Sinode Gereja Kristus Yesus

Sinode Gereja Kristus Yesus

By Sinode Gereja Kristus YesusReligion & SpiritualityChristianity
Download on the App Store

Sinode Gereja Kristus Yesus episodes

  • 07 Juli 2021 - "BAHAYA YANG MENGANCAM"

    Cerita ini dimulai dengan mengontraskan Raja Daud dan Adonia. Raja Daud sudah tua, lemah, dan kurang sehat, sedangkan Adonia berambisi, bergaya, berperawakan elok, serta didukung oleh Yoab dan Imam Zadok. Tampaknya, penulis memandang Adonia secara negatif, yaitu sekelas dengan Absalom, Saul, dan Eliab yang penampilan fisiknya mengesankan dan berpotensi menjadi raja, tetapi akhirnya menjadi sumber bencana dan ditolak oleh Allah. Raja Daud tidak pernah menegur Adonia. Hal ini mencerminkan bahwa Raja Daud memandang Adonia sebagai seorang yang baik. Melalui kisah tentang Adonia, penulis menyampaikan bahwa Kerajaan Israel sering melewati saat-saat genting di dunia ini. Dalam situasi saat Raja Daud hampir meninggal, muncul situasi kritis. Kesalahan mengambil langkah dapat menimbulkan bencana. Kerajaan Israel dapat menderita karena kepemimpinan yang tidak memenuhi syarat. Penulis melihat bahwa Adonia tidak memenuhi syarat untuk memimpin Kerajaan Israel.

    Adonia mengundang semua saudaranya, anak-anak raja, dan semua orang Yehuda, pegawai-pegawai raja untuk mengangkat dirinya sebagai raja, tetapi Nabi Natan, Benaya dan para pahlawan, serta Salomo—yang tidak mendukung rencana kudeta—tidak ikut diundang (1:9-11). Lalu, Nabi Natan mengingatkan Batsyeba—ibu Salomo—bahwa Raja Daud harus diberi tahu tentang hal itu. Raja Daud telah bersumpah kepada Batsyeba bahwa Salomolah yang akan menggantikannya menjadi raja. Adonia juga tahu bahwa Raja Daud menyukai Salomo, sehingga Salomo tidak dia undang ke pestanya. Jika telah menjadi raja, Adonia pasti akan menyingkirkan Salomo (1:12,21). Pada akhirnya, Raja Daud mengetahui apa yang tidak dia ketahui sebelumnya.

    Peran Nabi Natan sangat penting. Dialah yang memahami seluruh peristiwa yang telah berlangsung. Dia harus campur tangan dan mendorong Raja Daud untuk bertindak melindungi Batsyeba dan Salomo dari kematian yang hampir pasti. Kisah ini memberikan tantangan kepada kita untuk berani bertindak semestinya bila kita mengetahui apa yang benar, sekalipun tindakan tersebut berisiko. Bila kita merasa tidak berdaya, paling sedikit kita bisa terus berdoa. Apakah Anda telah membangun niat baik dan mempertahankan rasa marah saat melihat kejahatan? Apakah Anda selalu berusaha berbuat baik? [Sung]

    9 min
  • 06 Juli 2021 - "KISAH-KISAH YANG BELUM SELESAI"

    Sebagian besar kisah dalam Kisah Para Rasul adalah kisah yang belum selesai. Kita tidak mengerti terlalu jelas kelanjutan gereja-gereja yang dirintis oleh Rasul Paulus. Kepergian Rasul Paulus ke kota Roma pun meninggalkan misteri. Bukankah Rasul Paulus dibawa ke kota Roma untuk menjalani naik banding? Mengapa pengadilan tingkat banding itu tidak diceritakan? Satu-satunya penjelasan yang masuk akal adalah bahwa fokus sesungguhnya dari Kisah Para Rasul bukanlah riwayat Rasul Paulus! Rasul Petrus pun—yang mendominasi 12 pasal pertama Kisah Para Rasul—juga bukan fokus Kisah Para Rasul. Fokus dari Kisah Para Rasul adalah bagaimana Amanat Agung Kristus (Matius 28:18-20; Kisah Para Rasul 1:8) dilaksanakan. Bila kisah-kisah dalam Kisah Para Rasul ini banyak yang belum tuntas, hal ini disebabkan karena Amanat Agung itu memang belum selesai dilaksanakan. Sampai sekarang pun, Amanat Agung Kristus itu masih harus dilanjutkan!

