
Sign up to save your podcasts
Or


“Tajuk Rasil”
Rabu, 21 Shafar 1445 H/ 6 September 2023
Jangan Setengah Hati Berantas Judi Online
Kendati Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terus memberantas kegiatan judi online. Nyatanya aktifitas judi online masih marak dan makin meresahkan. Padahal, sejak 2018 hingga Agustus 2023 ini, sebanyak 849.067 konten judi online sudah diputus aksesnya alias take down. Pemblokiran akses konten judi online dilakukan berdasarkan hasil temuan tim patroli siber Kominfo serta aduan dari masyarakat umum serta instansi kementerian dan lembaga negara.
Mengutip pemberitaan Tempo.co, Pakar IT dari ICT Institute Heru Sutadi mengatakan pemerintah melalui Kominfo perlu memblokir situs judi online secara reguler. Sebab perkembangan teknologi membuat judi online makin mudah menjamur. "Diblokir satu, tumbuh seratus," ujar Heru beberapa waktu yang lalu. Tak cuma itu, Kominfo juga mesti disiplin melakukan pemantauan. Apalagi judi online saat ini sudah bisa menyusup ke situs-situs resmi pemerintah dan lembaga lainnya. Kominfo perlu menggandeng aparat penegak hukum. Bahkan, harus ada kerja sama internasional. Sebab, judi online sudah tergolong transnasional. Karena bisa jadi bandarnya tidak di Indonesia.
Menurut Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, Semuel Abrijani, ada beberapa tantangan dalam memberantas judi online. Diantaranya situs judi online selalu diproduksi ulang. Yakni dengan memberi nama domain mirip atau menggunakan IP Address. Lalu ditawarkan lewat pesan pribadi. Hal ini membuat aktivitasnya tidak bisa diawasi oleh Kementerian Kominfo. Belum lagi terkait isu yurisdiksi hukum, ada masalah perbedaan penegakan hukum di tiap negara terkait judi. Ini membuat adanya isu juridiksi dalam penanganan judi online yang berada di luar Indonesia.
Menkominfo Budi Arie Setiadi mengungkapkan bahwa hanya Indonesia di negara ASEAN yang masih menetapkan judi online sebagai aktivitas ilegal. Ia menyebutkan, negara-negara ASEAN lain yang sudah melegalkan adalah Malaysia, Singapura, Kamboja, Filipina, dan Thailand. Hanya Indonesia dan Brunei yang masih ditetapkan ilegal. Ungkapan Menkominfo Budi Arie itu pun memantik banyak respons dari berbagai kalangan. Ia dianggap sudah menyepelekan judi online.
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) mengingatkan agar Menkominfo dapat fokus memberantas judi online, alih-alih membanding-bandingkannya dengan negara lain. Ini karena secara faktual, sejak 2019, Kamboja sudah melarang judi online, serta Vietnam dan Thailand sudah memberikan sanksi hukum atas judi online. HNW pun berharap pernyataan tersebut bukan sebagai sinyal akan ada rencana pelegalan judi online pada masa mendatang. Apalagi memasuki tahun politik 2024, banyak pihak yang mungkin berupaya mencari dana untuk pemenangan pemilu atau pilpres dengan berbagai cara, termasuk melalui dana judi online ilegal........
“Tajuk Rasil”
Selasa, 20 Shafar 1445 H/ 5 September 2023
Bahaya Hasad dalam Berdakwah
Artikel Hidayatullah.com
Kita sering mendengar tentang penyakit hasad, iri, dengki sebagai bagian dari kehidupan. Bagi seorang dai, telah dijanjikan bahwa menghadapi orang-orang mukmin yang iri hati merupakan tantangan besar yang harus diatasi dalam perjalanan dakwah. Mari kita memperhatikan di sekitar kita khususnya. Bagaimana hasad, dengki dan iri hati suatu perkara yang tidak asing. Tidak sedikit sebagaian umat Islam sendiri saling menjatuhkan dan menghancurkan kebahagiaan orang lain hanya karena tidak senang melihat keberhasilan dan kelebihan yang dimiliki orang lain.
