
Sign up to save your podcasts
Or


Karya : Mariska Lubis
Gerimis masih turun,
Hatiku tetap hancur corat marut,
Bulan purnama tidak memberikan senyum,
Ketidakadilan membuat semua merasa pilu.
Kehidupan mereka buat seperti jet coaster,
Manusia dikurung dalam cluster-cluster,
Bukan kualitas yang membedakan,
Kemampuan menjilat menjadi andalan.
Mereka yang di sana membuatku meradang,
Kopi pahit kutelan bukan untuk menghilang,
Kubiarkan semua rasa Itu semakin pekat,
Pada waktunya lidah mereka akan tercekat.
Langit tetap mencatat semua doa terurai,
Awan kelabu yang berkerumun akan terbakar mentari dan dihalau tegarnya badai,
Para pengkhianat itu akan segera tenggelam,
Terbawa gelombang arus air terganas dari dalam.
Rinduku akan terpenuhi pada saatnya,
Cintaku pun akan tersambut dengan mesranya,
Para durjana akan punah di neraka jahanam,
Semerbak harum Ibu Pertiwi akan kembali mekar mewangi di setiap sanubari.
Mimpiku bukan sekedar mimpi,
Perjuangan dan doa bukan hanya sekedar kata,
Jangan pernah ragukan cinta dan pertanyakan rinduku,
Aku senantiasa ada untukmu, Indonesia.
Pangandaran, 28 Desember 2020
00:37
#puisimariska
Karya: Mariska Lubis
Sebentuk bibir haus dan merintih lapar,
Periuk belanga kosong melompong tanpa terpapar,
Nasib anak negeri dirampas kekuasaan hewan-hewan liar,
Adab dilawan etika dihancurkan lewat senjata hukum dengan kaki tangan para robot penurut bersenjata dan bertubuh kekar.
Buah bibir kehilangan rasa percaya,
Tong kosong semakin nyaring bunyinya,
Ingin berlalu namun tetap harus bertahan di gelap tanpa cahaya,
Bukan karena takut tapi karena keyakinan yang semakin hilang karenanya.
Omong kosong semua ucapan,
Terlalu banyak alasan membuat tiada ada bahagia,
Kebodohan yang membuat jahat terus dipelihara,
Kehancuran pun bukan sekedar mimpi namun benar nyata adanya,
Bila memang hidupku bukan sekedar untuk menjadi hewan pekerja yang hanya mencari makan dan kesenangan,
Biarlah aku mati sebagai manusia berTuhan,
Segala hidup kuberikan bagi cintaku dan cintaNya,
Perjuanganku tidak Akan pernah sia-sia.
Aku bukan pecundang,
Aku adalah pemenang.
Kalian mati di tanganku,
Tanpa sisa dan tanpa kecuali.
Semoga Allah merestui dan meridhai.
Malang, 24 Januari 2021
17:39
#puisimariska
Karya: Mariska Lubis
Wahai negeriku yang begitu indah dan tersesat
Haruskah aku terdiam dan membiarkanmu semakin tenggelam dalam kegelapan
Cintaku padamu adalah pasti
Negeriku tak akan pernah kubiarkan sendiri
Keindahanmu sangat nyata bagiku
Kalian memang binatang tak berkemaluan yang hina dina
Tak akan pernah kalian merdeka sepertiku
Kalian akan mati dipenjara dendam kebencian dan keangkuhan kalian sendiri
Selamanya kalian tak akan pernah merdeka
Merah Putih akan terus berkibar
Ingat,
Di antara segala hewan. Aku adalah Harimau
Di antara segala burung. Aku adalah Garuda
Di antara segala tentangmu. Aku adalah Rindu
Aku adalah Ibu Pertiwi yang senantiasa menantikan cintamu
#puisimariska
Karya: Mariska Lubis
Apa salahku bila aku menginginkan kemerdekaan?
Apakah karena kau tak sanggup memberikannya untukku?
Jangan pernah menghalangiku wahai pecundang durjana!
Sungguh kau hanya manusia tak berkemaluan
Tong kosong!
Hanya dusta yang sanggup kau banggakan
Cuih…….!!!!
Cintaku mungkin kau anggap hanya setetes air membeku di antara setumpuk ranting
Namun tak akan pernah sanggup kau singkirkan
Aku Ibu Pertiwi akan terus ada
Setia dengan segala cintaku
Dan kau pecundang
Kau akan mati membusuk dengan segala dustamu
Kau yang melihatku dari balik bingkai kotak kaca
Gigitlah jarimu keras-keras
Tataplah aku lekat-lekat agar kau tau
Aku adalah pemilik kemerdekaan yang menari di alam kebebasan
Semakin kencang angin bertiup
Semakin aku berkibar
Merdeka!
#puisimariska
Karya: Mariska Lubis
Aku merdeka karena aku adalah matahari, malam dan mimpi
Yang selalu hadir dengan senyum termanis yang tak mungkin mereka miliki
Sebab mereka hanyalah gelap dan kusam
Tanpa setitik pun keinginan untuk merdeka
#puisimariska
Karya: Mariska Lubis
Siapakah dirimu?
Jangan pernah rusak keheninganku
Seluruh hartamu tak akan pernah sanggup membeliku
Aku adalah mata di langit
Aku sanggup menghancurkanmu bahkan dengan mata tertutup
Kau bahkan tak sanggup membaca senyumku
Jangan harap kau akan menang
Aku bukan tersenyum karenamu
Senyumku, membunuh!
#puisimariska
(Kumpulan puisi Matahari, Malam dan Mimpi - Pada Bandung Bondowoso)
From the publisher's feed