(Taiwan, ROC) --- Misteri kesehatan Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un sempat menjadi pembicaraan utama dalam beberapa minggu terakhir. Tidak sedikit spekulasi pun diperbincangkan pihak luar; meliputi kekhawatiran akan terkena virus korona yang membuat dirinya harus bersembunyi ke salah satu resor yang terletak di Kota Wonsan. Di saat-saat kritis seperti saat ini, apakah adik perempuannya, yakni Kim Yo Jong dapat mengambil alih seluruh keprihatinan dunia terhadap sang kakak?
Kim Jong Un yang telah genap berusia 36 tahun tersebut, dilaporkan sempat kritis setelah menjalani proses operasi. Namun, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pernah menyampaikan, bahwa dirinya tidak percaya akan laporan media yang mewartakan akan penyakit serius yang diderita oleh Kim Jong Un.
Media Korea, Central Daily News, mengutip pernyataan Tokyo News Agency yang menyampaikan bahwa pejabat senior Jepang dan sejumlah sumber telah mengkonfirmasi akan kepastian dari penguasa Korea Utara yang menaiki kereta pribadi dari Pyongyang menuju Kota Wonsan pada pekan lalu. Kim Jong Un dipastikan akan tinggal beberapa saat di vila paviliun khusus di sana dan mereka percaya bahwa ini adalah tindakan mengisolasi diri guna terhindar dari epidemi virus korona.
Media Reuters mengutip pernyataan dari tiga orang yang menyampaikan, bahwa Beijing telah mengirim tim medis khusus ke Pyongyang, tetapi tidak diketahui apakah ini terkait dengan kesehatan Kim Jong Un. Dalam laporan yang sama juga disampaikan, tim pakar tersebut berangkat dari Beijing pada hari Kamis, dengan dipimpin oleh pejabat senior RRT. Namun demikian, otoritas Beijing enggan memberikan pernyataan resmi perihal kepastian berita tersebut.
Setelah Kim Jong Un sempat diberitakan mengalami kegagalan dalam proses operasi pada tanggal 21 April 2020 silam, media resmi Korea Utara diam selama beberapa hari dan tidak bersedia memberikan pernyataan mereka. Hal ini tentu membuat dunia luar kian menerka-nerka akan kepastian dari keberadaan Kim Jong Un. Sifat "tertutup" dari Korea Utara sudah menjadi rahasia umum, hal ini akan membuat pihak luar sulit menilai akan kejadian yang terjadi di tengah rezim Pyongyang saat ini.
Pada tanggal 15 April 2020, Kim Jong Un terlihat absen dalam peringatan festival penting Korea Utara, yakni Hari Matahari. Ketidakhadiran Kim Jong Un dalam hari penting itu, memicu spekulasi dari pihak luar akan memburuknya kondisi kesehatan dari laki-laki yang berusia 36 tahun tersebut.
Menanggapi situasi Korea Utara yang tidak menentu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo menyampaikan, tujuan dari Negeri Paman Sam terhadap Korea Utara tetap tidak pernah berubah, terlepas dari siapa yang akan memegang tampuk pemerintahan. Amerika Serikat akan terus mendorong agar prosedur denuklirisasi dapat sepenuhnya terwujudkan dan mengupayakan rakyat Korea Utara untuk memiliki masa depan yang lebih cerah.
Pada tahun 2018, Mike Pompeo diberitakan telah empat kali terbang ke Korea Utara untuk bernegosiasi dan menjadi sosok yang mengatur pertemuan antar Donald Trump dengan Kim Jong Un. Di samping itu, ia juga terus mendesak agar Korea Utara meninggalkan proyek nuklir mereka dan mengakhiri permusuhan antar Korea Utara dengan Amerika, yang mana telah berlangsung lebih dari setengah abad.
Namun, negosiasi tersebut belum mencapai tahap yang membangun, Di satu sisi, Korea Utara terus melancarkan uji coba nuklir mereka. Kedua, Pyongyang juga menuntut agar sanksi internasional mereka dicabut, sebelum denuklirisasi dilakukan. Yang mana hal tersebut, mendatangkan penolakan dari pihak Amerika Serikat.
Sang Adik Kandidat Penerus?
Saat berita penyakit kronis yang tengah diderita oleh Kim Jong Un mencuat ke publik, sosok sang adik perempuan, Kim Yo Jong pun kembali menjadi pembicaraan hangat dunia. Apalagi status dari Kim Yo Jong juga kian meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Kim Jong Un merupakan penerus yang terus dilatih dari sang ayah, yakni Kim Jong II. Dapat terlihat bahwa rezim keluarga Kim di Korea Utara sangat kuat dan relatif stabil.
