Sinode Gereja Kristus Yesus

Sinode Gereja Kristus Yesus

By Sinode Gereja Kristus YesusReligion & SpiritualityChristianity
Download on the App Store

Sinode Gereja Kristus Yesus episodes

  • 21 Agustus 2021 - "KESOMBONGAN MENDAHULUI KEJATUHAN"

    Apa yang membuat seseorang yang sebelumnya rendah hati bisa berubah menjadi sombong? Pada umumnya seseorang menjadi sombong saat ia merasa bahwa dirinya lebih baik daripada orang lain, misalnya merasa lebih pintar, lebih ganteng atau cantik, lebih kaya, lebih mampu, lebih tinggi jabatan, atau lebih dalam hal lain bila dibandingkan dengan orang lain.

    Semula, Amazia adalah raja Yehuda yang rendah hati. Ketika diangkat menjadi raja, ia masih muda, yaitu ia berusia 25 tahun. Semula, ia hidup benar di hadapan Allah. Di bawah kepemimpinannya, kerajaan Yehuda menjadi kokoh. Ia mampu mengalahkan Edom dan Sela (14:1-7). Sayangnya, kesetiaannya kepada Tuhan tidak dilakukan dengan segenap hati. Setelah sukses, ia menjadi sombong. Ada dua peristiwa yang menunjukkan kesombongan Raja Amazia. Pertama, ia membawa pulang para allah bani Seir, kemudian menyembah dan membakar kurban untuk allah mereka. Saat ia ditegur oleh seorang nabi karena tindakannya, Amazia bukannya bertobat, tetapi ia malah marah, bahkan mengancam akan membunuh nabi itu. Kedua, kesombongannya terlihat jelas saat ia mengajak Yoas—raja Israel—untuk “mengadu tenaga”. Ia menganggap dirinya tak terkalahkan. Raja Yoas mengingatkan bahwa niat tersebut sama dengan menantang malapetaka. Akan tetapi, Raja Amazia tidak memedulikan peringatan itu sehingga pertempuran antara rakyat Yehuda dan rakyat Israel tak terhindarkan. Akhirnya, Yehuda dikalahkan oleh Israel. Yang harus menanggung kekalahan bukan hanya Raja Amazia, tetapi juga seluruh rakyat Yehuda: Kota Yerusalem dibongkar, harta milik rakyat Yehuda serta rumah Tuhan dijarah, dan rakyat disandera (2 Tawarikh 25:5-25; 2 Raja-raja 14:8-14).

    Riwayat Raja Amazia ini mengingatkan kita untuk mewaspadai sikap sombong yang mengintai setiap orang dari semua kalangan. Setiap orang berpotensi menjadi sombong, termasuk orang-orang yang semula rendah hati. Marilah kita mengikis kesombongan diri kita. Apakah Roh Kudus sudah memperbarui hidup Anda dan memunculkan buah Roh yang membuat Anda menjadi seorang yang rendah hati? Ingatlah selalu perkataan Tuhan Yesus, "Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan" (Lukas 14:11). [Souw]

    13 min
  • 八月二十日 - 忠心到底

    阅读有关上帝仆人的传记时,通常会发现两件事:第一,他一生中的生活和事奉,包括家庭成员,童年,职业和事奉地点。第二,神的恩典始终伴随着这个人的生活,家庭生活和他本人的事奉。

    当阅读先知以利沙生命终结的片段时(13:14-21),印象中他的故事显然被交替“接连插入”以色列国王和犹大国王之间的故事中了。以利沙是在以色列王朝时服役的先知。他去世之前,尽管他知道约哈斯是个邪恶的王,他还是接见了这位以色列国王的到访。他命令约哈斯王取了弓箭,打开了朝东的窗户,然后朝开着的窗户射箭。先知以利沙预言说,射向目标的箭头表明他将要攻打亚兰人,上帝要使他战胜亚兰人。但很遗憾地,当约哈斯王被要求拿起箭并将其击打地上时,他只击打了三遍后就止住,其实他本应继续击打,此事使以利沙先知生气了,因为他的停止使约哈斯王后来无法完成彻底击败亚兰人(13:10-25)。约哈斯战胜亚兰人是上帝赐予生活在罪恶之中的以色列人的礼物。一方面,以利沙先知忠诚事奉上帝直到他生命的尽头也不曾改变。他至死忠心到底。他一生良善和正直,甚至在死后仍然彰显了上帝的能力(13:20-23)。另一方面很可惜,即使在以利沙去世之前,约哈斯王还是没有回转归向上帝的念头。