Tidaklah mustahil penyakit seperti ini juga ada dalam komunitas dakwah sendiri. Padahal, jika kita membiarkannya hal itu meracuni jiwa kita, akan banyak amal dan dakwah yang lumpuh. Parahnya lagi, kita tidak ingin dakwah ini berhenti karena di antara kader-kader dakwah yang saling mengadu domba dan saling menjatuhkan. Imam Nawawi dalam Syarah Muslim pernah berkata “Para ulama berkata, Persaingan untuk mendapatkan sesuatu berlomba-lomba untuk mendapatkannya dan tidak suka orang lain mengambilnya, itulah awal dari tingkat rasa iri. Adapun iri hati (dengki) yaitu ingin kehilangan nikmat dari orang lain.”
Hasad dan iri hati adalah tanda hati yang sedang sakit. Untuk para dai sekalipun, memelihara kesucian hati adalah titik tolak utama dalam gerakan dakwah, sebab hati yang menyala bercahaya senantiasa memancarkan tenaga pada jasadnya dan begitulah sebaliknya. Dari putra Ka’ab bin Malik dari ayahnya, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Tidaklah dua ekor serigala lapar yang dilepaskan dalam sekawanan kambing lebih merusak terhadapnya daripada merusaknya ambisi seseorang terhadap harta dan kedudukan terhadap agamanya.” (Shahih, HR. Ahmad, At-Tirmidzi, An-Nasa’i)
Boleh jadi kesibukan pendakwah dalam kerja-kerja amal para dai terlupa untuk melihat akan keadaan hati dia sendiri, mungkin karena penat menghadapi kesibukan dunia, akhirnya jiwa menjadi kosong walaupun jasad terus bergerak dengan amal lahiriah. Inilah permulaan bagaimana hasad dan dengki mulai menjangkiti para pendakwah. Biasanya hati yang sakit tidak mampu melihat kelebihan, kesuksesan yang miliki orang lain. Ia tidak terlepas menyimpan sifat cemburu melihat kelebihan, keberhasilan pendakwah lain, ormas lain, lembaga lain, dalam berdakwah.
“Tajuk Rasil”
Kamis, 15 Shafar 1445 H/ 31 Agustus 2023
Kesadaran Pentingnya Mengatasi Polusi
Kekhawatiran manusia atas masalah lingkungan yang dapat mengurangi kualitas dan kenyamanan hidup mulai tampak pada akhir pertengahan abad ke 20. Hal ini tampak antara lain dari pertambahan perbendaharaan kata-kata yang dijumpai saat ini, seperti erosi, polusi, intrusi, efek rumah kaca, kabut foto kimia, hujan asam dan lain-lain. Istitah-istilah ini menunjukkan adanya masalah besar yang dihadapi manusia. Masalah yang saat ini harus dicermati dengan sebaik-baiknya kalau kita tidak ingin planet bumi yang hanya satu ini tidak dapat memberikan daya dukung alamnya bagi kelangsungan hidup manusia.
Isu hangat yang disoroti khalayak terkait masalah diatas saat ini adalah polusi udara. Berdasarkan laporan kualitas udara dunia IQAir 2023, pada Agustus kota Jakarta (Indonesia) menempati peringkat keempat dengan kategori udara tidak sehat di bawah Kolkata (India) di peringkat pertama, diikuti oleh Dhaka (Bangladesh), Kuching (Malaysia) sebagai negara yang udaranya paling polusi di dunia. Pencemaran udara yang terjadi dipicu dari bentuk gas, cair, dan padat tertentu yang terpendam di udara. Partikel berasal dari aerosol, debu, asap pabrik, kebakaran hutan, asap kendaraan bermotor, dan asap rokok.
