
Sign up to save your podcasts
Or


Ketika jurnalis dilarang bertanya dan musisi memboikot sponsor korporat, siapa yang salah secara strategi komunikasi?
Dalam edisi "Full House" ini, Host Mercy Tahitoe dan co-host Stephanie Sicilia bergabung dengan Adwi Yudiansyah (Praxis) dan Sofyan Herbowo (Prajna) untuk membedah rentetan krisis komunikasi yang melanda Indonesia minggu ini. Dari insiden pencabutan kartu pers di Istana hingga polemik "Salah Jurusan" sponsorship Freeport di Pestapora, tim Proxemics memberikan analisis brutal namun strategis.
Diskusi ditutup dengan perdebatan teknis tentang SEO vs GEO: Apakah Search Engine Optimization benar-benar mati di era AI, atau justru berevolusi menjadi "Meta Search"?
🎙️ Panelis (Full House Edition):
🔥 Topik Diskusi untuk Praktisi Komunikasi:
đź’ˇ Strategic Takeaway: Bagi Brand dan Pejabat Publik, pelajaran minggu ini adalah "Anticipatory PR." Jangan menunggu krisis terjadi (musisi mundur atau jurnalis marah) baru bereaksi. Risk Assessment harus dilakukan sebelum kontrak sponsorship ditandatangani atau sebelum mikrofon pers dinyalakan.
Timestamps: (00:00) Intro: Full House Edition (00:40) Krisis Istana: Insiden Kartu Pers Wartawan Dicabut (09:50) Drama Sponsorship: Musisi Boikot Freeport di Pestapora (21:30) Gaya Komunikasi Pejabat Baru: "Desakralisasi Jabatan" (37:50) Fenomena "Kabinet Couture": Flexing vs Empati Publik (46:50) Kritik Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Isu Higienitas (56:10) Analisis Pidato Presiden Prabowo di PBB (Isu Gaza) (01:09:30) Digital Trend: Apakah SEO Mati Digantikan AI (GEO)?
Tentang Proxemics Podcast: Proxemics adalah podcast referensi utama bagi praktisi Komunikasi, Public Relations, dan Marketing di Indonesia. Kami menjembatani kesenjangan antara teori akademis dan realitas lapangan yang kacau, memberikan wawasan yang bisa langsung diterapkan oleh C-Level dan strategis.
Keywords: Krisis Komunikasi, Public Relations Indonesia, Manajemen Isu, Freeport Indonesia, Pestapora, Kebebasan Pers, Makan Bergizi Gratis, SEO vs GEO, Adwi Yudiansyah, Sofyan Herbowo.
Jangan lupa untuk Subscribe dan bagikan episode ini kepada tim komunikasi Anda!
🏢 Our Agencies: https://whitewood.ai | https://praxis.co.id | https://prajna.co.id | https://explicar.co.idÂ
Proxemics Podcast is produced by White Wood.
Apakah Public Relations (PR) dan Public Affairs (PA) itu sama? Di episode Proxemics Podcast ini—podcast referensi utama bagi praktisi Komunikasi Korporat, Hubungan Pemerintah, dan Marketing di Indonesia—kami membedah perbedaan fundamental antara membangun reputasi (Citra) dan mengamankan regulasi (Izin Operasi).
Host Mercy Tahitoe duduk bersama praktisi senior Corporate Affairs untuk membahas realitas di balik meja perundingan kebijakan. Diskusi ini mengupas tuntas bagaimana industri menavigasi regulasi sensitif seperti Cukai Minuman Berpemanis (MBDK), bukan dengan jargon marketing, melainkan dengan data ilmiah.
🎙️ Narasumber Eksklusif:
🔥 Topik Diskusi untuk Praktisi Komunikasi & Regulasi:
đź’ˇ Strategic Takeaway: Bagi C-Level dan Direktur Komunikasi, episode ini menegaskan bahwa Anda tidak bisa melawan kebijakan hanya dengan kampanye viral. Anda memerlukan "Advokasi Berbasis Bukti" (Evidence-Based Advocacy). PR memenangkan hati publik, tetapi Public Affairs memenangkan kepastian hukum.