    如果看不到符合您所期盼的结局,您会继续忠于您所事奉的上帝吗?如果您与家人分享了福音,但没有获得积极的回应,您是否会继续忠于继续作见证吗?如果您的事奉“似乎”无济于事,您会保持忠诚吗?请记住,上帝为每一个忠诚侍奉他的人提供奖赏。保持忠诚,并保持自己服侍上帝时的正直![苏孝源牧师/孙茵]阅 读有关上帝仆人的传记时,通常会发现两件事:第一,他一生中的生活和事奉,包括家庭成员,童年,职业和事奉地点。第二,神的恩典始终伴随着这个人的生活,家庭生活和他本人的事奉。

    当阅读先知以利沙生命终结的片段时(13:14-21),印象中他的故事显然被交替“接连插入”以色列国王和犹大国王之间的故事中了。以利沙是在以色列王朝时服役的先知。他去世之前,尽管他知道约哈斯是个邪恶的王,他还是接见了这位以色列国王的到访。他命令约哈斯王取了弓箭,打开了朝东的窗户,然后朝开着的窗户射箭。先知以利沙预言说,射向目标的箭头表明他将要攻打亚兰人,上帝要使他战胜亚兰人。但很遗憾地,当约哈斯王被要求拿起箭并将其击打地上时,他只击打了三遍后就止住,其实他本应继续击打,此事使以利沙先知生气了,因为他的停止使约哈斯王后来无法完成彻底击败亚兰人(13:10-25)。约哈斯战胜亚兰人是上帝赐予生活在罪恶之中的以色列人的礼物。一方面,以利沙先知忠诚事奉上帝直到他生命的尽头也不曾改变。他至死忠心到底。他一生良善和正直,甚至在死后仍然彰显了上帝的能力(13:20-23)。另一方面很可惜,即使在以利沙去世之前,约哈斯王还是没有回转归向上帝的念头。

    如果看不到符合您所期盼的结局,您会继续忠于您所事奉的上帝吗?如果您与家人分享了福音,但没有获得积极的回应,您是否会继续忠于继续作见证吗?如果您的事奉“似乎”无济于事,您会保持忠诚吗?请记住,上帝为每一个忠诚侍奉他的人提供奖赏。保持忠诚,并保持自己服侍上帝时的正直![苏孝源牧师/孙茵]

    8 min
  • 20 Agustus 2021 - "SETIA SAMPAI AKHIR"

    Saat membaca biografi seorang yang dipakai oleh Tuhan, umumnya kita akan menemukan dua hal berikut ini: Pertama, kehidupan dan pelayanan semasa hidupnya, termasuk anggota keluarga, masa kecil, karier, dan tempat pelayanannya. Kedua, anugerah Tuhan yang selalu menyertai kehidupan pribadi, keluarga, dan pelayanannya.

