
Sign up to save your podcasts
Or


Saat ini Indonesia masih menghadapi berbagai permasalahan terkait Keluarga Berencana dan kesehatan reproduksi atau Kespro. Di antaranya pernikahan anak, kehamilan yang tidak direncanakan, dan persalinan di usia remaja, 15-19 tahun. Untuk mengatasi berbagai persoalan ini, dukungan dari berbagai pihak tentu dibutuhkan pemerintah. Ini yang menjadi salah satu poin yang disampaikan Kepala BKKBN Hasto Wardoyo dalam Peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia pekan lalu yang mengatakan perlu adanya pengembangan kemitraan dan sinergitas dengan berbagai pihak untuk mendukung program Keluarga Berencana. Apa saja tantangan yang dihadapi kelompok masyarakat mendukung program ini? Simak perbincangan bersama Dokter Teza Farida, Penanggung Jawab ProCare Clinic PKBI DKI Jakarta di Ruang Publik KBR.
Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Pekan lalu, Pemerintah dan DPR sepakat mensahkan Rancangan Undang-undang Pengelolaan Sumber Daya Nasional (RUU PSDN) menjadi Undang-undang. Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu mengklaim UU ini akan menjadi payung hukum dalam pengaturan mobilisasi untuk pertahanan negara. Namun kelompok masyarakat sipil menyoroti masih ada pasal-pasal kontroversial dalam UU yang merupakan inisiatif pemerintah ini. Salah satunya terkait komponen cadangan. Seperti apa wajib militer yang diatur dalam UU ini? Simak perbincangan bersama Bhatara Ibnu Reza Peneliti Senior Imparsial di Ruang Publik KBR.
Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Tahukah anda pneumonia masih menjadi penyebab tertinggi kematian pada bayi di bawah usia lima tahun (balita) maupun bayi baru lahir. Setiap satu menit, dua anak meninggal karena Pneumonia, dan sembilan puluh sembilan persennya adalah dari negara berkembang. Pada 2018 tercatat sekitar empat puluh dua ribu balita ditemukan dan ditangani dengan diagnosis pneumonia. Untuk itu perlu terus dilakukan edukasi dan sosialisasi tentang bahayanya pneumonia melalui program kampanye stop pneumonia seperti pagi hari ini bersama Save The Children dan rekan-rekan dari Satuan Karya Pramuka Bakti Husada. Tentu kita semua berharap, seluruh anggota Saka Pramuka Bakti Husada dapat menjadi agen perubahan, ikut mensosialisasikan gaya hidup sehat mulai dari dalam keluarga, yang nantinya berdampak ke masyarakat. Simak perbincangan bersama Tata Sudrajat Advocacy and Campaign Director Save The Children di Indonesia, dr. Ramacil Afsan Notoprawiro dan Acep Sumantri Ka. Biro Kerjasama Luar Negeri, Kemenkes, Pimpinan Saka Bakti Husada di Ruang Publik KBR.
Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Tahun 2019 ini Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (BEKRAF) kembali menggelar BEKRAF Festival di kota Solo dengan tema Kita Kaya Karya. Lalu apa tujuan digelarnya event akbar ini? Apa saja yang akan disajikan di sana? Selain itu apa pula program inisiasi Bekraf IKKON (Inovatif dan Kreatif melalui Kolaborasi Nusantara)? Simak perbincangan bersama Ricky Joseph Pesik selaku Wakil Kepala Bekraf dan M. Ikbal Alexander selaku Perwakilan Tim IKKON Lombok Timur di Ruang Publik KBR.
Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Dewasa ini proses jual beli barang secara online lintas negara dapat dilakukan hanya dengan menggunakan telepon genggam pribadi. Transaksi berbasis mobile sangat memudahkan kedua pihak baik dari sisi penjual maupun pembeli, karena dari penyajian dan pemilihan barang yang akan dijual hingga pembayaran dapat dilakukan langsung saat itu juga. Namun, pembelian maupun penjualan barang lintas negara, harus memenuhi ketentuan. Kurangnya pemahaman masyarakat mengenai ketentuan tersebut membuat banyaknya transaksi yang terhambat, dan bahkan menjadi celah untuk tindak penipuan. Sebagai bentuk sosialisasi dan edukasi, Bea Cukai mengadakan Custom Goes to Campus di Universitas Gunadarma, Bekasi, membahas tema: Bagaimana aturan barang bawaan Jastip (jasa titip) dan digitalisasi bea cukai? Simak perbincangan bersama Anton Head of Patrol & Operation Section, Herman Jusuf Advanced Assessor Of Consignment Goods dan Budi Prijanto Vice Dean III, Faculty Of Economics di Ruang Publik KBR.
Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Pada 2050, Kementerian Kesehatan memperkirakan penderita penyakit demensia di Indonesia akan berjumlah empat juta orang jika tidak ada upaya penanggulangan. Demensia adalah suatu proses penurunan fungsi kognitif atau daya ingat yang terjadi pada usia lansia. Di Indonesia, istilah yang paling dekat dengan demensia adalah pikun. Alzheimer disebutkan sebagai penyebab paling banyak. Apa saja yang menyebabkan kepikunan? Apakah ini sesuatu yang wajar terjadi seiring bertambahnya usia? Simak perbincangan bersama Patricia Tumbelaka Direktur Eksekutif Alzheimer Indonesia (ALZI) di Ruang Publik KBR.
Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
DPR pekan ini diperkirakan bakal mengesahkan Rancangan Undang-undang Pertanahan pekan ini. Awalnya, RUU Pertanahan diharapkan bisa melengkapi UU no 5 tahun 1960 tentang tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (atau yang dikenal juga sebagai UUPA 1960). RUU ini juga dianggap sebagai peluang bagi petani, nelayan, perempuan, dan kaum miskin kota untuk mendapat perlindungan atas hak atas tanah. Namun, dalam proses pembahasannya, ada pasal-pasal RUU Pertanahan ini menimbulkan pro dan kontra serta dianggap tidak berpihak kepada masyarakat, termasuk perempuan. Seperti apa persoalanan yang dihadapi perempuan terkait tanah? Bagaimana kedaulatan perempuan atas tanah bila RUU Pertanahan ini disahkan? Simak perbincangan bersama Arieska Kurniawaty Koordinator Program Badan Eksekutif Nasional Solidaritas Perempuan dan Nisa Anisa Staf Divisi Kedaulatan Perempuan atas Tanah Solidaritas Perempuan di Ruang Publik KBR.
Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Masa kerja anggota DPR periode 2014-2019 akan berakhir bulan Oktober mendatang. Di akhir masa jabatan ini, mereka telah mengesahkan beberapa UU di antaranya pengesahan revisi UU KPK, UU MD3, UU Perkawinan, dan UU Sumber Daya Air. RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) adalah salah satu RUU yang cukup banyak mendapat dukungan untuk segaera disahkan. Seperti apa upaya kelompok masyarakat sipil untuk mendorong pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual di pekan-pekan terakhir masa kerja anggota DPR periode 2014-2019? Apa tantangan yang menghalangi RUU ini segera disahkan? Simak perbincangan bersama Ratna Batara Munti Koordinator Jaringan Kerja Prolegnas Pro Perempuan di Ruang Publik KBR.
Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke @kbrprime.id
Hak atas sandang, pangan, dan papan adalah hak dasar manusia. Dan ini tidak cukup hanya tempat tinggal tapi tempat tinggal yang layak. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan KemenPUPR, hingga akhir 2018 jumlah rumah tidak layak huni di Indonesia mencapai angka 3,4 juta unit. Di Indonesia, ada sebuah organisasi bernama Habitat for Humanity. Mereka hadir dengan Visi: Dunia di mana setiap orang memiliki tempat tinggal yang layak untuk hidup. Dalam Ruang Publik edisi Indonesia Baik, yang hadir di hari Jumat, kita akan mendengarkan kisah orang-orang baik yang menyebarkan kebaikannya untuk masyarakat. Edisi kali ini kita akan dengar cerita dari Habitat for Humanity. Bagaimana cara Habitat for Humanity mewujukan visi mereka? Siapa saja yang sudah merasakan dampak dari kegiatan mereka dan seperti apa dukungan yang mereka terima? Simak perbincangan bersama Edy Sianipar Senior Manager for Program Supports dan Herbet Barimbing Chief of Party Disaster Response Palu - Lombok di Ruang Publik KBR.
Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Tahun depan pemerintah akan menaikkan cukai rokok sebesar 23 persen dan harga jual eceran rokok 35 persen. Kenaikan ini akan tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang akan diberlakukan mulai 1 Januari 2020. Dalam pertimbangannya, Menteri Keuangan Sri Mulyani menekankan ada tiga aspek dalam kebijakan cukai, yaitu pengendalian konsumsi (kesehatan), penerimaan negara, dan pengaturan industri. Dengan besaran cukai dan harga jual eceran yang baru ini, harga rokok akan berada dikisaran 27 ribu rupiah per bungkus. Cukupkah ini menurunkan prevalensi perokok yang di tiap kategori umur yang menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) angkanya terus naik? Sementara sebagai penerimaan negara, apakah kenaikan ini manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat yang menjadi korban rokok secara langsung atau tidak langsung? Pemanfaatan yang seperti apa? Simak perbincangan bersama Vid Adrison Peneliti Ekonomi UI dan lewa sambungan telepon Abdillah Ahsan Wakil Kepala Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah FEB UI di Ruang Publik KBR.
Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
From the publisher's feed

3 Listeners

1 Listeners