
Sign up to save your podcasts
Or


Dalam dunia peradilan, biasanya terdakwa yang baru pertama kali berbuat pidana dijatuhi hukuman yang lebih ringan sesuai dengan kadar perbuatannya. Hakim mengharapkan bahwa hukuman pidana yang pertama kali ini akan membuat sang terdakwa mengubah sikap dan perilakunya di kemudian hari. Akan tetapi, hukuman yang diterima seorang residivis—yaitu seorang yang sebelumnya pernah dihukum karena melakukan kejahatan yang sama—akan diperberat karena pengulangan menunjukkan tidak adanya perubahan sikap dan perilaku.
Hal yang serupa berlaku untuk hubungan antara Tuhan dengan bangsa Israel. Berbagai hukuman ringan terhadap bangsa Israel tidak membuat mereka sadar dan bertobat serta mengubah perilaku. Sebalik-nya, mereka makin mengeraskan hati (5:3). Hal ini bukan hanya berlaku bagi rakyat kecil, namun juga bagi para pemimpin mereka (5:4-5). Dengan pongah, mereka berani menantang ancaman hukuman Tuhan yang disampaikan oleh Nabi Yeremia (5:12-13). Hati bangsa pilihan itu luar biasa jahat! Oleh karena itu, sama seperti seorang hakim akan memperberat hukuman bagi para residivis, demikian pula Tuhan akan memperberat hukuman bagi bangsa Israel, yaitu dengan penghancuran total (5:15-17). Hal ini merupakan kengerian yang tak terbayangkan sebelumnya bagi bangsa itu! Sekalipun demikian, Tuhan menyisakan sedikit belas kasihan bagi bangsa itu: Ia tidak membiarkan semua orang Israel punah, supaya sisa bangsa itu bisa belajar dari kesalahan mereka (5:18-31). Tuhan mengingat janji-Nya kepada Abraham, Ishak, dan Yakub (Kejadian 22:18). Demikianlah Tuhan senantiasa penuh kasih dan rahmat sebagai seorang Bapa yang baik!
Bagaimana kondisi Anda saat ini? Apakah kondisi Anda sama parah dengan kondisi bangsa Israel saat itu? Bayangkan betapa pedihnya hati Tuhan ketika menemukan bahwa tidak seorang pun yang berbuat benar seperti yang diinginkan-Nya (bandingkan dengan Roma 3:10-18). Tuhan menginginkan agar kita segera memperbaiki cara hidup kita. Sadarilah keberdosaan Anda dan akuilah dosa Anda kepada Tuhan. Perbaikilah tingkah laku dan pikiran Anda yang bertentangan dengan perintah Tuhan! Ingatlah bahwa Tuhan adalah Bapa yang penuh dengan belas kasihan dan pengampunan bagi semua orang yang mau berbalik kepada-Nya! [J]
昨日所读经文阐明有关上帝慈悲的心怀,祂一而再地给与以色列民悔改的机会。然而,要如何说呢!以色列是硬着颈项和顽固的民族。他们浪费了上帝赐给他们的机会,继续照着他们自己的意愿而活。后果呢,本日经文我们开始读到,上帝必将刑罚他们。
耶和华说:“我的百姓愚顽,不认识我,他们是愚昧无知的儿女,有智慧行恶,没有知识行善。”(4:22)。这节经文指出,上帝子民已失去智慧。智慧是叫一个人可能下好的决定的理解能力,以及避免造成不良之后果。可惜,上帝子民没有智慧,由于他们不遵从上帝和祂的道。他们不能与上帝保持健全的关系,以致他们最终跌进拜偶像的罪里。他们拥有的唯一“智慧”就是行恶。他们膜拜巴力和假神。他们“愚顽”、“愚昧”和“无知”。
虽然上帝子民的举动极其愚顽,但是上帝称反叛的以色列人为“我的子民”(4:22)。上帝生气,可是祂不否认以色列人是祂的子民。“我的子民”这称呼和应许上帝刑罚不毁灭以色列民(4:27下)乃是恩典的注释。
我们可能没有意识到,我们也行了与以色列人同样的事,就是继续硬着心肠,仍旧活在罪中,纵然上帝已屡次责备我们。透过我们的恶行为,我们做了许多愚昧的事。然而,上帝的恩典不丢弃我们,通过祂的道为我们打开智慧的路。让我们能够珍惜上帝的恩典,过敬畏上帝的生活。“敬畏耶和华是智慧的开端”(《诗篇》111:10上)。上帝是否能够看到我们走在这条智慧的道路上? [许哈娜传道/古建江]
Renungan kemarin menjelaskan tentang kemurahan hati Tuhan yang terus-menerus memberi kesempatan kepada bangsa Israel untuk bertobat. Namun, apa mau dikata! Bangsa Israel merupakan bangsa yang tegar tengkuk dan keras kepala. Kesempatan yang diberikan Tuhan mereka sia-siakan dengan terus hidup menurut kemauan mereka sendiri. Akibatnya, dalam bacaan Alkitab hari ini, kita mulai membaca bahwa hukuman Tuhan sudah pasti akan menimpa mereka.
