
Sign up to save your podcasts
Or


Di segmen Orang Dalam kali ini, @patricia.wulandari mengobrol dengan tiga orang penerjemah buku Sengkarut yang baru saja diterbitkan oleh @penerbitmai: ada Asri Pratiwi Wulandari (@velosheraptor), Armania Bawon Kresnamurti (@armaniabk), dan Mega Dian P (@prasetyamega), serta ada Andry (@konstantin999) dari Penerbit Mai sendiri. Di sini Wulan, Arma, dan Mega menceritakan pengalaman mereka menerjemahkan karya sastra klasik Jepang ke Bahasa Indonesia yang ada di dalam Sengkarut.
Sengkarut yang berisi 6 cerita pendek karya 4 sastrawan besar Jepang pada masanya, yaitu Ogawa Mimei yang disebut-sebut sebagai Hans Christian Andersen versi Jepang, Natsume Soseki yang namanya sudah mendunia, Edogawa Ranpo yang tulisannya dipengaruhi oleh Edgar Allen Poe, dan Kajii Motojiro yang puitis.
Buat kamu yang tertarik membeli buku Sengkarut, dapatkan potongan harga 10% + tambahan potongan harga 5% dan bonus pin untuk pembelian menggunakan kode voucer OWLBSKARU di akun Shopee owlbookstore (https://shopee.co.id/owlbookstore). Paket promo potongan harga dan bonus pin ini merupakan kolaborasi antara Podcast Main Mata dan Podcast Buku Kutu dengan Penerbit Mai dan owlbookstore, didukung oleh jaringan PODLUCK. Kamu bisa cek post IG Podluck di https://www.instagram.com/p/CKF39P2Awb5/ untuk info lengkap cara pemesanan buku. Pembelian menggunakan kode voucer ini mendukung keberlangsungan Podcast Main Mata dan Podcast Buku Kutu.
Pembacaan potongan salah satu cerita pendek yang ada di dalam buku Sengkarut: cerpen "Kursi Manusia" karya Edogawa Ranpo. Sengkarut merupakan buku kumpulan cerpen berisi 6 cerita pendek karya 4 sastrawan besar Jepang pada masanya ,yaitu Ogawa Mimei yang disebut-sebut sebagai Hans Christian Andersen versi Jepang, Natsume Soseki yang namanya sudah mendunia, Edogawa Ranpo yang tulisannya dipengaruhi oleh Edgar Allen Poe, dan Kajii Motojiro yang puitis.. Buku ini diterbitkan oleh Penerbit Mai.
Buat kamu yang tertarik membeli buku Sengkarut, dapatkan potongan harga 10% + tambahan potongan harga 5% dan bonus pin untuk pembelian menggunakan kode voucer OWLBSKARU di akun Shopee owlbookstore (https://shopee.co.id/owlbookstore). Paket promo potongan harga dan bonus pin ini merupakan kolaborasi antara Podcast Main Mata dan Podcast Buku Kutu dengan Penerbit Mai dan owlbookstore, didukung oleh jaringan PODLUCK. Kamu bisa cek post IG Podluck di https://www.instagram.com/p/CKF39P2Awb5/ untuk info lengkap cara pemesanan buku. Pembelian menggunakan kode voucer ini mendukung keberlangsungan Podcast Main Mata dan Podcast Buku Kutu.
Di segmen Orang Dalam kali ini, @patricia.wulandari mengobrol dengan Andry Setiawan (@konstantin999), pendiri @penerbitmai yang fokus pada sastra klasik Jepang. Andry bercerita tentang pengalaman dia sebagai pengelola penerbit independen yang mempunyai visi ingin menghadirkan terjemahan karya sastra Jepang berkualitas serta cara-cara yang ia lakukan agar buku yang diterbitkan bisa mencapai tangan pembaca secara optimal.
