Siniar Salihara

Siniar Salihara

By Komunitas Salihara Arts CenterArts
Download on the App Store

Siniar Salihara episodes

  • 031. Pemikiran A. Teeuw di Seputar Sastra oleh Hasif Amini

    A. Teeuw adalah kritikus, pengkaji dan akademisi sastra Indonesia asal Belanda. Ide-idenya sangat penting dalam perkembangan kesusastraan Indonesia. Di episode ketiga, Hasif Amini (sastrawan) menelaah pemikiran A. Teeuw yang melakukan kritik sastra menggunakan sudut pandang berbeda dan belum pernah dikaji oleh para sastrawan pada masa itu. (Serambi Salihara, 28 September 2013)

    28 min
  • 030. Pemikiran H.B. Jassin di Seputar Sastra oleh Arif B. Prasetyo

    H.B. Jassin adalah kritikus dan dokumentator kesusastraan Indonesia. Di episode kedua, Arif B. Prasetyo (sastrawan) membahas pemikiran H.B. Jassin, termasuk kewibawaan dan produktivitasnya mengkritik sastra Indonesia. Pemikiran apa yang ditawarkan H.B. Jassin dan sebenarnya apa peran kritikus dalam perkembangan sastra? (Serambi Salihara, 28 September 2013)

    20 min
  • 029. Pemikiran Sutan Takdir Alisjahbana di Seputar Sastra oleh Zen Hae

    Sutan Takdir Alisjahbana adalah tokoh penting dalam perkembangan sastra Indonesia modern pada awal abad ke-20. Ia adalah salah satu sosok di balik berdirinya majalah Pujangga Baru pada 1930-an. Di episode pertama ini Zen Hae (sastrawan) mengupas pemikiran Sutan Takdir mengenai kesusastraan pada masa itu yang sedang beralih ke zaman modern. (Serambi Salihara, 28 September 2013)

    21 min
  • 026. Patung di Ruang Publik bersama Yuswadi Saliya
    Seiring perkembangan zaman, keberadaan patung di sudut-sudut kota tak semata menyuguhkan nilai estetik dan artistik tapi juga upaya memberi rupa baru dalam membangun wajah kota. Di episode kedua, Yuswadi Saliya melanjutkan perbincangan eksistensi patung di ruang publik dengan melihat hubungannya dengan lanskap perkotaan. Bagaimana patung, sebagai medium representasi, mengadaptasi nilai artistik terhadap nilai yang ada di ruang publik? (Serambi Salihara, 21 September 2016)
    37 min
  • 025. Patung di Ruang Publik bersama Nyoman Nuarta
    Bagaimana seni patung menempatkan diri di ruang publik? Di episode pertama, Nyoman Nuarta membahas posisi patung di dalam ruang publik berdasarkan perspektif pematung. Berangkat dari pengalaman personalnya ketika membangun patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bali, diskusi ini mengangkat pergulatan komersial seni patung di Indonesia sekaligus posisinya yang kerap termarjinalkan. (Serambi Salihara, 21 September 2016)
    23 min
  • 024. Akar Kekerasan bersama Sulistyowati Irianto

    Kelompok intoleran dan anti-demokrasi kian “canggih” menyiasati agenda mereka melalui argumentasi hukum. Di episode kedua ini Sulistyowati Irianto, melalui perspektif hukum, membahas apakah hukum berkontribusi terhadap potensi kekerasan? Bagaimana hukum menggerakan keadilan jika ia berpihak pada kepentingan tertentu, sehingga netralitas dan objektivitasnya kerap dipertanyakan? (Teater Salihara, 08 Juni 2011)

    29 min
  • 023. Akar Kekerasan bersama Thamrin Amal Tomagola

    Aksi kekerasan dan terorisme kerap bersembunyi di balik agama. Di episode pertama ini Thamrin Amal Tomagola mengupas persoalan akar kekerasan melalui perspektif sosiologi. Bagaimana tingkat kelas di masyarakat, terutama di perkotaan, menciptakan kesenjangan dan ketegangan, lalu saling berkait dengan tumbuhnya kekerasan dan radikalisme? (Teater Salihara, 08 Juni 2011)

    40 min
  • 022. Keindonesiaan dan Ketionghoaan bersama Andi Achdian

    Apakah keabsahan peranakan Tionghoa sebagai warga Republik hanya dinilai terkait sejauh mana “kontribusi” yang mereka berikan? Di episode kedua, Andi Achdian menawarkan perspektif mengenai keindonesiaan dan ketionghoaan melalui penelitiannya di kota Surabaya. Seperti apa cita-cita kemajuan dan dunia intelektual komunitas Tionghoa di Surabaya? Serta bagaimana dinamika hubungan budaya Jawa dan Tionghoa pada masa kolonial? (Serambi Salihara, 18 Oktober 2018)

    25 min

About Siniar Salihara

From the publisher's feed

Dengarkan aneka diskusi seru tentang seni, sastra, budaya dan filsafat di Siniar Salihara. Ada "Stay A(r)t Home Talk" serta satu segmen terbaru "Ngomong-Ngomong Soal" yang akan rilis di bulan Juni.…