    Saat membaca kisah akhir hidup Nabi Elisa (13:14-21), kesan yang muncul adalah bahwa kisah itu "diselipkan" di antara kisah raja-raja Israel dan raja-raja Yehuda secara silih berganti. Elisa adalah nabi yang melayani di Kerajaan Israel. Menjelang wafat, ia menerima kedatangan Yoas—raja Israel—walaupun ia tahu bahwa Yoas adalah seorang raja yang jahat. Dia memerintahkan Raja Yoas untuk mengambil busur dan anak panah, membuka jendela di sebelah Timur, lalu memanah ke arah jendela yang terbuka itu. Nabi Elisa menubuatkan bahwa anak panah yang melesat menuju sasaran itu adalah tanda bahwa Tuhan akan memberi kemenangan kepada Raja Yoas dalam peperangan melawan bangsa Aram. Sangat disayangkan bahwa saat diminta mengambil anak panah itu dan memukulkannya ke tanah, Yoas berhenti setelah tiga kali memukulkan anak panah itu, padahal seharusnya dia terus memukul, Hal ini membuat Nabi Elisa marah karena sikap berhenti memukul itu membuat Raja Yoas tidak bisa memukul kalah bangsa Aram sampai tuntas (13:10-25). Kemenangan Yoas atas Aram merupakan anugerah Tuhan bagi bangsa Israel yang hidup dalam dosa. Di satu sisi, kesetiaan Nabi Elisa dalam melayani Tuhan tidak berubah sampai akhir hidupnya. Dia mengakhiri hidupnya dengan baik dan benar, bahkan kuasa Allah tetap dinyatakan setelah kematiannya (13:20-23). Di sisi lain, sayang sekali bahwa hingga Elisa meninggal pun, Raja Yoas tak kunjung berpaling kepada Tuhan.

    Apakah Anda tetap setia melayani Tuhan bila Anda tidak melihat hasil yang sesuai dengan harapan Anda? Bila Anda telah memberitakan Injil kepada keluarga, tetapi Anda belum memperoleh respons yang positif, apakah Anda tetap setia bersaksi kepada mereka? Apakah Anda tetap menjaga integritas bila pelayanan Anda "seperti" tidak memberikan hasil apa pun? Ingatlah bahwa Tuhan menyediakan upah bagi setiap orang yang setia melayani Dia. Tetaplah setia dan tetaplah menjaga integritas dalam melayani Tuhan! [Souw]

    11 min
  • 八月十九日 - 立场不坚定

    有句谚语说:“犹如鹤立牛尾上”。这个谚语是指没有自己立场的人,他很容易被影响,只听从别人的话或命令,行事为人没有定见。

    这句谚语适用于约阿施身上。他是位行事没有立场的犹大王,在态度上,特别是在敬拜上帝这件事上。当他还在耶何耶大的影响和指导下,约阿施是位忠于上帝的王,行祂眼中看为正的事(12:2),甚至他也非常期盼能为上帝修建殿中破损(12:4-5)然而,耶何耶大死后,约阿施忠诚不再。犹大的首领来时,他们的话语深深地打动了他。他们离弃上帝他列祖的殿去敬拜各种偶像。上帝仍然差遣先知警戒约阿斯王和他的国民,要他们回转归祂,但他们却不肯听(《历代志下》24:17-19)。后来甚至于把耶何耶大祭司的儿子――撒迦利亚――在上帝的殿里活活的打死(24:21)。当一位王离开上帝时,所有国民都会遭受影响。一王叛道不仅危害了自己,而且连带危害整个王国。上帝派遣亚兰王哈薛带军兵来攻打他们,惩罚了犹大。约阿施王被迫从他的王宫府库和上帝的殿中收集的所有财物都送给亚兰王作为贡品(《列王纪下》12:18)。他惨遭败仗(《历代志下》24:25)。因为他杀了撒迦利亚,所以必须付出代价。最终,在耶路撒冷统治了40年之后,约阿施王也被他的臣仆杀死了。

    人的一生中,有些事情是可以妥协的,例如口味或某些习惯的差异,也有些事情是不可以妥协的,尤其是有关基本问题或原则问题的事情。不可改变的原则之一是对主耶稣基督的信仰。当您面对压力下的时候还能坚持立场吗? 务要在基督里坚定不移!您所有的劳苦必不徒然(对照《哥林多前书》15:58)。[苏孝源牧师/ 孙茵]

    7 min
  • 19 Agustus 2021 - "TAK BERPENDIRIAN TEGUH"

    Ada sebuah peribahasa yang berbunyi, "Seperti bangau di ekor kerbau". Peribahasa ini menunjuk kepada orang yang tidak memiliki pendirian sendiri, mudah dipengaruhi, hanya mengikuti perkataan atau perintah orang lain, dan tidak punya prinsip dalam bersikap.

