Sinode Gereja Kristus Yesus

Sinode Gereja Kristus Yesus

By Sinode Gereja Kristus YesusReligion & SpiritualityChristianity
Download on the App Store

Sinode Gereja Kristus Yesus episodes

  • 九月廿八日 - 工作之际要交托

    本日上帝的话教导我们一个重要的原则,就是若不是上帝动工赐福,人类的一切努力都是徒劳的。 若不是上帝建造房屋,建造的人就枉然劳力(127:1上)。这并不意味着人类不需要努力尝试,或者上帝会让房屋由天而降!人类负责建造房屋——例如设计、测量建筑材料、使用建筑工匠的等等服务——但我们相信,在所有人类的努力背后,总有上帝之手托住引领整个建造过程。


    看守城池也是如此。人类必须负责任,因此需要保安部队来守卫这座城市。然而,没有上帝的保护,所有的努力都将是徒劳的。确实有不少人认为他们可以在不向上帝祷告的情况下建造一座完整的房屋。然而,诗篇作者教导信徒们,要知道我们成功地建造或成就某事当中有上帝的工作和祂的祝福。

    人类劳碌工作并不保证总能有结果,因为上帝在人类安然睡觉之际赐福。当然,圣经并没有否定人类的努力。然而,诗人想要揭示信靠和交托给上帝的心之重要性。有很多人拼命 工作,以至于睡眠不足或失眠,因为他们为将来忧虑。不知将来所得到的成果是否会与如今付出的努力相等吗?在这种情况下,诗人呼吁上帝的子民凡事交托于上帝并信靠祂,然后上帝将赐予一颗平静和充满平安的心。诗人仿佛想说:"你的心为何忧闷,为何总是焦躁不安?要信靠上帝,那么你将能够安然入睡,主会赐福于你的。"

    您是否在工作中常常为了供给充足问题或成功问题苦苦挣扎?让我们今天所读的上帝真理,成为我们这一天生活的力量源泉。全心全意地做上帝托付给你的事!但是,让我们用一颗信靠上帝的心去做这一切,他一定会在您睡觉的时候赐福给您的![陈景福传道/孙茵]

    6 min
  • 28 September 2022 - “BEKERJA SAMBIL BERSERAH”

    Firman TUHAN hari ini mengajarkan sebuah prinsip penting bagi kita, yaitu bahwa tanpa berkat TUHAN, semua usaha manusia adalah sia-sia. Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, maka semua usaha manusia tidak akan berhasil (127:1a). Hal ini tidak berarti bahwa manusia tidak perlu berusaha atau bahwa TUHAN akan menurunkan bangunan rumah dari langit! Manusia bertanggung jawab untuk membangun rumah—seperti merancang, menakar bahan bangunan, menggunakan jasa para tukang, dan sebagainya—-tetapi dalam iman, kita percaya bahwa di balik semua usaha manusia, terdapat tangan TUHAN yang memimpin seluruh proses pembangunan.


    Demikian juga dengan penjagaan sebuah kota. Manusia harus bertanggung jawab, sehingga dibutuhkan aparat keamanan untuk menjaga kota. Namun, tanpa perlindungan TUHAN, semua usaha akan sia-sia. Memang, tidak sedikit orang yang merasa bisa membangun rumah sampai selesai tanpa berdoa kepada Tuhan. Akan tetapi, orang percaya diajar oleh pemazmur untuk mengenali karya Tuhan dan berkat-Nya dalam segala keberhasilan kita membangun atau mencapai sesuatu.

    Segala kerja keras manusia tidak selalu menjamin hasil karena TUHAN memberikan berkat-Nya pada waktu manusia tidur. Tentu saja Alkitab tidak sedang menihilkan usaha manusia. Akan tetapi, pemazmur hendak menyingkapkan pentingnya memiliki iman dan hati yang berserah kepada TUHAN. Berapa banyak orang yang bekerja keras sekuat tenaga sampai-sampai kekurangan waktu tidur atau tidak bisa terlelap karena terlalu kuatir akan masa depan? Apakah hasil yang didapat akan sesuai dengan usaha yang diberikan? Dalam hal inilah pemazmur mengajak umat Allah untuk berserah kepada Allah dan percaya, maka Ia akan memberikan hati yang tenang dan penuh damai sejahtera. Seakan-akan, pemazmur ingin mengatakan, "Mengapa hatimu gelisah dan selalu kuatir? Percayalah kepada Allah, maka engkau akan bisa tidur nyenyak dan TUHAN akan memberikan berkat-Nya."

    Apakah Anda sedang bergumul dengan masalah kecukupan atau keberhasilan dalam pekerjaan? Biarlah firman Tuhan yang kita baca hari ini menjadi sumber kekuatan dalam menjalani kehidupan sepanjang hari ini. Kerjakanlah apa yang Tuhan percayakan kepada Anda dengan segala kesungguhan hati! Akan tetapi, hendaklah Anda mengerjakan semuanya itu dengan hati yang percaya dan berserah kepada Tuhan, niscaya Ia akan mengirimkan berkat-Nya pada waktu Anda tidur! [GI Okky Chandra]

    7 min
  • 九月廿七日 - 安然在上帝怀中

    我们今天读到的《诗篇》125是以色列人去耶路撒冷朝圣时唱的一首歌。想象一下朝圣者一路歌唱,仰望雄伟壮丽的锡安山的喜悦。以锡安山的坚定描述那些相信上帝的人们的光景(125:1)。当然,这首歌对以色列人来说是力量的源泉,也是一种教导,信徒们不会动摇,永远长存。信徒的力量不是来自自己,而是来自保护他、加给他力量的上帝。


    接下来的一节(125:2)呈现了另一幅画面:耶路撒冷城如何被群山环绕,上帝也照样环绕信徒们。查尔斯·H·司布真(Charles H. Spurgeon)——十九世纪的一位英国传教士,将前两节经文视为对信徒的双重保护。他们不仅坚定不动摇,而且因为被上帝环绕而获得平安。更重要的是,这种上帝对信徒的保护不是暂时的,而且是"从今直到永远"。

    下一节经文(125:3)教导说,恶人对忠信者的压迫不会永无止境。也就是说,上帝的保护不是消除义人遭受的痛苦或苦难,但上帝会击败恶人的力量和权力。上帝是公义的,祂保护那些真正相信祂的人。

    最后两节经文(125:4-5)是诗人祈求上帝采取行动建立祂的正义。他求上帝善待善良真诚的人,除掉恶人。因此,事实上,这个祷告是诗人对上帝的公义和信实的回应。他的祷告建立在上帝的应许和属性上。

    来吧,让我们一起来为同样的事祷告!如今我们的情况与诗人的经历可能没多大区别。不公平依然猖獗,而信徒则受到欺压和逼迫。你是否一直在努力祈求上帝保护祂的子民?[陈景福传道/孙茵]

    8 min
  • 27 September 2022 - “AMAN DALAM LINDUNGAN TUHAN”

    Mazmur 125 yang kita baca hari ini merupakan sebuah lagu yang dinyanyikan saat umat Israel melakukan ziarah ke Yerusalem. Bayangkanlah keseruan para peziarah yang berjalan sambil bernyanyi dan melihat ke arah gunung Sion yang kuat dan kokoh. Kekokohan Gunung Sion itu menggambarkan keadaan orang-orang yang percaya kepada TUHAN (125:1). Tentu saja, nyanyian ini menjadi sumber kekuatan—sekaligus pengajaran—bagi bangsa Israel, bahwa orang beriman tidak akan tergoncangkan dan tetap tinggal untuk seterusnya. Kekuatan orang beriman itu bukan berasal dari dirinya sendiri, melainkan dari TUHAN yang menjaga dan mengokohkannya.


    Ayat berikutnya (125:2)memberikan gambaran lain: Sebagaimana kota Yerusalem dikelilingi oleh gunung-gunung di sekitarnya, demikian juga orang-orang beriman dikelilingi oleh TUHAN. Charles H. Spurgeon—seorang pengkhotbah berkebangsaan Inggris di abad kesembilan belas, melihat kedua ayat pertama ini sebagai perlindungan ganda bagi orang beriman. Mereka bukan saja dijadikan kokoh dan tidak tergoyangkan, tetapi juga aman sentosa karena dikelilingi oleh TUHAN. Terlebih lagi, perlindungan TUHAN ini bukan hanya bersifat sementara, melainkan berlangsung "dari sekarang sampai selama-lamanya."

    Ayat selanjutnya (125:3) mengajarkan bahwa penindasan orang fasik atas orang beriman tidak akan berlangsung tanpa akhir. Artinya, perlindungan TUHAN tidak melenyapkan penderitaan atau kesengsaraan yang menimpa orang benar, tetapi TUHAN akan mematahkan kekuatan dan kekuasaan orang fasik. TUHAN adalah Allah yang adil dan membela orang yang sungguh sungguh percaya kepada-Nya.

    Dua ayat terakhir (125:4-5) merupakan doa pemazmur agar TUHAN bertindak untuk menegakkan keadilan-Nya. Ia meminta TUHAN melakukan kebaikan kepada orang yang baik dan tulus hati serta mengenyahkan orang jahat. Oleh karena itu, sesungguhnya, doa ini merupakan respons pemazmur terhadap keadilan dan kesetiaan TUHAN. Ia mendasarkan doanya pada janji dan sifat TUHAN.

    Marilah kita berdoa memohon hal yang sama! Situasi yang kita alami saat ini mungkin tidak jauh berbeda dengan pengalaman sang pemazmur. Ketidakadilan seakan merajarela, sedangkan orang beriman terjepit dan tertekan. Apakah Anda sudah tekun berdoa memohon perlindungan TUHAN bagi umat-Nya? [GI Okky Chandra]

    8 min
  • 26 September 2022 - “BERPEGANG PADA KEADILAN TUHAN”

    Setujukah Anda dengan pernyataan "fitnah lebih kejam daripada pembunuhan"? Ada yang mengungkapkan bahwa perkataan yang diucapkan lidah bisa lebih tajam daripada pedang. Tentu saja pernyataan tersebut adalah metafora—atau kiasan—yang menggambarkan betapa seseorang bisa menjadi tidak berdaya saat membela diri menghadapi fitnah. Tidak ada perisai yang bisa digunakan melawan kebohongan.


    Mazmur 120 merupakan doa pemazmur saat dirinya difitnah. Di tengah kesesakan, ia berseru kepada TUHAN dan mendapat pertolongan (120:1). Terkadang, ketika kita merasa bahwa reputasi kita dirusak, kita cenderung untuk sibuk membersihkan nama. Akan tetapi, pemazmur mengajar kita bahwa berdiam diri di hadapan manusia dan berdoa kepada Allah dapat menjadi cara terbaik dalam menghadapi fitnah.

    Selanjutnya, sang pemazmur meminta agar Allah melepaskan dirinya dari bibir musuh yang penuh dusta dan dari lidah penipu (120:2). Secara fisik, bibir memang lembut. Akan tetapi, saat mengeluarkan kebohongan, bibir bisa membunuh karakter seseorang. Bagi sebagian orang, menyebarkan hoaks merupakan kesenangan, sehingga kata-kata yang seharusnya merupakan karunia Tuhan untuk membangun berubah menjadi senjata yang menikam orang dari belakang. Demikian juga dengan orang yang mulutnya penuh tipuan: Mereka pandai bermulut manis, tetapi menyebarkan gosip dan fitnah di belakang kita. Dari semua kejahatan ini, pemazmur mengharapkan kelepasan dari TUHAN Allahnya.

    Pertanyaan "apakah yang diberikan kepadamu…hai lidah penipu?" (120:3) menunjukkan iman pemazmur yang berpegang pada keadilan TUHAN. Ia percaya bahwa semua kebohongan para musuhnya tidak akan membuahkan hasil karena TUHAN akan membela dan memberi keadilan bagi orang benar. Lebih lanjut, pemazmur menyatakan bahwa di tengah semua kebohongan yang menghantamnya, ia tetap berpegang pada integritasnya dengan mempertahankan perdamaian (120:7). Ia tidak berusaha membalas sakit hatinya terhadap musuhnya, tetapi ia hanya berserah kepada TUHAN.

    Jikalau Anda sedang difitnah seperti yang dialami sang pemazmur, berserulah kepada Allah! Janganlah terpancing untuk membalas dan berlaku sama seperti orang yang berbuat jahat kepada Anda! Percayalah terhadap keadilan Tuhan! Apakah Anda sungguh-sungguh memercayai keadilan Tuhan? [GI Okky Chandra]

    7 min
  • 九月廿六日 - 坚信上帝的公义

    您同意"诽谤比杀害更残暴恶毒"的说法吗?有人说,舌尖一句话要比剑还锋利。当然,这句话是个隐喻——或寓言,它描述了一个人因被诽谤而为自己辩护时有多么无助。没有任何盾牌可以有效地对付谎言的。


    诗篇》120是诗人被诽谤时的祷告。在苦难中,他向主呼求并寻求帮助(120:1)。有时,当我们觉得自己的名誉受损时,我们往往会忙着清理名誉。然而,诗人教导我们,对付诽谤的最好方法是在人前保持沉默,只向上帝祷告。

    接下来,诗人求上帝救他脱离仇敌说谎的嘴唇和诡诈人的舌头(120:2)。嘴唇是人体中很柔软的部分。然而,当散布谎言的时候,嘴唇足以扼杀一个人的人格。对某些人来说,散布恶作剧骗局只不过是一种乐趣,以至于把本是上帝恩赐作为造就人的嘴唇,变成了在背后捅人的武器。口中满是诡诈的人也是如此:他们善于说甜言蜜语,却在我们背后散布流言蜚语和诽谤。诗人盼望他的上帝救他脱离这些邪恶。

    诗人问道:"诡诈的舌头啊,要给你什么呢?要拿什么加给你呢?"(120:3)显示了诗人对上帝的公义坚信不移。他相信敌人的所有诡诈谎言都不会有好结果,因为上帝必会捍卫正义并为正直人申张正义。此外,诗篇作者说,在所有攻击他的谎言中,他仍然持定与人保持和睦的态度,维持自己正直的品格(120:7)。他凡事交托于上帝, 也不想向敌人报仇雪恨。

    如果您像诗人一样被诽谤,请向上帝呼求吧!不要被激怒自行报复,如此做法表示您与恶人没两样了!要相信上帝的公义!您真的相信上帝的公义吗?[陈景福传道/孙茵]

    6 min
  • 九月廿五日 - 爱慕上帝的话

    试想当您正处于被执政者当局逼迫的情势。您会感到恐惧,因为您在更强大的势力面前会显得无能为力。在此同时,您会为自己受到了不公平的待遇而伤心。这就是当诗人无缘无故被追赶——或被逼迫(根据永生上帝的话的版本)时的感受(119:161)。本应保护和守卫弱者和受逼迫者的众位首领,却是逼迫诗人者。然而,诗人接着道出他心中所畏惧顾虑的仅仅是上帝所说的话。这表明诗人非常相信上帝的话,以至于他只对上帝和祂口中所说的话带着战兢和尊敬的态度,而且已超越了在后面追赶他的众首领所带来的胁迫感。


    接着在第163节,诗人将谎言与上帝的律法作对比。上帝的话诚然都是真理,是诗人所爱慕的;凡是不符合上帝的话的就是谎言,谎言是诗人所恨恶所憎嫌的。作为信徒,您是否对上帝的话语与对谎言也怀有同样的情绪吗?有很多基督徒缺少研读圣经,所以容易被异端或错误的教导所欺骗,甚至被欺哄人的恶作剧报道所吸引。

    诗人对上帝的话语的热爱,感动他向上帝发出赞美(119:164)。七这个数可以代表完美,也可以表明他赞美上帝的频率。当承受众首领的逼迫和种种谎言充斥耳中时,诗人从未停止过高举和敬拜真理的上帝。对于喜爱祂话语的人,上帝必赐给他们属灵的大平安或安宁(119:165),即神所赐出人意外的平安(《腓立比书》4:7)。

    来吧让我们就近上帝的宝座,祈求祂赐给我们一颗钦佩敬畏祂话语的心。祈求上帝加添我们对祂话语的爱慕之心,我们便能全心全意赞美上帝。愿上帝所赐的平安充满我们的心,赋予我们能力来面对生活中的任何挣扎。[陈景福传道/孙茵]

    7 min
  • 25 September 2022 - “MENCINTAI FIRMAN TUHAN”

    Bayangkan bahwa Anda sedang berada dalam situasi ditindas oleh para penguasa. Anda merasa gentar karena Anda tidak berdaya menghadapi sosok yang lebih kuat. Pada saat yang sama, Anda sakit hati karena merasa diperlakukan secara tidak adil. Inilah perasaan pemazmur saat sedang dikejar—atau dianiaya (menurut versi Firman Allah yang Hidup)—oleh para pembesar tanpa alasan (119:161). Para pembesar seharusnya membela dan melindungi pihak yang lemah dan tertindas, tetapi mereka justru menindas sang pemazmur. Namun, ia melanjutkan bahwa hanya kepada firman TUHAN-lah hatinya gemetar. Hal ini menunjukkan bahwa sang pemazmur amat memercayai firman TUHAN, sehingga rasa takut dan hormat akan TUHAN dan firman-Nya melebihi rasa takutnya terhadap para pembesar yang mengejar dirinya.


    Di ayat 163 pemazmur kemudian mengontraskan dusta dengan Taurat TUHAN. Sesungguhnya, firman Allah penuh dengan kebenaran sehingga ia begitu mencintainya, sedangkan segala hal yang tidak sesuai dengan firman TUHAN adalah dusta sehingga ia sangat membencinya. Sebagai orang percaya, apakah Anda memiliki emosi seperti itu terhadap firman TUHAN dan terhadap dusta? Tidak sedikit orang Kristen yang jarang mempelajari firman sehingga mudah diperdaya oleh ajaran sesat atau ajaran palsu, bahkan tertarik dengan berita-berita hoax yang penuh kebohongan.

    Rasa cinta sang pemazmur terhadap firman TUHAN menggerakkannya untuk menaikkan pujian kepada TUHAN (119:164). Angka tujuh bisa berarti kesempurnaan, bisa juga menunjukkan betapa sering ia memuji TUHAN. Di tengah penindasan para pembesar yang ia alami dan banyaknya kebohongan yang ia dengar, ia tidak henti-hentinya meninggikan dan memuja Allah yang penuh kebenaran. Terhadap orang yang mencintai firman-Nya, TUHAN akan memberi ketenteraman atau kedamaian ke dalam jiwanya (119:165), yaitu damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal (Filipi 4:7).

    Marilah kita menghampiri takhta Tuhan untuk memohon agar kita memiliki hati yang kagum dan hormat akan firman-Nya. Biarlah Tuhan menambahkan kasih kita terhadap firman-Nya, sehingga kita bisa memuji-muji Tuhan dengan segenap hati. Kiranya damai sejahtera yang dari Tuhan memenuhi hati kita sehingga kita memiliki kekuatan untuk menghadapi pergumulan apa pun dalam hidup kita. [GI Okky Chandra]

    6 min
  • 24 September 2022 - “MENDAMBAKAN PERINTAH TUHAN”

    Kapan untuk terakhir kali, Anda mendengar ungkapan kekaguman seseorang terhadap peringatan TUHAN? Bagi orang yang tidak percaya, perintah TUHAN itu bagaikan kekang yang mematikan kebebasan manusia. Akan tetapi, bagi orang percaya, perintah-Nya itu indah dan ajaib, memberi petunjuk,penguatan, dan penghiburan bagi jiwa. Tuhan Yesus sendiri disebut sebagai Penasihat Ajaib. Pemazmur menyingkapkan bahwa jika kita sungguh-sungguh memahami firman TUHAN, kita akan bisa mengenali keajaiban kuasa-Nya, dan jiwa kita pun akan berpaut kepada-Nya.


    Untuk bisa mengagumi firman TUHAN, keindahannya harus lebih dahulu tersingkap di hati kita. Mendengarkan firman TUHAN dengan telinga saja tidak cukup. Sabda Allah harus masuk dan menerangi hati kita! Apa yang membuat firman TUHAN tidak bisa menguasai hati kita? Firman TUHAN bisa terhalang oleh kesombongan atau ketidakpercayaan. Perlu kerendahhatian untuk memohon anugerah TUHAN agar kita bisa mengecap keindahan sabda Allah. Oleh karena itu, sekalipun dianggap bodoh dan diremehkan dunia, orang yang bijak adalah orang yang mengerti firman TUHAN.

    Kerinduan yang kuat akan firman TUHAN digambarkan seperti seekor rusa yang lari diburu sehingga mulutnya megap-megap karena lelah dan haus. Gambaran rusa yang kehausan ini mengungkapkan keadaan seseorang yang sangat mendambakan firman TUHAN, bukan hanya untuk memahaminya, tetapi juga untuk menaatinya, bahkan untuk mengajarkannya kepada orang lain.

    Kecintaan sang pemazmur terhadap firman TUHAN dituangkan dalam tangisan saat melihat orang yang tidak berpegang pada Taurat TUHAN (119:136). Terlihat bahwa yang diinginkannya adalah agar firman TUHAN dijunjung tinggi, bukan hanya oleh dirinya, tetapi juga oleh seluruh umat manusia yang telah diciptakan seturut dengan gambar dan rupa Allah. Ia berhasrat agar nama TUHAN saja yang dimuliakan.

    Sebagai orang Kristen, mungkin Anda dengan mudah berkata bahwa Anda mengasihi Tuhan. Akan tetapi, seberapa kuat cinta Anda kepada firman-Nya? Seberapa rindu hati Anda melihat orang-orang di sekitar Anda menjadi percaya dan menaati perintah Tuhan? Mintalah kepada Tuhan agar Ia terus menyingkapkan keajaiban firman-Nya, supaya kebencian Anda kepada dosa semakin kuat seiring dengan semakin kuatnya kecintaan Anda kepada firman-Nya. [GI Okky Chandra]

    9 min
  • 九月廿四日 - 切慕上帝的命令

    什么时候是您最后一次听到某人钦佩上帝的训斥的?对于那些不信上帝的人来说,祂的诫命犹如扼杀人类自由的缰绳。然而,对于信徒来说,祂的诫命是美好且奇妙的,祂在人心里谆谆劝导,加添力量和给以安慰。主耶稣本身就被称为奇妙的策士。诗人启示我们,若能真正明白上帝的话,就能领悟上帝奇妙的大能,我们的心灵便深深与上帝密契了。


    要是钦慕上帝的话,首先必须是用心领悟上帝话中的美意。用耳朵听上帝的话是不足够的。必须先让上帝的话进入并光照我们的心!有何事能让上帝的话无法占据我们的心呢?骄傲或不信会阻碍上帝的话语。我们需要谦卑地祈求上帝的恩典,这样我们才能品尝到上帝话语中的美妙。所以,尽管被世人视为愚拙和被轻视的人,但凡能了解上帝的话的,便是有智慧的人。

    对耶和华话语强烈渴慕的状态, 就如一头被追赶后的鹿,因精疲力竭和干渴而张口气喘吁吁。这只鹿干渴的形象,揭示了一个切慕上帝真理的人的状态,他不仅想要了解,更要遵循,甚至可以教导别人。

    诗人对上帝话语爱慕之情,从他看到不遵守上帝律法的人时便潸然泪下已经展露无遗了(119:136)。由此可看出诗人很想高举耶和华的话语,不仅他本人如此,他希望包括所有按照上帝的形象和样式被造的人们也如此。他渴望唯独上帝的名得荣耀。

    作为一个基督徒,您可能很容易说你是爱上帝的。但您对祂话语的爱又有多强烈呢?您的心是否很渴望看到你周围的人都相信并遵守上帝的诫命呢?求上帝继续解开显明祂话语中的奇妙,这样,伴随着您对祂话语的热爱不断增加的当时,你对罪的憎恶也就越发强烈了。[陈景福传道/孙茵]

    9 min

About Sinode Gereja Kristus Yesus

From the publisher's feed

Akun Spotify resmi Sinode Gereja Kristus Yesus (GKY) yang menyajikan Renungan GEMA dalam Bahasa Indonesia dan Mandarin. Temukan kekuatan firman Allah dan pertumbuhan iman setiap hari bersama kami…