
Sign up to save your podcasts
Or


Tsabit bin Qais berhasil mencapai kedudukan puncak sebagai juru bicara Rasulullah dan pahlawan perang. Jiwanya selalu ingin kembali menghadap Allah. Hatinya khusyuk dan tenteram. Namun demikian, tidak menjadikan Tsabit sombong dan congkak.
Ketika turun ayat, “Sesungguhnya Allah tidak suka pada setiap orang yang congkak dan sombong.” (QS. Luqman: 18).
Tsabit menutup pintu dan menangis. Lama sekali ia tidak beranjak dari posisinya, sehingga berita perihalnya sampai pula kepada Rasulullah. Beliau segera mengutus sahabat untuk memanggilnya.
Di hadapan Rasulullah Tsabit berkata, “Ya Rasulullah, aku senang kepada pakaian yang indah, dan kasur yang bagus, dan sungguh aku takut dengan ini akan menjadi orang yang congkak dan sombong.”
Sambil tertawa senang, Rasulullah berkata, “Engkau tidaklah termasuk dalam golongan mereka itu, bahkan engkau hidup dengan kebaikan, dan mati dengan kebaikan, dan engkau akan masuk surga.”
Zaid bin Khattab adalah saudara Umar bin Khattab. Ia lebih dahulu masuk Islam daripada Umar. Ia seorang mujahid yang banyak kembali kepada Allah. Zaid bin Khattab adalah orang yang paling cemas terhadap gerakan Musailamah (Nabi plsu) dan Rajjal. Ia begitu berani mati syahid dengan berbagai cara. ia mati Syahid pada Perang Yamamah dalam melenyapkan gerakan Musailamah dan Rajjal.
Khubaib bin Adi berasal dari Bani Aus. Ia diutus oleh Nabi Muhammad untuk mengajarkan Islam di bawah pimpinan Asim bin Tsabit, tetapi mereka dihadang dan ditangkap. Atas perintah Asim bin Tsabit, mereka diminta untuk melawan para penangkap mereka. Dalam pertempuran itu delapan orang tewas, kecuali Khubaib bin Adi dan Zaid bin Datsanah.
Kemudian Khubaib bin Adi di bawa ke Mekkah untuk diserahkan kepada suku Quraisy sebagai pembalasan atas kekalahan di pertempuran Badar. Oleh suku Quraisy, Khubaib bin Adi akan dihukum mati.
Sebelum menjalankan hukuman mati, Khubaib bin Adi meminta untuk dapat salat dua rakaat. Lalu, Khubaib berkata, "Seandainya bukan, karena dikira takut mati, maka Aku akan menambah jumlah rakaat."
Suku Quraisy bertanya kepada Khubaib bin Adi, "Bagaimana jika Nabi Muhammad menggantikan posisimu?" Khubaib menjawab, "Demi Allah, Aku tidak rela bila Aku dalam keadaan sehat bersama keluargaku, sedangkan Nabi Muhammad tertusuk duri."
Setelah itu Khubaib bin Adi akhirnya dihukum mati oleh suku Quraisy.
Umair bin Wahab al-Jumahi dengan nama panggilan Abu Umayyah, adalah salah seorang sahabat Nabi, dan salah satu musuh kaum Muslim saat itu sebelum ia masuk Islam. Ia memeluk Islam setelah Pertempuran Badar.
Habib bin Zaid dibesarkan dalam sebuah rumah yang penuh keharuman iman di setiap sudutnya, di lingkungan keluarga yang melambangkan pengorbanan.
Ayah Habib, Zaid bin Ashim, adalah salah seorang dari rombongan Yatsrib yang pertama-tama masuk Islam. Zaid termasuk Kelompok 70 orang yang melakukan baiat dengan Rasulullah di Aqabah. Bersama Zaid bin Ashim turut pula di baiat istri dan dua orang putranya.
Usaid bin Hudhair adalah putra dari tokoh dan pimpinan kabilah Aus. Ia termasuk orang Anshar pertama yang memeluk Islam. Setelah berislam, ia menghadiri Baiat Aqobah. Yang merupakan janji setia untuk melindungi Rasulullah di negeri yang baru, Kota Madinah. Ia juga seorang yang bacaan Alqurannya didengarkan oleh malaikat.
Abu Dzar berasal dari suku Ghifar (dikenal sebagai penyamun pada masa sebelum datangnya Islam). Ia memeluk Islam dengan sukarela. Ia salah seorang sahabat yang terdahulu dalam memeluk Islam. Ia mendatangi Nabi Muhammad langsung ke Mekah untuk menyatakan keislamannya.
Setelah menyatakan keislamannya, ia berkeliling Mekkah untuk mengabarkan bahwa ia kini adalah seorang Muslim, hingga memicu kekhawatiran serta kemarahan kaum kafir Quraisy dan membuatnya menjadi bulan - bulanan kaum Quraisy. Berkat pertolongan Abbas bin Abdul Muthalib, ia selamat dan suku Quraisy membebaskannya setelah mereka mengetahui bahwa orang yang dipukuli berasal dari suku Ghifar. Ia mengikuti hampir seluruh pertempuran-pertempuran selama Nabi Muhammad hidup.
Adi bin Hatim adalah seorang penguasa dari suku at-Tha'i. Dia dikenal sebagai seorang pemurah. Hanya, Adi sempat mempertahankan agama nenek moyangnya saat Rasulullah datang menyebarkan Islam.
Muhammad bin Al-Munkadir adalah orang yang sholeh dan ahli ibadah, sehingga dikenal karena doanya yang mudah dikabulkan Allah Swt.
Muhammad bin Al-Munkadir masih berkerabat dekat dengan Rasulullah Saw, karena ia adalah paman Bunda Aisyah, salah seorang istri Rasulullah.
Muhammad bin Al-Munkadir dikenal amat miskin sehingga hanya memiliki pakaian yang dipakainya saja dan sebuah tempat tidur usang.
Tapi kemiskinannya itu tak menghalanginya untuk menjadi seorang ahli ibadah yang khusuk, bahkan Muhammad bin Al-Munkadir sering menangis setiap kali membaca Al-Quran.
Zainab Binti Muhammad adalah putri sulung Muhammad Shalallahu Alaihi Wa Sallam. Ia adalah anak perempuan dari isteri Muhammad yang bernama Khadijah binti Khuwailid. Lahir 23 tahun sebelum Hijrah/600 M di Kota Mekah dan wafat 8 H/ 629 M dalam usia 29 tahun di Kota Madinah.
From the publisher's feed