Saptono Soemarsono

Saptono Soemarsono

By Saptono SoemarsonoHistory
Download on the App Store

Saptono Soemarsono episodes

  • 11. JEJAK ISLAM DI NUSANTARA = SITUS KOTAGEDE

    Asal muasal kisah Masjid Gedhe Mataram terjadi ketika Ki Ageng Pamanahan membuka alas atau hutan Mentaok di Kotagede. Ia berniat membangun pemukiman yang kelak berfungsi sebagai pusat pemerintahan kerajaan. Masjid Agung Kotagede pun didirikan dan selesai dibangun pada 1589 atau pada akhir abad ke16.

    Struktur bangunan masjid awalnya masih berupa langgar. Baru ketika anak Ki Ageng Pamanahan, Panembahan Senopati bertahta, surau tersebut dipindahkan. Kemudian,  langgar dibangun menjadi Masjid Agung Kotagede.

    Bangunan Masjid Gedhe Mataram dibagi menjadi beberapa bagian, yakni halaman, pagar keliling, masjid, dan makam. Makam yang terdapat di Masjid Agung Kotagede hanya diperuntukkan bagi keluarga besar trah raja-raja Mataram Islam.

    Ada juga tempat peristirahatan terakhir yang terletak di belakang masjid. Tempat tokoh penting kerajaan seperti Ki Ageng Pamanahan dan Panembahan Senopati disemayamkan. Ada pula makam Sultan Hamengku Buwono II serta kuburan Panembahan Seda Krapyak yang merupakan ayah raja terakhir Mataram Islam, Sultan Agung.

    17 min
  • 10. JEJAK ISLAM DI NUSANTARA = SEJARAH ISLAM DI YOGYAKARTA (MASJID KAUMAN &KH AHMAD DAHLAN

    Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta dibangun oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I pada 29 Mei 1773. Masjid ini merupakan simbol harmonisasi sisi kebudayaan khas Kerajaan Yogya yang sarat perjalanan sejarah dengan religiusitas masyarakat.

    Selain sebagai sarana beribadah bagi keluarga raja dan rakyat, masjid yang juga dikenal sebagai Masjid Raya Daerah Istimewa Yogyakarta ini dibangun sebagai kelengkapan Kerajaan Islam Ngayogyakarta Hadiningrat.

    Secara keseluruhan, penataan serta detail bangunan Masjid Gedhe Kauman ini sangat mencirikan budaya Jawa Islam. Ciri ini tampak dari atap masjid yang menggunakan pola susun tiga gaya tradisional Jawa bernama Tajug LambingTeplok. Pola ini bermakna tiga tahapan pencapaian kesempurnaan hidup manusia, yaitu hakikat, syariat, dan ma’rifat.

    17 min
  • 9. JEJAK ISLAM DI NUSANTARA = SEJARAH ISLAM DI KEDIRI & KISAH SYECH AL WASIL

    Dikutip dari buku berjudul "Inskripsi Islam Tertua di Indonesia" oleh C. Guillot, Luvdik Kalus dan Willem Molen, ditulis bahwa Syech Al Wasil alias Mbah Wasil merupakan tokoh penyebaran agama Islam yang terkenal di Jawa Timur termasuk Kediri pada sekitar abad 10 Masehi, tepatnya pada masa pemerintahan Raja Sri Aji Jayabaya.

    Sejumlah sumber meyakini Mbah Wasil berasal dari Turki. Dipanggil Mbah Wasil karena beliau sering memberikan wasilah alias ahli bertutur sapa atau petuah yang baik.

    16 min
  • 8. JEJAK ISLAM DI NUSANTARA = MASUKNYA ISLAM DI JOMBANG & KISAH KH. HASYIM ASHARI

    Setelah Majapahit kehilangan kekuasaannya di Jombang, agama Islam mulai masuk dan berkembang di Jombang setelah itu Jombang menjadi bagian dari kerajaan Mataram Islam. Setelah pengaruh Mataram melemah, VOC mengambil alih wilayah Jombang menjadi bagian dari wilayah mereka, yang terjadi sekitar abad 17. karena Islam berkembang pesat di Jombang. 

    Terdapat banyak sekali sekolah pendidikan Islam atau pondok pesantren di Jombang dan telah terkenal di seluruh penjuru Indonesia. Salah satunya adalah pondok pesantren Gading Mangu Perak Jombang yang merupakan salah satu pusat pendidikan agama Islam terbesar di Indonesia, yang menekankan pada pengajaran Al Qur’an dan Al Hadits serta pembentukan akhlakul karimah generasi muda. Selain itu di pondok pesantren Gading Mangu juga menididik generassi muda menjadi mubaligh dan mubalighot handal yang menguasai ilmu Qur’an dan Hadits serta berakhlak mulia, pondok pesantren.