    Peribahasa itu cocok dikenakan untuk Yoas. Dia adalah raja Yehuda yang tidak punya pendirian dalam bersikap, terutama dalam hal ibadah kepada Tuhan. Selama berada di bawah pengaruh dan bimbingan Imam Yoyada, Yoas adalah raja yang setia kepada Tuhan dan melakukan apa yang benar di mata-Nya (12:2), bahkan dia mempunyai kerinduan besar untuk memperbaiki rumah Tuhan yang sudah rusak (12:4-5) Akan tetapi, setelah Imam Yoyada wafat, Yoas berubah setia. Saat para pemimpin Yehuda datang, dia terpengaruh oleh perkataan mereka. Mereka meninggalkan rumah Tuhan, lalu beribadah kepada berhala-berhala. Tuhan mengutus para nabi untuk menegur dosa Raja Yoas dan bangsanya, agar mereka berbalik kepada-Nya, tetapi mereka tidak mau mendengarkan (2Tawarikh 24:17-19). Bahkan, Zakharia—anak imam Yoyada—pun dia bunuh di pelataran rumah Tuhan (24:21). Bila seorang raja meninggalkan Tuhan, seluruh rakyat pasti terpengaruh. Pelanggaran seorang raja bukan hanya merusak dirinya sendiri, tetapi juga merusak seluruh kerajaan. Tuhan menghukum Yehuda dengan mengirimkan Hazael—raja Aram—untuk memerangi mereka. Raja Yoas terpaksa mengumpulkan semua kekayaan dari istananya dan dari rumah Tuhan untuk membayar upeti kepada raja Aram (2 Raja-raja 12:18). Dia juga mengalami kekalahan yang besar (2 Tawarikh 24:25). Dia harus membayar harga karena dia telah membunuh Zakharia. Akhirnya, Yoas dibunuh oleh pegawai-pegawainya, setelah ia bertakhta selama 40 tahun di Yerusalem.

    Dalam kehidupan ini ada hal-hal yang bisa dikompromikan, misal-nya perbedaan selera atau kebiasaan tertentu, dan ada hal-hal yang tidak bisa dikompromikan, terutama menyangkut hal-hal yang bersifat esensial atau menyangkut hal-hal prinsip. Salah satu prinsip yang tidak boleh diubah adalah iman kepada Tuhan Yesus Kristus. Apakah Anda bisa tetap berpendirian teguh saat Anda menghadapi tekanan? Berdirilah teguh dalam Kristus! Jerih payah Anda tidak akan sia-sia (bandingkan dengan 1 Korintus 15:58). [Souw]

    10 min
  • 八月十八日 - 团结人的领袖

    印度尼西亚是社会族群多样性的国家。“殊途同归”成为印度尼西亚共和国的理念是不足为奇的。印度尼西亚的多样性必须悉心维护,共和国才能永远统一。但令人遗憾的是,这多样性常受凡事强求一律,特别是宗教一致化的分子的反对和攻击。由于印度尼西亚是由各种种族、宗教和文化组成的国家,所以非常需要能团结所有种族和群体的领袖。

    在以色列历史中,以色列国的分裂是令人痛心的大事之一。在罗波安王执政时以色列分裂成犹大和北以色列两个王国。后来,北以色列国的首任国王耶罗波安建立了拜金牛犊的新宗教。以色列的分裂一直持续到北以色列国灭亡。引人注意的是,北以色列国灭亡后,犹大国的约西亚王推行宗教改革,它不仅改革犹大国的宗教败坏性,也改革北以色列国的宗教败坏性(《列王纪下》23:15、19)。关于这场宗教改革运动将在08月30日的短思文中重新提说。