    Peristiwa Rasul Paulus digigit oleh ular beludak, tetapi tidak mati (Kisah Para Rasul 28:3-6), mengingatkan kita kepada Amanat Agung versi Injil Markus. Tuhan Yesus berkata, “Pergilah ke seluruh dunia .... Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: ... Mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.” (Markus 16:15-18). Penyembuh-an ayah Gubernur Publius dan orang-orang sakit yang lain di Pulau Malta (Kisah Para Rasul 28:8-9) juga menggenapi bagian akhir Amanat Agung versi Injil Markus.

    Walaupun Rasul Paulus dibawa ke Roma karena beliau meminta naik banding, sebenarnya beliau hanya bermaksud menghindari bahaya, bukan berniat mengadukan kesalahan bangsanya. Selama dua tahun menjadi tahanan rumah, tidak ada pembicaraan tentang naik banding. Sebaliknya, Rasul Paulus menyediakan banyak waktu untuk berdiskusi serta memberitakan Injil kepada orang-orang Yahudi di kota Roma. Penolakan orang Yahudi menjadi dorongan bagi Rasul Paulus untuk memberitakan Injil kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi.

    Bacaan Alkitab hari ini mengingatkan kita bahwa Amanat Agung Tuhan Yesus masih harus terus dilaksanakan oleh setiap orang percaya. Apakah Anda sudah terlibat dalam pelaksanaan Amanat Agung? [P]

    11 min
  • 七月六日2021年 - 未完成之记述

    使 徒行传中大部分的记载都是未完成的。我们无法太过清楚地了解到使徒保罗所开拓的教会过后的光景如何。使徒保罗的离开往罗马城去也留下了一个谜。使徒保罗被解送到罗马城岂不是为了上诉吗?为何上诉之法庭没有被提到呢?唯一合理的说明就是,使徒行传的焦点不是使徒保罗的生平!同样使徒彼得——占据了使徒行传前十二章的篇幅——也不是本书的焦点。使徒行传真正的焦点乃是如何实行基督的大使命(《马太福音》28:18-20;《使徒行传》1:8)。假使本书许多记述之所以未写完,那是由于大使命本来就还没有彻底体现。直到如今,基督大使命还必须延续!

    使徒保罗被毒蛇咬但是没有死的事件(《使徒行传》28:3-6),叫我们记起马可福音所载之大使命。主耶稣说,“你们往普天下去…….信的人必有神迹随著他们……手能拿蛇;若喝了什么毒物,也必不受害;手按病人就必好了”(《马可福音》16:15-18)。岛长部百流的父亲和马耳他岛民们的病得医治(《使徒行传》28:8-9)也应验了马可福音中的大使命之结尾部分。

    即便使徒保罗被押送到罗马城,因为他提出上诉;然而,他如此行只为了避离险境,而无意控告自己民族所犯的过错。被软禁在家的两年来,没有谈到关乎上诉的事。相反地,使徒保罗预备很多的时间用来讨论,以及向罗马城的犹太人传扬福音。犹太人的拒绝推动使徒保罗把福音传给非犹太的外邦民。

    本日经文提醒我们,主耶稣的大使命每位信徒还应该继续遵行。您是不是有参与执行基督的大使命呢?[邱隆泰传道/古建江]

    9 min
  • 七月五日2021年 - 上帝是掌控者

    如 果使徒保罗不成为被押解的囚犯的话,要造访罗马城不是一件容易的事,因为路途十分遥远且危险。上帝任凭使徒保罗成了由罗马兵丁护送的囚犯乃是上帝旨意的一部分。其实,上帝仍然成为掌控者。传福音的前途由上帝决定,而不是决定于权势、财富,或者人的聪明。

