Podcast Main Mata

Podcast Main Mata

By Podcast Literasi dan Obrolan Penulis - PODLUCKArtsBooks
Download on the App Store

Podcast Main Mata episodes

  • Mencintai Diri Sendiri - Di Balik Cerpen "Kesempatan Kedua" karya Yunita Dewiyana

    Situasi lockdown akibat pandemi banyak mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Mereka yang berpasangan dan sehari-hari memiliki kegiatan masing-masing di tempat berbeda juga terkena dampak. Tidak sedikit pasangan yang berpisah akibat lockdown. Namun, mungkin kondisi seperti ini dapat "memaksa" seseorang untuk memikirkan kembali hal-hal yang menjadi prioritas hidupnya dan menetapkan tujuan hidup yang baru.

    Di bab ini, @patricia.wulandari mengobrol dengan Yunita tentang cerita di balik penulisan cerpen Kesempatan Kedua. Yunita, yang saat ini berdomisili di Jerman bersama dengan suaminya, mempunyai pengalaman lockdown yang menyenangkan dan juga menyedihkan.

    Simak obrolannya di sini.

    21 min
  • Cerpen Audio: Selamat Tinggal, Kemarin (Yunita Dewiyana Abjad Tersirat)

    Mendekati hari pernikahan, Kelis terjebak dalam situasi lockdown akibat pandemi bersama Anggi, calon suaminya, di negara yang jauh dari kampung halamannya. Menjumpai pasangannya selama 24 jam dalam kurun waktu sembilan bulan membuat Kelis berpikir kembali tentang nilai dirinya dan hal-hal yang berarti dalam hidupnya, bahwa pada akhirnya perasaan lega ternyata memang ada harganya.

    Cerpen audio berjudul “Kesempatan Kedua” kali ini ditulis dan dibacakan oleh Yunita Dewiyana (@abjadtersirat).

    Dengarkan cerpen audio bertema “Yang Akan Datang: Normal yang Baru Pascapandemi” lainnya dari segmen Pembaca Menulis podcast buku Podcast Main Mata yang berkolaborasi dengan toko buku & penerbit independen POST Bookshop (@post_santa).

    17 min
  • Belajar Kebaikan dari Alam - Di Balik Cerpen "Bukupukupu" karya Sundea Salamatahari

    Bagaimana caramu menyikapi sebuah masalah? Apakah dipendam hingga berdebu di sudut ingatan, dibahas sampai tuntas, atau lainnya? Lewat cerpen Bukupukupu, Sundea @salamatahari mengajak kita untuk berdamai dengan kenangan pahit di masa lalu, yang, meskipun sulit, tentu ada efeknya untuk masa depan. 

    Di bab ini, @patricia.wulandari mengobrol dengan Sundea tentang cerita di balik penulisan cerpen Bukupukupu. Ternyata, selama pandemi ini Sundea banyak berinteraksi dengan kupu-kupu dan serangga lain yang hinggap di rumahnya, membuatnya melakukan kontemplasi diri dan menyadari bahwa ada banyak sekali perilaku menarik dan nilai kemanusiaan yang bisa diambil dari kehidupan para serangga.

    Simak obrolannya di sini.

    Kredit foto: mododeolhar

    20 min
  • Cerpen Audio: Memaafkan Kenangan (Sundea Salamatahari)

    Seekor kupu-kupu hinggap di jendela kamar seorang perempuan. Percakapannya dengan lepidoptera tersebut menerbangkan pikirannya ke ingatan dua tahun lalu. Masa ketika wabah sedang merebak, sampai menyebabkan ia kehilangan kedua orangtuanya. Kenangan pahit yang sebenarnya ingin ia hapus, tetapi tidak bisa. Karena tidak ada yang bisa baik-baik saja setelah fase kehilangan terjadi. Karena tidak ada siapa pun yang bisa menduga kapan perpisahan akan terjadi.

