Sinode Gereja Kristus Yesus

Sinode Gereja Kristus Yesus

By Sinode Gereja Kristus YesusReligion & SpiritualityChristianity
Download on the App Store

Sinode Gereja Kristus Yesus episodes

  • 十月十三日 - 上帝与圣殿重建工程同在

    圣殿的重建进程又遭阻遏,这是犹大民自己招来的。他们觉得所建的圣殿与所罗门所造的相比后,简直"看如无有",于是,部分犹大民泄气了(2:2-3)。见此情景,哈该先知传达了上帝的三个应许。第一个应许是鼓励所罗巴伯省长和约书亚大祭司无需惧怕,因有上帝同在,祂的大能定会帮助他们,使他们能建成此殿(2:4-5)。上帝还应许祂要牢记所罗巴伯的事奉,在万民中尊崇他(2:20-23)。第二个应许是与他们所建的圣殿相关。虽然此殿并不宏伟壮观,但上帝将使它比先前的更加荣耀。上帝还将使它成为祝福万民之源(2:6-9)。第三个应许是对全体犹大民说的。上帝必记念他们的工作,赐福与他们。当犹大民开始动工之时,上帝就已为他们开启赐福之门(2:15-19)。除上述三应许,哈该也警告一伙犹大民,要他们先离弃污秽的生活,以免玷污了工作成果(2:10-14)。


    以上所述,提供三条教导:第一,正如2:5所说的:"我的灵住在你们中间。"上帝应许在任何境况中都与我们同在。只要上帝同在,我们就能战胜一切困难与挑战。这一向以来,您所倚靠的是上帝还是您自己的本事、力量和聪明?第二,上帝不希望我们将自己的事奉与别人的攀比。犹大民将自己的工作成果与所罗门的圣殿相比后顿觉心灰意冷(2:2-4)。上帝要我们基于所得呼召忠心事奉。与人攀比,将会使自己自卑或高傲。您是不是常将自己的生活与事奉与人攀比?第三,上帝看重祂子民的事奉。虽然不起眼,但上帝重视犹大民重建的圣殿,祂承诺将使这殿比所罗门造的更为荣耀(2:9)。在上帝心目中,任何事奉都是珍贵的。无论什么事奉都不可轻看。您是否已意识到,上帝能超过您所想象的来使用一切事奉?[傅子洁牧师/张翼啸]

    8 min
  • 12 Oktober 2022 - “MENCINTAI RUMAH ALLAH”

    Seorang pendeta membesuk anggota jemaat yang lama absen dalam kebaktian. Anggota jemaat itu menyampaikan alasan demikian, "Saya juga heran, mengapa setiap kali saya mau ke gereja, selalu ada halangan. Kadang motor rusak, anak menangis, atau tiba-tiba hujan." Meskipun terkesan masuk akal, sebenarnya masalah anggota jemaat itu adalah hati yang tidak menghargai Allah. Masalah itu mirip dengan umat Yehuda yang tidak menghormati Allah sehingga dengan gampang mencari alasan untuk mengabaikan rumah Allah. Kitab Hagai ditujukan bagi bangsa Yehuda yang pulang dari pembuangan atas izin raja Koresy untuk membangun kembali Bait Suci di Yerusalem (Ezra 1:1-5). Namun, pembangunan mereka menghadapi pertentangan dan terhenti selama 14 tahun (Ezra 4:24). Saat itu, umat Yehuda justru sibuk membangun rumah sendiri. Mereka membiarkan Bait Suci terlantar dengan alasan belum waktunya untuk dibangun kembali (Hagai 1:2). Tindakan ini lahir dari hati mereka yang lebih mencintai rumah sendiri ketimbang rumah Allah.


    Allah menegur umat Yehuda melalui Nabi Hagai. Nabi Hagai menyampaikan teguran kepada dua pemimpin bangsa, yakni bupati Zerubabel sebagai pemimpin pemerintahan dan imam besar Yosua sebagai pemimpin rohani. Selain itu, Nabi Hagai menegur umat Yehuda secara langsung atas sikap hati mereka yang tidak mencintai rumah Allah disertai ancaman hukuman Allah jika mereka tidak segera bertobat (1:4-11). Oleh pertolongan Allah, umat Yehuda akhirnya memulai kembali pembangunan Bait Suci tersebut 24 hari kemudian (1:14-2:1a).

