Ruang Publik

Ruang Publik

By KBR PrimeNews
Download on the App Store

Ruang Publik episodes

  • Bagaimana Mewujudkan Pendidikan Inklusif Bagi Anak dengan Autisme?

    Hak atas pendidikan adalah hak setiap anak termasuk anak dengan autisme. Namun sayang, masih banyak tantangan bagi pendidikan formal di Indonesia dalam mengakomodasi kebutuhan anak-anak dengan autisme. Salah satunya terkait stigma. Anak-anak dengan autisme masih mendapat stigma karena adanya keterbatasan mereka dalam berkomunikasi dan berinteraksi.

    Karena itu perlu berbagai upaya agar anak-anak dengan autisme bisa mendapat pendidikan yang lebih inklusif. Apa tantangannya? Kita akan bahas soal ini di Ruang Publik KBR pagi ini bersama teman-teman dari Yayasan Autisma Indonesia (YAI).

    Ada Karnajaya Panji Putra, Ketua Harian Yayasan Autisma Indonesia dan Taufiq Hidayat, Bagian Advokasi dan Hubungan Antar Kementerian/ Lembaga Yayasan Autisma Indonesia.

    *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]

    50 min
  • Yuk Berkenalan dengan Sahabat Cempluk, Sahabatnya Odapus

    Kehadiran komunitas sebagai support system bagi orang dengan lupus atau odapus sangat penting. Ini karena lupus tidak hanya soal masalah kesehatan tapi ia juga memengaruhi semua faktor kehidupan para odapus. Ini yang jadi salah satu perhatian dari Sahabat Cempluk. Mereka adalah sebuah komunitas yang fokus pada memberikan edukasi kepada Odapus, keluarga dan masyarakat secara informatif dan komunikatif.

    Di Ruang Publik KBR edisi Indonesia Baik kita akan berbincang soal apa yang jadi tantangan dalam membangun support system bagi odapus. Sudah bergabung bersama kita lewat zoom perwakilan Sahabat Cempluk. Ada Ian Sofyan, Founder Sahabat Cempluk dan Puput Arya, Co-Founder Sahabat Cempluk dan Lupus Survivor sejak 2014.

    *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]

    52 min
  • Pemahaman Dasar Tentang Pajak di Indonesia

    Pajak merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan bermasyarakat, namun seringkali masih dianggap rumit dan membingungkan oleh banyak orang. Sejatinya, pajak memiliki peran penting dalam kehidupan bermasyarakat karena pajak adalah sumber pendapatan negara untuk membiayai sektor-sektor vital seperti kesehatan, pendidikan, infrastruktur, dan keamanan.

    Menurut data Kementerian Keuangan, per 15 April 2023 telah terjadi peningkatan penerimaan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) sebesar 3,15% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

    Namun, apakah masyarakat Indonesia sudah benar-benar memahami, apa tujuan utama masyarakat membayar pajak dan bagaimana pajak berkontribusi dalam pembangunan negara? kita akan bahas bersama narasumber:

    1. Bima Pradana Putra - Penyuluh Pajak Ahli Muda

    2. Giyarso - Penyuluh Pajak Ahli Muda

    *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]

    52 min
  • Gencarkan Literasi untuk Bendung Hoaks di Tahun Politik

    Pemilu serentak 2024 akan berlangsung kurang lebih sembilan bulan lagi. Seperti di pemilu 2019, penyebaran hoaks atau informasi bohong pun akan mewarnai tahun politik 2023, saat Hari H, dan bahkan pascapemilu.

    Dari hasil temuan Masyarakat Anti-Fitnah Indonesia (Mafindo) ada sebanyak 664 hoaks yang ditemukan selama kuartal I tahun 2023. Jumlah ini naik dari periode yang sama pada 2022 yaitu 257 hoaks. Dari temuan Mafindo tahun ini, tema politik mendominasi jumlah hoaks dengan sebanyak 200an temuan atau 35 persen. Dan jumlah ini mungkin saja akan meningkat di kuartal-kuartal berikutnya.