Timestamps: (00:00) Intro: Mercy Tahitoe & Jeffrey Haribowo (14:55) Definisi Strategis: PR (Reputasi) vs PA (Regulasi) (19:00) Deep Dive: Negosiasi Cukai Minuman Berpemanis (MBDK) (29:35) Studi Kasus JUUL: Konsep "Risk-Proportionate Taxation" (46:40) Mental Health: Menghadapi Tekanan sebagai Pelobi (55:00) Closing: Fokus pada Apa yang Bisa Anda Kontrol
Tentang Proxemics Podcast: Proxemics adalah podcast bisnis dan komunikasi terdepan yang menjembatani kesenjangan antara teori akademis dan realitas lapangan. Kami membahas Manajemen Krisis, Corporate Affairs, Marketing Trends, dan Media Relations bersama para ahli industri.
Keywords: Public Affairs Indonesia, Perbedaan PR dan PA, Corporate Affairs, Government Relations, Advokasi Kebijakan, Cukai MBDK, Jeffrey Haribowo, Strategi Komunikasi, Manajemen Krisis, Lobi Bisnis.
Jangan lupa untuk Subscribe untuk wawasan strategis mingguan!
🏢 Our Agencies: https://whitewood.ai | https://praxis.co.id | https://prajna.co.id | https://explicar.co.idÂ
Proxemics Podcast is produced by White Wood.
Apakah reputasi sekolah Anda terancam akibat isu "Inflasi Nilai"? Di episode Proxemics Podcast ini—sumber wawasan utama bagi praktisi Public Relations (Humas), Strategi Komunikasi, dan Public Affairs di Indonesia—kami membedah strategi komunikasi di balik kebijakan pendidikan terbaru yang berdampak nasional: Penerapan Tes Kompetensi Akademik (TKA) untuk SNBP 2026.
Host Mercy Tahitoe dan co-host Stephanie Sicilia berdiskusi dengan dua narasumber kunci untuk menganalisis tantangan komunikasi dari transisi "Otonomi Sekolah" menuju "Standarisasi Nasional", serta manajemen krisis terkait isu "Sedekah Nilai".
🎙️ Narasumber Eksklusif:
🔥 Topik Diskusi untuk Praktisi Komunikasi & Kebijakan:
💡 Strategic Takeaway: Bagi profesional Public Affairs, episode ini adalah studi kasus nyata tentang Evidence-Based Policy. Kami membahas mengapa "Komunikasi" saja tidak cukup untuk memperbaiki defisit kepercayaan sistemik—terkadang, Anda memerlukan instrumen audit yang kuat (TKA) untuk memulihkan integritas ekosistem.
Timestamps: (00:00) Intro: Krisis Kepercayaan pada Nilai Rapor (07:29) Analogi "Koki": Mengapa Kita Butuh Validator Eksternal? (14:55) Landasan Hukum: TKA vs Ujian Nasional (UN) (33:00) Manajemen Risiko: Sekolah yang Memanipulasi Nilai akan Di-blacklist? (42:48) Counter-Hoax: Platform Resmi "Ayo Coba TKA" (54:30) Closing: TKA sebagai "Medical Checkup" Akademik
Tentang Proxemics Podcast: Proxemics adalah podcast terdepan di Indonesia yang membahas irisan antara Ilmu Komunikasi, Public Relations, Marketing, dan Dinamika Sosial. Dipandu oleh para praktisi agensi berpengalaman, kami menghadirkan analisis mendalam untuk membantu Anda memahami "jarak" antara persepsi dan realitas.
🏢 Our Agencies: https://whitewood.ai | https://praxis.co.id | https://prajna.co.id | https://explicar.co.idÂ
Keywords: Public Relations Indonesia, Strategi Komunikasi, Public Affairs, Manajemen Krisis, Kebijakan Pendidikan, Kemendikdasmen, TKA 2026, SNBP, Doni Koesoema, Reputasi Sekolah.
Proxemics Podcast is produced by White Wood.
Di tengah gejolak sosial yang memanas, episode ini membedah akar masalah dari kacamata komunikasi dan public affairs.
Kenapa para pengambil kebijakan dianggap tone deaf? Kita menganalisis gestur yang meremehkan, pernyataan offside, hingga kultur flexing pejabat yang menjadi bom waktu bagi kemarahan publik. Kami juga mengurai bagaimana akumulasi kekecewaan ekonomi (seperti fenomena PHK terselubung) berujung pada krisis kepercayaan yang masif.
Apakah situasi ini bisa disamakan dengan 1998? Kita membandingkan perbedaan fundamental situasi saat ini dengan runtuhnya Orde Baru, serta menyoroti peran media sosial dalam gerakan "Tuntutan 17 + 8" dan ancaman misinformasi di era deepfake.
Topik Bahasan:
• Tone Deaf Government: Analisis verbal & non-verbal pejabat yang memicu amarah publik.