Adik Kim Jong Un, Kim Yo Jong, dianggap sebagai kandidat yang kuat untuk menjadi penerus penguasa Korea Utara. Apalagi status dirinya yang berasal dari golongan ras terbaik di kawasan setempat, membuat pamornya kian naik.
Kim Yo Jong diketahui mengeluarkan pernyataan publik terpisah untuk pertama kalinya pada bulan lalu. Sebelumnya, ia merupakan sosok yang selalu setia menemani sang kakak dalam berbagai pertemuan penting.
Kim Yo Jong juga menemani Kim Jong Un saat menghadiri dua pertemuan akbar bersama Donald Trump. Kim Yo Jong juga menjadi anggota pengganti politbiro di dalam Partai Buruh Korea
Para pakar menyampaikan, Kim Yo Jong saat ini adalah Wakil Menteri Propaganda dan Departemen Agitasi Korea Utara, baru-baru ini dipindahkan menjadi Wakil Direktur Bimbingan partai terkait. Kim Jong Un sangat mempercayainya dan bukan tidak mungkin akan menjadikan Kim Yo Jung sebagai penerusnya.
Media Amerika Serikat, New York Post mewartakan, meskipun Kim Jong Un tidak menunjuk siapa yang akan menjadi penerusnya, tetapi Kim Yo Jong merupakan kandidat terkuat akan memimpin Korea Utara berikutnya.
Media New York Times juga mengutip pernyataan dari salah seorang peneliti di Gyeongnam University di Seoul yang menyampaikan, kaum elit Korea Utara yang didominasi oleh para pria merasa bahwa negara mereka sulit menerima kenyataan akan pemerintahan yang dipimpin oleh sosok perempuan muda dan tanpa dibekali pengalaman yang mumpuni. Oleh karena itu, saat ini juga muncul sosok nomor dua yang dirasa akan cukup kuat memegang tampuk pemerintahan Korea Utara setelah ditinggal oleh Kim Jong Un, yakni Choe Ryong Hae.
Beberapa ahli percaya, bahwa kepemimpinan kolektif "Dinasti Keluarga Kim" berkemungkinan akan berakhir.
Situs web "Observasi Pemimpin Korea Utara" menuliskan, Kim Yo Jong merupakan putri bungsu dari Kim Jong II, yang juga merupakan adik kandung dari Kim Jong Chul dan Kim Jong Un.
Kim Yo Jong diyakini lahir pada tahun 1987, dan dikabarkan memiliki hubungan akrab dengan Kim Jong Un, yang 4 tahun lebih tua darinya. Mereka berdua diketahui pernah menempuh studi di Bern, Swiss.
Pemberitaan setempat juga mewartakan bahwa Kim Jong Un menikah dengan sosok sekretaris Komite Partai Buruh Korea, yakni anak dari Choe Ryong Hae.
Semenjak tahun 2014, Kim Yo Jong memegang posisi penting dalam Departemen Propaganda di dalam Partai Buruh Korea. Ia bertugas untuk melindungi reputasi dari sang kakak.
Disebutkan, dirinya bertanggung jawab untuk mengelola seluruh kegiatan publik Kim Jong Un, termasuk rencana perjalanan dan persediaan logistik serta bertindak sebagai konsultan publik.
Dalam beberapa tahun terakhir, sosok Kim Yo Jong kian mendapat sorotan publik. Sebelumnya ia juga terlihat hadir dalam prosesi pemakaman sang ayah Kim Jong II pada tahun 2011. Pada tahun 2014, ia juga terlihat datang, saat sang kakak terpilih menjadi anggota tertinggi Majelis Rakyat setempat. Di samping itu, ia juga sering muncul bersamaan dengan sang kakak dalam berbagai agenda resmi penting lainnya.
Pada bulan Oktober tahun sebelumnya, sempat terdengar desas-desus bahwa dirinya akan dikeluarkan oleh Kim Jong Un karena pekerjaan propagandanya yang tidak efektif.
Namun demikian, pakar meyakini bahwa Kim Yo Jong akan mendapatkan posisi besar dalam tubuh pemerintahan Korea Utara. Dan bahkan dirinya sempat mengikuti program penerus kekuasaan, saat kesehatan Kim Jong Un sempat memburuk pada tahun 2008 silam.