    Cerpen audio berjudul “Bukupukupu” kali ini ditulis oleh Sundea (@salamatahari) dan dibacakan oleh Astari Indahingtyas (@astarindah).

    Dengarkan cerpen audio bertema “Yang Akan Datang: Normal yang Baru Pascapandemi” lainnya dari segmen Pembaca Menulis podcast buku Podcast Main Mata yang berkolaborasi dengan toko buku & penerbit independen POST Bookshop (@post_santa).

    Kredit foto: mododeolhar


    14 min
  • Selamat Datang Era Normal Baru - Di Balik Cerpen “Khu-ching” Karya Elsa Malinda

    Seperti apa kondisi sebuah kota pascapandemi? Ada yang optimis, juga ada yang pesimis. Kota yang digambarkan oleh Elsa Malinda (@elsamalinda) di cerpen "Khu-Ching" memakai pendekatan yang kedua. Sebuah wilayah di mana penduduk sangat terkotak-kotak dan kemiskinan merajalela, membuat setiap orang harus bertahan hidup untuk dirinya sendiri hari demi hari.

    Di bab ini, @patricia.wulandari mengobrol dengan Elsa tentang cerita di balik penulisan cerpen Khu-ching. Apa yang menginspirasinya membuat tulisan dengan nuansa distopia? Apakah Elsa juga mempunyai pemikiran yang sama tentang masa depan pascapandemi di dunia nyata?

    Simak obrolannya di sini. 

    17 min
  • Cerpen Audio: Bertahan di Masa Sulit (Elsa Malinda)

    Beberapa tahun setelah pandemi terjadi, sebuah kota mulai beradaptasi dengan segala kenormalan yang baru. Yang tadinya dianggap biadab menjadi sah-sah saja, yang dulunya terlihat abnormal sekarang diamini sebagai sesuatu yang umum. Di masa di mana semua orang bertahan untuk dirinya sendiri, bisakah si tokoh utama bisa menjalani hari-harinya dengan aman dan tenteram?

    Cerpen audio berjudul "Khu-ching" kali ini ditulis oleh Elsa Malinda (@elsamalinda), disunting oleh Alia Makki (@soften.and.expand) dan dibacakan oleh Patricia Wulandari (@patricia.wulandari).

    Dengarkan cerpen audio bertema “Yang Akan Datang: Normal yang Baru Pascapandemi” lainnya dari segmen Pembaca Menulis podcast buku Podcast Main Mata yang berkolaborasi dengan toko buku & penerbit independen POST Bookshop (@post_santa).

    14 min
  • Merelakan Masa Lalu - Di Balik Cerpen “Bakwan” Karya Alia Makki

    Segala sesuatunya tidak akan pernah sama pascapandemi. Mungkin kita bisa menemukan hal-hal yang dirindukan di masa lalu saat ini dan nanti, tapi, rasanya pasti akan berbeda. Entah itu cara berinteraksi, cara bepergian, dan lainnya. Namun, pasti juga selalu ada hal yang kita pegang teguh dulu dan sekarang agar diri sendiri tetap bisa bertahan sampai beberapa waktu ke depan.

    Di bab ini, @patricia.wulandari mengobrol dengan kolaborator segmen tantangan #pembacamenulis ketujuh podcast buku Podcast Main Mata, yaitu Teddy Kusuma (@thedustysneakers) dari POST Bookshop (@post_santa). Ketika diajak menjadi kolaborator dan menentukan tema, Teddy memilih “Yang Akan Datang: Normal yang Baru Pascapandemi.

    Setelah menyeleksi dari cerita yang masuk, Teddy memilih untuk menyunting cerpen BAKWAN yang ditulis oleh Alia Makki (@soften.and.expand). Dengarkan alasan Teddy memilih cerpen BAKWAN dan proses penyuntingan yang dilakukan di sini. Setelahnya, kamu juga akan mendengarkan obrolan dengan Alia mengenai di balik pembuatan cerpen BAKWAN.