• Flexing Culture: Bagaimana pamer kemewahan menjadi "bensin" di tengah krisis ekonomi.
• Refleksi '98: Apa yang beda antara gejolak hari ini dengan krisis 1998?
• Digital Unrest: Fenomena "Tuntutan 17 + 8", sensor TikTok, dan bahaya deepfake.
• Brand Crisis: Langkah strategis korporasi (seperti Grab) menavigasi situasi sensitif.
• Future of PR: Pergeseran ke Generative Engine Optimization (GEO) dan pentingnya earned media.
Timestamps:
0:00 - Intro
0:40 - Starting on a Somber Note: The Recent Unrest
1:41 - A Communication Failure: Analyzing the Root Cause
2:55 - The Economic Reality: From Pseudo-Layoffs to Public Grievances
5:30 - Verbal & Non-Verbal Blunders: How Officials Alienated the Public
10:11 - The "Flexing Culture" as a Ticking Time Bomb
14:31 - Then vs. Now: Comparing the '98 Crisis with Today's Unrest
19:27 - Conspiracy Theories vs. Incompetence?
22:30 - The Danger of Misinformation & Deepfakes
23:38 - The TikTok Live Shutdown: Censorship or Necessary Precaution?
31:28 - Is Indonesia's Democracy Flawed by a Lack of Education?
33:46 - Three Core Problems: Financing, Regeneration, Decentralization
38:37 - "Taxation Without Representation": Anger Towards Sri Mulyani
40:37 - The Geopolitical PR Move: Prabowo with Putin & Kim Jong Un
50:25 - The Asset Confiscation Law: Long Overdue or Problematic?
57:31 - Dissecting the "17 + 8 Demands" Social Movement
1:02:41 - Brand Responses: Grab's Bold PR Move
1:14:42 - The Future of PR: AI, White Papers, and GEO
1:19:02 - Closing Thoughts: The Man in the Mirror
Mentioned in this episode:
• Brands/Media: Detik, Grab, Kompas, Kontan, Maverick Indonesia.
• People: Prabowo Subianto, Sri Mulyani, Anthony Tan, Vladimir Putin, Kim Jong Un, Donald Trump.
• Events/Issues: Tuntutan 17+8, UU Perampasan Aset, TikTok Live Shutdown.
#ProxemicsPodcast #CrisisCommunication #PublicAffairs #SocialUnrest #Reformasi #PRStrategy #IndonesianPolitics #Deepfake
🏢 Our Agencies: https://whitewood.ai | https://praxis.co.id | https://prajna.co.id | https://explicar.co.idÂ
Proxemics Podcast is produced by White Wood.
Episode spesial bareng tamu internasional pertama kita! 🌏
Di episode ini, Vanessa Tan (Razer) hadir untuk membedah pengalamannya bertahan dan bersinar di industri teknologi yang didominasi pria, termasuk cerita di balik kultur kerja super fast-paced di raksasa teknologi, Xiaomi.
Kita juga masuk ke debat panas soal AI: Apakah ChatGPT bikin kita makin efisien, atau justru bikin otak kita "menciut" karena malas berpikir?
Selain itu, kita mengupas tuntas stereotip bisnis lintas negara (Indonesia vs. Singapura), menjawab persepsi "apakah orang Indonesia malas?", serta dinamika abadi antara PR vs. Marketing. Vanessa juga berbagi kisah inspiratif di balik bisnis gown rental-nya, Ministry of Gowns.
Topik Bahasan:
* Kultur Kerja Tech Giant: Inside scoop kerja di Xiaomi—demanding tapi penuh pelajaran.
* Debat AI: Alat bantu produktivitas atau ancaman bagi kecerdasan manusia?
* Cross-Border Business: Membedah stereotip market & perilaku kerja Indonesia vs. Singapura.
* PR vs. Marketing: Kenapa PR sering dianggap "anak tiri" atau sekadar cost center?
* Ministry of Gowns: Bisnis yang lahir dari pain point pribadi.
* Women in Tech: 3 kunci sukses bagi perempuan untuk stand out di industri teknologi.
Timestamps:
0:00 - Intro & Welcoming Vanessa Tan!
2:15 - Nostalgia: The Early Days of Xiaomi in Indonesia
7:45 - Key Lessons from a Fast-Paced Work Culture
12:12 - The Importance of Cognitive Diversity in a Team
15:30 - The AI Debate: Helpful Tool vs. Brain Shrinker?
