
Sign up to save your podcasts
Or


Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam memiliki seorang sahabat yang buruk rupa. Sahabat itu bernama Julaibib Radhiyallahu’anha.
Sahabat Rasulullah itu memilki tampilan fisik yang lusuh. Wajahnya sangar, kulitnya hitam, tubuhnya pendek, serta kakinya pecah-pecah.
Tak hanya tampilan fisiknya yang buruk, Julaibib juga merupakan seorang yang fakir. Ia tidak memiliki rumah untuk berteduh. Tidurnya hanya beralaskan tangan dan pasir yang berkerikil. Orang-orang sering memperlakukannya seolah ia tiada.
Kisah Uwais al Qarni, pemuda miskin asal Yaman yang membuat Rasulullah SAW terkesan karena ketaatan dan kesalehannya terutama sikapnya yang sangat berbakti kepada ibunya. Uwais Al-Qarni yang memiliki nama lengkap, Abu Amru Uwais bin Amir bin Jaza al-Qarni al-Muradi al-Yamani, adalah penduduk dari Qaran di Yaman, ia lahir pada tahun 594 M, dari Bani Murad dan meninggal pada tahun 657 M, di makamkan di Raqqah, Suriah. Ia juga pernah ikut dalam perang Shiffin.
Abbas bin Abdul Muthalib adalah paman Rasulullah SAW dan salah seorang yang paling akrab di hatinya dan yang paling dicintainya. Oleh sebab itu, beliau senantiasa berkata, "Abbas adalah saudara kandung ayahku. Barangsiapa yang menyakiti Abbas sama dengan menyakitiku."
Pada zaman Jahiliyah, ia mengurus kemakmuran Masjidil Haram dan melayani minuman para jamaah haji. Seperti halnya ia akrab di hati Rasulullah, Rasulullah pun dekat sekali di hatinya. Ia pernah menjadi pembantu dan penasihat utamanya dalam Baiat Aqabah menghadapi kaum Anshar dari Madinah.
Abbas adalah saudara bungsu ayah Nabi SAW, Abdullah bin Abdul Muthalib. Menurut sejarah, ia dilahirkan tiga tahun sebelum kedatangan Pasukan Gajah yang hendak menghancurkan Baitullah di Makkah. Ibunya, Natilah binti Khabbab bin Kulaib, adalah seorang wanita Arab pertama yang mengenakan kelambu sutra pada Baitullah.
Bukan tanpa alasan Umar bin Khattab datang ke Yerusalem dengan berjalan kaki pada 637 Masehi itu. Usai memperoleh kabar bahwa Uskup Sophronius selaku juru kunci Gereja Makam Kudus ingin bertemu langsung dengannya, Umar langsung mempersiapkan seekor unta untuk berangkat. Umar juga meminta kepada Aslam, seorang hamba yang telah dimerdekakan, untuk menemani perjalanannya. Lantaran hanya membawa seekor unta, maka Umar dan Aslam menaikinya secara bergantian.
Saat hendak memasuki Kota Yerusalem, Umar mendapat giliran berjalan kaki. Aslam sebetulnya sudah memohon kepada tuannya itu agar menaiki unta demi menjaga wibawa sebagai pemimpin besar yang datang untuk mengambil-alih kota suci. Namun Umar menolak karena saat itu giliran Aslam yang naik unta. Sesaat setelah memasuki pintu gerbang kota, penduduk Yerusalem bergegas menyambut dan memberi hormat kepada orang yang duduk di atas unta itu
Mereka mengira Aslam adalah sang khalifah, sedangkan Umar pengawalnya. Tentu saja Aslam merasa canggung dan berusaha memberikan penjelasan bahwa ia bukanlah khalifah yang dimaksud. Penjelasan dari Uskup Sophronius membuka tabir bahwa lelaki berbadan kekar berpakaian sederhana dan datang dengan berjalan kaki itulah sang Khalifah
anyak kisah perempuan hebat dalam sejarah Islam yang patut dijadikan suri teladan bagi kaum Muslimin. Arwa binti Abdul Muthalib, bibi dari Rasulullah SAW, merupakan salah satu contohnya. Ia merupakan perempuan terpandang pada zaman jahiliyah dan Islam. Ia dikenal sebagai seorang yang cerdas dan mempunyai kemampuan bersyair.
