
Sign up to save your podcasts
Or


Hasil studi Crisis Response Mechanism (CRM) dan Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK) tahun 2021 menemukan sebanyak 63 kebijakan di Indonesia memuat diksi yang diskriminatif dan belum sepenuhnya melindungi kelompok rentan. Kebijakan-kebijakan inilah yang membuat sebagian masyarakat masih mengalami kasus diskriminasi, terutama kelompok rentan.
Siapa saja yang termasuk dalam kelompok rentan dan seperti apa penerapan kebijakan yang melindungi hak anti-diskriminasi bagi kelompok rentan? Pagi ini di Ruang Publik KBR kita akan berbincang soal ini bersama Rizky Argama, Direktur Pengembangan Organisasi dan Sumber Daya Penelitian Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK) dan Riska Carolina, Sekretariat Konsorsium Crisis Response Mechanism (CRM).
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Awal bulan ini, Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) berencana menyurati Komisi Penyiaran Indonesia untuk melarang penyiaran iklan susu formula di TV Nasional. Lembaga itu juga meminta agar produsen susu formula tidak melakukan kampanye secara umum seperti produk-produk komersial lainnya.
Permintaan ini sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 33 tahun 2012 tentang Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif. PP ini mengatur tanggung jawab Pemerintah, baik dari kabupaten/kota maupun pusat, dalam pelaksanaan program ASI eksklusif, termasuk pelarangan iklan susu formula.
Mengapa pelaksanaan PP ini masih belum maksimal? Seperti apa dampak pemberian susu formula pada bayi? Untuk membahas hal ini telah bersama kita di Ruang Publik KBR, ada Ibu dr. Ni Made Diah Plt. Direktur Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Kemenkes, dan Farahdibha Tenrilemba Wakil Ketua Umum Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI).
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Inovasi dalam dunia bisnis menjadi faktor penting agar bisnis bisa bertahan dan bersaing. Inovasi dilakukan bukan hanya oleh perusahaan besar, tetapi juga para UMKM Indonesia, baik di sektor manufaktur, bengkel, kerajinan dan kuliner maupun pertanian.
Membahas mengenai inovasi UMKM yang tentu menjadi perhatian bersama, telah hadir bersama kita pada pagi ini, Pemilik CV. Dewi Makmur yang juga merupakan UMKM Kuliner Binaan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA), yaitu Ibu Herdiana Dewi Utari S.Si atau akrab disapa Ibu Dian. Pada pagi ini, kita akan berbincang bersama Ibu Dian mengenai Inovasi yang dilakukannya dalam mengembangkan usaha kuliner, khususnya Minuman Kesehatan (Herbal).
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Presiden Joko Widodo setuju tarif cukai hasil tembakau atau CHT tahun 2023 naik menjadi rata-rata tertimbang 10 persen. Disebutkan, tarif cukai rokok diputuskan naik setelah pemerintah menimbang sejumlah alasan. Salah satunya adalah untuk menurunkan dan mencegah prevalensi merokok, terutama pada anak. Hampir 8,7 persen anak di Indonesia usia 10-18 tahun telah merokok.
Benarkah kenaikan cukai sebesar 10 persen bisa efektif membendung laju perokok anak? Seperti apa inisiatif anak muda sendiri untuk mencegah makin bertambahnya perokok pemula? Di Ruang Publik KBR pagi ini akan kita bahas tema ini bersama dengan: Iman Mahaputra Zein, Project Lead for Tobacco Control CISDI dan Ni Made Shellasih, Program dan Media Officer PKJS UI.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Berdasarkan data Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, jumlah penduduk lansia di Indonesia ada sekitar 17 ribu jiwa per Juni 2022. Masa lansia adalah masa saat manusia menjadi kurang produktif dan mengalami penurunan yang menyebabkan terjadinya kerentanan. Kondisi ini membuat lansia perlu mendapatkan perlindungan dan bantuan dalam akses kesehatan serta pendidikan.
Di Ruang Publik KBR edisi Indonesia Baik pagi ini, kita akan membahas bagaimana mendorong lansia agar semakin banyak yang bisa mengakses layanan kesehatan dan pendidikan? Apa saja tantangannya?
Bersama Dokter Elsa Pongtuluran, Koordinator Bidang Pengembangan Program Bina Ketahanan Keluarga Lansia dan Rentan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan Tri Suratmi, Direktur Representatif Indonesia Ramah Lansia DKI Jakarta.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Kenaikan harga tiga jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi merupakan pil pahit bagi sebagian besar masyarakat. Baru saja ekonomi masyarakat mulai pulih akibat pandemi Covid-19, kini dihadapkan pada kondisi naiknya harga beberapa jenis BBM yang diikuti oleh kenaikan biaya lainnya seperti transportasi, bahan pangan, dan lainnya.