19:05 - The 95-Year-Old Grandma Story & Keeping Your Brain Sharp
25:22 - The Future of Marketing: From Sensory to Neuro-marketing
30:10 - Unique Marketing Case Studies in Japan (KFC & Nestle)
34:50 - Dissecting Perceptions & Stereotypes of the Indonesian Market
41:01 - Common Misconception: "Are Indonesians Lazy?"
46:30 - Comparing National Culture & PR: Indonesia vs. Singapore
52:45 - The Eternal Debate: Where Does PR Fit in Marketing Strategy?
57:10 - Biggest Misconception: PR & Marketing as a "Cost Center"
1:01:48 - The Origin Story of Ministry of Gowns
1:09:15 - "All Polish, No Substance?" - A Common Industry Myth
1:12:35 - 3 Keys to Success for Women in the Tech Industry
Mentioned in this episode:
* Brands: Xiaomi, Redmi, Cinema XXI, OpenAI, Google, KFC, Nestle, Ministry of Gowns.
* People: Vanessa Tan, Hugo Barra, JKT48, Lawrence Wong.
* Events/Tech: ChatGPT, South by Southwest (SXSW).
#ProxemicsPodcast #WomenInTech #MarketingTrends #PR #DigitalMarketing #AI #Leadership #Xiaomi
🏢 Our Agencies: https://whitewood.ai | https://praxis.co.id | https://prajna.co.id | https://explicar.co.idÂ
Proxemics Podcast is produced by White Wood.
Tim lengkap, topik panas, dan debat seru! 🔥
Di episode Full House ini, kita bedah budaya kerja “996” (9 pagi – 9 malam, 6 hari seminggu). Apakah ini kunci kompetitif di era modern atau cuma jalan cepat menuju burnout?
Kita juga membahas deal dagang AS-Indonesia yang memicu pertanyaan besar: Tarif 0% buat produk Amerika, tapi 19% buat kita? Siapa yang sebenarnya diuntungkan?
Tak ketinggalan, kita mengulik euforia GIIAS, fenomena “Rojali & Rohana,” serta rivalitas panas antara pemilik mobil bensin vs listrik. Plus, bareng Garda Maharsi, kita bongkar hasil survei eksklusif Praxis tentang kepuasan pengguna mobil listrik di 12 kota besar Indonesia.
Topik Bahasan:
* Debat 996: Produktif atau eksploitatif?
* Trade Deal: Analisis untung-rugi tarif impor yang timpang.
* Euforia GIIAS: Perang harga EV & drama sentimen di media sosial.
* Survei EV: Apa kata 1.200 responden tentang pengalaman real mereka?
* Royalti Musik: Kasus Mie Gacoan & kerumitan hak cipta di era streaming.
* SXSW Sydney: Program apresiasi talenta industri kreatif.
Timestamps:
0:00 - Intro
0:24 - Debat Budaya Kerja 996: Efektif atau Eksploitatif?
4:32 - Perspektif Praktis: Apakah 996 Cocok untuk Semua Industri?
5:38 - Dampak Jangka Panjang Budaya Kerja Keras terhadap Kesehatan
6:34 - Perbandingan dengan Konsep 4-Day Work Week
8:13 - Realita Jam Kerja di Industri Kreatif vs. Sales
9:30 - Kompetisi Global & The Race to AI
11:21 - Produktivitas vs. Waktu Kerja
12:57 - Pengalaman Grinding di Awal Karier
16:34 - Isu Tarif Dagang Baru: AS 0%, Indonesia 19%
17:26 - Dampak ke Konsumen & Barang yang Terdampak
19:00 - The Bigger Picture: Akses Mineral & Boeing
22:18 - Kewajiban Indonesia Menyesuaikan Regulasi Buruh
24:52 - Fenomena GIIAS: Kenapa Selalu Ramai?
26:10 - Gebrakan BYD & Perang Harga
26:51 - Sentimen Netizen: Mobil Bensin vs. Listrik
32:18 - Fenomena "Rojali & Rohana"
34:21 - Dampak Ekonomi GIIAS untuk Industri Agensi
37:32 - Pengumuman Survei Independen Praxis
39:19 - Kontroversi Hak Cipta Musik: Kasus Mie Gacoan
47:43 - Program Apresiasi SXSW Sydney
49:59 - Guest Segment: Bedah Tuntas Survei EV Bersama Garda Maharsi
51:15 - Temuan Utama: 79% Pengguna Lebih Puas dengan EV
52:13 - Alasan Utama: Biaya Operasional & Pragmatisme
53:57 - Keluhan Pengguna: Infrastruktur SPKLU & Fitur
59:31 - Pentingnya Ekosistem Penta-helix
Mentioned in this episode:
* Brands: Boeing, Ford, GMC, Dodge, Tesla, BYD, Toyota, Hyundai, Honda, Mie Gacoan.