    16 min
  • 7. JEJAK ISLAM DI NUSANTARA = MOJOKERTO ( SITUS TROLOYO )

    Kompleks Makam Troloyo di Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan adalah salah satu destinasi wisata religi di Kabupaten Mojokerto. Pemakaman muslim itu tergolong cukup unik, karena ada di tengah situs-situs peninggalan Kerajaan Majapahit yang notabene bercorak Hindu-Buddha. Konon, makam ini juga diperuntukkan bagi tempat bersemayamnya dari bangsahan era Majapahit.

    16 min
  • 6. JEJAK ISLAM DI NUSANTARA = GRESIK ( MAKAM FATIMAH BINTI MAIMUN & SITUS GIRI KEDATON )

    Fatimah binti Maimun bin Hibatullah adalah seorang perempuan beragama Islam yang wafat pada hari Jumat, 7 Rajab 475 Hijriyah (2 Desember 1082 M). Batu nisannya ditulis dalam bahasa Arab dengan huruf kaligrafi bergaya Kufi, serta merupakan nisan kubur Islam tertua yang ditemukan di Nusantara. Makam tersebut berlokasi di desa Leran, Kecamatan Manyar, sekitar 5 km arah utara kota Gresik, Jawa Timur. Temuan batu nisan tersebut merupakan salah satu data arkeologis yang berkenaan dengan keberadaan komunitas Muslim pertama di kawasan pantai utara Jawa Timur. 

    Gaya Kufi menunjukkan di antara pendatang di kawasan pantai, terdapat orang-orang yang berasal dari Timur Tengah dan bahwa mereka juga merupakan pedagang, sebab nisan kubur dengan gaya Kufi serupa juga ditemukan di Phanrang, Champa selatan. Hubungan perdagangan Champa-Jawa Timur tersebut adalah bagian dari jalur perdagangan komunitas Muslim pantai pada abad ke-11 yang membentang di bagian selatan Cina, India, dan Timur Tengah.

    16 min
  • 5. JEJAK ISLAM DI NUSANTARA = SURABAYA ( KAMPUNG NDERESMO + KH MAS MANSYUR )

    Perkampungan yang terletak di perbatasan antara Kecamatan Wonokromo dan Kecamatan Wonocolo, tepatnya di Jalan Sidosermo Dalam Surabaya, Jawa Timur, itu bermula dari sebutan sang kiai pengasuhnya, KH Mas Sayyid Ali Akbar, yang kemudian diikuti masyarakat sekitar dan berlanjut hingga sekarang. Nama itu memang diambil dari asal kata lima santri yang Nderes. Nderes itu mengaji yang terus menerus sepanjang hari.

    15 min
  • 2. JEJAK ISLAM DI NUSANTARA = SUMENEP.( MAKAM DIPONEGORO & MASJID JAMI )

    Pangeran Diponegoro lahir di Yogyakarta, 11 November 1785 – meninggal di Makassar, Sulawesi Selatan, 8 Januari 1855 pada umur 69 tahun, adalah salah seorang pahlawan nasional Republik Indonesia. Pangeran Diponegoro terkenal karena memimpin Perang Diponegoro/Perang Jawa (1825-1830) melawan pemerintah Hindia-Belanda. Perang tersebut tercatat sebagai perang dengan korban paling besar dalam sejarah Indonesia.

    Namun hasil penelusuran sebuah komunitas di Sumenep, Songennep Tempo Doeloe, melansir bahwa kemungkinan makam atau kuburan pahlawan Nasional itu berada di komplek pekuburan Asta Tinggi Sumenep. Hal ini dapat dibuktikan dari catatan-catatan dan nisan yang terdapat di komplek pemakaman tersebut

    15 min
  • 1. JEJAK ISLAM DI NUSANTARA = SUMENEP ( ASTA TINGGI )

    Asta Tinggi adalah kawasan pemakaman khusus para Pembesar / Raja / Kerabat Raja yang teletak di kawasan dataran tinggi bukit Kebon Agung Sumenep. Dalam Bahasa Madura, Asta Tinggi disebut juga sebagai Asta Rajâ yang bermakna makam para Pangradjâ (pembesar kerajaan) yang merupakan asta / makam para raja, anak keturunan beserta kerabat-kerabatnya yang dibangun sekitar tahun 1750M. Kawasan Pemakaman ini direncanakan awalnya oleh Panembahan Somala dan dilanjutkan pelaksanaanya oleh Sultan Abdurrahman Pakunataningrat I dan Panembahan Natakusuma II.

    16 min

About Saptono Soemarsono

From the publisher's feed

Banyak sejarah yang terabaikan dan terlupakan. Disini peristiwa masa lalu terungkap. Disini kita akan belajar dan memahami sejarah, agar lebih peduli, menghargai, menghormati perjuangan leluhur kita.