
Sign up to save your podcasts
Or


Pernah gak sih bertanya-tanya kenapa ya Aceh memiliki Wali Nanggroe? Apa sih Wali Nanggroe itu?
Wali Nanggroe adalah lembaga kepemimpinan adat Provinsi Aceh dengan kewenangan khusus. Kewenangan khusus tersebut adalah kesepakatan dari Perjanjian Damai Helsinki yang ditandatangani pada 15 Agustus 2005. Hadirnya Wali Nanggroe yang membuat Provinsi Aceh ini berbeda dengan provinsi lain di Indonesia.
Pada episode ini, Polgov Talks akan membahas Wali Nanggroe yang memiliki peran penting implementasi desentralisasi asimetris di Aceh. Diskusi dilakukan bersama Wawan Mas’udi (Dosen Departemen Politik dan Pemerintahan UGM) dan Desi Rahmawati (Peneliti Demokrasi Lokal di Aceh dari PolGov Research Center).
Tetap terhubung di media sosial Departemen Politik dan Pemerintahan, Fisipol, UGM untuk konten-konten menarik lainnya:
Facebook: Departemen Politik dan Pemerintahan UGM
Twitter: @dppugm
Instagram: @dppugm
Tiktok: @dppugm
Spotify: Polgov Podcast
“Negara tidak hanya bertugas untuk menjaga stabilitas nasional tetapi juga menjamin keamanan warganya.” - Noor Huda Ismail
Terorisme di negara ini sepertinya belum menunjukkan titik padamnya. Di satu dekade terakhir, kasus terorisme di Indonesia kerap terjadi, seperti Bom Sarinah (2016) dan Bom Surabaya (2018).
Noor Huda Ismail, pakar terorisme, menjelaskan untuk melawan terorisme negara harus melakukan tindakan pencegahan yang dimulai melalui bidang pendidikan. Selain itu, peran negara juga harus bisa melakukan deradikalisasi melalui koordinasi antar pemangku kepentingan.
Simak selengkapnya di Polgov Talks episode “Melawan Terorisme, Negara Harus Apa?”
Tetap terhubung di media sosial Departemen Politik dan Pemerintahan, Fisipol, UGM untuk konten-konten menarik lainnya:
Facebook: Departemen Politik dan Pemerintahan UGM
Twitter: @dppugm
Instagram: @dppugm
Tiktok: @dppugm
Spotify: Polgov Podcast
Peredaran konten video perakitan bom sederhana seperti bom panci di media sosial adalah salah satu contoh pergerakan terorisme melalui teknologi digital. Cara tersebut kini memberikan kemudahan bagi seseorang untuk menjadi bagian dari aksi terorisme.
Bagaimana sih peran sosial media mempengaruhi sistem kerja terorisme?
Dalam video ini, Noor Huda Ismail, ahli terorisme yang juga merupakan pendiri Yayasan Prasasti Perdamaian menjelaskan bahwa teknologi saat ini menjadi salah satu sumber aksi terorisme yang berbahaya. Mengapa?
Tetap terhubung di media sosial Departemen Politik dan Pemerintahan, Fisipol, UGM untuk konten-konten menarik lainnya:
Facebook: Departemen Politik dan Pemerintahan UGM
Twitter: @dppugm
Instagram: @dppugm
Tiktok: @dppugm
Spotify: Polgov Podcast
“Menjadi lelaki sejati harus ikut jihad ke wilayah konflik”
Slogan tersebut menurut ahli terorisme, Noor Huda Ismail, adalah salah satu kalimat yang menjadi afirmasi anak muda untuk masuk ke jaringan kelompok radikal. Slogan itu menarik perhatian anak-anak muda terutama yang sedang mencari jati dirinya. Proses ini yang kemudian menjadi salah satu strategi dari kelompok jaringan terorisme untuk merekrut anggota-anggota baru.
Bagaimana identitas atau jati diri menjadi faktor dalam proses terorisme?
Tetap terhubung di media sosial Departemen Politik dan Pemerintahan, Fisipol, UGM untuk konten-konten menarik lainnya:
Facebook: Departemen Politik dan Pemerintahan UGM
Twitter: @dppugm
Instagram: @dppugm
Tiktok: @dppugm
Spotify: Polgov Podcast
Aksi terorisme yang melibatkan perempuan menjadi tren baru di Indonesia seperti yang terjadi di Makassar dan Jakarta beberapa waktu yang lalu. Menurut Noor Huda Ismail, ahli terorisme, memahami kasus terorisme bisa dilihat dari perspektif gender. Menurutnya ada perbedaan dalam proses radikalisasi antara perempuan dan laki-laki. Fenomena ini didorong oleh konstruksi sosial seperti maskulinitas dan femininitas.