* Agencies: Praxis, White Wood.
* People: Ahmad Dhani, Once Mekel, Kenny G, Danang Arradian, Garda Maharsi.
* Events/Orgs: GIIAS, SXSW Sydney, WTO, G7 Summit.
🏢 Our Agencies: https://whitewood.ai | https://praxis.co.id | https://prajna.co.id | https://explicar.co.idÂ
#ProxemicsPodcast #MarketingTrends #PR #DigitalMarketing #WorkCulture #GIIAS #EVIndonesia
Proxemics Podcast is produced by White Wood.
🎙️ Selamat Datang di Proxemics!
Wadah diskusi mendalam seputar komunikasi, PR, advertising, media, digital marketing, dan the art of influencing. Kami mengulik bagaimana interaksi manusia dan pergeseran industri membentuk strategi brand yang sukses di masa kini.
Tentang Episode Ini:
Tamu spesial kita kali ini adalah jurnalis senior, Dr. Algooth Putranto, yang pengalamannya terbentang dari era reformasi '98 hingga peliputan di zona konflik Ukraina. Bersama tim Proxemics, Algooth membongkar kondisi industri media yang disebut sedang "berdarah-darah"—sebuah siklus yang menurutnya dipicu oleh "kesombongan" para mogul media yang terlambat beradaptasi dengan disrupsi digital.
Kami juga membedah hubungan panas-dingin antara praktisi PR dan jurnalis: Apakah mereka rival atau rekan kolaborasi? Tak ketinggalan, kami mendebat peran AI—apakah ia ancaman nyata bagi penulis atau sekadar tool bantu? Episode ini penuh dengan cerita raw, dari ide unik penagihan pajak hingga observasi menarik tentang Gen Alpha yang mungkin menjadi "penyelamat" media fisik.
Highlights Episode Ini:
* Media 'Sombong' & Adaptasi: Mengapa banyak media besar tumbang dan apa yang salah dengan strategi digital mereka?
* PR vs Jurnalis: Tips praktis bagi praktisi PR agar disukai media dan cara membangun hubungan yang berintegritas.
* Masa Depan AI: Apakah AI akan menggantikan peran jurnalis dan praktisi PR? Analogi AI sebagai "internet baru" dalam efisiensi kerja.
* Gen Alpha Effect: Fenomena generasi digital yang justru menunjukkan ketertarikan kembali pada media fisik.
* Pelajaran dari Ukraina: Kisah di balik buku "Senja di Ukraina" tentang keberanian, resiliensi, dan realita zona konflik.
* Pendidikan vs Industri: Kesiapan kurikulum kampus menghadapi era disrupsi dan AI.
TIMESTAMPS:
0:00 - Welcome & Perkenalan Dr. Algooth Putranto
1:32 - Karier Jurnalis dari Reformasi '98 ke Konflik Ukraina
5:03 - Disertasi S3: Konflik Ruang Publik & Ancaman Drone
9:29 - Hubungan Kolaboratif PR & Jurnalis
12:21 - "Kesombongan" Media Indonesia yang Telat Adaptasi Digital
20:16 - Kebangkitan Model Bisnis Media Berbasis Langganan (Subscription)
25:33 - Algoritma Google & Relevansi SEO Saat Ini
28:12 - Debat Panas: Apakah AI Menggantikan Manusia?
41:49 - Gen Alpha: Harapan Baru untuk Media Tradisional?
50:30 - 3 Karakteristik PR yang Dicari Jurnalis
53:20 - Kisah "Horor" Berurusan dengan PR Tidak Profesional
1:02:48 - Bedah Buku "Senja di Ukraina"
1:17:40 - Penutup & Closing Statement
Brands, Media & Tokoh yang Disebut:
* Media & Tech: Detik, Bisnis Indonesia, Bloomberg, Tempo, Kompas, New York Magazine, Google, Meta, OpenAI (ChatGPT), YouTube, TikTok, Instagram.
* Tokoh & Akademisi: Dr. Algooth Putranto, Anies Baswedan, Djauhari Oratmangun, Prof. Rhenald Kasali, James Gunn.
* Institusi Pendidikan: Univ. Paramadina, UI, UGM, ITB, Univ. Udayana, National Aviation University Ukraine.