Dari kendaraan bermotor saja, menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), jumlah kendaraan bermotor di Indonesia pada tahun 2022 mencapai lebih dari 135 juta unit. Emisi gas buang dari kendaraan bermotor, seperti karbon monoksida, nitrogen oksida, dan partikel debu, menyumbang sekitar 70% dari polusi udara di kota-kota besar di Indonesia. Sektor industri, data dari KLHK menunjukkan bahwa industri merupakan sumber polusi udara dan air yang signifikan di Indonesia. Pada tahun 2020, sekitar 50% dari total emisi gas rumah kaca di Indonesia berasal dari sektor industri, terutama dari sektor energi dan pengolahan limbah. Pada tahun yang sama, tercatat 25.000 perusahaan di Indonesia dianggap sebagai sumber polusi.
Kegiatan manusia lainnya, konstruksi dan pembangunan infrastruktur juga dapat menyebabkan polusi udara dan tanah. Selain itu, pembakaran sampah, kegiatan industri kecil, dan limbah elektronik juga dapat menyebabkan polusi. Belum lagi sektor pertanian, data dari Kementerian Pertanian menunjukkan bahwa penggunaan pestisida di Indonesia mencapai 120.000 ton per tahun, dengan sekitar 75% digunakan untuk tanaman pangan. Penggunaan pupuk kimia di Indonesia juga meningkat dari 9,5 juta ton pada tahun 2015 menjadi 11,7 juta ton pada tahun 2020. Hal ini menyebabkan polusi air, tanah dan udara berdampak negatif pada kesehatan manusia........
“Tajuk Rasil”
Rabu, 14 Shafar 1445 H/ 30 Agustus 2023
Merdeka dari Jeratan Hutang
Artikel Hidayatullah.com, Oleh: Muhammad Iqbal (Psikolog, Associate Profesor di Universitas Paramadina)
Dalam beberapa bulan belakangan ini marak terjadi kasus-kasus kekerasan dan bunuh diri akibat terliling hutang khususnya pinjaman online. Tekanan terjadi ketika perusahaan pinjol melakukan “psy war” kepada nasabahnya dengan cara mengancam dan menakut-nakuti orang yang tidak mau bayar bahkan dengan memberitahu khalayak dan kerabatnya agar ia membayar hutang.
Bahkan akibat tekanan pinjol banyak pula masyarakat yang akhirnya melakukan kejahatan dengan menipu, terlibat perjudian, kekerasan bahkan membunuh orang lain demi mendapatkan uang. Tidak sedikit orang membunuh diri sendiri karena malu tak mampu membayar dan tentu saja fenomena ini bisa merusak kehidupan keluarga. Menurut data OJK tahun 2023 profesi masyarakat yang banyak terjerat pinjol adalah berprofesi sebagai guru sebesar 42%, korban PHK 21%, ibu rumah tangga 18%, karyawan 9%, pedagang 4%, pelajar 3%, tukang pangkas rambut 2%, pengemudi ojol 1%.
Secara teori ilmu psikologi dan ekonomi mengkaji faktor yang menyebabkan perilaku gemar berhutang adalah “ the pain of paying”. Seseorang tentu merasa bahagia saat mampu membeli mobil, rumah, handphone terbaru, atau barang-barang yang diidamkan namun konsekuensinya harus menjalani sulitnya membayar. Jadi berhutang demi kebahagaiaan sesaat.
Namun yang menarik adalah kenapa seseorang gemar berhutang? Menurut penelitian Yosephine (2021) pada dasarnya seseorang yang gemar berhutang disebabkan karena dua hal, yaitu produktif dan konsumtif. Apabila seseorang berhutang karena produktif, maka hutang tersebut dipergunakan untuk membeli barang-barang yang nilainya bisa naik. Artinya berhutang adalah strategi mendapatkan modal untuk kepentingan bisnis, dan ini banyak dilakukan para pelaku usaha. Namun seseorang yang berhutang karena konsumtif, maka hutang tersebut dipergunakan untuk membeli barang yang dikonsumsi, yang mana nilai barang tersebut dapat menurun seiring berjalannya waktu. Sehingga berhutang karena konsumtif inilah yang berbahaya ketika sudah menjadi budaya.....
