
Sign up to save your podcasts
Or


Langit yang begitu luas enggan menerima amanah ketika ditawari oleh Allah Swt. Bumi yang kokoh pun tidak berani menerimanya. Gunung yang besar -besar juga tak bernyali. Hanya manusia yang berani menerima tantangan itu. Langit, bumi, gunung menolak amanah bukan karena ingkar kepada Sang Pencipta, tetapi merasa tidak sanggup untuk memikulnya. Manusia-lah makhluk pemberani di semesta ini.
Langit yang begitu luas enggan menerima amanah ketika ditawari oleh Allah Swt. Bumi yang kokoh pun tidak berani menerimanya. Gunung yang besar -besar juga tak bernyali. Hanya manusia yang berani menerima tantangan itu. Langit, bumi, gunung menolak amanah bukan karena ingkar kepada Sang Pencipta, tetapi merasa tidak sanggup untuk memikulnya. Manusia-lah makhluk pemberani di semesta ini.
Langit yang begitu luas enggan menerima amanah ketika ditawari oleh Allah Swt. Bumi yang kokoh pun tidak berani menerimanya. Gunung yang besar -besar juga tak bernyali. Hanya manusia yang berani menerima tantangan itu. Langit, bumi, gunung menolak amanah bukan karena ingkar kepada Sang Pencipta, tetapi merasa tidak sanggup untuk memikulnya. Manusia-lah makhluk pemberani di semesta ini.
Langit yang begitu luas enggan menerima amanah ketika ditawari oleh Allah Swt. Bumi yang kokoh pun tidak berani menerimanya. Gunung yang besar -besar juga tak bernyali. Hanya manusia yang berani menerima tantangan itu. Langit, bumi, gunung menolak amanah bukan karena ingkar kepada Sang Pencipta, tetapi merasa tidak sanggup untuk memikulnya. Manusia-lah makhluk pemberani di semesta ini.
Langit yang begitu luas enggan menerima amanah ketika ditawari oleh Allah Swt. Bumi yang kokoh pun tidak berani menerimanya. Gunung yang besar -besar juga tak bernyali. Hanya manusia yang berani menerima tantangan itu. Langit, bumi, gunung menolak amanah bukan karena ingkar kepada Sang Pencipta, tetapi merasa tidak sanggup untuk memikulnya. Manusia-lah makhluk pemberani di semesta ini.
Arsitektur Islam berkembang sangat luas baik itu di bangunan sekuler maupun di bangunan keagamaan yang keduanya terus berkembang sampai saat ini. Arsitektur juga telah turut membantu membentuk peradaban Islam yang kaya. Bangunan-bangunan yang sangat berpengaruh dalam perkembangan arsitektur Islam adalah masjid, kuburan, istana dan benteng yang kesemuanya memiliki pengaruh yang sangat luas ke bangunan lainnya, yang kurang signifikan, seperti misalnya bak pemandian umum, air mancur dan bangunan domestik lainnya.
Arsitektur Islam adalah sebuah karya seni bangunan yang terpancar dari aspek fisik dan metafisik bangunan melalui konsep pemikiran islam yang bersumber dari Al-Qur’an, Sunnah Nabi, Keluarga Nabi, Sahabat, para Ulama maupun cendikiawan muslim.
Aspek Fisik adalah sesuatu yang tampak secara jelas oleh panca indra. Dalam hal ini sebuah bangunan dengan fasade yang memiliki bentuk dan langgam budaya islam dan dapat dilihat secara jelas melalui beberapa budaya, seperti budaya arab, cordoba, persia sampai peninggalan wali songo. Bentuk fisik yang biasa diterapkan dalam sebuah bangunan sepetri penggunaan kubah, ornamen kaligrafi, dan sebagainya.
Aspek Metafisik adalah sesuatu yang tidak tampak panca indra tetapi dapat dirasakan hasilnya. Hal ini lebih kepada efek atau dampak dari hasil desain arsitektur islam tersebut, seperti bagaimana membuat penghuni/ pengguna bangunan lebih nyaman dan aman ketika berada di dalam bangunan sehingga menjadikan penghuni merasa bersyukur. Contoh lain hasil desain ruang2 dalam sebuah rumah, bisa menjadikan komunikasi orang tua dan anak lebih dekat, sehingga membuat mereka rajin beribadah.
Kosmopolitanisme adalah sebuah ideologi yang menganggap semua manusia berasal dan mempunyai kedudukan yang sama dalam satu komunitas. Untuk saling berhubungan manusia tidak terhalangi oleh batas-batas fisik, keyakinan, ekonomi dan budaya, meski kepercayaan dan budaya mereka berbeda namun tetap saling menghormati meski. Bagi seorang Kosmopolitan, dalam menjaga perdamaian, identitas global dianggap lebih penting daripada identitas individual maupun identitas nasional.
Moralitas universal yang tidak didasarkan pada apapun termasuk identitas. Dalam sejarah budaya Islam, kosmopolitanisme telah menjadikan kaum Muslim selama sekian abad mampu menyerap bermacam wujud budaya dan wawasan keilmuan yang datang dari berbagai bangsa di sekitarnya.
Spanyol merupakan tempat paling utama dan jembatan emas bagi Eropa dalam menyerap peradaban Islam dan hasil-hasil kebudayaan Islam, baik dalam bentuk hubungan politik, sosial, perekonomian, maupun peradaban antarnegara. Orang-orang Eropa menyaksikan kenyataan bahwa Spanyol berada di bawah kekuasaan Islam jauh meninggalkan negara-negara tetangga Eropa, terutama dalam bidang pemikiran dan sains. Kemajuan Eropa yang terus berkembang hingga saat ini banyak berhutang budi kepada khazanah ilmu pengetahan Islam yang berkembang di periode klasik.
Menuntut ilmu bukan sekadar upaya untuk memperkaya pengetahuan, tetapi juga ibadah yang diwajibkan dalam Islam. Sebab, agama Islam sendiri dibangun atas dasar ilmu.
Ini tercermin dari ayat pertama Alquran yang dengan diawali kata iqra atau “bacalah”. Membaca di sini dapat diartikan sebagai usaha untuk memperkaya pengetahuan melalui sumber rujukan yang jelas.
Kewajiban menuntut ilmu tertuang dalam Hadits Riwayat Ibnu Majah yang berbunyi: ”Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim” (HR. Ibnu Majah. Dinilai shahih oleh Syaikh Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan Ibnu Majah no. 224).
Allah SWT mewajibkan umat-Nya untuk melakukan sesuatu bukan tanpa alasan. Ada hikmah di balik setiap tindakan yang diperintahkan....
From the publisher's feed