KATA PEMRED #48
PinterPolitik.com
Di sebuah lantai data center di Jakarta, sistem Nvidia GB200 mendengung nyaris tanpa suara. Ia didinginkan cairan, menyala sepanjang malam, melatih kecerdasan yang kelak menjawab pertanyaan jutaan orang. 2.000 kilometer ke timur, di sebuah pulau di gugusan Nusa Tenggara, sebuah genset diesel menggeram menyalakan lampu sampai tengah malam, lalu berhenti. Sisa malam diserahkan pada gelap.
Dua bunyi itu milik satu negara yang sama. Yang pertama, masa depan yang kita beli. Yang kedua, fondasi yang seharusnya menopangnya. Jarak di antara keduanya bukan sekadar 2.000 kilometer. Ia jarak antara ambisi dan daya, dan itulah pokok opini ini.