“Tajuk Rasil”
Senin, 12 Shafar 1445 H/ 28 Agustus 2023
Ibaad ar-Rahman (bagian 4)
Oleh: Imam Shamsi Ali
Ketika Allah mengaitkan kata “ibaad” dengan sifat mulia-Nya yang “Maha Rahman”, sesungguhnya tanpa kita sadari Allah mengingatkan bahwa hamba-hamba-Nya itu memiliki karakter tersebut. Yaitu karakter kasih sayang yang menjadi “jantung” ajaran Islam.
Dalam sebuah haditsnya Rasulullah ﷺ mengingatkan umat ini untuk mencontoh akhlak Allah. Berakhlaklah kalian dengan akhlak Allah. Tentu pada kapasitas kita sebagai makkhluk (manusia). Semua sifat-sifat Allah itu mulia. Karenanya kita sebagai hamba-hambaNya harus berusaha terus untuk mencontoh sifat-sifat mulia itu.
Bedanya tentu ada pada perbedaan tabiat yang mendasar antara sang Khaliq dan makhluk. Sifat-sifat Allah pastinya tidak memiliki keterbatasan karena tabiat Allah SWT yang tiada batas. Sedangkan sifat-sifat makhluk (manusia) terbatasi oleh keterbatasannya.
Salah satu karakter terpenting yang harus ditauladani dari Allah adalah bersifat kasih sayang (arrahmah). Ibaad ar-Rahman (Hamba-hamba Yang Rahman) diharapkan memiliki karakter rahmah itu. Bahkan inilah sesungguhnya inti atau jantung ajaran Islam: “dan tidaklah Kami (Allah) mengutusmu wahai Muhammad kecuali sebagai rahmah bagi seluruh alam”.
Rasulullah ﷺ sendiri sebagai personifikasi dari karakter kasih sayang itu telah membuktikan dan mencontohkan kepada para sahabat dan umatnya. Bahkan pada hal-hal yang bersifat personal beliau mengekspresikan itu sebagai bagian dari kasih sayangnya. Ketika Ibrahim, anak laki satu-satunya, meninggal dunia beliau sangat sedih dan menangis. Sebagian sahabat terheran-heran. Sebab beliau adalah ornag yang paling sabar dan kuat menghadapi cobaan. Tapi Kenapa beliau menangis karena kematian anaknya? Beliau merespon: “arrahmah, arrahmah!”......
“Tajuk Rasil”
Jumat, 9 Shafar 1445 H/ 25 Agustus 2023
Kriteria Calon Pemimpin Indonesia
Oleh: KH Hasyim Muzadi (1943-2017), Disadur dari Harian Republika edisi 15 Desember 2013
Dapatkah kita memagari para calon pemimpin nasional? Mungkinkah membuatkan kualifikasi tertentu untuk seseorang yang akan kita serahkan kepadanya amanah memimpin bangsa ke depan? Jawabannya, wajib. Mengapa wajib? Karena, kita harus menemukan calon pemimpin yang tepat untuk urusan yang tidak mudah. Mengurusi bukan dalam artian membuat kurus, persoalan demikian berat yang melilit bangsa sejak beberapa dekade terakhir, bukan perkara mudah dan bukan urusan main-main.
Mendapat amanah yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak, meniscayakan munculnya figuritas yang lengkap agar urusan diemban dapat ditunaikan secara lengkap pula. Maka, pertama, seorang pemimpin harus melengkapi dirinya dengan sifat dan sikap jujur. Kejujuran adalah sifat yang derajatnya amat agung, berada hanya satu maqam di bawah kenabian. Dalam beberapa ayat, Allah SWT menempatkan as-Shiddiqin di bawah an-Nabiyin. Misalnya, "minan nabiyin wa shiddiqin".
