Perintah Untuk Berinfak – Surat Al Baqarah ayat 195 adalah kajian tafsir Al-Quran yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. Kajian ini beliau sampaikan di Masjid Al-Barkah, komplek studio Radio Rodja dan Rodja TV pada Selasa, 28 Rabbi’ul Tsani 1441 H / 25 Desember 2020 M.
Download juga kajian sebelumnya: Peperangan Dalam Islam – Surat Al-Baqarah ayat 190-195
Kajian Tentang Perintah Untuk Berinfak – Surat Al Baqarah ayat 195
Allah Ta’ala berfirman:
وَأَنفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّـهِ وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ وَأَحْسِنُوا ۛ إِنَّ اللَّـهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ ﴿١٩٥﴾
“Dan berinfaklah kalian dijalan Allah, dan jangan kalian melemparkan diri kalian kepada kebinasaan. Dan berbuat ihsanlah, sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat ihsan.” (QS. Al-Baqarah[2]: 195)
Faidah Surat Al-Baqarah ayat 195
Kata Syaikh Utsaimin Rahimahullah:
Perintah untuk berinfak dijalan Allah
Perintah untuk berinfak dijalan Allah, baik infak yang sifatnya wajib maupun yang sifatnya sunnah. Dan infak yang sifatnya wajib tentu harus lebih didahulukan dari pada yang sunnah. Dan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam hadits-hadits yang sangat banyak menganjurkan umatnya untuk banyak berinfak. Diantaranya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
لُّ امْرِئٍ فِي ظِلِّ صَدَقَتِهِ
“Bahwa seseorang itu dibawah naungan sedekahnya nanti pada hari kiamat.” (HR. Ahmad)
Maka sedekahnya itu yang menaungi dia dari teriknya matahari di padang mahsyar. Demikian pula Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam ayat ayat yang banyak, menganjurkan kita untuk banyak bersedekah. Diantarnya ayat ini. Allah mengatakan:
“Berinfaklah, dan jangan kalian melemparkan diri kalian kepada kebinasaan.”
Artinya, jika kalian pelit dimana kalian tidak mau menginfakkan harta kalian, maka sebetulnya kalian hendak membinasakan harta kalian itu sendiri. Karena kata Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bahwa setiap pagi ada dua malaikat yang turun, yang satu berdoa:
اَللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا
“Ya Allah, berikan ganti untuk orang yang berinfak.”
Dan malaikat yang satu lagi berkata:
اَللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا
“Ya Allah, berikan kepada orang yang pelit (yang tidak mau beinfak) itu kebinasaan pada hartanya.”
Berarti orang yang pelit, orang yang tidak berinfak dan tidak mau berinfak, hakikatnya dia sedang melemparkan dirinya kepada kebinasaan. Orang yang pelit jangan menganggap dengan pelitnya tersebut ia memelihara hartanya, tidak. Justru harta itu semakin kita pelit dan tidak diinfakkan semakin Allah akan hancurkan harta tersebut. Tapi semakin harta itu banyak diinfakkan dijalan Allah, maka semakin Allah memberkahi harta tersebut.
Isyarat agar kita ikhlas dalam beramal shalih
Karena Allah berfirman di situ: “Berinfaklah dijalan Allah.” Kata-kata “dijalan Allah” memberikan isyarat hendaknya kita ikhlas dan sesuai dengan syariat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena kalau kita tidak ikhlas tidak disebut dijalan Allah. Dan kalau tidak sesuai dengan syariat, tidak pula disebut dijalan Allah Subhanahu wa Ta’ala.