
Sign up to save your podcasts
Or


Guna mencegah wabah covid-19, sejumlah pembatasan gerak masyarakat di ruang publik saat ini masih berlaku. Pembatasan ini tentu membawa dampak positif, namun juga membawa dampak negatif, salah satunya terhadap aktivitas anak.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) dalam laporannya beberapa waktu lalu menyebut bahwa pembatasan sosial dapat berdampak pada kesehatan mental anak. Beberapa anak mengalami perubahan perilaku akibat stres dengan adanya situasi ini.
CDC mencatat tak sedikit anak yang merengek tetap minta bermain ke luar rumah. Bahkan beberapa dari mereka melawan dan kabur main ke luar rumah. Lantas bagaimana upaya pemenuhan hak bermain anak yang bijak usai pemberlakuan kenormalan baru covid-19? Untuk mengetahui penjelasannya, kami sudah bersama Psikolog Klinis Anak-Remaja Jakarta Child Development Center, Feka Angge Pramita.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
DPR RI resmi menarik Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS). RUU tersebut mengatur sembilan tindak kekerasan seksual yang akan dipidana, yang sebagian tidak diatur dalam KUHP atau aturan lain. Mirisnya, penarikan RUU PKS ini dilakukan di tengah tingginya kasus kekerasan yang dialami oleh perempuan. Komnas Perempuan mencatat jumlah kasus kekerasan pada 2019 mencapai lebih dari 430 ribu kasus. Angka tersebut meningkat hampir 800 persen jika dibandingkan jumlah kasus pada 2008.
Lantas apa upaya masyarakat dalam memperjuangkan RUU PKS ini? dan apa dampak jika DPR kekeuh pembahasan RUU ini tidak dilanjutkan? Untuk mengetahui penjelasannya, kami sudah bersama dengan Komisioner Komnas Perempuan, Alimatul Qibtiyah dan Tim Substansi RUU PKS yang juga dari Forum Pengada Layanan Bagi Perempuan Korban Fahrur Rozi.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Diperkirakan ada lebih dari 4.000 anak-anak Timor Leste yang dicuri dan dicerabut dari akarnya selama penduduk Indonesia antara tahun 1975 hingga 1999. Beberapa LSM bahkan menyebut jumlahnya mungkin jauh lebih besar. Sayangnya dari jumlah ini baru sebagian kecil yang telah dipertemukan kembali dengan keluarga mereka.
Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi yang dibentuk di Timor Leste tahun 2002 menyimpulkan sekitar dua pertiga anak-anak diambil oleh tentara Indonesia tanpa persetujuan orang tuanya. Sebagian dipekerjakan di markas tentara atau diambil sebagai pembantu. Asia Justice and Rights (AJAR), adalah lembaga yang melacak keberadaan anak-anak Timor tersebut dan mempertemukan mereka kembali dengan keluarga di Timor Leste.
Di Ruang Publik KBR, kita akan bahas bersama Miguel, anak yang dicuri dari Timor Leste (Stolen Children), Rosa Jose Martins, Keluarga Stolen Children di Timor Leste dan Tim Pencari dan Mulki Makmun Deputy Program Manager AJAR Indonesia dan Project Officer Isu Stolen Children.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
COVID-19 tak hanya berdampak pada bidang kesehatan masyarakat namun juga ekonomi. Dampaknya, salah satunya dirasakan oleh pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Saat ini ada sekitar seratus enam puluh ribu pelaku usaha mikro kecil menengah dan Lebih dari seribu koperasi terdampak. Karena itu, Kementerian Koperasi dan UKM RI mengeluarkan 6 program untuk menyelamatkan UMKM meliputi relaksasi kredit, suntikan modal, dan stimulus daya beli UMKM.
Seperti apa efektivitas program-program ini dalam menyiapkan UMKM dan Koperasi untuk menghadapi masa kenormalan baru?
Kita bahas hal ini bersama Teten Masduki, Menteri Koperasi dan UKM dan juga Hanung Harimba Rachman Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Siapa yang mau pergi untuk urusan penting ke luar negerii? Mau bikin passport? Tapi rada cemas kalau ke luar rumah karena masa pandemi? Nah, guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19, Direktorat Jenderal Imigrasi belum lama ini membuat terobosan baru berupa layanan bagi para pemohon paspor, yaitu Eazy Passport. Konsep Eazy Passport adalah petugas Imigrasi yang datang ke tempat Anda sebagai pemohon untuk melakukan proses pelayanan paspor sehingga proses pembuatan paspor menjadi lebih mudah. Asik kan?
Nah, ingin tahu lebih lengkap apa itu Eazy Passport? Kami bahas di #RuangPublikKBR bersama Achmad Nur Saleh - Kasubag Humas Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM RI.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Generasi milenial saat ini ditengarai sebagai kelompok penduduk yang berpotensi besar menguasai pasar konsumen. Di sektor properti, sebagian besar pengembang pun mulai membidik pasar milenial.