Ada empat, paling kurang, sifat-sifat mulia yang melekat pada diri seorang rasul. Satu di antara yang empat adalah shiddiq alias jujur. Maka, seorang pemimpin sejatinya merupakan ahli waris kepemimpinan para nabi dan rasul ketika mereka menerima amanah dan tanggung jawab atas kehidupan umat manusia. Sungguh merugi jika diberi kesempatan menentukan masa depan bangsa dalam urusan mencari calon pemimpin, tetapi abai hanya karena iming-iming janji tertentu. Kriteria utama haruslah jujur.
Sangat boleh jadi di antara para pemimpin kita ada yang berjuang untuk tetap berada dalam bingkai kejujuran. Tetapi, demikian Sahl bin Abdullah, “Awal pengkhianatan orang-orang jujur adalah munculnya keraguan dengan dirinya.” Sifat ragu adalah penyakit yang mendera begitu banyak pemimpin, terutama ketika ada urusan yang tersangkut paut dengan diri, keluarga, kelompok, kepentingan, dan ambisi-ambisinya yang terselubung. Pemimpin yang jujur adalah pemimpin yang terhindar dari sifat ragu demi kemaslahatan umat.
Kriteria kedua, seorang pemimpin dan calon pemimpin harus melengkapi dirinya dengan sifat mujahadah alias pekerja keras. Ia haruslah seorang mujahid sejati di tengah-tengah bangsanya. Sampai sejauh ini, kita tengah berada dalam kegamangan yang akut karena tak terhitungnya persoalan yang mendera bangsa Indonesia. Begitu berat dan banyaknya pekerjaan yang harus segera diselesaikan. Tanpa mujahadah dan kerja keras, seorang pemimpin hanya akan menambah panjangnya deretan masalah yang akan terus menumpuk. Seorang pemimpin haruslah yang siap berkorban, memberikan segalanya, mewakafkan diri, dan seluruh kepentingan dirinya hanya untuk kebaikan umat. Selama ini, kita hanya disodorkan para pemimpin yang sangat jauh dari kualifikasi ‘sempurna’.
Manusia yang jujur dan penuh mujahadah hanya berjanji kepada Tuhan, bukan kepada sesama manusia. Para pemimpin adalah mereka yang sudah selesai dengan dirinya sendiri. Selesai dengan keinginan-keinginannya, selesai dengan harapan-harapannya, selesai dengan terutama ambisi-ambisinya. Pemimpin yang penuh mujahadah dijanjikan untuk memperoleh kesempatan musyahadah. Musyahadah bermakna janji persaksian antara seorang hamba dan Tuhannya. Adakah kenikmatan, ganjaran, dan imbalan sebaik persaksian dan pertemuan antara kekasih dan kekasihnya? Tak ada. Maka, pemimpin adalah sekelompok orang yang jumlahnya sedikit, namun memperoleh kesempatan lebih banyak untuk mendapatkan karunia musyahadah dibanding kelompok manusia lainnya....................
“Tajuk Rasil”
Kamis, 8 Shafar 1445 H/ 24 Agustus 2022
Tindak Tegas Konten Pelecehan Agama
Channel Youtube dengan nama Sunnah Nabi menjadi perbincangan banyak pihak, utamanya di media sosial. Akun ini berisikan video-video animasi yang menceritakan seputar Rasulullah ﷺ dan sahabat maupun kegiatannya. Akun yang berasal dari Amerika Serikat ini mendapat sorotan karena membuat gambar atau animasi wajah nabi Muhammad ﷺ dengan sangat jelas, yang mana hal ini adalah terlarang dan tidak sesuai dengan ajaran Islam.
