Kesempurnaan Iman Mencintai Karena Allah dan Membenci Karena Allah merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah Nasihat-Nasihat Para Sahabat yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. pada 11 Jumadal Akhirah 1441 H / 05 Februari 2020 M.
Kajian Tentang Kesempurnaan Iman Mencintai Karena Allah dan Membenci Karena Allah
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
مَنْ أَحَبَّ لِلَّهِ وَأَبْغَضَ لِلَّهِ وَأَعْطَى لِلَّهِ وَمَنَعَ لِلَّهِ فَقَدِ اسْتَكْمَلَ الإِيمَانَ
“Siapa yang cintanya karena Allah, bencinya karena Allah, memberinya karena Allah dan tidak memberi pun karena Allah, maka sungguh telah sempurna keimanannya.” (HR. Abu Dawud 4.681)
Dalam hadits ini Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebutkan bahwa cinta dan benci kita, semuanya harus diikat karena Allah. Karena cinta yang tidak diikat dengan cinta Allah Subhanahu wa Ta’ala, itu menjadi cinta yang tidak bermanfaat. Al-Imam Ibnu Qayyim dalam kitab Al-Fawaid ketika menyebutkan tentang 10 perkara yang tidak ada manfaatnya, diantaranya beliau berkata: Cinta yang tidak diikat dengan cinta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Karena kalau kita mencintai seseorang karena kekayaannya, tidak berpahala sama sekali. Kkalau kita mencintai seseorang karena syahwat semata, itupun juga tidak berpahala sama sekali. Ketika seseorang mencintai seorang wanita hanya sebatas syahwat saja, karena sebatas rasa suka saja, tidak berpahala dan tidak ada manfaatnya.
Ketika seseorang mencintai harta hanya sebatas syahwat saja, tidak ada manfaatnya juga. Bahkan seringkali hal seperti itu akan memberikan dampak keburukan. Tapi ketika cinta itu kita ikat dengan cinta Allah dan cinta kita pun karena Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka itu menjadi cinta yang lurus.
Oleh karena itulah dalam hadits lain Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebutkan bahwa sekuat-kuat tali iman itu adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah. Kata Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:
أَوْثَقُ عُرَى الْإِيمَانِ الْحُبُّ فِي اللهِ وَالْبُغْضُ فِي اللهِ
“Sekuat-kuatnya tali iman adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah.” (HR. Thabrani)
Apa itu cinta karena Allah dan membenci karena Allah?
menit-3:17
Asy-Syaikh Abdul Qadir Al-Munawwir dalam kitab al jami’ al Kabir beliau menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan mencintai karena Allah, membenci karena Allah artinya mencintai seseorang karena ketaatan dia kepada Allah, karena agama. Semakin seorang dekat kepada Allah, semakin agamanya bagus, semakin ia shalih, semakin ia mengikuti Rasulullah dan para sahabatnya, semakin ia menjauhi perbuatan maksiat kepada Allah, semakin kita cintai karena Allah. Sebaliknya, semakin ia memaksiati Allah, semakin ia berbuat maksiat kepada Allah, maka semakin kita benci dia karena Allah.
Makanya terkadang kita mencintai seseorang dari satu sisi, karena ketaatan dia. Tapi kita benci kepada seseorang dari sisi yang lain, karena perbuatan keburukan dia. Maka dari itulah saudara-saudaraku sekalian, bila cinta kita bukan karena harta, bila cinta kita kepada seseorang bukan karena ikatan organisasi atau ikatan suatu lembaga, bukan karena dia mengikuti pendapat kita, kalau kita mencintai seseorang bukan karena dia menjadi pembela-pembela kita, akan tetapi karena Allah, maka ini berarti cinta kita sudah lurus.
Karena untuk melestarikan cinta karena Allah itu tidak mudah, saudaraku. Banyak sekali orang yang mencintai orang lain masih dikotori hal-hal yang sifatnya duniawi.