    犹流——凯撒军队的百夫长——此次行程的团长。他更深地认识使徒保罗以后,使他对使徒保罗的态度非常恭敬,使徒保罗也仿佛成了决定他们行程的团长,更恰当地说上帝是真正的团长,因为祂控制大自然,以及一切未来将发生的事!往罗马城漫长艰险的航程若听信使徒保罗——顺服上帝带领的人——将是最安全的。纵然,掌船的和船主面对海事拥有经验,但是他们不是大自然的主宰。他们只能适应面临的大自然情势,由于他们的知识有限。在他们乘坐的大船上,肯定有许多富商,即使家财万贯也完全无能为力对付风暴的威胁。真正掌管大自然的乃是上帝。忽视使徒保罗的劝勉——上帝率领的声音——叫他们面对更恶劣的局势。使徒保罗的话被证实了!就是在最坏的局势环境中,遵从使徒保罗的劝告,听从上帝引领的声音,乃是最好的决定。最后,他们失去了船只,丢掉了货物,却保全了性命。

    当我们读到有关使徒保罗被押送到罗马城之旅程的时候,我们必须时刻记住所有事件之发生乃是上帝计划的一部分,要让使徒保罗在罗马城为主作佳美的见证。您是否相信上帝允许发生在这世界上的任何事——包括新冠疫情——乃是上帝计划的一部分? [邱隆泰传道/古建江]

    9 min
  • 05 Juli 2021 - "ALLAH ADALAH PENGENDALI"

    Bila Rasul Paulus tidak menjadi tawanan, tidak mudah bagi beliau untuk berkunjung ke kota Roma karena perjalanan ke sana amat jauh dan berbahaya. Bila Allah membiarkan Rasul Paulus menjadi tawanan para prajurit Romawi, hal ini merupakan bagian dari rencana Allah. Sesungguhnya, Allah tetap menjadi Pemegang Kendali. Masa depan pemberitaan Injil ditentukan oleh Allah, bukan oleh kekuasaan, kekayaan, atau kepandaian manusia

    Yulius—perwira pasukan kaisar—adalah pemimpin rombongan. Akan tetapi, sesudah dia semakin mengenal Rasul Paulus, dia menjadi bersikap sangat hormat terhadap Rasul Paulus, dan Rasul Paulus menjadi seperti pemimpin rombongan yang menentukan perjalanan mereka. Lebih tepat lagi bila kita mengatakan bahwa Allah adalah pemimpin rombongan yang sesungguhnya karena Dia berkuasa atas alam dan juga berkuasa atas segala sesuatu yang akan terjadi pada masa depan! Perjalanan ke kota Roma yang jauh dan berbahaya itu akan paling aman jika nasihat Rasul Paulus—yang melaksanakan pimpinan Allah—dituruti. Juru mudi dan nakhoda kapal memang berpengalaman menghadapi permasalahan di laut. Akan tetapi, mereka bukan penguasa alam. Mereka hanya bisa menyesuaikan diri dengan situasi alam yang sedang mereka hadapi. Pengertian mereka terbatas. Dalam kapal besar yang mereka tumpangi itu pasti terdapat banyak pedagang kaya. Walaupun mereka kaya, mereka sama sekali tidak berdaya menghadapi ancaman angin badai. Penguasa alam yang sesungguhnya adalah Allah. Pengabaian terhadap nasihat Rasul Paulus—yang menyuarakan pimpinan Allah—membuat situasi yang mereka hadapi memburuk. Perkataan Rasul Paulus terbukti! Dalam situasi buruk pun, keputusan paling baik adalah mengikuti nasihat Rasul Paulus yang menyuarakan pimpinan Allah. Akhirnya, mereka kehilangan kapal dan barang-barang mereka, tetapi mereka semua selamat.

    Saat membaca perjalanan Rasul Paulus sebagai tawanan yang dibawa ke kota Roma, kita harus selalu ingat bahwa semua yang terjadi itu merupakan bagian dari rencana Allah yang menghendaki agar Rasul Paulus menjadi saksi di kota Roma. Apakah Anda meyakini bahwa apa pun yang diizinkan Allah terjadi di dunia ini—termasuk pandemi—adalah bagian dari rencana Allah? [P]