Bersama Noor Huda Ismail yang juga pendiri Yayasan Prasasti Perdamaian, akan membahas mengenai terorisme dari perspektif gender.
Tetap terhubung di media sosial Departemen Politik dan Pemerintahan, Fisipol, UGM untuk konten-konten menarik lainnya:
Facebook: Departemen Politik dan Pemerintahan UGM
Twitter: @dppugm
Instagram: @dppugm
Tiktok: @dppugm
Spotify: Polgov Podcast
Mungkin banyak yang belum tahu GeNose, alat deteksi COVID-19, justru digagas pertama kali oleh seorang dosen Ilmu Fisika. Namanya Prof. Kuwat Triyana, seorang dosen di Departemen Fisika, FMIPA, UGM. Pengembangan alat GeNose ini bekerja sama dengan Tim Medis salah satunya yaitu dr. Dian dari Tim Kesehatan Fakultas Kedokteran UGM. Bagaimana perjalanan Kuwat Triyana berkolaborasi dengan Tim Kesehatan Fakultas Kedokteran UGM?
Tetap terhubung di media sosial Departemen Politik dan Pemerintahan, Fisipol, UGM untuk konten-konten menarik lainnya:
Facebook: Departemen Politik dan Pemerintahan UGM
Twitter: @dppugm
Instagram: @dppugm
Tiktok: @dppugm
Spotify: Polgov Podcast
Selama pandemi ini, hampir semua transportasi publik seperti kereta api dan pesawat terbang mensyaratkan penumpangnya melakukan tes GeNose sebagai syarat perjalanan bebas Covid-19. GeNose adalah alat screening virus Covid-19 hasil inovasi Dosen Fisika UGM, Prof. Kuwat Triyana, dan tim. Cara kerjanya dianggap lebih cepat daripada teknik swab dan dengan biaya yang lebih murah. Bagaimana cerita awal alat ini diciptakan? Simak selengkapnya dalam PolGov Talks episode "Solusi Dalam Krisis"
Tetap terhubung bersama kami di:
Facebook: Departemen Politik dan Pemerintahan UGM
Twitter: @dppugm
Instagram: @dppugm
Tiktok: @dppugm
Spotify: Polgov Podcast
Fuad Andreago aktif sebagai Koordinator Forum Umat Islam (FUI) dan Gerakan Pemuda Ka’bah di Yogyakarta.
Bagaimana Fuad Andreago membicarakan tentang keberagaman, intoleransi, dan ruang dialog di Jogja?
Tetap terhubung bersama kami di:
Instagram: instagram.com/dppugm
Facebook: facebook.com/dppugm
TikTok: tiktok.com/@dppugm
Twitter: twitter.com/dppugm
PolgovTalks kali ini berdialog bersama sosok inspiratif yaitu Shuniyya Ruhama yang telah selesai dalam proses pencarian identitas gendernya. Shuniyya kemudian menceritakan perjalanan perjuangan aktualisasi diri dan juga memberikan sumbangan pada masyarakat.
Bagaimana perjuangan Shuniyya Ruhama dalam aktualisasi dirinya?
Simak selengkapnya di PolGov Talks epsiode "Breaking The Boundaries: Shuniyya Ruhama dan Penyelesaian Identitas Gender"
Tetap terhubung di media sosial Departemen Politik dan Pemerintahan, Fisipol, UGM untuk konten-konten menarik lainnya:
Facebook: facebook.com/DPPUGM/
Twitter: twitter.com/dppugm
Instagram: instagram.com/dppugm
Tiktok: tiktok.com/@dppugm
Shuniyya Ruhama merupakan aktivis kemasyarakatan dan pengusaha batik di Kendal, Jawa Tengah. Batik Shuniyya merupakan salah satu batik lokal khas Kendal yang dirintis olehnya. Melalui batik tersebut Shuniyya Ruhama berperan aktif di tengah-tengah masyarakat dan memanfaatkan usaha batiknya sebagai sarana pemberdayaan masyarakat sekitar.
Simak selengkapnya dalam PolgovTalks Episode "Shuniyya Ruhama: Pemberdayaan Perempuan Melalui Batik |PolGov Talks"
Temukan konten-konten menarik lainnya di:
Facebook: facebook.com/dppugm
Instagram: instagram.com/dppugm
Twitter: twitter.com/dppugm
Tiktok: tiktok.com/@dppugm
Spotify: PolGov Podcast
From the publisher's feed