* Our Agencies: Praxis.co.id, Prajna.co.id, Explicar.co.id, Whitewood.digital.
🎧 LIKE, COMMENT & SUBSCRIBE untuk terus mendapatkan insight tajam seputar dunia PR dan marketing dari kacamata praktisi.
đź“© Punya pertanyaan? Menurut Anda, praktisi PR atau jurnalis yang harus lebih dulu beradaptasi dengan AI? Tulis opini Anda di bawah!
🏢 Our Agencies: https://whitewood.ai | https://praxis.co.id | https://prajna.co.id | https://explicar.co.idÂ
#ProxemicsPodcast #MarketingTrends #PR #DigitalMarketing #Jurnalistik #MediaMassa #AI #ArtificialIntelligence #GenAlpha #PublicRelations #StrategiKomunikasi #PodcastIndonesia
Proxemics Podcast is produced by White Wood.
AI, Authenticity & YONO: Ngulik Trust Economy Zaman Now | Proxemics Podcast
🎙️ Selamat Datang di Proxemics!
Tempat kita mengupas tuntas dunia komunikasi, PR, advertising, media, digital marketing, dan the art of influencing. Kami mengeksplorasi bagaimana semua elemen ini bersinergi membentuk audience engagement dan brand messaging yang kuat.
🚀 Untuk Siapa Podcast Ini?
Episode ini wajib didengar oleh para praktisi PR, marketers, content creators, dan media strategists yang ingin memahami bagaimana pergeseran teknologi dan psikologi manusia menentukan kesuksesan sebuah brand.
Tentang Episode Ini:
Apakah era kejayaan Google sudah berakhir? Tim Proxemics membuka diskusi dengan perdebatan panas mengenai pergeseran perilaku audiens dari search engine konvensional ke alat AI seperti ChatGPT dan Gemini. Kami membedah implikasinya terhadap masa depan SEO dan munculnya tren Generative Engine Optimization (GEO).
Lebih jauh lagi, kami membahas Trust Economy. Di tengah audiens yang mulai kebal terhadap endorsement selebriti yang terlalu "kinclong", autentisitas menjadi mata uang paling berharga. Dari fenomena food reviewer hingga gerakan anti-konsumsi YONO (You Only Need One), kami mengulas bagaimana brand harus beradaptasi agar tetap relevan.
Highlights Episode Ini:
* Google vs AI: Apakah ChatGPT akan membuat Google usang? Kenalan dengan konsep Generative Engine Optimization (GEO).
* Bangkitnya Trust Economy: Mengapa audiens kini lebih percaya pada kreator niche dan mikro daripada mega-influencer?
* Tren YONO (You Only Need One): Gerakan anti-konsumsi yang mindful atau sekadar alasan untuk membeli barang mahal?
* Media Berdarah-darah: Analisa di balik tutupnya media besar seperti SEAToday dan Tech in Asia Indonesia.
* Luka Lama & Kontroversi '98: Diskusi jujur dan reflektif mengenai trauma personal dan sejarah yang kembali mencuat.
* Krisis PR Boeing: Bedah kasus kegagalan komunikasi brand global dalam menghadapi krisis beruntun.
TIMESTAMPS:
0:00 - Welcome & Perkenalan
0:12 - AI Gantiin Google Search?
2:55 - Masa Depan SEO vs GEO (Generative Engine Optimization)
9:15 - Trust Economy: Autentisitas Jadi Kunci Utama
11:30 - Mengapa Kita Mulai Tidak Percaya Influencer Besar?
20:00 - Peran Media & Objektivitas: "Nggak Ada yang Bebas Nilai"
26:40 - Gerakan Anti-Konsumsi "YONO" (You Only Need One)
34:49 - Analisa Tutupnya SEAToday & Nasib Media
43:55 - Kilas Balik Pahit: Kontroversi Kerusuhan '98
52:40 - Mimpi Buruk PR Boeing & Management Krisis
1:01:55 - Penutup & Kata Akhir
Brands & Tokoh yang Disebut:
* Tech & AI: Google, ChatGPT (OpenAI), Gemini, Perplexity, Meta AI, WhatsApp, YouTube, Boeing.
* Media: CNN Indonesia, Tech in Asia, The Jakarta Post, NHK, Kompas, Liputan 6, Tempo, KataData.
* Brand & Retail: Air India, Toyota Indonesia, Uniqlo, H&M.
* Tokoh: Fadli Zon, Steve Harvey.