    8 min
  • 七月四日2021年 - 善用每个机会

    与 亚基帕王会晤其实是不必要的。使徒保罗提出上诉再也不能取消。对非斯都巡抚而言,他所面对的难题是,不知要用什么理由叫保罗必须在凯撒面前受审。因为亚基帕王被认为更认识犹太人的文化和信仰,非斯都巡抚征求亚基帕王的意见怎样去处理以上的案子(25:25-27;与26:3作比较)。然而,亚基帕王和非斯都巡抚的结论相同,就是没有足够的理由给使徒保罗判刑(26:31)。

    对使徒保罗来说,与亚基帕王相见乃是传福音的机会。使徒保罗以向亚基帕王表敬意为开始(26:2-3),接下来,讲述自己如何悔改蒙召传福音的经历。使徒保罗阐明自己是法利赛背景的普通犹太人,严格遵守律法,深信死人复活的事。以前是逼迫基督徒的,但是,在往大马士革的途中遇见主耶稣改变了他的人生。这次相会使他变成了基督的见证。生命的转变引起了拒绝基督的人对他的憎恨(26:4-19)。过后,悔改和蒙召的经历成为使徒保罗传讲耶稣基督的通道。甚至,他挑战亚基帕王相信耶稣基督。可惜,虽然亚基帕王已经聆听和明白了福音,但是他拒绝敞开自己接受基督为救主(26:23-28)。

    本日经文提醒每位基督徒,务要随时准备好在任何情况之下对信仰负责任。倘若我们已经备妥,即使面临绝境比如在法庭上,在此也能成为传福音的舞台。如果我们留意的话,就能发现作见证的机会。有了这样的良机,您预备好了为基督作见证吗?[邱隆泰 传道/古建江]

    7 min
  • 04 Juli 2021 - "MEMAKAI SETIAP KESEMPATAN"

    Pertemuan dengan Raja Agripa sebenarnya merupakan pertemuan yang tidak bermanfaat. Permohonan naik banding yang diajukan oleh Rasul Paulus sudah tidak dapat dibatalkan. Bagi Gubernur Festus, yang menjadi kesulitan adalah bahwa dia merasa bingung dalam merumuskan alasan yang membuat Rasul Paulus perlu diadili oleh kaisar. Karena Raja Agripa dianggap lebih mengenal budaya dan keyakinan orang Yahudi, Gubernur Festus meminta saran Raja Agripa dalam menangani kasus ini (25:25-27, bandingkan dengan 26:3). Akan tetapi, kesimpulan Raja Agripa sama saja dengan kesimpulan Gubernur Festus, yaitu bahwa tidak ada alasan yang cukup kuat untuk menjatuhkan hukuman terhadap Rasul Paulus (26:31).

    Bagi Rasul Paulus, pertemuan dengan Raja Agripa ini merupakan kesempatan untuk memberitakan Injil. Dia mulai dengan mengemukakan penghargaan terhadap Raja Agripa (26:2-3), lalu melanjutkan dengan menceritakan kisah pertobatan dan panggilan terhadap dirinya untuk memberitakan Injil. Rasul Paulus menceritakan bahwa dia adalah orang Yahudi biasa yang berlatar belakang sebagai seorang Farisi yang mengikuti aturan secara ketat, termasuk meyakini tentang kebangkitan orang mati. Dia adalah mantan penganiaya orang Kristen. Akan tetapi, pertemuannya dengan Tuhan Yesus di jalan menuju ke Damsyik telah mengubah hidupnya. Pertemuan tersebut membuat dia berbalik menjadi saksi Kristus. Perubahan hidup itulah yang membuat dia dibenci oleh orang Yahudi yang menolak Kristus (26:4-19). Selanjutnya, kisah pertobatan dan panggilan yang ia terima itu menjadi jalan bagi Rasul Paulus untuk memberitakan tentang Yesus Kristus. Ia bahkan menantang Raja Agripa untuk percaya kepada Tuhan Yesus. Sayang, walaupun Raja Agripa sudah mendengar dan memahami berita Injil, dia menolak untuk membuka diri dan menjadi percaya kepada Yesus Kristus (26:23-28).

