Khutbah Jumat Singkat Tentang Sedekah Dimasa Sulit ini merupakan rekaman khutbah Jum’at yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor, pada Jumat, 28 Shafar 1442 H / 16 Oktober 2020 M.
Khutbah Pertama – Khutbah Jumat Singkat Tentang Sedekah Dimasa Sulit
إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه
قال الله تعالى فى كتابه الكريم، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
وقال تعالى، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا بَعْدُ، فإِنَّ أَصَدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَأَحْسَنَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ ، وَكُلَّ ضَلالَةٍ فِي النَّارِ
Ummatal Islam,
Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabarkan bahwasanya seorang mukmin itu hendaknya dia bersungguh-sungguh dalam kebaikan dan bahwasanya jiwa seorang mukmin itu jiwa yang mulia. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyuruh kita untuk senantiasa berjiwa mulia, bukan berjiwa peminta-minta. Rasulullah bersabda:
الْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنَ الْيَدِ السُّفْلَى
“Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah.” (HR. Bukhari)
Karena sesungguhnya tangan di atas itu menentukan akan kedermawanan dan Allah Subhanahu wa Ta’ala menyukai orang-orang yang dermawan dan benci kepada kebakhilan. Allah Subhanahu wa Ta’ala menjanjikan orang-orang yang berinfaq dan bersedekah dengan pahala 700 kali lipat. Allah berfirman:
مَّثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّـهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّـهُ يُضَاعِفُ لِمَن يَشَاءُ…
“Perumpamaan orang-orang yang menginfaqkan hartanya di jalan Allah, itu bagaikan satu biji yang ditanam kemudian ia tumbuh, lalu kemudian terdapat tujuh tunas dan setiap batangnya ada 100 biji lagi. Allah Subhanahu wa Ta’ala melipatgandakan bagi siapa yang Allah kehendaki.” (QS. Al-Baqarah[2]: 261)
Allah Subhanahu wa Ta’ala memuji orang-orang yang berinfaq di dalam Al-Qur’an. Mereka menginfaqkan hartanya diwaktu malam dan diwaktu siang. Demikian pula Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau bersabda:
سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ في ظِلِّهِ يَوْمَ لا ظِلَّ إلَّا ظِلُّهُ
“Ada tujuh orang yang akan Allah berikan naungna dimana tidak ada naungan kecuali naungan Allah Subhanahu wa Ta’ala.” Yang terakhir Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sebutkan, yaitu:
رَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فأَخْفَاها
“Seseorang yang bersedekah lalu ia sembunyikan sedekahnya sampai-sampai tangan kirinya tidak tahu apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Dan bersedekah bukanlah kekhususan orang-orang kaya saja, orang-orang yang susah pun juga tetap dianjurkan kita untuk bersedekah. Bahkan orang yang susah, ketika ia susah dan pelit kemudian ia bersedekah, pahalanya bisa jadi mengalahkan orang-orang yang kaya raya. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
سَبَقَ دِرْهَمٌ مِائَةَ أَلْفِ دِرْهَمٍ
“Satu dirham bisa mengalahkan 100 ribu dirham.