* Our Agencies: Praxis.co.id, Prajna.co.id, Explicar.co.id, Whitewood.digital.
🎧 LIKE, COMMENT & SUBSCRIBE untuk terus mendapatkan insight terbaru seputar dunia komunikasi dan marketing.
đź“© Punya pertanyaan atau opini? Tulis pendapat kamu di bawah: Tren mana yang menurutmu paling berdampak besar di tahun ini?
🏢 Our Agencies: https://whitewood.ai | https://praxis.co.id | https://prajna.co.id | https://explicar.co.idÂ
#ProxemicsPodcast #MarketingTrends #PR #DigitalMarketing #AI #SEO #GenerativeAI #TrustEconomy #Branding #MediaIndustry #BoeingCrisis #YONO #PodcastIndonesia
Proxemics Podcast is produced by White Wood.
Inside the Brain of Your Gadgets: A Deep Dive with Qualcomm Indonesia | Proxemics Podcast
🎙️ Welcome to Proxemics!
Kami membedah dunia komunikasi, PR, advertising, media, digital marketing, dan the art of influence. Episode ini dirancang bagi para profesional PR, marketer, content creator, dan strategist yang ingin memahami bagaimana interaksi manusia dan teknologi membentuk kesuksesan sebuah brand.
Tentang Episode Ini:
Pernahkah Anda bertanya-tanya apa yang membuat smartphone, mobil, hingga laptop Anda menjadi sangat pintar? Dalam edisi kali ini, Mercy dan Steph berbincang langsung dengan sosok kunci di balik raksasa teknologi dunia: Bapak Dominikus Susanto (Pak Kentos) dari Qualcomm Indonesia.
Kami mengupas tuntas perjalanan 40 tahun Qualcomm (yang ternyata singkatan dari Quality Communication!) dan bagaimana mereka bertransformasi dari perusahaan B2B menjadi household name melalui brand Snapdragon.
Hal-hal yang kita bahas:
* The Snapdragon Universe: Bagaimana Snapdragon menjadi "otak" utama tidak hanya bagi ponsel, tapi juga TWS, router Wi-Fi, IoT, hingga otomotif.
* Revolusi PC: Mengintip Snapdragon X Series terbaru untuk laptop yang menjanjikan performa maksimal meski tanpa charger dan baterai yang tahan berhari-hari.
* Strategi B2B vs B2C: Rahasia di balik suksesnya strategi co-branding dan kolaborasi erat dengan mitra seperti Xiaomi.
* Snapdragon Summit Hawaii: Cerita di balik layar acara teknologi tahunan legendaris, termasuk kisah unik karantina 10 hari saat pandemi.
* Career Path & Personal Passion: Perjalanan karier Pak Kentos dari insinyur hingga pimpinan di industri teknologi, serta hobi off-road dengan Suzuki Jimny klasik.
* 3 Tips Karier Emas: Nasihat berharga tentang loyalitas, upskilling, dan menangkap peluang di industri yang bergerak cepat.
TIMESTAMPS:
0:00 - Guest Introduction: Pak Kentos (Qualcomm)
2:14 - Sejarah 40 Tahun Qualcomm & Filosofi Logo
5:05 - Diversifikasi Snapdragon di Luar Smartphone
10:55 - Snapdragon di Dunia Otomotif
13:29 - Game Changer: Snapdragon X Series untuk Laptop
14:44 - Tantangan Marketing Brand Tech B2B
19:29 - Kolaborasi Qualcomm & OEM (Xiaomi, dll)
22:06 - Mengapa Chipset Sama tapi Performa HP Berbeda?
36:34 - Pentingnya Edukasi Pasar Jangka Panjang
42:19 - Market Tech Indonesia vs Asia Tenggara
44:46 - Perjalanan Karier Pak Kentos
51:43 - Pengalaman Snapdragon Summit di Hawaii
1:06:03 - 3 Tips Karier Esensial untuk Anak Muda
1:15:50 - Hobby Corner: Suzuki Jimny & Off-roading
1:26:12 - Outro & Closing
Brands Mentioned in This Episode:
* Tech & Chipset: Qualcomm (@qualcomm), Snapdragon, Intel.
* Mobile & Electronics: Xiaomi, Samsung, Ericsson.
* Software & Platform: Windows, YouTube.
* Automotive: Suzuki Global (Jimny).
* Nostalgia Tech: Esia, Flexi, Smartfren.
🎧 LIKE, COMMENT & SUBSCRIBE untuk insight terbaru mengenai strategi marketing, tren media sosial, dan psikologi audiens.