    Bacaan Alkitab hari ini mengingatkan setiap orang Kristen agar selalu siap mempertanggungjawabkan imannya dalam segala keadaan. Bila kita siap, keadaan terpojok seperti sedang berada dalam sidang pengadilan pun bisa menjadi arena untuk memberitakan Injil. Bila kita waspada, kita akan menemukan kesempatan untuk bersaksi. Bila Anda menemui kesempatan baik untuk melaksanakan tanggung jawab sebagai saksi Kristus, apakah Anda bersedia dan siap? [P]

    9 min
  • 03 Juli 2021 - "RENCANA ALLAH TAK AKAN GAGAL!"

    Sebelum ditangkap, Rasul Paulus pernah mengungkapkan keinginan atau rencana untuk berkunjung ke Roma (19:21). Sehari sesudah beliau ditangkap pasukan Romawi, Tuhan datang berdiri di sisinya dan berkata kepadanya, "Kuatkanlah hatimu, sebab sebagaimana engkau dengan berani telah bersaksi tentang Aku di Yerusalem, demikian jugalah hendaknya engkau pergi bersaksi di Roma." (23:11). Dorongan itu menunjukkan bahwa Tuhan berkenan terhadap keinginan atau rencana ke Roma itu. Sebaliknya, Iblis selalu ingin menentang rencana Allah. Kebencian orang Yahudi terhadap orang Kristen dipakai oleh Iblis sebagai sarana untuk menggagalkan rencana Allah melalui usaha membunuh Rasul Paulus. Sekalipun demikian, Iblis tidak pernah bisa menggagalkan rencana Allah. Setelah rencana membunuh Rasul Paulus pada zaman Gubernur Feliks gagal, orang-orang Yahudi berusaha mengulang rencana pembunuhan itu pada zaman Gubernur Festus. Ketidaktegasan Gubernur Feliks dan Gubernur Festus untuk menegakkan kebenaran membuat Rasul Paulus akhirnya memutuskan untuk naik banding kepada kaisar di kota Roma (25:11).

    Dari kacamata manusiawi, kita akan beranggapan bahwa Rasul Paulus selalu berada dalam keadaan terancam dan terdesak, sehingga dia “terpaksa” naik banding kepada kaisar Romawi. Akan tetapi, dari sudut pandang iman, keadaan Rasul Paulus yang terancam dan terdesak itu bukanlah keadaan yang memaksa, melainkan keadaan yang dipakai Allah sebagai sarana untuk membawa Rasul Paulus ke kota Roma di bawah pengawalan para prajurit Romawi. Keadaan berada dalam penjara di Kaisarea selama dua tahun pada masa pemerintahan Gubernur Feliks pun (24:27) bisa kita pandang sebagai kesempatan bagi Rasul Paulus untuk beristirahat dari pelayanan rutin dan melaksanakan pelayanan khusus, yaitu menulis surat-surat yang bukan hanya berguna bagi jemaat pada masa itu, tetapi juga menjadi bagian firman Tuhan yang menjadi pegangan bagi orang Kirsten pada masa kini.

    Bagaimana cara pandang Anda terhadap pandemi Covid-19 yang melanda dunia pada masa kini? Apakah Anda beranggapan bahwa Allah terdesak sehingga Dia terpaksa membiarkan umat-Nya beribadah di rumah? Atau sebaliknya, apakah Anda meyakini bahwa Allah sedang melaksanakan rencana-Nya melalui pandemi ini? [P]

    9 min
  • 七月三日2021年 - 上帝计划将不落空!

    使 徒保罗未被捉拿之前曾经表明他欲造访罗马的意愿或计划(19:21)。他被罗马军队逮捕后的一天,主来站在他的旁边对他说,“放心吧!你怎样在耶路撒冷为我作见证,也必怎样在罗马为我作见证”(23:11)。这样的鼓励说明主喜悦他去罗马的意愿或计划。反过来,魔鬼总是要与主的计划作对。憎恨基督徒的犹太人被魔鬼利用成为工具,透过设法杀害使徒保罗来挫败上帝的计划。纵然如此,魔鬼不曾打败过上帝的计划。在腓力斯巡抚时期杀害使徒保罗的阴谋不得逞以后,在非斯都巡抚年间这些犹太人再度千方百计地要重演谋杀使徒保罗的计划。腓力斯巡抚和非斯都巡抚伸张公义不明确的态度叫使徒保罗最后决定上诉在罗马城的凯撒(25:11)。