Baru-baru ini, Penerbit Mai merilis buku Sengkarut yang berisi 6 cerita pendek karya 4 sastrawan besar Jepang pada masanya, yaitu Ogawa Mimei yang disebut-sebut sebagai Hans Christian Andersen versi Jepang, Natsume Soseki yang namanya sudah mendunia, Edogawa Ranpo yang tulisannya dipengaruhi oleh Edgar Allen Poe, dan Kajii Motojiro yang puitis. Di sini, Andry juga menceritakan proses pembuatan buku Sengkarut yang sebenarnya bermula sebagai ajang para penerjemah melatih kemampuan mereka menerjemahkan karya sastra Jepang.
Buat kamu yang tertarik membeli buku Sengkarut, dapatkan potongan harga 10% + tambahan potongan harga 5% dan bonus pin untuk pembelian menggunakan kode voucer OWLBSKARU di akun Shopee owlbookstore (https://shopee.co.id/owlbookstore). Paket promo potongan harga dan bonus pin ini merupakan kolaborasi antara Podcast Main Mata dan Podcast Buku Kutu dengan Penerbit Mai dan owlbookstore, didukung oleh jaringan PODLUCK. Kamu bisa cek post IG Podluck di https://www.instagram.com/p/CKF39P2Awb5/ untuk info lengkap cara pemesanan buku. Pembelian menggunakan kode voucer ini mendukung keberlangsungan Podcast Main Mata dan Podcast Buku Kutu.
Selamat awal tahun 2021! Di lembaran pertama tahun ini, Podcast Main Mata membutuhkan bantuanmu untuk mengisi survei pengalaman mengikuti acara tukar buku #TukarTambahVirtual2 yang diadakan melalui Instagram bulan Desember 2020 lalu. Jumlah pertanyaannya enggak banyak kok, dan isinya mengenai buku-buku yang kamu tukar dan kamu dapat, serta sedikit kebiasaanmu membaca. Tujuannya supaya kami bisa mengembangkan acara Tukar Tambah dengan lebih baik dan menarik lagi ke depannya.
Kalau kamu sempat berpartisipasi di #TukarTambahVirtual2 bulan Desember lalu, kami akan sangat berterimakasih jika kamu bersedia meluangkan waktu sebentar untuk mengisi survei ini. Silakan ke tautan berikut: bit.ly/surveittv2. Atau bisa langsung klik tautan di profil Instagram @podluckpodcast dan pilih Survei Tukar Tambah Virtual 2.
Di hari terakhir tahun 2020, @patricia.wulandari dari Podcast Main Mata merangkum momen-momen berharga selama menjalankan podcast sepanjang tahun 2020. Terlepas dari tahun ini memang menyebalkan sekali, tetap masih ada hal-hal menyenangkan yang patut dirayakan, seperti obrolan dengan alm. Pak Sapardi Djoko Damono, kolaborasi dengan podcast horor Do You See What I See, jarak yang ternyata enggak jadi masalah untuk wawancara dengan penulis dari berbagai lokasi karena bisa dilakukan secara virtual, dan kegiatan tukar buku akhir tahun lewat #tukartambahvirtual2 di Instagram yang ternyata diikuti banyak pembaca buku.
Di sini Patricia juga memberikan sedikit bocoran tentang hal-hal yang akan dilakukan Podcast Main Mata, juga Jaringan Podluck sendiri, di 2021. Semoga rencana-rencana tahun depan akan bermanfaat juga buat teman-teman pendengar.
Selamat Tahun Baru 2021!
Pengumuman! Menjelang akhir tahun 2020, @patricia.wulandari dari podcast buku Main Mata merekomendasikan 10 buku karya penulis Indonesia yang jadi perbincangan tahun 2020. Ada berbagai jenis buku, mulai dari novel, puisi, sampai nonfiksi. Rekomendasi buku ini bisa kamu tonton di channel Youtube Podluck Podcast.
10 buku yang direkomendasikan adalah: Aib dan Nasib (Minanto), Cadl: Sebuah Novel tanpa Huruf E (Henny Triskaidekaman), Dari Dalam Kubur (Soe Tjen Marching), Game Over (Valerie Patkar), Ganjil Genap (Almira Bastari), Guru Aini (Andrea Hirata), Lagi Probation: Menikmati Perjalanan Mencari Kerja (Samuel Ray), Masih Ingatkah Kau Jalan Pulang (Sapardi Djoko Damono & Rintik Sedu), Perempuan yang Menangis Kepada Bulan Hitam (Dian Purnomo), dan Perjamuan Khong Guan (Joko Pinurbo).
