
Sign up to save your podcasts
Or


Sekitar 60 persen gangguan pendengaran pada masa anak-anak sebenarnya dapat dicegah. Karena itu penting untuk mendeteksi dan meminimalisir gangguan sejak dini. Bila tidak, prediksi WHO bahwa pada 2050 nanti, akan ada 900 juta penduduk dunia mengalami gangguan pendengaran. Bagaimana mendeteksi gangguan penderan pada anak-anak? Apa faktor paling banyak jadi penyebabnya? Simak perbincangan bersama Dokter Hably Warganegara, Sekretaris Komnas Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian (PGPKT) di Ruang Publik KBR.
Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Di tengah perhatian masyarakat dan pemerintah tertuju pada penanganan COVID-19 akibat virus Corona, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia juga terus meningkat. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, kasus DBD dari Januari hingga Maret 2020 untuk skala nasional sudah mencapai 16 ribuan kasus dengan jumlah kematian 100 orang. Mengapa DBD selalu menelan korban setiap tahunnya? Tidak bisakah korban jiwa akibat DBD dicegah? Seperti apa caranya? Simak perbincangan bersama Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik, Ditjen P2P, Kementerian Kesehatan, Dokter Siti Nadia Tarmizi di Ruang Publik KBR.
Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Stok obat Antiretroviral (ARV) sudah kembali tersedia setelah sempat langka. Kelangkaan pasokan terjadi di beberapa daerah sejak awal 2020. Catatan dari Indonesia AIDS Coalition, kejadian krisis stok obat ini sudah terjadi beberapa kali dalam dua tahun terakhir. Kondisi ini berdampak pada 107 ribu orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Apa yang jadi akar persoalan dan seperti apa solusi yang diharapkan diambil oleh pemerintah? Simak perbincangan bersama Irwandy Widjaja, Community ARV Monitoring Officer Indonesia Aids Coalition (IAC) dan lewat telepon Aditia Taslim, Direktur Rumah Cemara Bandung di Ruang Publik KBR.
Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Angka perkawinan terbilang masih tinggi di Indonesia. Karena itu Presiden Joko Widodo menargetkan penurunan angka perkawinan anak menjadi 8an persen pada 2024. Menurut data BPS 2018, 1 dari 9 anak berstatus Kawin Sebelum Umur 18 Tahun. Untuk itu berbagai langkah harus diambil oleh berbagai pemangku kepentingan agar target ini bisa terwujud. Seperti yang dilakukan Plan International Indonesia lewat Program Yes I Do. Seperti apa jalannya program ini di lapangan dan seperti apa kontribusi program ini pada upaya penurunan angka perkawinan anak? Simak perbincangan bersama Budi Kurniawan, Project Manager, Yes I Do, Plan International Indonesia di Ruang Publik KBR.
Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Perempuan rentan mengalami berbagai tindak kekerasan. Perempuan adalah kelompok yang paling merasakan dampak bila terjadi korupsi. Tapi ini akan berubah bila perempuan bersuara. Perempuan bisa menjadi garda terdepan dalam mengenalkan nilai-nilai integritas dan keberagaman kepada keluarga dan lingkungannya. Seperti apa pentingnya perempuan berani bersuara? Dan bagaimana mengajak makin banyak perempuan berani bersuara? Simak perbincangan bersama Atnike Sigiro, Direktur Eksekutif Jurnal Perempuan di Ruang Publik KBR.
Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Sampai saat ini sampah masih menjadi masalah yang belum sepenuhnya teratasi. Berbagai inisiatif dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat untuk mengolah sampah. Sembari terus menerus mencari jalan mengurangi sampah yang sudah terlanjur ada, langkah mengurangi sampah perlu dilakukan sesegera mungkin. Di Ruang Publik Edisi Indonesia Baik yang hadir di Hari Jumat, kali ini kita akan menyimak cerita dua komunitas yang melakukan kampanye gaya hidup minim sampah. Lewat sambungan telepon ada Nada Arini Founder Sustainable Indonesia, dan Dwi Sasetyaningtyas CEO Sustaination.
Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Saat ini, kita memang masih gegap gempita soal corona, juga banjir yang masih mengintai khususnya di ibukota. Kita baru saja memasuki bulan Maret. Menurut perkiraan BMKG, April ini sudah masuk musim kemarau, sampai Oktober nanti. BMKG juga memprediksi tidak ada kemarau panjang tahun ini karena mulai dan berakhirnya kemarau berbeda-beda. Bagaimana pun, kita mesti waspada: tinggal 1 bulan lagi persiapan untuk menuju 6 bulan kemarau. Dan soal kemarau, kita punya mimpi buruk: kebakaran hutan dan lahan. Data biaya penanggulangan karhutla pada 2015: 1,1 triliun dan 2019: 3,4 triliun. Bagaimana dengan tahun ini? Apa strategi dan persiapan pemerintah menanggulangi dan mencegah kebakaran hutan? Apa komitmen para pengambilan kebijakan ini? Kami bahas di #RuangPubikKBR bersama: -Mirna A Safitri-Deputi Bidang Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi, dan Kemitraan BRG -Purno Laksito-Kep Sub Direktorat Peningkatan Kapasitas Damkar Kemendagri -Prabianto Mukti Wibowo, Asisten Deputi Tata Kelola Kehutanan Kementerian Koordinasi Bidang Perekonomian -Ruandha Agung Sugardiman - Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim, KLHK Obrolan ini dipersembahkan KEMITRAAN INDONESIA
Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Korupsi harus dilawan bersama-sama. Para perempuan pun bergandengantangan melakukan berbagai upaya untuk melawan korupsi yang bisa terjadi di berbagai level. Upaya-upaya apa yang terus dilakukan perempuan untuk melawan korupsi dan sepeerti apa tantangannya? Simak perbincangan bersama Anita Wahid, pegiat antikorupsi dan antihoaks dan juga nanti kita akan dengarkan wawancara dengan aktivis perempuan, Sely Martini, Inisiator Rumpun Indonesia di Ruang Publik KBR.
Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Pembangunan yang tidak hanya sekedar memikirkan keuntungan ekonomi tapi juga memperhatikan aspek sosial dan lingkungan makin banyak diterapkan di berbagai daerah di Indonesia. Pekan lalu kabupaten yang tergabung dalam Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) menggandeng Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk mengemukakan konsep Ekonomi Lestari. Dengan konsep ini diharapkan bisa menyerap dan menciptakan iklim investasi berkualitas. Apa itu konsep Ekonomi Lestari? Seperti apa langkah-langkah yang harus diambil kabupaten untuk menerapkannya? Seperti apa peran BKPM dalam mewujudkan Ekonomi Lestari. Simak perbincangan bersama Indra Darmawan Direktur Fasilitasi Promosi Daerah Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) di Ruang Publik KBR.
Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Investasi adalah satu fokus pemerintahan Presiden Joko Widodo di periode keduanya. Untuk mewujudkannya pemerintah menyiapkan RUU Omnibus Law Cipta Kerja. Ini membuat pegiat perikanan dan kelautan berkelanjutan khawatir masyarakat pesisir dan laut menjadi korban bila kebijakan yang diambil pemerintah tidak berpihak pada mereka. Padahal dalam pidato kenegaraan pertamanya saat pelantikan pada 2014, Presiden Joko Widodo menyatakan kalau kita telah lama memunggungi samudra, laut, selat, dan teluk. Untuk itu, Koalisi NGO untuk Perikanan dan Kelautan Berkelanjutan atau KORAL pun menyusun masukan soal arah kebijakan kelautan dan perikanan untuk pemerintah. Seperti apa rekomendasi mereka agar pembangunan berkelanjutan di bilang kelautan bisa terwujud? Simak perbincangan bersama perwakilan lembaga yang tergabung dalam KORAL. Ada Wiro Wirandi, Ocean Program Manager EcoNusa dan Edo Rahman, Koordinator Kampanye dan Wakil Kepala di Ruang Publik KBR.
Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
From the publisher's feed

3 Listeners

1 Listeners