đź“© Got questions? Tulis di kolom komentar! Kami ingin tahu: Perangkat apa yang Anda gunakan yang menggunakan prosesor Snapdragon?
🏢 Our Agencies: https://whitewood.ai | https://praxis.co.id | https://prajna.co.id | https://explicar.co.idÂ
#ProxemicsPodcast #MarketingTrends #PR #DigitalMarketing #Qualcomm #Snapdragon #SnapdragonXElite #TechMarketing #BrandStorytelling #PodcastIndonesia #TechIndustry #CareerTips
Proxemics Podcast is produced by White Wood.
Vietnam Melaju, Cemas Pasar Kerja & Nasib Grab-Gojek | Rekap Isu Terkini Proxemics
🎙️ Selamat Datang di Proxemics!
Kami membedah dunia komunikasi, PR, advertising, media, digital marketing, dan the art of influence. Episode ini ditujukan bagi para profesional PR, marketer, content creator, dan strategist yang ingin memahami dinamika interaksi manusia dalam membentuk kesuksesan brand.
Tentang Episode Ini:
Tim lengkap Proxemics—Mercy, Steph, Adwi, dan Sofyan—kembali berkumpul untuk diskusi bulanan tanpa filter. Kami menganalisa tajuk berita dan pergeseran budaya terbesar selama bulan Mei yang membentuk lanskap bisnis, teknologi, dan masyarakat di Indonesia.
Topik Utama Episode Ini:
• Potensi Ekonomi Vietnam: Cerita langsung dari Hanoi & Da Nang. Benarkah Vietnam akan menjadi raksasa ekonomi baru di Asia Tenggara dengan kultur kerja dan kopinya yang kuat?
• Kecemasan Pasar Kerja: Bedah kasus viral job fair President University. Menelaah middle-class anxiety, skill mismatch, dan realita angka pengangguran.
• Rumor Merger Grab & Gojek: Analisa dampak monopoli pasar hingga 91% bagi konsumen dan nasib mitra pengemudi.
• Realita Bisnis di Indonesia: Tantangan investasi mulai dari masalah 'ormas' hingga kompleksitas regulasi.
• Sukses Animasi 'Jumbo': Bagaimana standar baru industri kreatif lokal tercipta melalui kekuatan word-of-mouth.
• Skandal & Strategi: Isu kepindahan HQ Traveloka ke Singapura hingga skandal pengadaan Chromebook senilai 9,9 triliun.
TIMESTAMPS:
0:00 - Intro Tim Proxemics
1:14 - Agensi & Trip Vietnam
3:30 - Review Kopi Vietnam
5:20 - Suasana Hanoi & Potensi Investasi
9:34 - Vietnam vs. Indonesia
13:13 - Isu Job Fair Viral & Pengangguran
17:15 - Masalah Struktural Pasar Kerja
24:23 - Rumor Merger Grab & Gojek
25:35 - Bahaya Monopoli 91%
33:00 - Dampak Ormas pada Investasi
40:08 - Kesuksesan Film Animasi 'Jumbo'
45:20 - Traveloka Pindah HQ?
51:11 - Skandal Chromebook Kemendikbud
1:01:45 - Penutup & Interaksi
Brands/People Mentioned:
• Tech/App: Shopee, Grab, Gojek, Maxim, Google, Walmart, Amazon.
• Travel/Logistik: Traveloka, Tiket.com, JNE.
• Kreatif/Edu: President University, Visinema Pictures (Jumbo Film), MD Pictures, Djarum Foundation.
🎧 LIKE, COMMENT & SUBSCRIBE untuk insight terbaru seputar komunikasi dan marketing.
đź“© Punya pertanyaan? Tulis opini Anda di kolom komentar! Kami ingin mendengar perspektif Anda mengenai isu-isu di episode ini.
🏢 Our Agencies: https://whitewood.ai | https://praxis.co.id | https://prajna.co.id | https://explicar.co.idÂ
#ProxemicsPodcast #TrenMarketing #PR #MarketingDigital #Media #BrandStorytelling #PodcastIndonesia #Bisnis #Startup #EkonomiVietnam #GrabGojek #IndustriKreatif #JobFair
Proxemics Podcast is produced by White Wood.
From the publisher's feed
Proxemics Podcast: Bedah Strategi Komunikasi, Public Relations & Isu Terkini.
Mengupas tuntas dunia Strategic Communication, Public Relations, dan Media Analysis. Kami membedah the art…
Instagram: @proxemics.podcast
Business Inquiries: [email protected]