Arwa lahir di Makkah sekitar tahun 560 Masehi. Ia merupakan putri Abdul Muthalib ibn Hasyim dan Fatimah binti Amr yang berasal dari suku Makhzum, suku Quraisy. Suami pertama Arwa ada lah Umayr ibn Wahb. Dari hasil pernikahannya dianugerahi seorang putra bernama Kalib bin Umair.
Suami keduanya adalah Arta ibn Sharahbil ibn Hasyim. Dari suami yang kedua dikaruniai seorang anak perempuan bernama Fatima. Arwa merupakan tokoh perempuan terkemuka dalam se jarah Islam. Ia masuk Islam di Makkah dan ikut hijrah ke Madinah.
Arwa tercatat seseorang yang selalu mendukung Rasulullah SAW. Sebelum memeluk Islam, dia sudah menyokong dakwah Rasulullah. Arwah bahkan memberikan dukungan saat anak nya, Kalib, menyatakan ma suk Islam di Darul Arqam bin Abu Al- Arqam Al-Makhzumi.
Ummu Ma'bad adalah Atikah bin Khuwailid bin Khalid. Abdul Malik berkata, "Ummu Ma'bad hijrah menuju Nabi. Kemudian memeluk Islam.
Abdullah bin Abu Quhafah atau Abu Bakar Ash-Shiddiq adalah salah satu pemeluk Islam awal, salah satu sahabat utama Nabi, dan khalifah pertama yang di-bai'at sepeninggal Nabi Muhammad wafat. Melalui putrinya, Aisyah, Abu Bakar merupakan ayah mertua Nabi Muhammad. Ash-Shiddiq yang merupakan julukan Nabi Muhammad kepada Abu Bakar merupakan salah satu gelar yang paling melekat padanya. Bersama ketiga penerusnya, Abu Bakar dimasukkan ke dalam kelompok Khulafaur RasyidiN
Sebagai salah seorang pemeluk awal Islam, Abu Bakar telah mengambil berbagai peran besar. Melalui ajakannya, Abu Bakar berhasil mengislamkan banyak orang yang di kemudian hari menjadi tokoh-tokoh penting dalam sejarah Islam, di antaranya adalah 'Utsman bin 'Affan yang kemudian menjadi khalifah ketiga. Abu Bakar juga turut serta dalam berbagai perang seperti Perang Badar dan Perang Uhud. Kedekatan dan kesetiaannya pada Nabi Muhammad merupakan satu hal yang sangat melekat pada diri Abu Bakar, utamanya terlihat saat mendampingi Nabi Muhammad hijrah ke Madinah dan kepatuhannya dalam menerima keputusan Nabi dalam Perjanjian Hudaibiyah, meski banyak sahabat Nabi ka
Ketika berita Rasulullah mendapat wahyu tersebar, dialah lelaki yang termasuk golongan pertama yang memercayai peristiwa tadi. Khalid mengakui Muhammad sebagai nabi dan Rasulullah.
Kepribadiannya tenang, pendiam, tak banyak bicara, tapi yang sebenarnya, pada batinnya dan dalam lubuk hatinya, bergelora dengan hebatnya gerakan dan kegembiraan. Dia selalu duduk dekat mereka yang mengisahkan tentang agama baru yang selama ini asing di telinga. Dia mendengarkannya dengan baik disertai perasaan sukacita yang dipendam.
Dari waktu ke waku mendengarkan risalah dari kelompoknya ini, mendorong dia untuk menyebarkan berita dan mengajarkan mereka tentang Tauhid. Namun, jika rasa suka cita ini tidak diam-diam ditutup, hidupnya akan bahaya karena bisa saja akan dihabisi sang ayah. Dia pun tak dapat bertahan la ma untuk meluapkan segala isi hatinya.
Asma’ binti Yazid merupakan sosok wanita yang pemberani dan tangguh. Beliau termasuk dari golongan kaum Anshar yang biasa disebut sebagai Ummu Salamah.
Asma’ semasa hidupnya dijuluki juru bicara (jubir) kaum wanita sebab tak ada satupun wanita Arab kala itu yang mampu menandingi kepiawaiannya dalam berkhutbah.
Pemilik nama lengkap As’a' binti Yazid bin Sukun bin Rafi ini pernah terjun langsung dalam perang Yarmuk dan berhasil membunuh sembilan orang tentara Romawi yang sedang dalam persembunyiannya.
Hamzah bin Abdul Muthalib merupakan sahabat, paman, sekaligus saudara sepersusuan Nabi yang memeluk agama Islam pada periode pertama atau dikenal sebagai as-sabiqun al-awwalun.
From the publisher's feed