    在基督教的初期历史中,如何不与犹太人冲突而能团结外邦人是必须解决的重大问题之一,特别是在对待律法的事情上。因此,在事奉时,无论是对守律法的犹太人或对不识律法的外邦人,使徒保罗常要努力使自己适应他所服事的不同人。 使徒保罗愿意做不自由的人,而选择去适应他人,尽力服事更多的人(《哥林多前书》9:19-22)。

    适应他人以便能领导背景多样性的民众不仅是国家领袖必须做到的,教会领袖,包括企业领导人也不例外。任何领域的领袖都必须团结能团结的所有群体。您是否已努力团结属您领导的每一个人?[邱隆泰传道/张翼啸]

    11 min
  • 18 Agustus 2021 - "PEMIMPIN YANG MERANGKUL"

    Indonesia amat beragam! Tidak mengherankan bahwa yang menjadi semboyan Republik Indonesia adalah Bhinneka Tunggal Ika yang artinya adalah “Berbeda-beda, namun tetap satu”. Keberbagaian ini perlu dirawat supaya Republik Indonesia tetap utuh. Sayangnya, keberbagaian ini sering diserang oleh orang-orang yang menginginkan keseragaman, terutama keseragaman dalam kehidupan beragama. Karena Indonesia terdiri dari berbagai suku, agama, dan budaya, sangat diperlukan pemimpin yang dapat merangkul semua suku dan golongan.

    Dalam sejarah Israel, salah satu peristiwa yang menyedihkan ada-lah terjadinya perpecahan pada zaman pemerintahan Raja Rehabeam yang membuat Israel terpecah menjadi dua kerajaan, yaitu Kerajaan Ye-huda dan Kerajaan Israel Utara. Perpecahan ini membuat raja pertama di Kerajaan Israel Utara—yaitu Raja Yerobeam—membuat agama baru, yaitu agama yang menyembah patung anak lembu emas. Perpecahan ini terus berlangsung sampai Kerajaan Israel Utara runtuh. Yang menarik, sesudah Kerajaan Israel Utara runtuh, ada seorang raja Kerajaan Yehuda—yaitu Raja Yosia—yang melakukan reformasi keagamaan yang bukan hanya menyangkut kebobrokan keagamaan di Kerajaan Yehuda, tetapi juga menyangkut kebobrokan keagamaan di Kerajaan Israel Utara (2 Raja-raja 23:15,19). Reformasi keagamaan ini akan kita renung-kan kembali dalam renungan GeMA tanggal 30 Agustus.

    Di awal sejarah kekristenan, salah satu masalah besar yang harus diselesaikan adalah bagaimana merangkul orang non-Yahudi tanpa mengakibatkan konflik dengan orang Yahudi, khususnya dalam hal sikap terhadap hukum Taurat. Oleh karena itu, dalam pelayanannya, Rasul Paulus selalu berusaha menyesuaikan diri dengan orang yang ia layani, baik dengan orang Yahudi yang mengikuti hukum Taurat maupun dengan orang non-Yahudi yang tidak mengenal hukum Taurat. Rasul Paulus menanggalkan kebebasannya dan memilih untuk menyesuaikan diri agar dia bisa melayani sebanyak mungkin orang (1 Korintus 9:19-22).

    Menyesuaikan diri supaya bisa memimpin banyak orang dengan beragam latar belakang bukan hanya diperlukan oleh pemimpin negara, tetapi juga oleh pemimpin gereja, bahkan juga oleh pemimpin perusaha-an. Seorang pemimpin dalam konteks yang beragam harus berusaha merangkul semua kelompok. Apakah Anda sudah berusaha merangkul setiap orang yang berada dalam lingkup kepemimpinan Anda? [P]

    9 min
  • 17 Agustus 2021 - "PEMIMPIN YANG MENGAYOMI"

    Merdeka! Hari ini kita bersama-sama memperingati HUT Proklamasi Kemerdekaan RI. Setiap kali mengingat peristiwa proklamasi, kita selalu teringat kepada para pahlawan yang rela mempertaruhkan nyawanya, bukan untuk kepentingan diri sendiri, tetapi untuk seluruh rakyat Indonesia. Perjuangan untuk meraih kemerdekaan itu kemudian dilanjutkan dengan perjuangan untuk membangun negara. Di awal masa kemerdekaan, kita masih bisa melihat tokoh-tokoh yang benar-benar berjuang secara tulus untuk memperjuangkan kepentingan bangsa dan negara, bukan untuk mengumpulkan kekayaan pribadi.

