
Sign up to save your podcasts
Or


Setara Instute kembali merilis Indeks Kota Toleran 2022. Kota Singkawang mendapat skor toleransi tertinggi untuk tahun 2022, yang merupakan kali ketiga. Sementara di posisi kedua dan ketiga tertinggi adalah Salatiga dan Bekasi.
Ada empat variable yang dipertimbangkan dalam penilaian Indeks Kota Toleran ini. Yaitu regulasi pemerintah kota, regulasi sosial, tindak pemerintah, dan demografi sosio keagamaan. Dari aspek tersebut dihasilkan pengukuran praktik-praktik toleransi terbaik di kota-kota di Indonesia.
Sebagai bagian dari masyarakat, anak muda bisa mengambil peran dalam praktik-praktik toleransi di daerah mereka. Apa yang mereka bisa lakukan dan apa tantangannya? Di Ruang Publik KBR pagi ini kita akan bincangkan hal ini bersama Direktur Riset Setara Institute, Halili Hasan dan Lady Diandra Karsodinomo, Project Officer Generasi Melek Politik
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Bulan April lalu beberapa kota di Asia Selatan dan Asia Tenggara mengalami suhu terpanas akibat gelombang panas. Thailand, India, hingga Bangladesh mencapai suhu 40 bahkan 50-an derajat Celsius.
Gelombang panas yang diakibatkan oleh gerak semu matahari ini juga berdampak di Indonesia. Meski tidak sepanas negara lain, Indonesia juga mengalami cuaca panas. Salah satunya terjadi di Ciputat, Tangerang Selatan, yang mencapai suhu 37,2 derajat Celsius.
Cuaca panas ini membawa berbagai dampak bagi lingkungan dan juga kesehatan. Bahkan cuaca panas juga menyebabkan meningkatnya permintaan listrik untuk pemakaian pendingin ruangan.
Bagaimana dampak jangka panjang cuaca panas pada lingkungan dan pemakaian energi? Apa solusi yang bisa dilakukan? Pagi ini di Ruang Publik KBR akan kita bahas hal ini bersama Adila Isfandiari, Pengkampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Kemampuan dan minat membaca pada anak sangat penting dikembangkan dan ditingkatkan. Ini karena membaca merupakan bagian dari dasar literasi. Tapi sayang pandemik Covid-19 sejak 2020 membuat sistem belajar yang biasanya tatap muka harus berubah dan ini membawa dampak pada kemampuan dasar literasi anak.
Survei yang dilakukan oleh Kemdikbudristek RI dan mitra di banyak provinsi di seluruh Indonesia mengungkapkan banyak anak tidak mendapatkan pengajaran yang memadai dalam keterampilan dasar literasi memasuki kelas 2 dan bahkan kelas 3.
Karena itu perlu dilakukan berbagai upaya agar kemampuan dasar literasi ini bisa dikuasai sejak anak berada di pendidikan dasar. Apa Tantangannya? Kita akan bahas soal ini di Ruang Publik KBR edisi Indonesia Baik pagi ini bersama teman-teman dari Yayasan Literasi Anak Indonesia.
Ada Annisa Luthfi, Senior Library Project Coordinator dan Ni Komang Eka Dwi Yuliati, Senior Teacher Trainer
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Setelah libur lebaran anak akan kembali masuk sekolah. Saatnya untuk membiasakan kembali anak membawa bekal dari rumah. Kebiasaan membawa bekal ke sekolah dipercaya punya banyak manfaat. Makanan yang disiapkan dari rumah tentu lebih terjamin, sehat dan higienis. Anak pun bisa menghemat uang jajannya.
Bagaimana menyiapkan bekal yang tepat untuk anak? Apa manfaat jangka panjang dari kebiasaan anak membawa bekal dari rumah? Kita bincangkan hal ini di Ruang Publik KBR bersama Ahli Gizi Masyarakat, Dokter Tan Shot Yen.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Masa libur lebaran sering kali kita manfaatkan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga, salah satunya adalah pergi berlibur. Kementerian Perhubungan melalui Badan Kebijakan Transportasi (BKT) melakukan survei dan memprediksi jumlah pergerakan masyarakat saat mudik Lebaran 2023 mencapai hampir 124 juta orang.
Pelonggaran protokol kesehatan menjadi salah satu alasan banyaknya masyarakat memutuskan untuk mudik di lebaran tahun ini. Menanggapi tingginya angka pergerakan masyarakat mudik, seperti apa persiapan tempat wisata Indonesia?
Pagi ini di Ruang Publik KBR kita akan berbincang mengenai masalah ini dengan narasumber kita. Ada Azril Azahari, Pengamat Pariwisata dan Sugeng Handoko, Pegiat Desa Wisata Nglanggeran.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Libur lebaran bisa kita isi dengan berbagai kegiatan. Mulai dari bersilaturahmi, mengunjungi tempat wisata, hingga mudik ke kampung halaman. Dan ini bisa kita lakukan bersama keluarga dan teman-teman. Khusus keluarga yang membawa anak yang masih kecil, perlu pendekatan khusus untuk anak-anaknya. Karena tak jarang saat perjalanan, anak menjadi rewel. Akibatnya, mudik jadi tidak tenang.
