
Sign up to save your podcasts
Or


Di episode kedua, Elizabeth Inandiak mengupas lebih banyak lagi tembang-tembang Serat Centhini untuk melihat pemaknaan erotika dalam khazanah sastra Nusantara. Kuliah ini melihat bagaimana penggunaan istilah erotika tidak hanya dimaknai sebagai tindakan tetapi juga khayalan dan ajaran. (Serambi Salihara, 10 Maret 2012)
Bagaimana fotografi jalanan diterapkan di Indonesia? Di episode kedua, Erik Prasetya (fotografer) membahas praktik fotografi jalanan dengan melihat hubungan fotografi jalanan dengan ruang publik. Diskusi ini membahas lebih dalam mengenai sisi estetika, emosi dan pendekatan dalam praktik fotografi jalanan berdasarkan karya-karya fotografer seperti Sebastião Salgado, W. Eugene Smith dan lain-lain. (Galeri Salihara, 10 Juni 2014)
Fotografi jalanan atau street photography kerap menjadi tren yang menuai kontroversi. Mengapa demikian? Di episode pertama, Irma Chantily (pengamat dan pengajar fotografi) mengupas tentang praktik fotografi berdasarkan kesejarahan dan tokoh-tokoh penting di dalam perkembangannya, mulai dari Louis Daguerre, Henri Cartier-Bresson, sampai Robert Frank. Diskusi ini melihat hubungan fotografi jalanan dengan seni lukis serta perkembangannya di sisi visual. (Galeri Salihara, 10 Juni 2014)
Pada suatu hari seekor lebah kecil yang lucu kehilangan madunya. Hmm siapa ya kira-kira pencurinya? Dalam rangka Hari Anak Nasional, episode kali ini menghadirkan pembacaan Lebah Madu Kecurian oleh Ria dan Lunang. Dongeng ini adalah karya Lunang (berusia empat tahun) yang dibuat dalam proses pementasan Papermoon Puppet Theatre mendatang.
Sajak-sajak Sapardi Djoko Damono bisa dimaknai dan dibahas dengan beragam perspektif. Di dalam perkembangan perpuisian Indonesia, bagi Nirwan Dewanto, karya-karya Sapardi berdiri sebagai “titik tengah” di antara konvensi dan avantgardisme. Di episode ini kita mengenang Sapardi Djoko Damono melalui pembahasan atas sajak-sajaknya yang menginspirasi perkembangan sastra Indonesia. (Teater Salihara, 26 Maret 2010)
Sajak-sajak Sapardi Djoko Damono bisa dimaknai dan dibahas dengan beragam perspektif. Di dalam perkembangan perpuisian Indonesia, bagi Nirwan Dewanto, karya-karya Sapardi berdiri sebagai “titik tengah” di antara konvensi dan avantgardisme. Di episode ini kita mengenang Sapardi Djoko Damono melalui pembahasan atas sajak-sajaknya yang menginspirasi perkembangan sastra Indonesia. (Teater Salihara, 26 Maret 2010)
Mengapa perempuan seringkali dibebani oleh aturan dan stigma masyarakat? Episode kali ini, bertepatan dengan Hari Keadilan Internasional, Nong Darol Mahmada (aktivis perempuan) membahas posisi ketubuhan perempuan yang kerap diobyektifikasi di ruang publik. Melalui kacamata tafsir Islam, diskusi ini mengulas persoalan ketimpangan yang muncul dari aturan normatif terhadap perempuan. (Serambi Salihara, 07 Desember 2011)
From the publisher's feed