Pemerintah menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2025, mencapai 5,12%, di tengah ketidakpastian global. Data BPS menyebutkan konsumsi rumah tangga tumbuh 4,97% (yoy), menyumbang lebih dari separuh PDB, bahkan, simpanan masyarakat di bank tumbuh 4,02% yoy menjadi Rp. 9.109 triliun, dan simpanan dengan saldo di bawah Rp. 100 juta per rekening naik 3,75%. Laporan tersebut menepis anggapan daya beli masyarakat sedang tertekan atau melemah.
Lalu apa indikasi bahwa mesin ekonomi masih bekerja dengan baik, sehingga pertumbuhan ekonomi terjaga di kisaran 5,12%?
Talk bersama Pakar Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah.