
Sign up to save your podcasts
Or


Kita adalah kebiasaan kita. Kita dibentuk oleh berbagai kebiasaan. Sukses atau gagalnya kita, ditentukan oleh kebiasaan-kebiasaan tersebut. Bila kita mau belajar dari orang sukses, cobalah menelisik pola kebiasaannya. Ia pasti punya kebiasaan tertentu. Kalau kita ingin berubah dari diri kita yang sekarang, tidak bisa tidak, kita harus mengubah kebiasaan-kebiasaan kita.
Apa kebiasaan positif yang kita bangun untuk membentuk diri kita? Kita bisa mulai dari hal kecil seperti tepat waktu, tertib di jalan dan tempat umum, menjaga kebersihan, jujur, dan menepati janji. Pada saat yang sama kita bisa menghilangkan kebiasaan-kebiasan buruk, seperti menunda, menghindar, menyangkal, dan sebagainya. Pada level yang lebih tinggi kita bisa melatih diri dengan satu set pola pikir, misalnya, meninggalkan pola pikir dengan sudut pandang korban, menjadi pola pikir proaktif. Kita juga harus membiasakan untuk memilah antara unsur emosional dan rasional dalam pikiran kita. Intinya, kita adalah kebiasaan kita. Kalau mau mengubah nasib, jalan hidup, dan masa depan, tidak bisa tidak, kita harus mengubah kebiasaan-kebiasaan kita.
Mari simak ulasan lengkapnya di serial audio podcast Sayaga Hipnoterapi bersama salah satu associate hypnotherapist kami : Iman Mulia Santosa, seorang hipnoterapis yang banyak membantu penanganan berbagai masalah gangguan emosi dan mental.
Follow Instagram @sayaga.hipnoterapi untuk dapatkan informasi seputar layanan hipnoterapi dan konseling bersama praktisi profesional berlisensi resmi.
#Podcast #SayagaHipnoterapi #SayagaHipnoterapiPodcast #Remaja #Pendidikan #Hypnosis #Hypnotherapy #Psychotherapy #MentalAwareness #MentalHealth
Dalam hidup seringkali kita menginginkan untuk sehat, namun seringkali kita merasa kesulitan untuk mencapainya. karena sesuangguhnya sehat dan sakit adalah sebuah akibat dari perilaku kita sehari-hari maka jika kita ingin menjadi sehat dari kondisi kita saat ini, seringkali kita lupa bahwa kita sedang akan melalui proses perubahan yang tentunya akan mempunyai hambatannya sendiri.
Jadi kali ini kita bukan membahas sebab anda sakit secara umum misalnya oleh karena virus atau bakteri atau bahkan genetika. Namun kita akan mulai membahas kenapa perubahan tersebut belum terjadi pada anda, dalam segi kesehatan maka podcast kali ini hadir dengan judul "Kenapa Kita Menunda Atau Bahkan Menolak Untuk Sehat? ~ Bagian 1”
Mari simak ulasannya di serial audio podcast Sayaga Hipnoterapi bersama salah satu associate hypnotherapist kami: dr. R. Heragustianto Ali Murni, seorang dokter yang juga menggunakan hipnoterapi untuk membantu penanganan berbagai jenis masalah fisik, emosi dan perilaku tidak sehat yang dialami para pasiennya.
Follow @sayaga.hipnoterapi untuk dapatkan informasi seputar layanan hipnoterapi dan konseling bersama praktisi profesional berlisensi resmi.
#Podcast #SayagaHipnoterapiPodcast #ElingWaspadaLanSayagaPodcast #MedicalHypnosis #MentalBooster #ImmunityBooster #BetterHealth #RiseUp #HealthyLiving #HealthyLive
Seperti kita ketahui bahwa setiap orang memiliki harapan berada pada hubungan asmara atau rumah tangga yang nyaman dan bahagia bersama pasangan, nah itu adalah impian bagi setiap orang, namun pada kenyataannya ada beberapa orang yang justru merasa terjebak di dalam hubungan tersebut, atau bahkan merasa selalu mendapatkan pasangan yang membuat hidupnya susah dan tidak bahagia. Anehnya di sini ia merasa mencintai pasangannya namun ia tidak merasa nyaman dan tidak bahagia dengan hubungan yang ia jalani. Ia merasa tertekan dan terintimidasi oleh pasangannya, akan tetapi ia tidak berdaya untuk melepaskan diri dari hubungan tersebut. Nah hal ini disebut sebagai Toxic Relationship atau lebih dikenal dengan hubungan asmara yang tidak bahagia.