Di segmen Orang Dalam kali ini, Patricia Wulandari (@patricia.wulandari) mengobrol dengan jurnalis, penulis, dan komika Soleh Solihun (@solehsolihun) tentang prinsip yang ia pakai ketika menulis di bidang apa pun, entah itu ketika menjadi wartawan media cetak, menulis buku, menggarap skenario, dan sebagai komika. Selain itu, Soleh juga bercerita tentang hal-hal di balik kanal Youtube The Soleh Solihun Interview, seperti awal mulanya dibuat yang formatnya jauh berbeda dengan yang ada sekarang, transisinya menjadi format sekarang, tujuannya membuat konten tersebut, dan lainnya. Selamat mendengarkan!
Dengarkan obrolan bagian kedua @patricia.wulandari bersama penulis @alvisyahrin di segmen Orang Dalam podcast buku Main Mata. Alvi Syahrin adalah penulis yang membahas tentang insecurity yang umum dialami banyak orang, yaitu cinta dan masa depan lewat dua bukunya, Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta dan Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-apa.
Di bab ini, Alvi bercerita tentang insecurity yang pernah dan sedang dia alami, dan bagaimana dia berusaha mengatasi perasaan-perasaan yang muncul tersebut setiap hari. Sebagai penulis yang buku-bukunya setia berdiri di rak best seller, Alvi masih merasakan kekhawatiran soal tulisan dan buku-buku selanjutnya.
Dalam waktu dekat, Alvi juga akan menerbitkan buku ketiga dari seri Jika Kita Tak Pernah, yaitu Jika Kita Tak Pernah Baik-baik Saja bersama @gagasmedia. Di sini ia juga memberikan bocoran tentang isi buku yang sepertinya sudah dinanti-nanti oleh banyak orang.
Langsung dengarkan saja obrolan lengkapnya di bab Podcast Main Mata yang satu ini.
Di bawah langit pagi yang mendung, kamu melangkah pelan di jalanan yang ramai. Kamu mencoba mencari wajah bahagia di tengah kota yang sesak ini, menerka-nerka profesi mereka dan masa depannya yang mungkin suatu saat akan menjadi masa depanmu juga. Tapi, sebenarnya siapa yang tahu akan ke mana nasib membawa?
Dengarkan cuplikan dari buku Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-apa karya Alvi Syahrin di podcast buku Podcast Main Mata. Cerita ini merupakan bagian dari bab PNS/Karyawan/Pengusaha; Mending Mana? yang diterbitkan oleh Gagas Media.
Dengarkan obrolan bagian pertama @patricia.wulandari bersama penulis @alvisyahrin di segmen Orang Dalam podcast buku Main Mata. Alvi Syahrin adalah penulis yang telah menelurkan buku fiksi dan nonfiksi, tetapi ia menyebut buku pertamanya adalah buku nonfiksi yang perdana ia terbitkan. Sejauh ini, sudah ada 2 buku nonfiksi yang ditulis oleh Alvi: Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta dan Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-apa.
Di bab ini, Alvi bercerita tentang transisinya dari menulis novel hingga berkeinginan untuk terjun di platform menulis online yang membawanya ke menulis buku-buku nonfiksi. Lewat buku-bukunya, Alvi bercerita tentang insecurity yang dialami banyak orang. Tapi, bukan cuma sekadar merayakan insecurity, Alvi ingin buku-bukunya bisa menjadi teman bagi para pembaca yang sedang mengalami masa-masa sulit di hidupnya.
Sebagai penulis, Alvi selalu berusaha agar tulisannya bisa menjadi garis tengah yang relevan untuk banyak orang, tapi ia juga enggak ingin sebatas mengikuti tren. Apa saja yang ia lakukan supaya bisa membangun dan terus berinteraksi dengan audiensnya? Dengarkan selengkapnya di bab Podcast Main Mata yang satu ini.
From the publisher's feed