    Peristiwa di atas mengajar kita untuk mencintai rumah Allah. Umat Yehuda mewujudkan kecintaan kepada rumah Allah dengan membangun kembali Bait Suci. Bagi kita, kecintaan kepada rumah Allah dibuktikan dengan kerinduan untuk hadir dalam ibadah di gereja. Sebagai rumah Allah, gereja lebih dari sekadar tempat bagi orang percaya untuk berkumpul dalam ibadah. Gereja adalah simbol kehadiran Allah untuk menyapa dan memberkati umat yang datang mencari-Nya. Pandemi memaksa kita beribadah secara online dan kehilangan banyak berkat yang hanya diperoleh melalui kehadiran fisik di gereja. Sayangnya, masih banyak jemaat memilih beribadah secara online meskipun kondisi sudah memungkinkan untuk hadir secara fisik di gereja. Sudah saatnya kita kembali beribadah secara fisik di gereja, kecuali bila ada halangan yang esensial! Apakah Anda rindu bertemu Allah di rumah-Nya? [Pdt. Timotius Fu]

    7 min
  • 十月十二日 - 要爱上帝的殿

    曾有一位牧师来到久未参加主日崇拜的会友家探访,问其原因。请牧师入屋坐定后,这会友便对牧师说:"说来也奇怪,每次要去教堂时,总会有意外的事发生,有时摩托车坏了,有时孩子哭闹,有时突然下雨,结果去不了。"乍听起来,似乎合情合理;但其实这会友不尊重上帝,这是问题所在。就像这会友一样,犹大民因为不尊重上帝,就随心所欲地自找理由,置圣殿于不顾。《哈该书》写给为重建在耶路撒冷的圣殿,在塞鲁士王允准下从被掳之地归回故土的犹大民(《以斯拉记》1:1-5)。但这工程遭到敌对势力的阻挠,停顿了14年之久(《以斯拉记》4:24)。当时,犹大民却热衷于建造自己的住房,而以时候未到为理由,任凭圣殿一片瓦砾,荒凉下去(《哈该书》1:2)。他们这么做,是因为比起爱上帝的殿他们心中更爱自己的住家 。


    通过哈该先知,上帝指责犹大民。哈该先知将上帝的话转告犹大的政府首脑所罗巴伯省长和精神领袖约书亚大祭司,并且直接指责心里不爱上帝的殿的犹大民,警告他们若不即刻悔改,将受上帝惩罚(1:4-11)。靠着上帝的帮助,24天过后,犹大民终于启动圣殿的重建(1:14-2:1上)。

    以上所述教导我们要爱上帝的殿。通过重建圣殿,犹大民体现了对此殿的爱。至于我们,要以渴望在教堂敬拜来证明对上帝的殿的爱。作为上帝的殿,教堂并非只是成为信徒在崇拜时聚集的场所。教堂应成为上帝来到其中,欢迎并赐福前来寻求祂的子民的处所。新冠疫情迫使我们只能在线上敬拜,而使我们失去了很多只能在教堂出席崇拜会才能获得的福分。值得惋惜的是,尽管情况许可了,但还有很多信徒宁可在线上敬拜而不愿来到教堂参加聚会。是时候了,我们应当如往常般,回教堂敬拜了,除非情势所逼,只好作罢。您渴想在上帝的殿中与上帝相会吗?[傅子洁牧师/张翼啸]

    8 min
  • 十月十一日 - 基督门徒生活中的爱

    如果以前,新郎在没有新娘的时候从旷野走进城市(3:6),这次良人和他所爱的女人一起走。新娘被表达为"靠着她的爱人"(8:5)。公众可以见证两个人之间的密切关系。然而,新娘要求她的爱人将她的存在像印记一样放在男人的心上和臂上。心上的印记表明新郎个人承诺全心全意地爱他的爱人。臂是新娘靠在情人身上的部分(8:6)。手臂上的戳记表明新郎承诺保护他的爱人。新娘的希望基础是他们之间的强烈爱。人与人之间的爱可以如此强烈,以至于没有什么可以阻止这种爱,就正如没有任何一个人可以阻止死亡一般(8:6)。


