Satu peristiwa bisa melahirkan seribu kebenaran, seperti Rashomon yang membuat setiap saksi percaya pada versinya sendiri. Begitu pula Demo Agustus: negara, massa aksi, dan mereka yang memilih diam berdiri di gerbang yang sama, tetapi melihat Indonesia dari jendela yang berbeda. Ketika semua merasa menjadi saksi paling jujur, siapa yang sebenarnya sedang menulis sejarah?