
Sign up to save your podcasts
Or


.
.
“Di antara segala hewan. Aku adalah Harimau.
Di antara segala burung. Aku adalah Garuda.
Di segala tentangmu. Aku adalah Rindu.
.
Aku adalah Ibu Pertiwi yang senantiasa mendambakan cintamu”.
.
#puisimariska
#tintaemas
#mariskainstitute
#salaminspirasipositif
#rumahfit
.
.
.
“Di antara segala hewan. Aku adalah Harimau.
Di antara segala burung. Aku adalah Garuda.
Di segala tentangmu. Aku adalah Rindu.
.
Aku adalah Ibu Pertiwi yang senantiasa mendambakan cintamu”.
.
#suaramariska
#puisimariska
#tintaemas
#mariskainstitute
#salaminspirasipositif
#rumahfit
.
.
“Di antara segala hewan. Aku adalah Harimau.
Di antara segala burung. Aku adalah Garuda.
Di segala tentangmu. Aku adalah Rindu.
.
Aku adalah Ibu Pertiwi yang senantiasa mendambakan cintamu”.
.
#suaramariska
#puisimariska
#tintaemas
#mariskainstitute
#salaminspirasipositif
#rumahfit
.
.
.
“Di antara segala hewan. Aku adalah Harimau.
Di antara segala burung. Aku adalah Garuda.
Di segala tentangmu. Aku adalah Rindu.
.
Aku adalah Ibu Pertiwi yang senantiasa mendambakan cintamu”.
.
#puisimariska
#tintaemas
#mariskainstitute
#salaminspirasipositif
#rumahfit
Karya: @samba_sambalado
Melukis dalam diri berawal dari sunyi
Banyak pertanyaan yang belum bisa dijawab
Ciptakanlah sunyi agar diri bisa lakukan koreksi
“Nak tinggi, naiakkan budi”
Saat itulah lahirnya lukisan diri bernilai sejarah
“Iduik baraka mati baiman”
Bungo, Jambi, 17/06/21
#tintaemas #senipolitikperjuangan #mariskainstitute #salaminspirasipositif #rumahfit
Tidak ada perubahan yang tidak dimulai dengan kata dan bahasa
Dan tulisan adalah bukti dari peradaban
(Mariska Lubis)
tintaemas.co.id adalah media online bagi para penulis untuk berkarya original dengan penuh adab, etika, dan berkelas yang berguna bagi negeri, masa depan, dan kehidupan yang lebih baik.
Mariska Lubis mengajak seluruh penulis, yang ingin belajar menulis, ingin mencurahkan hati dan pikirannya lewat tulisan dalam beragam bentuk: esai, opini, jurnalistik, prosa seperti puisi, cerpen, cerber, bahkan foto dan video.
Mariksa Lubis mengajak kita semua untuk bergabung di tintaemas.co.id.
Silahkankah berkarya, belajar dan menulis bersama-sama.
Kita bangun negeri ini lewat kata.
Kolaborasi Kata: [email protected]
#mariskalubis #senipolitikperjuangan #tintaemas #salaminspirasipositif #rumahfit
Karya: Mariska Lubis
Perempuan dengan segala kekejamannya...
Merusak sedikit demi sedikit...
Membunuh perlahan namun pasti...
Hingga surga di telapak kaki lenyap dihantarkan pada neraka...
Tanpa rasa bersalah meski setitik...
Kerudung indah dikenakan raga yang terobsesi kepalsuan...
Bedak dan gincu dipasang baik-baik sebagai topeng penutup dusta...
Sujud dan suci diumbar untuk mencari pengakuan...
Sementara kebencian terus terlontar bak bisa semburan ular...
Kewajiban diabaikan, hak terus dituntut...
Sungguh merugi hati perempuan tak bernyawa yang diliputi kelamnya kesombongan...
Otak semakin kosong dikuasai kejamnya durjana...
Segala yang baik dan benar terus tertutup tanpa pernah mampu membuka...
Harta dan dunia terus digenggam erat-erat seakan mampu dibawa sampai mati...
Semua hinaan menjadi bukti hinanya diri...
Perempuan kejam, sampai kapan mampu bertahan?!
Tangismu tidak lagi menjual!!!
Hakmu tercabut congkakmu!!!
Deritamu, ulahmu!!!
Tertawalah jika mampu!!!
Aku, Perempuan Merdeka yang Akan terus tersenyum...
Senyumku membunuhmu...
13 Juli 2021
#puisimariska
Karya: Mariska Lubis
Ketika semua ucapan manis dengan segala janji tidak lagi mampu kau ucapkan,
Beragam tekanan dan tunjuk jari diumbar seolah tanpa dosa,
Torehan luka yang sudah membusuk, kau gores semakin dalam,
Hingga tak ada lagi sakit yang mampu terasa.
Nirwana memang bukan tempat terbaik untukmu,
Semua yang indah dan harum hanyalah sebatas uang bagimu,
Apa yang kau gali dan coba rampas hingga ke ujung akarnya, tidak pernah membuatmu puas dan kaya,
Lubang-lubang besar yang kau buat itulah tempat yang paling layak untukmu.
Jika suatu saat nanti masih ada waktu untukmu menangis,
Tak perlu kau pandang langit,
Cukuplah pandang kelamnya dirimu sendiri,
Agar kau tahu betapa hinanya dirimu.
Kau keledai durjana, tuna mikir, non-kemaluan
Matilah Kamu!
Bandung, 15 Juni 2021
15:31 WIB
#puisimariska
If the crowd could see “heaven and hell”,
They could see what they never expected nor want to see…
Innumerable evils and angels gathered having dinner together…
Laughing and singing about the same foolishness…
Human being with their sentimental way of thinking…
Suspicious but oblige to have a believe in “after life”…
As the prelude and as the ending of every single cell they have…
“Finding and searching”
No ascertain…
Only if the crowd could see…
Mariska Lubis
26 Mei 2005
You said, you love me to the seventh sky
You said, you will spend time to clear of numbers
You said, you know to pledge each of aim
You said, you see inside not outside to be not in the shore
I said, I love you from nothing to nothing
I said, I am waiting until the end of time
I said, I took all the risks and consequences to serve and preserve
I said, you should never ask no more in the name of justice
Whatever you are I’ll be in your elevation
It is me you are talking about
Extended spoken declaration and alterations will never be the same
I necessitate you and none could stay alone
On the road to all the love in paradise island
I do accept as true in my reveries
Nonentity could revolutionize my wits
Not anything could ever safe and sound me
I am waiting for the right moment to say the word that I can’t say.
I don’t like being treated as if I am an excessive even if I do and even if you do love me and I love you.
I am peaceful enough to wait but I do not have to be else just to have you and be with you.
I am your seventh heaven and we are in paradise if there is not only word of love spoken.
“How could you be so sightless and hard of hearing?! Where is devoted love of heart you said to me?! When can we really make love?! I remain waiting eagerly not bashfully.”
Mariska Lubis
30th November 2010
#puisimariska #mariskaspoetry
From the publisher's feed