    这种强烈的爱被进一步地描述为"如耶和华的烈焰"(8:6)。这节经文是雅歌中唯一包含"耶和华"字的经文。造物者是给予人类爱的给予者。爱有四种:第一是男女关系之间的爱(eros)。第二,朋友之间的爱(filia)。第三,家庭中的爱(storge)。第四,基督所表现的爱(agape)。无条件的爱是不自私的爱,而是关心所爱的人,拥有无条件的爱的人愿意牺牲自己。这种至高无上无条件的爱必须体现在每一个基督门徒的生活中,无论是在家庭、教会还是社会中。"你们若有彼此相爱的心,众人因此就认出你们是我的门徒了。"(《约翰福音》13:35)。

    无条件的爱是每个信徒里面的圣灵的果子(《加拉太书》 5:22)。我们越受圣灵的控制,就越有可能在我们的生活中散发出无条件的爱。此外,要使无条件爱成熟起来,就需要有自我意识,"不要单顾自己的事,也要顾别人的事”(《腓立比书》2:4)。您在日常生活中是否散发出您内心的无条件爱?[王国贤牧师/孔秋雯]

    6 min
  • 11 Oktober 2022 - “KASIH DALAM KEHIDUPAN MURID KRISTUS”

    Apabila sebelumnya, mempelai pria berjalan masuk ke dalam kota dari padang gurun tanpa mempelai wanita (3:6), kali ini sang pria berjalan bersama dengan wanita yang dicintainya. Mempelai wanita itu diungkapkan sebagai "bersandar pada kekasihnya" (8:5). Masyarakat umum dapat menyaksikan relasi yang dekat di antara keduanya. Meskipun demikian, sang mempelai wanita meminta kepada kekasihnya agar keberadaan dirinya ditempatkan bagaikan meterai di hati dan lengan sang pria. Meterai di hati menunjuk pada komitmen pribadi sang mempelai pria untuk mencintai kekasihnya dengan sepenuh hati. Lengan adalah bagian tempat mempelai wanita bersandar pada kekasihnya (8:6). Meterai di lengan menyatakan komitmen mempelai pria untuk melindungi kekasihnya. Dasar dari harapan sang mempelai wanita lah cinta yang kuat di antara mereka. Cinta antarpribadi bisa sangat kuat, sehingga tidak ada yang dapat menghentikan cinta itu sebagaimana tidak ada satu manusia pun yang bisa mencegah kematian (8:6).


    Cinta yang sangat kuat itu dijelaskan lebih jauh sebagai "seperti nyala api TUHAN" (8:6). Ayat ini merupakan satu-satunya ayat dalam Kitab Kidung Agung yang memuat kata "TUHAN". Sang Khalik adalah Pemberi cinta kasih kepada manusia. Ada empat macam cinta kasih: Pertama, cinta dalam relasi antara pria dan wanita (eros). Kedua, kasih di antara sahabat (filia). Ketiga, kasih dalam keluarga (storge). Keempat, kasih yang diperlihatkan oleh Kristus (agape). Kasih agape adalah kasih yang tidak mementingkan diri sendiri, melainkan mementingkan pihak yang dikasihi, sehingga pemilik kasih agape akan rela mengorbankan diri-Nya sendiri. Kasih agape ini harus diwujudkan dalam kehidupan setiap murid Kristus, baik dalam keluarga, gereja, maupun masyarakat. "Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi." (Yohanes 13:35).

    Kasih agape merupakan buah dari Roh Kudus yang berdiam dalam diri setiap orang percaya (Galatia 5:22). Semakin kita dikuasai oleh Roh, semakin besar kemungkinan bagi kita untuk memancarkan kasih agape melalui kehidupan kita. Selain itu, untuk mematangkan kasih agape tersebut, dibutuhkan kesadaran diri untuk tidak hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga (Filipi 2:4). Apakah kehidupan sehari-hari Anda sudah memancarkan adanya kasih agape di dalam diri Anda? [Pdt. Emanuel Cahyanto Wibisono]