    Dalam sejarah Israel, kita juga mengenal tokoh-tokoh yang berani mempertaruhkan nyawanya untuk kepentingan bangsa Israel. Salah seorang tokoh yang menonjol adalah Daud! Saat beliau masih sangat muda, beliau berani menghadapi Goliat, seorang pendekar musuh yang tinggi besar dan yang sangat menakutkan bagi para prajurit Israel. Dengan pertolongan Tuhan, Daud berhasil membunuh Goliat dengan hanya memakai batu dan umban—yaitu tali untuk melontarkan batu. Keberhasilan Daud membunuh Goliat dan kemenangannya dalam setiap peperangan membuat ia sangat dihargai oleh seluruh rakyat Israel. Sayangnya, popularitas Daud membuat Raja Saul merasa iri sehingga selanjutnya Daud dikejar-kejar untuk dibunuh. Dalam keadaan dikejar-kejar pun, Daud masih tetap menjadi pelindung bagi orang-orang yang berlindung pada dirinya (1 Samuel 17:40-50; 22:2,20-23). Di antara semua pahlawan, yang paling tidak boleh dilupakan adalah Yesus Kristus yang telah menyerahkan diri-Nya sendiri untuk mati di kayu salib menanggung dosa manusia. Salah satu peristiwa yang amat menyentuh hati adalah saat Tuhan Yesus hendak ditangkap oleh sepasukan prajurit dan penjaga-penjaga Bait Allah, yang Beliau lakukan adalah mengamankan murid-murid-Nya (Yohanes 18:3-9). Bagi kita, Tuhan Yesus bukan hanya Juru-selamat, tetapi Beliau juga Pelindung kita (Yohanes 10:27-29).

    Salah satu gambaran Alkitab tentang pemimpin adalah sebagai gembala. Tuhan Yesus bersabda, “Gembala yang baik memberikan nya-wanya bagi domba-dombanya.” (Yohanes 10:11). Kehadiran pemimpin sebagai gembala diperlukan dalam segala lapisan kepemimpinan, baik menyangkut pejabat negara, pemimpin perusahaan, pemimpin organisa-si, guru, bahkan pemimpin rumah tangga. Apakah Anda sudah menjadi pemimpin yang mengayomi dalam lingkup kepemimpinan Anda? [P]

    10 min
  • 八月十七日 - 爱护属下的领袖

    我们独立了!今天我们一起欢庆印度尼西亚共和国独立宣告纪念日。每当纪念独立宣告日时,我们不禁会缅怀不计个人利益得失,为全民谋幸福而慷慨捐躯的先烈们。赢得独立后,继之而来的是为实现建国大业的奋斗。在独立初期,我们还能见到真心实意地为国家和人民的利益奋斗,而不是为累积个人财富着想的赤胆忠心的民族斗士。

    同样的,在以色列历史中,也出现了为以色列民的利益而敢于献身的人物。其中,大卫是很有名的一个!大卫十分年轻时,曾勇敢地迎战高大威武,令以色列军兵胆战心惊的非利士勇士歌利亚。在主的帮助下,大卫仅用甩石机弦和一粒石子就打死了巨人歌利亚。大卫打死歌利亚以及后来逢战必胜的辉煌成果赢得了以色列民的高度赞扬。但大卫的名声惹扫罗王的嫉恨,扫罗王不断追杀他。大卫在逃走中,仍然保护投靠他的人(《撒母耳记上》17:40-50;22:2、20-23)。在所有的英雄豪杰中,最不可为人忘却的是为担当世人的罪孽而在十字架上流血舍生的耶稣基督!极感人心扉的一件事是当主耶稣将被一队兵丁和差役捉拿时,祂保护了门徒们(《约翰福音》18:3-9)。对于我们来说,主耶稣非但是我们的救主,祂也是我们的护卫者(《约翰福音》10:27-29)。

