
Sign up to save your podcasts
Or


Sekitar abad ke 13, pada masa keemasan kerajaan Singasari di bawah kekuasan raja Kertanegara ( 1268-1292 ), nama Banggai telah di kenal dan menjadi bagian kerajaan Singasari di Jawa Timur tersebut.
Pulau Penyengat menyimpan peninggalan sejarah yang bisa dikunjungi wisatawan. Ada juga masjid cantik yang terbuat dari putih telur.
Islam masuk ke Palembang diperkirakan pada awal abad ke-1 H atau awal abad ke-8 Masehi. Sepanjang abad ke-7 sampai abad ke-14 Masehi, Islam di kota Palembang tumbuh dan berkembang pesat. Bersamaan dengan itu zaman keemasan kerajaan Sriwijaya berangsur-angsur mulai pudar.
Tokoh-tokoh ulama dan pemuda masyarakat dengan intesif membina umat pada awal abad ke-15 Masehi. Tersebutlah nama Syekh Al-Samad Al-Jawi Al-Palembani. Peran beliau sangat besar pasca berakhirnya kerajaan Palembang pada awal abad ke-19 Masehi.
Barus dahulu dikenal sebagai salah satu bandar atau pelabuhan perdagangan terbesar dan teramai di Asia sehingga membuka pintu masuk agama Islam pertama kalinya di Indonesia. Beberapa jejak siar Islam di kota tua ini masih bisa dilihat hingga saat ini, menjadi destinasi wisata religi bagi para peziarah.
Komplek Wisata Banten Lama merupakan dari beberapa situs bersejarah dari Kesultanan Banten yang terletak di desa Banten kecamatan Kasemen. Wisata sejarah yang dapat anda temui beberapa diantaranya adalah: Keraton Kaibon, Keraton Surosowan, Masjid Agung Banten, Benteng Spellwijk, Museum Kepurbakalaan Banten, Vihara Avalokitesvara dan Danau Tasikardi. Yang kesemuanya merupakan situs sejarah sisa-sisa kejayaan kesultanan Banten yang terkenal.
Keraton Kaibon merupakan keraton tempat tinggal dari ibunda Sultan Syaifuddin, Ratu Aisyah. Yang tersisa dari keraton ini adalah tinggal reruntuhannya saja. Di sampingnya terdapat sebuah pohon besar dan kanal. Keraton ini dihancurkan Belanda ketika berperang melawan Banten. Tidak jauh dari keraton Kaibon terdapat keraton Surosowan yang merupakan tempat tinggal para sultan Banten pada jaman dahulu. Jika keraton Kaibon masih berupa bangunan, keraton Surosowan hanya tinggal sisa-sisa bangunan.
Kampung Arab Pekojan, Jakarta Barat, bisa menjadi pilihan wisata sejarah Islam. Perjalanan dapat dimulai dari Gedung Nederlandsche Handel Maatschappij (NHM) atau yang kini dikenal dengan Museum Bank Mandiri, kemudian dilanjutkan berkunjung ke Masjid Al-Anshor, Masjid Ar-Raudhoh, Masjid Zawiyah, Masjid An-Nawier, dan Langgar Tinggi.
Di masa lalu, Cirebon merupakan kota pantai yang sarat dengan aktivitas perdagangan. Letaknya pun strategis sehingga Cirebon juga menjadi kota pelabuhan alternatif terpenting di pantai utara Jawa setelah Jakarta dan Semarang. Banyak kapal berlabuh di pelabuhan Cirebon untuk melakukan perniagaan atau sekedar singgah. Kapal-kapal tersebut berasal dari daerah lain di nusantara, Cina, Arab, Persia, dan lain sebagainya.
Peneliti manuskrip Nusantara, Mahrus menjelaskan, berdasarkan manuskrip-manuskrip Cirebon, diketahui kota ini sudah sejak dulu bersifat multikultural. Hal itu dimungkinkan karena Cirebon memiliki Pelabuhan Muara Jati yang kerap disinggahi orang-orang Cina, Arab, Persia, dan lainnya.
Karena lokasi Cirebon yang strategis, wilayah tersebut menjadi tempat bertemunya orang-orang dari beragam latar belakang, tak terkecuali orang-orang yang berperan penting dalam perkembangan agama Islam di wilayah tersebut.
Sejarah Semarang berawal kurang lebih pada abad ke 6 Masehi yaitu daerah pesisir yang bernama Pragota (sekarang menjadi Bergota) yang merupakan bagian dari kerajaan Mataram Kuno. Daerah tersebut pada masa itu merupakan pelabuhan dan di depannya terdapat gugusan pulau-pulau kecil.
Terletak di Desa Kauman, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Masjid Menara Kudus dibangun pada 1549 atau 956 hijriyah oleh Ja'far Shodiq (Sunan Kudus). ... Menurut sejarah, gapura tersebut merupakan sisa gerbang dari masa awal masjid. Gerbang ini dahulu dikenal dengan nama Lawang Kembar atau Pintu Kembar.
Masjid Agung Demak merupakan masjid kuno yang dibangun oleh Raden Patah dari Kerajaan Demak dibantu para Walisongo pada abad ke-15 Masehi. Masjid ini masuk dalam salah satu jajaran masjid tertua di Indonesia. Lokasi Masjid Agung Demak terletak di Kampung Kauman, Kelurahan Bintoro, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.
From the publisher's feed