Apa yang perlu orangtua persiapkan agar anak senang dan tenang saat mudik? Pagi ini di Ruang Publik KBR kita akan berbincang mengenai masalah ini dengan narasumber kita. Ada Feka Angge Pramita, Psikolog Klinis Anak, Remaja dan Keluarga Berpraktik di RS Khusus Bedah Colombia Asia Pulomas dan Praktisi DIR Floortime.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected] ke [email protected]
Lebaran menjadi momen spesial bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Karena cuti bersama yang cukup panjang di lebaran 2023 ini, mungkin sambil lebaran ini saat yang tepat untuk liburan. Apalagi sebagain besar dari kita menerima Tunjangan Hari Raya (THR).
Bagaimana mengatur keuangan agar agenda lebaran dan liburan bisa kita nikmati tanpa membuat kantong kering? Pagi ini di Ruang Publik KBR kita akan berbincang mengenai masalah ini dengan narasumber kita Lolita Setyawati, Certified Financial Planner dan Founder PT Daya Uang Indonesia Tangguh.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Indonesia merupakan rumah bagi sekitar 2000 komunitas adat dengan jumlah populasi mencapai 70 juta jiwa. Mereka tersebar di seluruh penjuru Indonesia di mana sebaran komunitas adat terbanyak berada di Kalimantan. Kehadiran aturan hukum yang bisa melindungi hak dan ruang hidup mereka tentu sangat dinantikan.
Namun disahkannya Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) malah membuat mereka khawatir. Beleid itu dianggap bakal meminggirkan keberadaan mereka sebab rawan disalahgunakan oleh kelompok elit untuk melanggengkan kekuasaan di daerah.
Bagaimana kehadiran KUHP baru ini berdampak pada kelangsungan hidup masyarakat adat? Pagi ini di Ruang Publik KBR akan kita bahas hal ini bersama Erasmus Cahyadi Terre Deputi II Sekretaris Jenderal Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) dan Ira Indrawardana Ais Pangampih Masyarakat Adat Karuhun Sunda Wiwitan Cigugur.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Ibukota Jakarta merupakan wilayah yang padat dengan penduduk dan setiap hari masyarakat Jakarta harus berhadapan dengan padatnya lalu lintas yang menambah stress pikiran. Berdasarkan laporan VAAY bertajuk The Least and Most Stressful Cities Index 2021, Jakarta berada di urutan kesembilan dengan skor akhir sebesar 41,8 dari skala 1-100 poin. Semakin rendah skor, maka tingkat stres di sebuah kota kian tinggi.
Saat ini, banyak cara untuk mengatasi stress khususnya bagi masyarakat di kota besar seperti Jakarta. Salah satunya adalah dengan berekreasi. Melakukan aktivitas fisik seperti olahraga, berlibur ke tempat-tempat baru, bermain game, membaca buku, menonton film, atau kumpul dengan teman-teman.
Banyak destinasi menarik untuk kita kunjungi untuk sekedar menghabiskan liburan bahkan mengurangi stress. Salah satunya adalah Holeo Golf & Museum. Lalu, seperti apa keseruan yang ditawarkan mereka? Apa yang menjadikan Holeo Golf & Museum berbeda dengan tempat wisata Jakarta lainnya? kita akan bahas bersama narasumber:
1. Stella Susanto - Co-Founder & Chief Marketing Officer
2. Rexanders Gautama - Co-Founder & Chief Operating Officer
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Ada anggapan anak muda seperti generasi milenial dan generasi Z apatis pada isu politik. Apakah demikian? Survei lembaga Aksara Research and Consulting, yang dirilis akhir tahun 2022, menunjukkan seperti apa tingkat partisipasi politik anak muda termasuk partisipasi dalam pemilu.
Survei mereka menunjukkan sebanyak 70,7 persen responden kaum muda (usia 17-39 tahun) menyatakan akan menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2024. Antusiasme dalam pemilu ini adalah salah satu modal bagi anak muda untuk berkolaborasi membuat perubahan ke depan bagi Indonesia yaitu Indonesia yang lebih toleran, lebih menghargai keberagaman dan tidak mudah terpengaruh hoaks.
Perubahan ini bisa dilakukan dengan cara-cara kreatif.
Lalu bagaimana cara-cara kreatif ini bisa dilakukan makin banyak anak muda di Indonesia? Untuk itu di Ruang Publik KBR edisi Indonesia Baik pagi ini kita akan berbincang dengan: Manik Marganamahendra, Ketua Umum Indonesian Youth Council for Tactical Changes (IYCTC), Silma Agbas Komite Media Sosial Mafindo dan Anggie Baeduri, Pemenang KBRPrime Podcast Hunt 2023.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
From the publisher's feed

3 Listeners

1 Listeners