    “牧人”是《圣经》形容领袖的说法之一。主耶稣说:“好牧人为羊舍命。”(《约翰福音》10:11)。无论是在政府机关、企业、组织或学校中的各个领导层甚至家庭里都需要起“牧人”作用的领袖。您是否已成为爱护属下的领袖?[邱隆泰传道/张翼啸]

    9 min
  • 16 Agustus 2021 - "AMBISI JAHAT VS AMBISI BENAR"

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, ambisi adalah "keinginan yang besar untuk menjadi (memperoleh, mencapai) sesuatu (seperti pangkat, kedudukan) atau melakukan sesuatu”. Jelas bahwa ambisi itu bersifat netral dan merupakan sesuatu yang normal. Artinya, ambisi itu bisa baik atau jahat, tergantung dari motivasi dan tujuan orang yang memiliki ambisi itu. Jadi, yang perlu diwaspadai adalah tujuan dan motivasi yang melatarbelakangi ambisi itu.

    Bacaan Alkitab hari ini berkaitan dengan dua orang putri raja yang memiliki ambisi yang berbeda, yaitu Atalya yang ambisinya jahat dan Yoseba yang ambisinya baik. Atalya—istri Raja Yoram—adalah ibu dari Raja Ahazia. Saat mengetahui bahwa suami dan anaknya sudah mati, ia berniat membunuh semua keturunan raja (11:1). Bagaimana mungkin seorang nenek bisa melakukan tindakan yang begitu kejam, yaitu membunuh cucu-cucunya sendiri? Tindakan Atalya yang amat sadis itu bisa dimengerti bila kita mengingat bahwa ia adalah putri raja Ahab dan ratu Izebel yang terkenal jahat (2 Tawarikh 21:6). Ia mempunyai ambisi jahat, yaitu menjadi orang yang paling berkuasa di Kerajaan Yehuda. Ambisi Yoseba—putri Raja Yoram, saudara perempuan Raja Ahazia yang menjadi istri imam Yoyada (2 Tawarikh 22:11)—amat berbeda. Ia menyembunyikan Yoas—anak Raja Ahazia yang masih berusia setahun—bersama dengan inang penyusunya (2 Raja-raja 11:2). Selama enam tahun, Yoseba dan Yoyada menyembunyikan Yoas (11:3) di rumah Tuhan. Mereka mempersiapkan Yoas untuk naik takhta pada usia tujuh tahun (11:4-12). Walaupun harus berhadapan dengan Atalya yang berhati Iblis, Yoseba dan Yoyada berambisi untuk menobatkan Yoas sebagai raja (11:12). Atalya dengan ambisi jahatnya mati dibunuh dengan cara yang tidak hormat (11:15-16). Yoseba dengan ambisi kudusnya membuat seluruh rakyat Yehuda bersukaria (11:20).

    Jauhilah ambisi jahat yang akan menghancurkan reputasi dan masa depan kita sendiri! Ambisi jahat akan membuat orang lain marah dan memusuhi diri kita, sehingga nama Tuhan dipermalukan. Kejarlah ambisi kudus dengan motivasi dan tujuan yang benar. Ambisi kudus akan menghasilkan sukacita dan damai sejahtera bagi orang-orang di sekitar kita dan membuat nama Tuhan dipermuliakan. Apakah Anda memiliki ambisi yang kudus? [Souw]

    9 min

About Sinode Gereja Kristus Yesus

From the publisher's feed

Akun Spotify resmi Sinode Gereja Kristus Yesus (GKY) yang menyajikan Renungan GEMA dalam Bahasa Indonesia dan Mandarin. Temukan kekuatan firman Allah dan pertumbuhan iman setiap hari bersama kami…