Lalu bagaimana ketertarikan mereka untuk memiliki hunian, terutama hunian vertikal? Beberapa bulan yang lalu Jakarta Property Institute (JPI) melakukan survei terhadap minat pekerja pada hunian vertikal. Bagaimana hasil surveinya?
Kami ngobrol bersama Dr Mulya Amri - Program Director Jakarta Property Institute.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Seni terbukti bisa memberi dampak positif bagi masyarakat. Beragam inisiatif seni mendorong kebebasan berekspresi dan inklusi sosial. Seni juga bisa membantu menyembuhkan trauma, menjadi bagian penting gerakan melawan ketidakadilan, dan memberi suara bagi yang terpinggirkan. Seni juga memberi dampak ekonomi bagi pelakunya.
Namun sayangnya, belum banyak orang memberi untuk seni alias menjadi filantrop seni. Survei yang dilakukan PIRAC pada 2007 menemukan hanya 3% responden menyumbang sektor seni. Padahal, World Giving Index 2019 menempatkan Indonesia di peringkat pertama karena masyarakatnya gemar menyumbang dan menolong orang tak dikenal.
Lalu, mengapa seni membutuhkan filantrop? Seperti apa #Covid19 ubah filantropi dan ekosistem seni?
Kami kulik di #RuangPublikKBR bersama Koalisi Seni dan FIlantropi Seni Pascapandemi dengan narasumber: Amna Kusumo - Yayasan Kelola, Raden Maulana - Kolase.com, Dr. Dina Dellyana - HMGNC, SBM ITB dan Ratri Ninditya – Koalisi Seni, Penulis buku Seni Memberi untuk Seni.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Saat ini dunia, termasuk Indonesia menghadapi pandemi COVID-19 yang menyebabkan lebih dari 2000 kematian. Karena COVID-19 adalah virus yang masih baru, banyak yang belum familiar dengan prosedur pemakaman yang ketat yang harus diikuti ketika mengubur jenazah seseorang yang terkonfirmasi atau disangka COVID-19. Tidak familiarnya masyarakat dengan prosedur ini menyebabkan kebingungan dan juga penolakan dari anggota keluarga pasien, banyak yang juga disebabkan oleh alasan keagamaan, yang berakhir dengan banyak kasus dimana keluarga mengambil alih jenazah dengan paksa dan berbuntut keluarga pun terpapar virus.
Seperti apa management pengurusan jenazah Covid? Apa yang perlu dipahami masyarakat dan tenaga medis, agar tidak menular?
Di #RuangPublikKBR kami mengupas ini bersama: Sepyadi - Relawan PMI Sleman, Dr. Hans Peter Tari Herewila - International Committee of the Red Cross (ICRC), dan Novriantoni Kaharudin - International Committee of the Red Cross (ICRC).
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Pemerintah kembali menaikkan iuran BPJS Kesehatan bagi peserta mandiri atau Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) awal Juli kemarin. Padahal sebelumnya pemerintah kalah dalam gugatan warga terkait kenaikan iuran jaminan kesehatan awal tahun kemarin. Koalisi masyarakat sipil dalam film dokumenter watchdoc “Dilarang Sakit” menilai pemerintah abai terhadap hak kesehatan warga. Selain kenaikan BPJS, hak lain yang disoroti dalam film ini adalah komitmen pemerintah menjaga lingkungan baik air maupun udara.
Lantas bagaimana upaya pemenuhan hak kesehatan masyarakat saat ini, khususnya yang berkaitan dengan lingkungan? untuk mengetahui penjelasannya pagi ini kami berbincang bersama Muhammad Sridipo, Sutradara film dokumenter dilarang sakit dari Watchdoc dan Afif Saputra pegiat lingkungan Greenpeace.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Kasus Covid di Indonesia sepertinya masih jauh dari berakhir. Setiap hari rata-rata ada 1000 kasus baru yang ditemukan. Para relawan yang berjuang mendukung langkah penanganan Covid juga masih terus bekerja tanpa lelah. Di Ruang Publik Edisi Indonesia Baik yang hadir di Hari Jumat ini kita akan mendengarkan kisah para relawan Covid-19.
Seperti apa pengalaman mereka di lapangan? Apa tantangan yang mereka hadapi saat bertugas?
Jurnalis KBR, Vitri Angreni, berbincang dengan tiga relawan Covid dari latar belakang tugas yang berbeda, Ika Dewi Maharani Relawan Supir Ambulans, dr. Putro Setyobudoyo Muhammad Deployment Coordinator IDI untuk Relawan Respons Covid-19, dan Stephanie Amalia Counselor Educator Médecins Sans Frontières (MSF).
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
From the publisher's feed

3 Listeners

1 Listeners