Kementrian Keuangan menyebut BBM bersubsidi saat ini lebih banyak dinikmati oleh rumah tangga mampu. Karena itu, penyaluran BBM bersubsidi kepada masyarakat yang tidak mampu adalah hal yang penting.
Bagaimana memastikan BBM bersubsidi ini diterima oleh kelompok masyarakat yang tepat? Seperti apa dampak kenaikan BBM bersubsidi terhadap lingkungan dan juga tingkat konsumsi BBM di masyarakat? kita akan perbincangkan bersama narasumber:
1. Tulus Abadi - Ketua Pengurus Harian YLKI
2. Luckmi Purwandari, ST. M.Si, - Direktur Pencemaran Udara KLHK
3. Maompang Harahap, ST., M.M. Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas
4. Dr. Syafrin Liputo,A.T.D.,M.T – Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Pendidikan merupakan salah satu aspek utama untuk memajukan kualitas suatu bangsa. Dan pendidikan merupakan hak setiap warga negara tanpa terkecuali di mana pun mereka berada. Namun sayang, sarana dan prasarana penunjang pendidikan masih belum merata.
Kondisi ini menggugah banyak anak muda untuk melakukan sesuatu di desa mereka. Di Ruang Publik KBR Indonesia Baik pagi ini, kita akan dengarkan cerita dua komunitas yang ingin memajukan pendidikan di desa yaitu Gerakan Mengajar Desa dan Peduli Pendidikan Desa.
Simak perbincangan Vitri Angreni bersama Dandi Herdiana, Chief Marketing Officer Gerakan Mengajar Desa dan Anndhina Cahaya Suci, Koordinator Divisi LitBang Peduli Pendidikan Desa.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Inovasi dalam dunia bisnis menjadi faktor penting agar bisnis bisa bertahan dan bersaing. Inovasi dilakukan bukan hanya oleh perusahaan besar, tetapi juga para UMKM Indonesia, baik di sektor Manufaktur, Bengkel, Kerajinan & Kuliner maupun Pertanian.
Membahas mengenai inovasi UMKM yang tentu menjadi perhatian bersama, telah hadir bersama kita pada pagi ini, yaitu Pemilik Bengkel Primamitra Auto Service yang juga merupakan UMKM Bengkel Binaan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA), yaitu Bapak Primamitra Auto Service atau akrab disapa Bapak Adi. Pada pagi ini, kita akan berbincang bersama Pak Adi mengenai Inovasi yang dilakukannya dalam mengembangkan usaha bengkel.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Kementerian Kesehatan menyebutkan 3 dari 1.000 orang berisiko mengalami stroke per tahun. Lima belas persen penderita stroke berisiko meninggal dan 65 persen lainnya mengalami kecacatan. Bahkan stroke menjadi penyakit dengan tingkat kecacatan nomor satu di Indonesia sekaligus penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia pada tahun 2014.
Dengan tingginya risiko kematian dan kecacatan akibat stroke, pencegahan terhadap penyakit ini sangat penting. Langkah pencegahan yang seperti apa yang bisa dilakukan? Bagaimana orang yang mengalami kecatatan akibat stroke ini bisa beraktivitas kembali?
Untuk membahas hal ini, sudah hadir di Ruang Publik KBR Dokter Adre Mayza, Spesialis Penyakit Syaraf Konsultan Neuro Trauma dari Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI).
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Berdasarkan catatan tahunan Komnas Perempuan pada tahun 2022, jumlah data kekerasan berbasis gender terhadap perempuan di tahun 2021 sebanyak 338 ribuan kasus. Jumlah ini meningkat 50 persen jika dibandingkan tahun 2020. Kasus kekerasan seksual termasuk yang relatif masih tinggi.
Dalam hal penanganan dan penyelesaian kasus, Komnas Perempuan mencatat hanya sedikit informasi yang tersedia atau sekitar 15 persen dari total kasus yang dicatatkan oleh lembaga layanan dan Komnas Perempuan. Upaya penyelesaian lebih banyak secara hukum dibandingkan dengan cara nonhukum. Sementara kasus tidak ada informasi penyelesaiannya mencapai 85 persen.
Sebenarnya seperti apa penyelesaian kasus kekerasan pada perempuan yang berpihak pada korban? Untuk membahas hal ini telah bersama kita di Ruang Publik KBR pagi ini, Genoveva Alicia, Peneliti The Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) dan Siti Mazumah, Direktur LBH APIK Jakarta.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
From the publisher's feed

3 Listeners

1 Listeners