    26 min
  • Cerpen Audio: Kehilangan Terakhir (Alia Makki)

    Seorang anak perempuan dari keluarga berada bernama Nyit melakukan pencarian Mang Adji, ajudannya yang senantiasa menyiapkan bakwan favoritnya sebagai pelipur lara di masa-masa sulit hidup, tapi suatu hari menghilang ketika wabah menyerang. 

    Cerpen audio kali ini ditulis dan dibacakan oleh Alia Makki (@soften.and.expand), disunting oleh Teddy Kusuma dari POST Bookshop.

    Dengarkan cerpen audio bertema “Yang Akan Datang: Normal yang Baru Pascapandemi” lainnya dari segmen Pembaca Menulis podcast buku Podcast Main Mata yang berkolaborasi dengan toko buku & penerbit independen POST Bookshop (@post_santa). 

    Kredit Musik: L'Etoile danse (Pt. 1) - Meydän | Sandcastle - Chad Crouch | Rising Bells - Daniel Birch | Union Hall Melody - Blue Dot Sessions | Purple | Light - Blue Dot Sessions | Line_Exchange - Blue Dot Sessions  | SFX: Zapsplat & Freesound

    12 min
  • Tidak Semua Pertanyaan Harus Ada Jawabannya (Sekarang) feat. Aan Mansyur

    Dengarkan obrolan @patricia.wulandari dengan penyair @aanmansyur di podcast buku Podcast Main Mata. 

    Aan Mansyur adalah seorang penyair asal Makassar yang sudah menelurkan banyak buku, di antaranya: Cinta yang Marah (Penerbit Bejana, 2009), Kukila (@bukugpu, 2015), Melihat Api Bekerja (GPU, 2015), dan Tidak Ada New York Hari Ini (GPU, 2016). Setelah absen menerbitkan buku selama 4 tahun, di tahun 2020 ini Aan akan kembali merilis buku puisi berjudul Mengapa Luka Tidak Memaafkan Pisau yang bekerjasama dengan Gramedia Pustaka Utama (GPU).

    Di bab ini, Aan bercerita banyak tentang hal-hal di balik puisi-puisi dalam buku terbarunya, mulai dari apa yang ingin ia sampaikan, keraguan dan pertanyaannya akan banyak hal, harapan-harapan yang ada, dan lainnya. Selain itu, Aan yang awalnya menjadi penulis karena ingin bisa berkomunikasi dengan banyak orang tanpa harus bertatap muka langsung kini “terjebak” aktif dalam kegiatan berkomunitas, seperti mendirikan perpustakaan Kata Kerja dan terlibat dalam Makassar International Writers Festival (MIWF), karena ia ingin melakukan upaya balas dendam di dunia literasi Indonesia.

    Yuk, dengerin obrolannya di Podcast Main Mata!

    49 min
  • Rekomendasi Buku: Menulis untuk Catatan Perjalanan Hidup

    Apa persamaan penulis asal Israel Etgar Keret dan pemilik toko buku bekas The Bookshop di Inggris Shaun Bythell? Keduanya sama-sama menerbitkan buku memoar yang menarik. Keret, melalui The Seven Good Years, dan Shaun, melalui The Diary of a Bookseller, memuat cerita satir berisi hal-hal pinggiran yang mereka temukan saat menjalani keseharian hidup. Sangat menggelitik, tapi juga tidak jarang menikam.

    Dengarkan rekomendasi buku The Seven Good Years dan The Diary of a Bookseller di podcast buku Podcast Main Mata.

    17 min

About Podcast Main Mata

From the publisher's feed

Podcast tentang beragam bentuk cerita, mulai dari obrolan dengan penulis dan pembaca, rekomendasi buku, sampai adaptasi cerita menjadi cerpen audio. Dipandu oleh @patricia.wulandari.