    Upaya menggencarkan literasi masyarakat untuk membendung penyebaran hoaks terus dilakukan. Tapi sudahkah upaya ini di jalan yang tepat? Untuk membahas soal ini di Ruang Publik KBR, sudah bersama kita, Ignatius Haryanto, Dosen Jurnalistik Universitas Multimedia Nusantara dan Aribowo Sasmito, Co-Founder dan Fact-check Specialist Mafindo.

    *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]

    52 min
  • Mengenal Kanker Ovarium 'The Silent Killer'

    Kanker Ovarium atau atau kanker indung telur merupakan kanker ketiga tersering yang terjadi pada perempuan Indonesia, setelah kanker payudara dan serviks. Menurut data Globocan angka kejadian kasus kanker ini di Indonesia tahun 2020 sekira 14 ribuan kasus dan angka kematian hampir 10 ribu kasus.

    Meski kasus kanker ovarium tidak sebanyak kanker payudara dan serviks, kanker ini tak kalah berbahaya. Ia bahkan dijuluki silent killer atau pembunuh diam-diam. Ini karena kanker ovarium tidak menunjukkan gejala apapun di stadium awal.

    Karena itu penting untuk menyadari risiko dan dekteksi dini dari kanker ovarium.

    Bagaimana caranya? Apa tantangan deteksi dini kanker ovarium? Akan kita perbincangkan hal ini di Ruang Publik KBR bersama Dokter Muhammad Yusuf dari Rumah Sakit Kanker Dharmais dan Anita Panjaitan, Penyintas Kanker Ovarium dari Cancer Information & Support Center (CISC).

    *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]

    48 min
  • Menyiapkan Generasi Pembaharu, Apa Tantangannya?

    Dunia saat ini berubah dengan cepat. Perkembangan teknologi dan dampak perubahan iklim membuat manusia mau tidak mau akan merasakan perubahan, siap tidak siap. Karena itu mendesak untuk menyiapkan generasi yang punya keterampilan dan siap menghadadapi perubahan-perubahan itu. Keterampilan untuk menjadi pembaharu.

    Apa itu generasi pembaharu? Apa tantangan menyiapkan generasi ini? Pagi ini di Ruang Publik KBR kita akan bahas hal ini bersama Nani Zulminarni, Direktur Regional Ashoka Asia Tenggara dan Abdulah Mukti, Wakil Sekretaris Pendidikan Dasar dan Menengah Muhammadiyah.

    *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]

    50 min
  • Kurikulum Merdeka akan Diterapkan Tahun Depan, Sudah Siapkah Kita?

    Pemerintah berencana menerapkan Kurikulum Merdeka menjadi kurikulum nasional pada tahun 2024. Menteri Pendidikan Nadiem Makarim yakin dengan diterapkannya Kurikulum Merdeka, guru lebih bebas berinovasi dan tak terikat lagi dengan aturan yang kaku.

    Namun di sisi lain infrastruktur dan kualitas guru dinilai masih jauh dari kata siap. Harapan membawa pendidikan ke arah lebih baik justru dipertanyakan.

    Apa yang harus dibenahi dari kurikulum pembelajaran di Indonesia? Pagi ini di Ruang Publik KBR kita akan perbincangkan hal ini bersama Iman Zanatul Haeri, Kepala Bidang Advokasi Guru, Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) dan Ubaid Matraji, Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI).

    *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]

    51 min
  • Bagaimana Melindungi Burung Laut di Indonesia?

    Indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat melimpah, termasuk keanekaragaman hayati di perairannya. Salah satu contoh keanekaragaman hayati yang penting adalah burung laut. Namun, kondisi habitat burung laut di Indonesia saat ini semakin terancam. Banyak faktor yang mempengaruhi, seperti perburuan yang berlebihan, kerusakan lingkungan, dan perubahan iklim.

    Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk melindungi burung laut di Indonesia agar keanekaragaman hayati di perairan Indonesia tetap terjaga. Salah satu cara untuk melindungi burung laut di Indonesia adalah dengan mengembangkan program konservasi yang terkoordinasi dengan baik.