    9 min
  • 十月十日 - 宽恕与恢复关系

    新郎和新娘之间的冲突(5:2-6)已经解决了。虽然冲突主要是由新娘引起的,但新郎愿意再次接受他的爱人,甚至表达他的爱和赞美之情(6:4)。新郎用诗意的语言来表达他的感情(6:5)。新郎的深爱是通过赞美新娘的外表来暗示,以至于新娘被认为是所有女人当中最宝贵的(6:6-9)。已经恢复的关系通过美丽和温暖的表达来强调(6:10-11)。新郎意识到他非常渴望始终与新娘保持亲密的关系(6:12-13)。尽管新郎最初受到新娘的伤害,但新郎最终还是接受了新娘并仍然爱着她。新郎的态度使新娘成为一个幸福的人,周围的其他女人都承认这一点(6:9)。


    我们今天读到的这首诗表达了新郎愿意原谅和接受新娘的意愿。新郎的行为符合使徒保罗的信息,即丈夫要爱妻子如同基督爱教会(《以弗所书》5:25)。人背叛了上帝,但慈爱的上帝愿意牺牲祂的独生子耶稣基督,死在十字架上,以恢复人与祂自己的关系。此外,《马太福音》18:23-27表达了上帝对人类的怜悯,所以我们应该对得罪我们的人采取同样的态度(《马太福音》18:28-35)。 "要爱你们的仇敌,为那逼迫你们的祷告"(《马太福音》 5:44)是一条必须应用在每一个基督徒生活中的诫命。

    基督的每一个信徒都是奉耶稣基督之名传赦罪的见证人(《路加福音》24:47)。然而,也许我们曾受到过其他人的伤害,无论是家人、亲朋好友,或者是生活中的任何一个人。如果你受到过伤害,你会原谅那个人并且希望他能分享到只有通过基督的宽恕才能获得的真正幸福吗?[王国贤牧师/孔秋雯]

    7 min
  • 10 Oktober 2022 - “MEMAAFKAN DAN MEMULIHKAN RELASI”

    Konflik yang terjadi di antara mempelai pria dan mempelai wanita (5:2-6) telah dapat diselesaikan. Meskipun konflik itu terutama disebabkan oleh mempelai wanita, mempelai pria bersedia menerima kembali kekasihnya, bahkan ia mengungkapkan perasaan cinta dan pujiannya (6:4). Dengan bahasa puitis, mempelai pria menyampaikan perasaannya (6:5). Cinta sang mempelai pria yang begitu besar tersirat lewat pujian terhadap fisik sang mempelai wanita, sehingga sang mempelai wanita dinilai sebagai paling berharga daripada semua wanita lain (6:6-9). Relasi yang telah pulih itu dipertegas dengan ungkapan tentang keindahan dan kehangatan (6:10-11). Sang mempelai pria sadar bahwa ia memiliki hasrat yang besar untuk selalu berada dalam relasi yang intim dengan sang mempelai wanita (6:12-13). Walaupun mempelai pria itu pada awalnya dilukai oleh sang mempelai wanita, sang mempelai pria itu akhirnya kembali menerima sang mempelai wanita dan tetap mencintainya. Sikap sang mempelai pria itu membuat sang mempelai wanita menjadi orang yang berbahagia, seperti diakui oleh perempuan-perempuan lain di sekitarnya (6:9).


    Puisi dalam perikop yang kita baca hari ini menyatakan kerelaan sang mempelai pria utuk memaafkan dan menerima sang mempelai wanita. Tindakan mempelai pria ini sesuai dengan pesan Rasul Paulus agar suami mengasihi istri seperti Kristus mengasihi jemaat (Efesus 5:25). Manusia telah memberontak kepada Allah, tetapi Allah yang maha kasih rela mengorbankan putra tunggal-Nya—Yesus Kristus—untuk mati di kayu salib demi memulihkan relasi antara manusia dengan diri-Nya sendiri. Selain itu, Matius 18:23-27 mengungkapkan belas kasihan Allah kepada manusia, sehingga sikap serupa semestinya kita praktikkan kepada orang lain yang menyakiti hati kita (Matius 18:28-35). "Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu” (Matius 5:44) adalah perintah yang harus diterapkan dalam kehidupan setiap murid Kristus.

    Setiap murid Kristus adalah saksi bagi pengampunan dosa di dalam nama Yesus Kristus (Lukas 24:47). Akan tetapi, mungkin kita telah disakiti oleh orang lain, entah keluarga, sahabat, teman, atau siapa saja dalam hidup ini. Bila Anda telah disakiti, maukah Anda mengampuni orang itu dengan harapan agar dia ikut menerima kebahagiaan sejati yang hanya tersedia melalui pengampunan di dalam Kristus? [Pdt. Emanuel Cahyanto Wibisono]

    8 min
  • 09 Oktober 2022 - “KESATUAN DI DALAM PERNIKAHAN”

    Bacaan Alkitab yang kita renungkan pada hari ini menggunakan gaya bahasa eufemisme, yaitu memakai ungkapan yang lebih halus untuk menggantikan istilah yang dianggap terlalu kasar atau tidak patut disebut. Misalnya, perkataan ‘bukalah pintu’ (5:2) menunjuk kepada aktivitas aurat wanita, dan kata ‘kepala’ (5:2) menunjuk kepada aurat pria. Dengan gaya penulisan seperti itu (5:2-6) imajinasi pembaca tentang pengalaman seksual di antara mempelai pria dan wanita dibangkitkan. Sang pria berusaha mengambil inisiatif untuk memulai hubungan fisik yang intim, namun sang wanita belum siap untuk menanggapinya (5:2,3b). Sang pria akhirnya "pergi, lenyap" (5:6). Hal ini menunjukkan bahwa telah terjadi konflik di antara mereka berdua.


    Relasi dalam pernikahan yang dikehendaki oleh Allah adalah kesatuan yang utuh di antara pria dan wanita (Kejadian 2:24). Salah satu aspek dari kesatuan dalam pernikahan adalah kesatuan fisik (Kejadian 2:24). Berdasarkan pemahaman ini, maka 5:2-6:3 juga berbicara tentang kesatuan dalam pernikahan, walau tidak secara langsung. Pria dan wanita adalah dua pribadi yang berbeda. Mengupayakan kesatuan dan memupuk relasi agar tetap hangat bukan hal yang mudah untuk dilakukan karena ada perbedaan karakter, sifat, kebiasaan, dan sebagainya yang dapat memicu konflik. Dalam keadaan ini, tindakan yang dilakukan oleh mempelai wanita dapat menjadi pelajaran bagi kita. Pertama, mempelai wanita digambarkan keluar untuk mencari mempelai prianya (5:6,7). Di sini kita dapat belajar untuk sungguh-sungguh berusaha memupuk kesatuan walaupun ada tantangan dalam melakukannya. Kedua, mempelai wanita hanya menyebutkan aspek yang baik dari pasangannya dan tidak mengungkapkan hal-hal yang buruk (5:10-16). Secara tidak langsung, ini menyatakan bahwa si wanita memaafkan dan menerima kembali sang pria. Memaafkan menjadi kunci penting untuk mengupayakan kesatuan dalam pernikahan. Ketiga, mereka saling menjaga komitmen dalam relasi mereka (6:3).

    Pernikahan adalah simbol relasi antara Kristus dengan jemaat (Efesus 5:32). Mereka yang telah menikah harus terus memupuk relasi di antara mereka. Apa yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan kesatuan dalam pernikahan kita? Bagaimana kita dapat mendidik orang lain—khususnya kaum muda—agar mengupayakan kesatuan dalam pernikahan mereka kelak? [Pdt. Emanuel Cahyanto Wibisono]

    10 min
  • 十月九日 - 婚姻中的合一

    今日所思想的经文中,采用了委婉的语言,意即使用比较文雅的词语代替被认为太过粗鲁或不配出口的词语。例如,‘开门’(5:2)指女人的下体,‘头’(5:2)指男人的下体。那样的书写风格(5:2-6)激起读者对新郎新娘性经历的想象。男方主动开始亲密的肉体关系,但是女方却还未准备好作回应(5:2,3下)。最终,男方‘离去,消失’(5:6)。在此显示他们两人之间发生了冲突。


    上帝所要的婚姻关系乃是男女之间完美的合一(《创世记》2:24)。其中之一婚姻里的合一层面就是肉体的合一(2:24)。根据以上的理解,5:2-6:3也论到关乎婚姻中的合一,纵然不是直接。男女乃是有区别的位格。设法合一和培养关系使之保持温暖不是容易做到的,因为有造成矛盾的品格、性格、习惯等种种分别。在这样的情形之下,新娘所采取的行动可作为我们学习的榜样。第一,新娘被描述为出去寻找新郎(5:6-7)。在这里我们可以学习,即便在实行时有拦阻,还是要努力培养合一。第二,新娘只有提到男方好的一面,没有提及他坏的一面(5:10-16)。间接上表明女方饶恕和再度接纳男方。在此,饶恕是尽力做到婚姻合一的重要关键。第三,他们彼此持守关系中的誓约(6:3)。