Tuhan berkata, "Sungguh, bodohlah umat-Ku itu, mereka tidak mengenal Aku! Mereka adalah anak-anak tolol, dan tidak mempunyai pengertian! Mereka pintar untuk berbuat jahat, tetapi untuk berbuat baik mereka tidak tahu." (4:22). Ayat ini menunjukkan bahwa umat Tuhan telah kehilangan kebijaksanaan. Kebijaksanaan adalah pemahaman yang memungkinkan seseorang membuat keputusan secara baik serta menghindari konsekuensi yang buruk. Sayang, umat Tuhan tidak memiliki kebijaksanaan karena mereka telah gagal mematuhi Tuhan dan hukum-hukum-Nya. Mereka gagal mempertahankan hubungan yang sehat dengan Tuhan, sehingga akhirnya mereka jatuh ke dalam penyembahan berhala. Satu-satunya “kebijaksanaan” yang mereka miliki hanyalah mengetahui cara melakukan kejahatan. Mereka menyembah Baal dan dewa-dewa palsu. Mereka telah berlaku “bodoh,” “tolol,” dan “tidak mempunyai pengertian!”
Meskipun tingkah laku umat Tuhan amat bodoh, Tuhan tetap me-nyebut orang Israel yang memberontak sebagai “umat-Ku” (4:22). Tuhan marah, tetapi Ia tidak menyangkal bahwa orang-orang Israel itu adalah umat-Nya. Sebutan “umat-Ku” dan janji bahwa hukuman Tuhan tidak akan melenyapkan umat Israel (4:27b) merupakan catatan kasih karunia.
Tanpa sadar, mungkin kita melakukan hal yang sama dengan orang Israel, yaitu terus-menerus mengeraskan hati dan tetap hidup di dalam dosa meskipun Tuhan sudah berkali-kali menegur kita. Kita melakukan banyak kebodohan melalui tingkah laku kita yang jahat. Namun, kasih karunia Tuhan tidak membuang kita dan terus membuka-kan jalan kebijaksanaan melalui firman-Nya. Marilah kita menghargai kasih karunia Allah dan hidup dalam takut akan Tuhan. Takut akan Tuhan adalah kunci kebijaksanaan (Mazmur 111:10a). Apakah Tuhan menemukan bahwa kita menempuh jalan kebijaksanaan itu? [J]
Alkisah, ada seorang bapak tua yang selalu menjadi korban bully dari sekelompok anak berandal di suatu kota kecil. Entah apa yang menjadi penyebab, sang bapak tua selalu mendapat perlakuan yang membuat mereka yang melihat menggelengkan kepala. Suatu saat, geng berandal itu ditangkap polisi karena laporan seorang tetangga sang bapak tua yang tidak tega melihat perlakuan itu. Ketika polisi bertanya mengapa si bapak tua membiarkan mereka beraksi, sang bapak tua menjawab, “Saya berharap mereka bertobat dan tidak menjadi berandal lagi.” Ternyata, sang bapak tua adalah pensiunan pasukan khusus yang dengan mudah dapat mengatasi semua berandal itu. Ia berbelaskasihan karena ia berharap agar mereka berubah.