    Lalu, siapa saja yang bertanggungjawab akan perlindungan habitat burung laut? Seperti apa program yang bisa dilakukan untuk melindungi keanekaragaman hayati di perairan termasuk burung laut? kita akan bahas bersama narasumber:

    1. Boas Emmanuel - Anggota Komunitas Burung Laut Indonesia

    2. Khaleb Yordan - Anggota Komunitas Burung Laut Indonesia

    *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]

    50 min
  • Kusta dalam Perspektif Agama

    Penyakit kusta yang dikenal sejak zaman kuno masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di beberapa negara di dunia. Dalam perspektif agama seperti Hinduisme, Buddhisme, Kristen, dan Islam, penyakit ini sering dikaitkan dengan dosa, karma, dan ujian dari Tuhan.

    Kusta adalah salah satu penyakit tertua dalam sejarah. Penyakit kusta sudah ada sejak ribuan tahun sebelum masehi bahkan tertulis dalam kitab-kitab suci beberapa agama. Ini menjelaskan penyebab penyakit kusta atau lepra sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu dan masih ditemukan hingga saat ini dan pada masa purba tersebut disinyalir telah terjadi pengasingan pada pasien kusta.

    Orang yang pernah mengalami kusta (OYPMK) dan penyandang disabilitas akibat kusta masih tetap terjebak dalam lingkaran diskriminasi hingga saat ini. Salah satu hambatan terbesarnya yaitu seringkali mereka mengalami kekerasan dan perlakuan yang salah, baik dalam hal pendidikan, keagamaan, hingga lingkungan sosialnya. Tidak berhenti pada diskriminasi dari lingkungan sosial, acap kali OYPMK dan penyandang disabilitas memiliki stigma diri yang tinggi. Kesulitan kembali ke masyarakat karena hilangnya rasa percaya diri dan cenderung menarik diri dari lingkungan sosialnya. 

    Lalu, seperti apa sih sejarah penyakit kusta ini dari perspektif agama? Serta bagaimana meningkatkan kesadaran masyarakat umum tentang kusta? kita akan bahas bersama narasumber:

    1. Muhammad Iqbal Syauqi - Dokter Umum RSI Aisyiyah Malang

    2. Pdt. (Emeritus) Corinus Leunufna - Pendeta & OYPMK

    *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]

    49 min
  • Capai Target Indonesia Bebas Malaria, Apa Tantangannya?

    Penyakit malaria sampai saat ini masih menjadi salah satu masalah kesehatan di Indonesia. Padahal Kementerian Kesehatan menargetkan Indonesia bebas malaria pada 2030. Ini sejalan dengan target Organisasi Kesehatan Dunia WHO.

    Tapi WHO pada Hari Malaria Sedunia 2023 yang diperingati pada akhir April lalu mengatakan negara-negara di dunia belum berada di jalur yang tepat untuk mencapai target nol malaria. Jangankan nol kasus, WHO menyatakan target pengurangan 90 persen kasus baru dan kematian akibat malaria pada 2030 pun masih sulit dicapai.

    Di Indonesia pada 2021 diperkirakan ada 800 ribu kasus malaria baru dengan angka kematian lebih dari 1400 jiwa. 89 persen kasus malaria di Indonesia terjadi di Provinsi Papua. Upaya apa yang harus dilakukan agar target nol malaria bisa tercapai? Apa tantanganya?

    Di Ruang Publik KBR pagi ini, kita bincangan hal ini bersama dengan Dokter Erni Juwita Nelwan, Ahli Penyakit Infeksi & Tropik di RSCM.

    *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]

    51 min

About Ruang Publik

From the publisher's feed

Perbincangan khas KBR. Mengangkat hal-hal yang penting diketahui demi kemaslahatan masyarakat. Hadir juga di 100 radio jaringan KBR se-Indonesia.

More shows like Ruang Publik

Apa Kata Tempo by Podcast Tempo Media

Apa Kata Tempo

3 Listeners

Dongeng Paman Gery by Dongeng Paman Gery

Dongeng Paman Gery

1 Listeners