Akun yang telah diblokir ini sebelumnya mendapatkan 5,91 ribu pengikut dan berisikan 29 video, dibuat 1 Juni 2022 dengan 1.056.482 penonton. Dalam deskripsinya, mereka menuliskan, "Channel ini khusus menampilkan video-video animasi tentang Nabi Muhammad dan ajaran Islam yang tidak disampaikan secara jujur oleh para ulama. Mereka sengaja menyembunyikan perbuatan, tabiat, tindakan sang Nabi demi tetap menampilkan Islam sebagai agama damai bagi seluruh umat manusia."
Majelis Ulama Indonesia melalui wakil ketua Buya Anwar Abbas merespon akun YouTube Sunnah Nabi ini. Menurutnya,video memuat beberapa kejanggalan yang menyudutkan Nabi Muhammmad ﷺ, salah satunya ada visualisasi wajah Rasulullah yang dilarang dalam Islam. Narator video juga mengajak dan mempengaruhi para penontonnya dengan membuat sebuah pertanyaan, “Apakah kalian benar-benar berpikir bahwa orang ini dapat membimbing kalian masuk surga”? Buya Anwar menegaskan apabila cerita yang termuat dalam video tersebut diikuti dari awal sampai akhir, kita bisa membuat kesimpulan bahwa video-video ini dibuat oleh produsennya untuk menghina Islam dan melecehkan Nabi Muhammad ﷺ yang itu semua tentu saja akan sangat menyakiti hati umat Islam.
“Tajuk Rasil”
Rabu, 7 Shafar 1445 H/ 23 Agustus 2022
Mengingat Andalusia
Hikmah Republika, Oleh: Aunur Rofiq
Siapakah penakluk Spanyol? Dialah Tariq bin Ziyad. Negeri ini dalam pemerintahan Islam relatif cukup lama, kurang lebih delapan abad. Selama pemerintahan Islam, masyarakat Kristen dan Yahudi menikmati perdamaian dan kemakmuran. Tariq bin Ziyad ini yang mengenalkan prinsip-prinsip Islam di wilayah Eropa, seperti kebebasan beragama, menghormati hak-hak mereka dalam mengurus harta benda pribadi, dan menjalankan adat istiadat sendiri.
Sebagai pemimpin, dia memproklamirkan, "Tidak boleh ada campur tangan dalam agama orang-orang Kristen. Tempat-tempat ibadah tidak boleh dihancurkan. Mereka mempunyai kebebasan penuh untuk mengeluarkan pendapat secara lisan maupun tulisan. Kami akan bertanggung jawab atas perlindungan terhadap kehidupan dan hak milik mereka. Orang-orang Kristen harus membayar imbalan kepada pemerintah berupa jizyah yang jumlahnya tidak berarti. Jaminan yang diberikan oleh orang-orang Muslim kepada para uskup gereja akan dihormati dalam praktik sehari-hari."
Apa yang disampaikan Tariq bin Ziyad ini merupakan kepatuhannya kepada para pemimpin teladan sebelumnya, seperti yang dicontohkan Abu Bakar, Umar bin Khattab, dan tentu mengikuti puncak teladan pada Nabi Muhammad ﷺ. Pemerintah Islam menjadi sangat populer karena kebaikannya dalam melindungi rakyat sehingga ada rasa aman, kebebasan dalam menjalankan keyakinannya. Sistem administrasi yang diwariskan pada generasi berikutnya pada wilayah tersebut secara aktif tidak saja sesuai ajaran Islam, tetapi juga telah memenuhi kebutuhan penduduk asli.
Orang-orang Muslim mendorong dan membimbing ke arah kemajuan bersama dalam bidang seni dan ilmu pengetahuan. Orang-orang Kristen dan Yahudi ikut bersama-sama dengan saudara Muslim mereka dalam pertunjukan kebudayaan. Wilayah ini telah memperoleh keuntungan dari kehadiran para cendekiawan, ahli ilmu pengetahuan, dan ahli pikir dan negarawan Islam...........
From the publisher's feed