    从人的角度,我们会认为使徒保罗时刻处在被威胁和强逼的境况之中,以致他“被逼”上诉罗马恺撒。可是,从信心角度,使徒保罗被威胁和强逼的处境其实不是不得已,而是上帝要利用此等处境成为器皿带领使徒保罗由罗马兵丁护送前往罗马城。腓力斯巡抚时期在凯撒利亚两年的铁窗生活(24:27)也可视为赐予使徒保罗的一个机会,叫他停止常规事奉去实行特殊事奉,就是撰写许多教牧书信,不但对当时教会大有益处,而且成了圣经的一部分 ,成为当代基督徒信仰生活的指南。

    现今全球都在新冠病毒疫情之下,对此您的观点如何?您是不是认为上帝被逼不得不让信徒在家中进行崇拜呢?或反之,您是否相信上帝正在通过新冠病毒大流行成就祂的计划?[邱隆泰传道/古建江]

    7 min
  • 02 Juli 2021 - "PENGADILAN YANG MENGECEWAKAN"

    Pengadilan adalah tempat yang dibangun dengan maksud untuk menegakkan keadilan. Akan tetapi, tidak selalu ada keadilan di sana. Di satu sisi, Tertulus—yaitu pengacara para pemimpin agama Yahudi—bisa berkata apa saja—sesuai pesanan—untuk membela kliennya tanpa memedulikan kebenaran (24:1-9). Di sisi lain, Gubernur Feliks—sang penguasa yang menjadi hakim—sebenarnya memahami bahwa Rasul Paulus tidak bersalah. Akan tetapi, dia menunda pengambilan keputusan karena dia mengharapkan uang suap. Karena Rasul Paulus adalah seorang yang memiliki integritas, dia tidak mau menyuap. Akibatnya, sampai dua tahun berlalu, keputusan tetap tidak dijatuhkan, dan Feliks diganti oleh Perkius Festus yang juga tidak mau membebaskan Rasul Paulus, tetapi motivasinya adalah untuk mengambil hati orang Yahudi.

    Cara Rasul Paulus menjawab dakwaan di pengadilan (24:10-21) mengajarkan tiga hal penting: Pertama, ia menghargai proses pengadilan dengan bersikap sopan dan bersahabat. Beliau mengungkapkan penghargaan terhadap hakim (24:10b) dan juga mengungkapkan keyakinan akan kebangkitan orang mati (24:15)—yang juga merupakan keyakinan orang Farisi—untuk meminimalkan konflik, mengingat bahwa sebagian pembencinya berasal dari golongan Farisi. Kedua, ia tidak menyangkal bahwa dia adalah penganut Jalan Tuhan (24:14), yaitu istilah yang dikenakan bagi para pengikut Kristus (9:2; 13:10; 18:25; 19:9,23; 22:4-5; 24:22). Ketiga, ia memakai kesempatan berbicara di depan sidang pengadilan untuk memberitakan Injil tentang Yesus Kristus. Akan tetapi, dalam sidang ini, berita Injil masih diungkapkan secara samar-samar. Berita Injil tentang Yesus Kristus lebih jelas disampaikan saat Rasul Paulus mengungkapkan pembelaan di depan Raja Agripa pada pasal 26.

    Sepanjang sejarah kekristenan, banyak sekali orang Kristen yang dihadapkan ke sidang pengadilan. Sidang pengadilan bagi orang Kristen itu pada umumnya adalah sidang pengadilan yang tidak adil. Saat diperlakukan tidak adil, iman seorang Kristen ditantang! Di satu sisi, ada orang Kristen yang tidak sanggup mempertahankan imannya, sehingga berkompromi dan kehilangan iman. Akan tetapi, ada pula yang berhasil mempertahankan iman dan sikapnya menjadi kesaksian yang hidup. Bila Anda menghadapi pengadilan yang tidak adil, apakah Anda sanggup untuk tetap mempertahankan iman? [P]

    9 min

About Sinode Gereja Kristus Yesus

From the publisher's feed

Akun Spotify resmi Sinode Gereja Kristus Yesus (GKY) yang menyajikan Renungan GEMA dalam Bahasa Indonesia dan Mandarin. Temukan kekuatan firman Allah dan pertumbuhan iman setiap hari bersama kami…