kita anak-anak-Nya.


    Dalam hidup ini, seringkali kita lemah dan melakukan kegagalan. Beberapa orang memilih untuk menjauhi Tuhan, ketika mereka mengalami kegagalan. Mereka merasa tidak layak dan tidak pantas untuk menemui Tuhan. Ini adalah langkah yang keliru. Ketika kita gagal dan jatuh ke dalam dosa, ingatlah bahwa tangan Tuhan terbuka lebar untuk mengampuni dan menerima kita. Maka sebesar apapun kegagalan kita, datanglah kepada Tuhan Yesus. Hal ini bukan berarti Allah mengizinkan kita untuk terus menerus gagal. Ketika kita gagal, Tuhan masih menerima dan mengampuni kita, namun Dia juga akan mendidik dan membentuk kita untuk menjadi semakin indah di hadapan Tuhan.


    “Kristus mengasihi orang yang gagal, tetapi Dia tidak akan membiarkan orang tersebut terus hidup di dalam kegagalan”


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Saat anda mengalami kegagalan atau jatuh dalam dosa, apakah anda cenderung menjauhi Tuhan karena merasa tidak layak, atau justru datang kepada-Nya dan percaya bahwa kasih-Nya tetap tersedia bagi anda?

    2. Bagaimana anda menanggapi kegagalan orang lain? Apakah anda cepat menghakimi dan "mencancel" mereka, atau anda mencerminkan kasih dan pengampunan Kristus seperti yang Ia tunjukkan kepada Petrus?


    6 min

About Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

From the publisher's feed

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian