Sinode Gereja Kristus Yesus

Sinode Gereja Kristus Yesus

By Sinode Gereja Kristus YesusReligion & SpiritualityChristianity
Download on the App Store

Sinode Gereja Kristus Yesus episodes

  • 23 September 2022 - “MENGHADAPI PENDERITAAN”

    Pernahkah Anda mendengar ayah Anda berkata, "Bila papa menghukum kamu, tidak berarti bahwa Papa tidak menyayangi kamu!"? Sering kali, pemahaman seorang anak tentang kasih orang tuanya terlalu sempit, sehingga kemarahan atau hukuman orang tua dimaknai sebagai kebencian, bukan kasih, padahal  pendisiplinan anak adalah salah satu ekspresi kasih orang tua demi kebaikan sang anak.


    Dalam bacaan Alkitab hari ini, pemazmur menunjukkan bahwa ia memandang penindasan yang dialaminya sebagai bagian dari pendisiplinan TUHAN. Ia sadar bahwa hukum-hukum TUHAN adalah adil dan ia menerima kesengsaraan yang ia derita sebagai bentuk kesetiaan TUHAN kepada firman-Nya. Sikap pemazmur ini merupakan sebuah pelajaran berharga bagi kita, yaitu bahwa kesetiaan TUHAN bisa ditunjukkan melalui tindakan disiplin yang—meskipun menyakitkan—membawa kita untuk segera bertobat dan mengikuti jalan-Nya. Penulis kitab Ibrani memberikan pernyataan senada, yaitu bahwa pendisiplinan Tuhan menunjukkan bahwa kita bukanlah anak-anak gampang—atau anak-anak pelacur yang tidak jelas siapa ayahnya (Ibrani 12:5-8).

    Setelah mengakui keadilan TUHAN dalam penindasan yang ia alami, pemazmur berdoa agar ia dianugerahi kasih setia TUHAN sebagai penghiburannya (119:76). Ia tidak meminta supaya penindasan itu dijauhkan, tetapi supaya dirinya diberi kekuatan untuk menghadapinya. Ia juga memohon belas kasihan TUHAN agar dirinya bisa tetap hidup (119:77). Kata ‘hidup’ di sini bukan hanya sekadar berarti bisa bernafas dan bisa bergerak, tetapi juga mencakup vitalitas—atau kemampuan bertahan—serta kegairahan kehidupan rohani. Dalam kesemuanya ini, pemazmur menyatakan kesukaannya akan Taurat TUHAN. Hal ini memperlihatkan kerinduan pemazmur untuk melakukan firman TUHAN seumur hidupnya.

    Bagaimana Anda memaknai penderitaan atau kesengsaraan yang Anda alami? Penderitaan jelas tidak selalu identik dengan hukuman Tuhan. Terkadang, bisa ada alasan lain di balik kesengsaraan yang mungkin tidak akan pernah bisa Anda pahami. Yang penting adalah bagaimana Anda merespons penderitaan Anda. Apakah Anda berusaha menaati perintah Tuhan untuk sekadar bisa terlepas dari kesulitan, padahal Anda tidak sungguh-sungguh menggemari firman-Nya? Mintalah agar Tuhan menambahkan kecintaan kepada firman-Nya serta pandanglah hidup Anda sebagai kesempatan untuk menaati perintah-Nya! [GI Okky Chandra]

    11 min
  • 九月廿三日 - 面对苦难

    您是否听过您爸爸说:"如果爸爸惩罚你,不代表爸爸不爱你!"?通常,孩子对父母之爱的理解过于狭隘,以至于父母的愤怒或惩罚被理解为憎恨,而不是爱,实际上管教孩子是父母为了孩子的好处所表达的爱。


    本日阅读经文中,诗人表明他所受的苦是上帝管教的一部分。他意识到上帝的律法是公义的,他把所遭受的苦难视为上帝对祂话语诚实的一种形式。诗人的这一态度对我们来说是一个宝贵的教训,即上帝的信实可以通过管教表现出来,即使很痛但能引导我们立即悔改并再次跟随祂的道路。希伯来书的作者也写出了类似的内容,即上帝的管教表明我们不是私子——或者是父亲不清楚的妓女的孩子(《希伯来书》12:5-8)。

    在承认上帝在他所受的苦中的公义之后,诗人祷告求上帝以慈爱安慰他(119:76)。他并没有求上帝远离这些苦难,而是要求他有力量面对苦难。他也求上帝的慈悲使他存活(119:77)。这里"活"一词不仅仅意味着能够呼吸和能够动作,还包括活力——或耐力——以及对属灵生活的热枕。在这一切中,诗人表达了他对上帝律法的喜悦。这表明诗人渴望在他的一生中遵行上帝的话语。

    您如何理解您正在经历的苦难或患难?受苦显然不总是与上帝的惩罚有联系。有时,苦难背后可能还有其他您可能永远无法理解的原因。重要的是您如何回应您所受的苦。您是否只是为了摆脱困境才会努力遵守上帝的命令,但实际上你不真正喜悦祂的话语?请您求上帝让您更加喜爱祂的话语并将您的生命视为遵守祂命令的机会![陈景福传道/洪萍利]

    6 min
  • 九月廿二日 - 将心趋向主

    诗人祷告(119:33)开头的"给我看"一词可翻译为"指教",表示他敞开自己的心,准备好接受上帝的教导。这一祈求等同于下一节经文,即求上帝赐予悟性,让他能明白上帝的律法。这是上帝儿女在学习主的道时必有的心态。许多读圣经的人没有从中获得属灵益处的原因之一是认为自己已经明白了他们所读或所听到的上帝的话语。他们的脑海里是"满的",无法再被真理充满。因此,开启属灵悟性丰盛的关键是谦卑。唯独圣灵的能力才能使信徒明白上帝的话语。


    此外,正确的属灵悟性并不仅仅停留在知识上,而是也包括实践。这正是诗人在祷告中所写的"我必遵守到底"。诗人的决心应当成为每个信徒的渴望。这并不意味着我们可以觉得有能力遵守上帝的话。离了基督,我们就不能做什么!(《约翰福音》15:5)。因此,我们时时刻刻需要上帝的恩典。当我们明白上帝的旨意时,我们就会喜悦上帝的命令(119:35)并愿意一心遵守(119:34)。

    诗人已渴望忠实地遵行上帝的话了,但为何他还求上帝将他的心趋向祂的法度呢(119:36)?他的灵不是已指向上帝的吗?这一祈求表明了诗人对人类内心渴望的认识,就是很容易动摇并在世界的财物中寻找满足感。罪恶不断地寻找进入信徒心中的机会。如果不保持警惕,信徒便会追求世界的利益。这就是为什么诗人求上帝的恩典不断扶持他的原因,使他的心始终持守上帝的法度。

    将自己敞开在上帝的面前并审查自己:您的心是否真的趋向上帝的话还是仍心神不宁,想要追求世俗的快乐?求上帝将您的心趋向喜爱和明白上帝的话,好让您可以成为行道的人![陈景福传道/洪萍利]

    7 min
  • 22 September 2022 - “MENCONDONGKAN HATI KEPADA TUHAN”

    Kata "perlihatkanlah" yang mengawali doa pemazmur (119:33) dapat diterjemahkan sebagai "ajarkanlah". Hatinya terbuka dan siap diajar oleh TUHAN. Permintaan ini sepadan dengan ayat berikutnya yang merupakan permohonan agar TUHAN memberi kemampuan untuk mengerti Taurat-Nya. Ini adalah sikap hati yang harus dimiliki oleh anak-anak TUHAN dalam mendekati kebenaran TUHAN. Salah satu alasan yang membuat banyak pembaca Alkitab tidak mendapatkan manfaat apa pun secara rohani adalah perasaan sudah mengerti firman TUHAN yang mereka baca atau dengar. Pikiran mereka sudah ‘penuh’ dan tidak bisa diisi lagi oleh kebenaran. Jadi, kunci untuk membuka kekayaan pengertian rohani adalah kerendahhatian. Hanya kuasa Roh Kudus yang bisa memampukan orang percaya memahami firman TUHAN.


    Selanjutnya, pengertian rohani yang tepat tidak berhenti hanya pada pengetahuan saja, tetapi berlanjut dengan penerapan. Itulah isi doa pemazmur saat ia menulis, "aku hendak memegangnya sampai saat terakhir." Tekad sang pemazmur itu seharusnya menjadi kerinduan setiap orang percaya. Hal ini tidak berarti bahwa kita boleh merasa mampu untuk terus berpegang pada firman TUHAN. Di luar Kristus, kita tidak bisa berbuat apa-apa! (Yohanes 15:5). Oleh karena itu, kita senantiasa membutuhkan anugerah Allah. Saat mengerti kehendak Allah, kita akan menyukai perintah TUHAN (119:35) dan dengan rela ingin menaati dengan segenap hati (119:34).

    Di tengah kerinduan pemazmur untuk setia memegang firman TUHAN, mengapa ia meminta TUHAN mencondongkan hatinya kepada peringatan-Nya (119:36)? Bukankah jelas bahwa jiwanya terarah kepada Allah? Permohonan ini memperlihatkan kesadaran pemazmur terhadap keinginan hati manusia yang mudah goyah dan berkelana mencari kepuasan dalam harta dunia. Kecenderungan berdosa terus-menerus mencari celah untuk memasuki hati orang percaya. Jika tidak waspada, orang percaya akan hidup mengejar keuntungan dunia. Itulah sebabnya, pemazmur meminta agar anugerah TUHAN terus menopangnya, memelihara hatinya untuk tetap terpaut kepada titah TUHAN.

    Bukalah diri Anda di hadapan Tuhan dan periksalah diri Anda: Apakah hati Anda sudah benar-benar terarah kepada firman-Nya atau Anda merasa gelisah dan ingin mengejar kesenangan dunia? Mohonlah Tuhan mencondongkan hati Anda untuk mencintai dan memahami firman-Nya agar Anda bisa menjadi pelaku firman! [GI Okky Chandra]

    7 min
  • 九月廿一日 - 遵守祂的话

    实际上,生命是上帝赐予的礼物。这正是本日阅读经文中诗人的觉悟。他也意识到自己是一个服侍主人的仆人。他求主赐给他恩典,使他存活(119:17)。"求你用厚恩待祢的仆人"这一句话可翻译为"以恩典为我辨屈"。通过这一祈求,可以看出诗人承认他在耶和华面前是不配的。因此,他不向他的主人索要工价。他所求的只是使他能存活的怜悯。


    然而,诗人对自己生命的期望是什么?下文第17节可翻译为"使我能遵守祢的话"。诗人生命中的目标和喜乐是遵行主的话。换句话说,诗人想长寿不是因为想要更久地享受世界的乐趣或追求未实现的野心。他想活得更久也不是因为想犯更多的罪。这一点告诉我们,只有遵守上帝的话,生命才会更有价值。如果我们生命在上帝想要的圣洁之外,我们实际上就像死人一样生活。

    下一节是诗人的祷告,他求耶和华向他揭示祂律法的美妙和奇妙(119:18)。这意味着,没有上帝的恩典,罪人实际上是瞎的,无法理解上帝话语中的美妙。在罪权势之下的人无法甚至不喜欢上帝的话。相反,在思想的黑暗中,人类只将上帝的律法视为约束和限制他们犯罪的欲望和自由的条例。因此,诗人求上帝赐予他能力,让他能认识上帝律法中所蕴含的美妙和深刻的意义,如同寻找存储在祂话语中的宝藏一样。

    让本日阅读经文成为您生活的一面镜子吧!您是否像诗人一样,视自己为仆人,自己的生命是属于主人的?如果你是上帝的仆人,您就应该按照您生命拥有者的旨意而活![陈景福传道/洪萍利]

    12 min
  • 21 September 2022 - “BERPEGANG PADA FIRMAN-NYA”

    Sesungguhnya, hidup adalah anugerah Allah. Inilah kesadaran pemazmur dalam mazmur yang kita baca hari ini. Ia juga menyadari bahwa dirinya adalah hamba yang siap melayani Tuannya. Kepada Sang Tuan, ia memohon anugerah agar dirinya bisa hidup (119:17). Perkataan "Lakukanlah kebajikan kepadaku" bisa juga diterjemahkan menjadi "berperkaralah denganku dengan penuh anugerah". Melalui permohonan ini, terlihat bahwa pemazmur mengakui ketidaklayakannya di hadapan TUHAN. Oleh karena itu, ia tidak menuntut upah kepada Tuannya. Yang ia minta adalah belas kasihan agar dirinya bisa hidup.


    Akan tetapi, apa yang pemazmur inginkan dengan kehidupannya? Kalimat selanjutnya di ayat 17 bisa diterjemahkan menjadi "supaya aku bisa berpegang pada firman-Mu". Yang menjadi tujuan dan sukacita dari kehidupan sang pemazmur adalah melakukan firman TUHAN. Dengan kata lain, pemazmur ingin memperpanjang hidupnya bukan supaya dirinya bisa menikmati kesenangan dunia lebih lama atau mengejar ambisi yang belum tercapai. Ia bukan ingin hidup lebih lama supaya bisa lebih banyak melakukan dosa. Hal ini mengajar kita bahwa kehidupan hanya pantas dijalani dengan berpegang pada firman TUHAN. Bila kita hidup di luar kekudusan yang dikehendaki Tuhan, sesungguhnya kita sedang hidup seperti orang mati.

    Ayat berikutnya merupakan doa pemazmur agar TUHAN menyingkapkan kepadanya keindahan dan keajaiban Taurat-Nya (119:18). Hal ini berarti bahwa tanpa anugerah TUHAN, pada dasarnya, manusia berdosa itu buta dan tidak sanggup memahami keindahan firman TUHAN. Orang yang berada dalam kuasa dosa tidak bisa dan tidak suka terhadap perkataan TUHAN. Sebaliknya, dalam kegelapan pikirannya, manusia hanya memandang hukum-hukum Allah sebagai aturan yang mengikat dan membatasi keinginan dan kebebasan dirinya dalam berbuat dosa. Oleh sebab itu pemazmur memohon agar dirinya diberi kuasa oleh TUHAN untuk dapat mengenali keindahan dan kedalaman makna yang tersimpan dalam Taurat TUHAN, seperti menemukan harta karun yang tersimpan dalam tulisan firman-Nya.

    Jadikanlah firman TUHAN yang kita baca hari ini sebagai cermin bagi hidup Anda! Apakah Anda seperti pemazmur yang melihat diri sebagai hamba sehingga hidupnya menjadi milik Tuannya? Bila Anda adalah hamba Allah, seharusnya Anda hidup untuk melakukan apa yang diinginkan oleh Sang Pemilik hidup ini! [GI Okky Chandra]

    7 min
  • 九月二十日 - 投靠上帝

    急难往往是基督徒生活信心的考验,考验一个人会继续信主或相反他会对上帝感到失望和愤怒,因为他所经历的并不是他所希望的?在这首诗篇中,诗人——许多解经专家认为其作者是大卫——直接讲述了他通过求告耶和华所表达的信心行为。这种求告耶和华的行为有多种表达方式,即祈祷、敬拜、赞美,甚至哭泣。诗人也讲述了耶和华如何将他安置在宽阔之地来回应他的呼求。


    大卫相信上帝站在他旁边。他描述了因知上帝与他同在所感受到的安全感,"有耶和华帮助我,我必不惧怕!人能把我怎么样呢?"(118:6)。大卫确信上帝必帮助他(118:7)。大卫的信心表明他与上帝之间的密切关系。大卫怎么会有这样的信心?大卫记得上帝对他的应许。他遵守上帝的应许,并且倚靠上帝而活。接下来,大卫传达了一个非常重要的劝勉,那就是投靠耶和华胜过倚赖人,甚至王子(118:8-9)。大卫知道,作为人类,我们更倾向于相信眼前的一切。我们更容易把盼望寄托在有权有势、富有或地位高的人身上。我们可能很容易说自己已经相信主了,但在我们的心中,仍倚赖某些人。这不是信心!信心意味着相信看不到的。您要将全部的盼望寄托在上帝身上!倚靠他!

    您自己如何呢?您目前是否正面临着艰难的挣扎?我们可能很快就会想出一千零一种方法来克服生活中的问题,包括想象哪些重要人物可以帮助解决我们的问题。然而,本日阅读经文教导我们,面对急难的第一步是求告上帝!要相信当我们寻求主的面并亲近祂时,祂定会帮助和带领我们的生命。[陈景福传道/洪萍利]

    8 min
  • 20 September 2022 - “BERLINDUNG PADA TUHAN”

    Kesesakan seringkali menjadi ujian iman dalam kehidupan seorang Kristen: Apakah seseorang akan tetap beriman kepada Allah, atau sebaliknya, ia akan merasa kecewa dan marah kepada Tuhan karena yang dialaminya tidak sesuai dengan harapannya selama ini? Dalam mazmur ini, pemazmur—banyak penafsir menganggap Daud sebagai penulisnya—langsung mengisahkan tindakan imannya yang ia ungkapkan dengan berseru kepada TUHAN. Tindakan berseru ini digambarkan melalui beberapa ekspresi, yaitu doa, penyembahan, pujian, dan bahkan tangisan. Kemudian, pemazmur menceritakan bagaimana TUHAN menjawab seruannya dengan memberi kelegaan.


    Daud meyakini bahwa TUHAN berada di pihaknya. Ia melukiskan perasaan aman yang ia miliki lewat kehadiran Allah, "TUHAN di pihakku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?"(118:6). Daud yakin betul bahwa TUHAN akan menolongnya (118:7). Keyakinan Daud menunjukkan adanya kedekatan relasi antara dirinya dengan Allah. Bagaimana Daud bisa memiliki keyakinan seperti itu? Daud mengingat janji Allah terhadap dirinya. Ia berpegang pada janji itu dan Ia hidup bergantung pada Allah. Selanjutnya, Daud menyampaikan sebuah nasihat penting, yaitu jauh lebih baik berlindung kepada TUHAN daripada mengandalkan manusia, sekalipun orang itu termasuk kaum bangsawan (118:8-9). Daud tahu bahwa sebagai manusia, kita cenderung memercayai apa yang ada di depan mata. Kita lebih mudah menaruh harap pada orang yang berkuasa, kaya, atau memiliki jabatan tinggi. Kita mungkin dengan mudah mengaku beriman kepada Tuhan, tetapi dalam hati kita, sudah ada orang-orang tertentu yang kita andalkan. Itu bukanlah iman! Beriman berarti memercayai apa yang tidak terlihat. Taruhlah pengharapan Anda sepenuhnya kepada Tuhan! Andalkanlah Dia!

    Bagaimana dengan Anda: Apakah saat ini, Anda sedang menghadapi pergumulan berat? Kita mungkin cepat tergoda untuk memikirkan seribu satu macam cara untuk mengatasi persoalan hidup, termasuk membayangkan siapa saja orang-orang penting yang bisa menolong mengatasi persoalan kita. Akan tetapi, firman TUHAN yang kita baca hari ini mengajarkan bahwa langkah pertama dalam menghadapi kesesakan adalah berseru kepada Allah! Percayalah bahwa ketika kita mencari wajah Allah dan berdekat kepada-Nya, Dia pasti akan menolong dan memimpin hidup kita. [GI Okky Chandra]

    7 min
  • 19 September 2022 - “ALLAH PENCIPTA VERSUS ALLAH BUATAN”

    Pertanyaan, sekaligus tantangan, yang diajukan orang-orang yang tidak mengenal TUHAN kepada umat TUHAN sepanjang zaman adalah, "Di manakah Allah?" Pertanyaan seperti ini bukan berasal dari rasa ingin tahu yang sejati, melainkan lahir dari ketidakpercayaan yang mengandung ejekan dan hinaan. Mungkin, saat itu, bangsa Israel berada dalam masa yang sulit. Bagi mereka, TUHAN tampak diam dan tak kunjung menolong mereka, sehingga umat Israel sering tergoda oleh ilah-ilah bangsa-bangsa lain di sekeliling mereka yang berwujud dan kasat mata, sedangkan Allah Yahweh tidak berwujud sehingga tidak kasatmata. Pertanyaan "di mana Allah mereka?" (115:2) mungkin mulai menebarkan benih keraguan dalam benak bangsa Israel.


