Barangsiapa Tidak Berdoa Kepada Allah, Allah Akan Murka Kepadanya adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Al-Adabul Mufrad. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A. pada Senin, Dzulqa’idah 1441 H / 6 Juli 2020 M.
Ceramah Agama Islam Tentang Barangsiapa Tidak Berdoa Kepada Allah, Allah Akan Murka Kepadanya
Kita masuk ke pembahasan tentang doa yang sejatinya kita sudah menyatakan kepada Allah ‘Azza wa Jalla:
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ ﴿٥﴾
“Hanya kepadaMu kami beribadah dan hanya kepadaMu kami meminta pertolongan.” (QS. Al-Fatihah[1]: 5)
Imam Bukhari di Bab no. 286, beliau menyebutkan باب من لم يسأل الله يغضب عليه (Siapa yang tidak meminta kepada Allah, Allah akan marah kepadanya). Ini adalah bab yang sangat agung sekali. Kita kalau meminta kepada orang lain sekali, dua kali, tiga kali, maka orang itu akan marah. Sebaliknya, Allah Rabbul ‘Alamin, ketika kita tidak meminta kepada Allah, Allah marah dengan kita. Dalam sebuah hadits Qudsi Allah mengatakan:
يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ ضَالٌّ إِلَّا مَنْ هَدَيْتُهُ ، فَاسْتَهْدُونِي أَهْدِكُمْ
“Wahai hamba-hambaKu, kalian semuanya adalah orang-orang yang tersesat kecuali orang yang Aku berikan hidayah. Maka hendaklah engkau meminta hidayah kepadaKu, niscaya Aku akan memberikan kepadamu.”
يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ جَائِعٌ ، إِلَّا مَنْ أَطْعَمْتُهُ ، فَاسْتَطْعِمُونِي أُطْعِمْكُمْ
“Wahai hamba-hambaKu, kalian semua kelaparan, kecuali yang Aku beri makan, maka kalian minta makan kepadaku, niscaya Aku akan memberikannya untuk kalian.”
Bayangkan, seseorang kelaparan di dalam perut ibunya, Allah yang memberinya makan. Ketika dia sudah keluar dari ibunya dan belum bisa berbuat apa-apa, dia kelarapan dan perlu makanan, Allah mengatakan: “Kalian semua kelaparan, kecuali yang Aku beri makan.” Bahkan engkau bisa makan, Allah yang memberikannya, bukan karena kerja dan usahamu.
يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ عَارٍ ، إِلَّا مَنْ كَسَوْتُهُ ، فَاسْتَكْسُونِي أَكْسُكُمْ
“Wahai hamba-hambaKu kalian semua telanjang, kecuali orang yang Aku beri pakaian, hendaknya kalian memohon pakaian kepadaKu, niscaya Aku akan memberikannya untuk kalian.”
Seseorang ketika keluar dari perut ibunya, dia telanjang, kita tidak memiliki apa-apa. Lalu di akhir hadits qudsi ini Allah ‘Azza wa Jalla mengatakan:
يَا عِبَادِي لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ قَامُوا فِي صَعِيدٍ وَاحِدٍ فَسَأَلُونِي فَأَعْطَيْتُ كُلَّ إِنْسَانٍ مَسْأَلَتَهُ ، مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِمَّا عِنْدِي إِلَّا كَمَا يَنْقُصُ الْمِخْيَطُ إِذَا أُدْخِلَ الْبَحْرَ
“Wahai hamba-hambaKu, kalau kalian semuanya; manusia yang pertama sampai manusia yang terakhir, bangsa jin yang pertama dan bangsa jin yang terakhir, mereka berhenti di sebuah tempat dan mereka berdiri di sana, mereka semua berdoa meminta kepadaKu, lalu Allah memberikan semua yang diminta oleh makhluk itu semuanya, itu tidak akan mengurangi apa yang Aku miliki kecuali seperti berkurangnya air laut ketika jarum dimasukkan ke dalam lautan.”
Itulah Allah ‘Azza wa Jalla.
قُلِ اللَّـهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ…
“Katakan: ‘Ya Allah, Engkaulah pemilik kerajaan…’” (QS. Ali-Imran[3]: 26)