Masa remaja merupakan masa yang kritis dalam siklus perkembangan seseorang. Di masa ini banyak terjadi perubahan dalam diri seseorang sebagai persiapan memasuki masa dewasa. Remaja tidak dapat dikatakan lagi sebagai anak kecil, namun ia juga belum dapat dikatakan sebagai orang dewasa. Hal ini terjadi oleh karena di masa ini penuh dengan gejolak perubahan baik perubahan biologis, psikologis, maupun perubahan sosial. Dalam keadaan serba tanggung ini seringkali memicu terjadinya konflik antara remaja dengan dirinya sendiri (konflik internal), maupun konflik lingkungan sekitarnya (konflik eksternal). Apabila konflik ini tidak diselesaikan dengan baik maka akan memberikan dampak negatif terhadap perkembangan remaja tersebut di masa mendatang, terutama terhadap pematangan karakternya dan tidak jarang memicu terjadinya gangguan mental.
Pola asuh memegang peranan penting dalam tumbuh kembang anak, dengan tidak adanya aturan yang jelas serta kontrol dari orang tua yang kurang, mengakibatkan anak banyak yang terhambat dan tidak sesuai dengan usianya.
Kesehatan mental merupakan komponen integral dan esensial dari kesehatan. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyatakan: "Kesehatan adalah keadaan sejahtera fisik, mental dan sosial yang utuh dan bukan hanya bebas dari penyakit atau kelemahan." Implikasi penting dari definisi ini adalah bahwa kesehatan mental lebih dari sekedar tidak adanya gangguan atau cacat mental.
Trauma adalah respons emosional terhadap peristiwa mengerikan. Namun, seseorang mungkin mengalami trauma sebagai respons terhadap setiap peristiwa yang mereka anggap mengancam atau berbahaya secara fisik atau emosional. Seseorang yang mengalami trauma dapat merasakan berbagai emosi baik segera setelah kejadian maupun dalam jangka panjang. Mereka mungkin merasa kewalahan, tidak berdaya, terkejut, atau mengalami kesulitan memproses pengalaman mereka. Trauma juga dapat menyebabkan gejala fisik.
Dalam kehidupan kita sehari-hari pasti kita akan bertemu atau mengalami kondisi sakit. Banyak orang yang menganggap bahwa sakit ini adalah sebuah kesialan atau bahkan musibah sehingga banyak yang menghindarinya. Tentu saja hal tersebut terkesan wajar pabila dilakukan, lagipula siapa sih yang ingin sakit?
Apa itu 'Mental Block'? Darimana asalnya 'Mental Block'?
Mental Block sejatinya program pikiran atau sugesti yang masuk, lebih tepatnya dimasukkan ke Pikiran Bawah Sadar (PBS) kita sejak proses tumbuh kembang, terutama sejak usia 0 tahun hingga 10 tahun pertama kehidupan, baik itu secara di sengaja ataupun tidak di sengaja dan bersumber dari figur otoritas seperti orang tua atau guru.
Bagaimana pengaruhnya terhadap motivasi belajar pada anak?
Mari simak ulasannya di serial audio podcast Sayaga Hipnoterapi bersama salah satu associate hypnotherapist kami: Wane Setia Yuliawati, seorang pendidik yang juga menggunakan hipnoterapi untuk membantu penanganan berbagai masalah fisik, emosi dan perilaku tidak sehat yang dialami para kliennya.
Temukan link menuju podcast channel Sayaga Hipnoterapi di bio kami.
Follow Instagram @sayaga.hipnoterapi untuk dapatkan informasi seputar layanan hipnoterapi dan konseling bersama praktisi berlisensi resmi.
#Podcast #SayagaHipnoterapi #SayagaHipnoterapiPodcast #MentalBlock #Pendidikan #Hypnosis #Hypnotherapy #Psychotherapy #MentalAwareness #MentalHealth
From the publisher's feed