Tuhan mengecam keras ketidaksetiaan bangsa Israel (Yeremia 3:1-4:4). Sebenarnya, Tuhan bisa dengan mudah menghancurkan bangsa Israel yang berperilaku buruk itu. Namun, Tuhan memilih untuk bertindak berdasarkan belas kasihan-Nya yang besar. Dengan setia, Dia terus-menerus memanggil bangsa Israel untuk bertobat dan berbalik dari dosa (3:11-13; 4:1). Tuhan berjanji untuk mengampuni dan menerima mereka serta menanggalkan kemarahan yang sebenarnya pantas diterima oleh bangsa Israel yang merupakan pasangan yang tidak setia. Pengampunan dan penerimaan kembali Allah terhadap umat-Nya yang berubah setia disebabkan oleh satu faktor tunggal, yaitu kemurahan hati Allah! (3:12). Ketegasan Allah selalu disertai kasih yang sangat besar dan kerinduan melihat pertobatan umat yang Ia kasihi (3:13, 22-25; 4:1-4). Pertobatan yang tulus dari umat Tuhan akan menghasilkan pemulihan yang membuat mereka menjadi berkat bagi bangsa-bangsa lain (4:2).
Seruan pertobatan sangat kita perlukan karena kita sering kali berdosa dan berubah setia. Jika kita berbuat dosa dan meninggalkan Tuhan, kita harus segera bertobat dengan sungguh-sungguh. Allah itu murah hati dan memberi pengampunan dengan berlimpah (Yesaya 55:7). Tuhan Yesus juga menyerukan pertobatan secara eksplisit dalam pelayanan-Nya (Matius 4:17). Ia rindu agar banyak orang mendengar firman dan memberi tanggapan. Bagaimana dengan Anda: Apakah Anda telah menanggapi firman Allah dengan pertobatan yang sejati? Jangan permainkan kebesaran hati Tuhan dengan pertobatan yang palsu! (Roma 6:1-2). [J]
话说,有一位经常被住在一座小城的一群小流氓欺负的老伯伯。不知什么原因这位老伯时常遭遇令人们看了摇头的待遇。有一次,由于一位邻居看了老伯的遭遇不忍心,向警署举报,这群小流氓被警察逮捕。警察问老伯,为何任凭自己被欺负,老伯回答说,“我希望他们悔改,不再作恶了”。原来,老伯是特种部队的退休军人,他能轻易地解决这些小流氓。但是,他可怜他们,盼望他们能够改变。
上帝严厉谴责以色列民的不忠(《耶利米书》3:1-4:4)。实际上,上帝能很容易地粉碎行为恶劣的以色列民。然而,上帝选择基于祂的大怜悯采取行动。祂信实地不断呼召以色列民悔改,离开罪恶(3:11-13;4:1)。上帝应许赦免和接纳他们,不把祂的忿怒降下,其实,身为不忠的配偶之以色列民理当承受。上帝赦免再度接纳不忠的子民,唯一的因素就是上帝祂那慈悲的心怀!(3:12)。上帝明确的态度总是附带着祂那伟大的爱,祂渴慕看到祂所爱的民悔改(3:13,22-25;4:1-4)。上帝子民诚心的悔改将带来复原,使他们成为其他民祝福的管道(4:2)。
我们非常需要悔改的呼声,因为我们许多时候犯罪和不忠。倘若我们犯罪和离开上帝,我们必须即刻真心悔改。上帝有恩慈,祂广行赦免(《以赛亚书》55:7)。在事奉中,主耶稣也清楚地发出悔改的呼吁(《马太福音》4:17);祂渴慕很多人能听到福音,并且给与回应。您又如何:您是否以真心悔改来回应上帝道?千万别以假悔改来玩弄上帝宽广的心怀!(《罗马书》6:1-2)。 [许哈娜传道/古建江]
有一个令人揪心的消息,就是关于一个不孝子为了抢夺年老体弱的母亲历来居住的房屋,而忍心把母亲告上法庭。这孩子对已经抚养他长大的——亲生母亲如此卑鄙的行为——触动了许多人的良心,以及挑起了很多人对这孩子的愤怒。
本日经文描绘已经悖逆上帝,忍心令上帝心痛的以色列民之光景,其实上帝拣选他们为选民,保守他们,使他们成为大族,还有赐给他们迦南美地成为他们的地业(2:2-7)。以色列民却忍心忘记和离弃上帝,去膜拜其他神明来玷污上帝赐给他们的产业。他们去拜虚无的假神和巴力以此来犯属灵的奸淫,用上帝的荣耀来换取暂时的事物,行一连串社会上败坏的恶事。他们的恶行和不忠已经到了如此严重的程度,因而上帝的怒气如熊熊烈火,上帝定意刑罚他们。上帝用造成毁灭的可畏惩罚威胁以色列民(2:15-16)。社会上的恶行和背叛信仰招来了上帝的处罚(2:19)。身为“选民”(《以赛亚书》43:20)或者“上帝儿女”的特殊身份(《申命记》14:1)如果犯罪就不能叫以色列民逃脱上帝之刑罚。罪过和恶行总是带来致命的后果!