    婚姻乃是象征基督和教会之间的关系(《以弗所书》5:32)。已婚的人必须继续栽培与配偶之间关系。我们如何才能提高婚姻里的合一?应该怎样教育别人,特别是年轻一代在将来的婚姻生活中竭力体现婚姻合一呢?[王国贤牧师/古建江]

    8 min
  • 08 Oktober 2022 - “SEKSUALITAS DALAM KEHENDAK ALLAH”

    Kitab Kidung Agung merupakan puisi tentang cinta. Istilah ‘cinta’—seperti yang kita temukan di 5:1—dalam bahasa aslinya memiliki pengertian relasi seksual. Hal ini sesuai dengan apa yang dikemukakan oleh perikop yang kita baca hari ini, yaitu tentang sepasang insan berbeda jenis kelamin yang saling melibatkan diri dalam hubungan fisik yang sangat intim. Beberapa pembaca Alkitab mungkin merasa risih membaca kata-kata yang tertulis di 4:1-16. Sebagian orang beranggapan bahwa hal-hal yang terkait dengan seksualitas merupakan dosa dan tidak patut untuk dibicarakan secara terbuka.


    Ternyata, Kidung Agung menggunakan kata-kata puitis yang menolong kita menghayati keintiman fisik di antara pria dan wanita dalam relasi yang bersifat privat tersebut. Artinya, seksualitas pada dirinya sendiri bukanlah merupakan dosa. Sesungguhnya, keintiman fisik dalam relasi suami istri merupakan bagian dari rencana dan kehendak Allah ketika Dia menciptakan segala sesuatu (Kejadian 2:24). Allah yang maha kudus tidak mungkin berdosa! Oleh karena itu, keintiman fisik itu sebenarnya "sungguh amat baik" (Kejadian 1:31). Melalui hubungan yang intim, pasangan pria dan wanita menjadi rekan Allah dalam ‘penciptaan’ manusia setelah kedua manusia pertama diciptakan Allah (Kejadian 1:28). Hubungan fisik itu memupuk kesatuan (Kejadian 2:24), dan membentuk kehangatan dalam relasi di antara pria dan wanita (Kidung Agung 4:1-5:1). Seksualitas merupakan berkat dari Allah yang harus dijalankan sesuai dengan kehendak-Nya dan tidak boleh dipergunakan hanya untuk kepuasan manusiawi saja. Hubungan seks hanya boleh dilakukan oleh pria dan wanita yang telah disatukan serta diberkati Allah dalam pernikahan kudus (Kejadian 2:24, Amsal 5:15-20, Ibrani 13:4). Alkitab juga memperingatkan bahwa "tubuh bukanlah untuk percabulan" (1 Korintus 6:13), bahkan perzinahan merupakan simbol dari penyembahan kepada illah-illah palsu (Yesaya 57:7-8, Hosea 4:12-14). Hubungan intim di luar pernikahan yang telah diberkati Allah adalah dosa.

    Setiap murid Kristus telah dibeli oleh Kristus, sehingga ia harus memuliakan Allah dengan tubuhnya (1 Korintus 6:20). Untuk yang masih lajang, bagaimana Anda bisa menjaga kekudusan seksual dalam hidup Anda? Untuk yang sudah menikah, bagaimana Anda bisa memupuk relasi dalam pernikahan secara benar, bahkan mempengaruhi kaum muda untuk menjaga kekudusan dalam aspek seksualitas? [Pdt. Emanuel Cahyanto Wibisono]

    10 min

About Sinode Gereja Kristus Yesus

From the publisher's feed

Akun Spotify resmi Sinode Gereja Kristus Yesus (GKY) yang menyajikan Renungan GEMA dalam Bahasa Indonesia dan Mandarin. Temukan kekuatan firman Allah dan pertumbuhan iman setiap hari bersama kami…