    Dalam Mazmur 115, pemazmur memberikan pengajaran tentang siapa Allah Israel dan membandingkan-Nya dengan ilah-ilah bangsa lain. Allah Israel itu jauh melampaui ilah-ilah lain, karena hanya Dialah yang bertakhta di sorga (115:3). Dialah Allah yang berdaulat dan memiliki kekuasaan tertinggi, karena tidak ada kuasa apa pun yang bisa menghalangi-Nya melakukan apa yang Ia kehendaki. Sebaliknya, ilah-ilah bangsa lain adalah berhala-berhala yang terbuat dari perak dan emas, dan dibentuk oleh tangan manusia. Artinya, para ilah itu hanyalah buatan tangan manusia, sedangkan manusia adalah makhluk ciptaan Allah Israel. Meskipun berhala-berhala itu memiliki anggota-anggota tubuh seperti manusia, tetapi semua anggota tubuh itu tidak bisa digunakan karena pada dasarnya, berhala-berhala itu hanyalah benda mati (115:5-7). Menurut pemazmur, seperti itulah jadinya para pembuat patung ilah dan para penyembahnya (115:8). Artinya, mereka juga tidak akan bisa melakukan apa pun karena ilah yang mereka sembah sesungguhnya adalah ilah yang mati.

    Mengapa manusia bisa bertindak sedemikian bodoh, yaitu membuat ilah dari benda mati untuk kemudian mereka sembah sendiri? Kebodohan itu disebabkan karena manusia berdosa lebih suka menciptakan ilah yang sesuai dengan pemikiran dan keinginan mereka. Mereka menghendaki ilah yang bisa mereka kendalikan dan mereka atur semaunya, sedangkan Allah Yahweh tidaklah demikian! Kitalah yang harus tunduk dan taat kepada-Nya. Kitalah yang harus mengikuti kehendak-Nya. Mari kita mohon agar TUHAN memberikan kita kesadaran diri untuk mengakui kedaulatan-Nya dan hidup lebih taat kepada-Nya. [GI Okky Chandra]

    8 min
  • 九月十九日 - 创造宇宙万物之上帝与人手所造之神

    历代以来,那些不认识上帝的人一直向上帝的子民提问并挑战说:"上帝在哪里?"像这样的问题并非源于真正的好奇,而是源于含有嘲笑和蔑视的不信任。或许,当时的以色列人正处于艰难时期。对他们来说,耶和华似乎沉默不语,一直不来拯救他们,以至于以色列人经常被周围有形有状、看得见的其他民族的神所诱惑,而耶和华是无形的,是人眼无法看到的。"他们的上帝在哪里?"(115:2)这一问题可能已经开始在以色列人的心田中播下怀疑的种子。


    在《诗篇》115中,诗人教导我们以色列的上帝是谁,并将祂与诸神进行对比。以色列上帝远超乎诸神,因为只有祂在天上掌权(115:3)。祂是至高无上的上帝,掌有最高的权柄,因为没有任何力量可以阻止祂行自己的意旨。相反,其他国家的神是由金银制成的偶像,由人手所造。也就是说,这些诸神只是人手所造的,而人是以色列上帝所造的。尽管偶像像人类一样有四肢,但所有的肢体都无法使用,因为基本上,偶像只是无生命的物体(115:5-7)。根据诗人的说法,偶像的制造者和崇拜者都是相同的(115:8)。也就是说,他们也将无能为力,因为他们所崇拜的神实际上是死的神。

    为什么人类会做出如此愚蠢的行为,即用无生命的物体造神并崇拜它们?愚蠢是因为罪人更喜欢根据自己的心思意念创造神。他们想要一个可以随意控制和管理的神,而耶和华却不是!我们必须顺服祂。我们必须遵从祂的旨意。让我们求上帝给我们自我意识来承认祂的主权并在生活中更顺服祂。[陈景福传道/洪萍利]

    7 min

About Sinode Gereja Kristus Yesus

From the publisher's feed

Akun Spotify resmi Sinode Gereja Kristus Yesus (GKY) yang menyajikan Renungan GEMA dalam Bahasa Indonesia dan Mandarin. Temukan kekuatan firman Allah dan pertumbuhan iman setiap hari bersama kami…