忘记和离开上帝乃是令上帝极其伤心的严重恶行。上帝让我们成为祂所属、祂所爱的子民。透过基督在十字架上的牺牲能看到这一点。上帝要我们尊重和爱祂过于世上的一切。什么叫您在人生中很容易忘记和轻看上帝:艰难的生活或舒适的生活?千万不可忽视和玩弄上帝的爱,叫您成为不忠上帝的悖逆之子!务要时刻警惕和学习热爱上帝,远离罪恶,忠于信实待其子民的上帝!不可用其实是无价值之别的事物来取代上帝![许哈娜传道/古建江]
Ada sebuah berita memilukan tentang seorang anak yang tega me-nuntut ibunya sendiri yang sudah tua renta ke pengadilan karena sang anak berambisi untuk merebut rumah yang selama ini ditempati oleh ibunya. Tindakan keji sang anak terhadap ibu kandungnya sendiri—yang telah merawat dan membesarkannya—telah mengusik hati nurani banyak orang dan membangkitkan kemarahan terhadap sang anak.
Bacaan Alkitab hari ini menggambarkan kondisi bangsa Israel yang telah murtad dan begitu tega menyakiti hati Tuhan, padahal Tuhan telah memilih mereka menjadi bangsa pilihan, memelihara mereka, mem-buat mereka menjadi bangsa yang besar, serta mengaruniakan tanah Kanaan sebagai milik pusaka mereka (2:2-7). Bangsa Israel tega mena-jiskan tanah milik pusaka mereka dengan melupakan dan meninggalkan Tuhan serta beribadah kepada allah-allah lain. Mereka berzinah dengan menyembah dewa kesia-siaan dan para Baal, menukarkan kemuliaan Tuhan dengan apa yang fana, serta melakukan serangkaian kejahatan sosial. Kejahatan dan ketidaksetiaan mereka begitu hebat sehingga murka Tuhan menyala-nyala dan Tuhan berniat menghukum mereka. Tuhan mengancam bangsa Israel dengan hukuman dahsyat yang mengakibatkan kehancuran (2:15-16). Kejahatan sosial dan kemurtadan iman mendatangkan hukuman Tuhan (2:19). Status istimewa sebagai “umat pilihan” (Yesaya 43:20) atau sebagai “anak-anak Tuhan” (Ulangan 14:1) tidak membuat bangsa Israel luput dari hukuman Tuhan bila berbuat dosa. Dosa dan kejahatan selalu berakibat fatal!
Melupakan dan meninggalkan Tuhan adalah kejahatan serius yang amat memedihkan hati Tuhan. Tuhan telah membuat kita menjadi milik kepunyaan-Nya dan umat kesayangan-Nya sendiri. Hal itu terlihat melalui pengorbanan Kristus di kayu salib. Tuhan menginginkan agar kita menghargai dan mencintai Diri-Nya lebih dari apa pun di dunia ini. Apa yang membuat Anda mudah melupakan dan mengabaikan Allah dalam hidup Anda: Kesulitan hidup atau kenyamanan hidup? Janganlah Anda menjadi anak-anak yang durhaka kepada Tuhan dengan mengabaikan dan mempermainkan kasih-Nya! Tetaplah waspada dan belajarlah untuk mengasihi Tuhan dengan menjauhi dosa dan setia kepada Dia yang telah berlaku setia terhadap umat-Nya! Jangan menukarkan Allah dengan hal-hal lain yang sebenarnya tidak bernilai! [J]
Setiap atasan yang bijaksana pasti akan memilih orang yang tepat untuk pekerjaan yang tepat, karena setiap pekerjaan membutuhkan kualifikasi dan spesifikasi tertentu untuk menanganinya. Oleh karena itu, para atasan harus mengenal dan mempersiapkan bawahannya yang berpotensi dan bisa diandalkan untuk menyelesaikan pekerjaan tertentu.
