Siniar Salihara

Siniar Salihara

By Komunitas Salihara Arts CenterArts
Download on the App Store

Siniar Salihara episodes

  • 021. Keindonesiaan dan Ketionghoaan bersama Didi Kwartanada

    Kongres Pemuda Kedua di Batavia (27-28 Oktober 1928) melahirkan Sumpah Pemuda. Peristiwa itu melibatkan kaum pemuda dari pelbagai organisasi etnis di Indonesia, termasuk pemuda peranakan Tionghoa. Di episode pertama, Didi Kwartanada membahas peran pemuda peranakan Tionghoa di masa Pergerakan Nasional dan bagaimana mereka turut memperjuangkan Indonesia yang merdeka. (Serambi Salihara, 18 Oktober 2018)

    34 min
  • 019. Hate Speech: Antara Kebebasan Berbicara dan Potensi Kekerasan bersama Asfina

    Ujaran kebencian dilakukan untuk menyudutkan dan mendiskriminasi kelompok minoritas agama, etnis dan ras tertentu. Praktiknya diperbuat atas nama kebebasan berekspresi dan berpendapat. Di episode pertama, Asfina membahas konteks kebebasan berbicara berdasarkan tinjauan hak asasi manusia (HAM) dan hukum internasional. Apa yang sebenarnya dimaksud dengan ujaran kebencian? Perlukah kita membatasi kebebasan untuk menghadapi hal itu? (Serambi Salihara, 16 Maret 2011)

    28 min
  • 018. Seni sebagai Peristiwa bersama Hendro Wiyanto

    Di episode kedua, Hendro Wiyanto mempertanyakan kembali apa itu subyek dalam kesenian, khususnya seni rupa. Berangkat dari hal tersebut, ia mengemukakan beragam contoh karya para seniman sejak 1970-an yang menerobos batas-batas medium, dan perdebatan yang melingkupi hal itu. Sebenarnya, apa yang ingin dicapai oleh karya-karya tersebut? (Serambi Salihara, 05 Februari 2013)

    30 min
  • 017. Seni sebagai Peristiwa bersama St. Sunardi

    Kesenian kerap dipandang sebagai “benda” yang dibatasi oleh mediumnya, tapi tak selamanya demikian. Di episode pertama, St. Sunardi membicarakan kesenian dari perspektif psikoanalisa. Ia mengatakan bahwa seni adalah peristiwa “evakuasi subyek (manusia)”. Tapi peristiwa apa? Dan kenapa perlu mendekati seni sebagai peristiwa? (Serambi Salihara, 05 Februari 2013)

    29 min
  • 016. “Soekarno dan Islam” bersama Goenawan Mohamad

    Pada episode kedua, Goenawan Mohamad mengurai pemikiran Soekarno dengan melihat hubungan Islam dan negara. Bagaimana pemikiran Islam mampu memberikan energi pembebasan di tengah kolonialisme kala itu? Ada juga bahasan ketertarikan Bung Karno dengan Marxisme dan melihat pertautan tafsir Islam dengan rasionalitas dan pragmatis. (Teater Salihara, 04 September 2010)

    26 min
  • 015. “Soekarno dan Islam” bersama Goenawan Mohamad

    Apakah arti Islam bagi Soekarno? Di episode pertama, Goenawan Mohamad membahas pemikiran Islam oleh Bung Karno yang mempertemukan narasi Islamisme, Nasionalisme dan Marxisme. Kuliah ini juga menelaah narasi keislaman Bung Karno dalam kacamata sejarah intelektual Indonesia. (Teater Salihara, 04 September 2010)

    25 min
  • 012. Agama dan Sekularisme di Ruang Publik bersama Trisno S. Sutanto

    Pada episode kedua, Trisno S. Sutanto (akademisi filsafat) membahas persoalan agama dan sekularisme melalui dialog antara Jürgen Habermas dan Joseph Ratzinger (sebelum menjadi Paus Benedict XVI). Adakah titik pertemuan antara agama dengan sekularisme agar tidak terjadi konflik? Diskusi ini ditaja oleh Hivos. (Serambi Salihara, 02 Desember 2010)

    24 min

About Siniar Salihara

From the publisher's feed

Dengarkan aneka diskusi seru tentang seni, sastra, budaya dan filsafat di Siniar Salihara. Ada "Stay A(r)t Home Talk" serta satu segmen terbaru "Ngomong-Ngomong Soal" yang akan rilis di bulan Juni.…