Pasal pertama kitab Yeremia dimulai dengan panggilan Allah kepada Yeremia. Tuhan tidak keliru atau sembarangan saat menunjuk Yeremia sebagai pembawa suara Tuhan bagi umat-Nya. Tuhan telah mempersiapkan Yeremia sejak kekekalan, yaitu sebelum ia berada dalam kandungan ibunya (1:5). Saat memanggil Yeremia, Tuhan berkata bahwa Ia telah “mengenal, menguduskan, dan menetapkan” Yeremia sebagai hamba-Nya. Pernyataan Allah kepada Yeremia itu mengungkapkan beberapa kebenaran: Pertama, kita dipilih untuk menggenapi tujuan-Nya. Kedua, kita dipanggil secara pribadi untuk melaksanakan tujuan-Nya. Ketiga, kita dipisahkan dari dunia untuk melakukan kehendak-Nya. Keempat, secara khusus, kita dipanggil untuk melakukan pekerjaan-Nya.
Sekalipun Yeremia menyatakan keberatan karena merasa tidak mampu (1:6), Tuhan mengatakan bahwa Ia akan mendampingi saat Yeremia menjalankan tugasnya (1:7-8). Yeremia hanya perlu taat karena Yeremia harus melayani dengan cara Allah, bukan dengan caranya sendiri. Tugas utama Yeremia adalah menyampaikan firman Allah dan ia akan pergi dengan kekuatan dari Allah. Tuhan tahu bahwa Yeremia akan terus-menerus berjuang memberitakan firman-Nya, walaupun pemberi-taannya selalu mendapat penolakan. Hampir tidak ada orang yang mau mendengar berita yang disampaikannya. Sekalipun demikian, Yeremia dituntut untuk setia menjalankan tugas menyampaikan firman Tuhan (1:9-10,17). Yeremia adalah potret seorang nabi sejati di antara ribuan nabi palsu yang tidak setia pada firman Allah.
Memahami panggilan Allah kepada Nabi Yeremia bukan hanya sangat penting untuk memahami keseluruhan kitab Yeremia, tetapi juga untuk memahami panggilan kita sendiri sebagai pemberita Injil kerajaan Allah. Seperti Nabi Yeremia, semua orang percaya wajib melaksanakan Amanat Agung Kristus (Matius 28:19-20; 2 Timotius 4:2). Apakah Anda setia kepada Allah yang telah memanggil dan memperlengkapi diri Anda? [J]
每位智慧的上司必将拣选恰当的人,把他置于恰当的工作岗位上,由于每样工作需要用一定的标准和规格去处理。因此上司们必须认识和装备有潜力、可信任的部下去完成任务。
本书第一章以上帝对耶利米的呼召为开始。上帝非错误或随便地指定耶利米为向其子民传递祂声音的人。上帝在永恒中已经预备了耶利米,就是当耶利米未在母腹中(1:5)的时候。召耶利米时,上帝说“祂已认识、分别为圣,并且规定”耶利米为祂的仆人。上帝对耶利米的声明显示了若干真理:第一,我们蒙拣选为了体现祂的目的。第二,我们个别蒙召为了达成祂的目标。第三,我们从世界被分别出来为了遵行祂的旨意。第四,我们特殊蒙召为了完成祂的事工。
即便耶利米说他无法胜任,觉得自己没有能力(1:6),上帝却说祂要陪同耶利米执行任务(1:7-8)。耶利米只须顺服,因为耶利米事奉应该照上帝的方法,而不是照自己的方法。耶利米的首要任务是传扬上帝道,他将带着上帝的大能去。上帝知道耶利米将继续奋斗把祂的道传开,即使传扬时总是遭拒绝。他所传递的信息差不多没人要听。纵然如此,上帝要他忠心执行传道任务(1:9-10,17)。耶利米乃是千百位不忠上帝道的假先知中真正的先知之写照。
了解上帝对耶利米先知的呼召不仅对了解整本耶利米书非常重要,同时为了解上帝对我们自己身为传上帝国福音的人之呼召也同等重要。好像耶利米先知一样,所有信徒有义务遵行基督大使命(《马太福音》28:19-20;《提摩太后书》4:2)。您是不是忠于呼召和装备您的上帝呢?[许哈娜传道/古建江]
From the publisher's feed