Sinode Gereja Kristus Yesus

Sinode Gereja Kristus Yesus

By Sinode Gereja Kristus YesusReligion & SpiritualityChristianity
Download on the App Store

Sinode Gereja Kristus Yesus episodes

  • 22 Juni 2021 - "TANTANGAN BERUNTUN DALAM MISI"

    Kita berharap bahwa tantangan dalam pelayanan misi akan segera terselesaikan secara tuntas sesudah kita berdoa memohon perto-longan Tuhan. Akan tetapi, kenyataan yang kita hadapi tidak selalu demikian. Di kota Filipi, Rasul Paulus dijebloskan ke dalam penjara, lalu diminta untuk meninggalkan kota itu. Ia tidak menghentikan perjalanan misinya, melainkan meneruskan perjalanan ke kota kota kedua di Makedonia, yaitu kota Tesalonika. Bila di Filipi tidak terlalu banyak orang Yahudi—sehingga di sana tidak ada sinagoge atau rumah ibadat orang Yahudi, yang ada hanya tempat sembahyang bagi orang Yahudi atau pemeluk agama Yahudi—di Tesalonika terdapat cukup banyak orang Yahudi. Saat Rasul Paulus memberitakan Injil di sinagoge, beberapa orang Yahudi dan sejumlah besar orang Yunani yang menganut agama Yahudi serta beberapa perempuan terkemuka—mungkin istri pejabat setempat—menjadi percaya. Sayangnya, orang-orang Yahudi menjadi iri saat melihat keberhasilan pemberitaan Injil Rasul Paulus, lalu menghasut beberapa preman untuk membuat kerusuhan. Oleh karena itu, orang percaya di Tesalonika menganjurkan agar Rasul Paulus dan Silas meng-ungsi ke kota ketiga di Makedonia, yaitu Berea. Orang Yahudi di Berea lebih terbuka terhadap berita Injil sehingga banyak di antara mereka yang menjadi percaya, termasuk cukup banyak perempuan terkemuka dan pria Yunani. Sayangnya, orang-orang Yahudi di Tesalonika yang melihat perkembangan tersebut menjadi iri, lalu menghasut dan membu-at gelisah para pengikut Kristus, sehingga Rasul Paulus mengungsi lagi ke Atena yang terletak di wilayah Akhaya.

    Walaupun pelayanan Tim Misi Rasul Paulus di wilayah Makedonia itu mendapat banyak hambatan yang beruntun, pekerjaan Allah tak bisa dihalangi. Tidak ada informasi tentang kelanjutan pelayanan di kota Berea. Akan tetapi, kondisi gereja di Tesalonika tercermin dalam surat-surat Tesalonika. Walaupun menghadapi penganiayaan yang berat, jemaat Tesalonika berhasil menjadi jemaat teladan di wilayah Makedonia dan Akhaya. Iman mereka terwujud dalam perbuatan, kasih mereka terpancar dalam apa yang mereka kerjakan, dan pengharapan mereka membuat mereka tetap bertekun saat menghadapi penganiayaan (Lihat 1 Tesalonika 1). Bagaimana dengan gereja Anda: Apakah Anda dan gereja Anda tetap tekun menjalankan misi di tengah pandemi ini? [P]

    7 min
  • 21 Juni 2021 - "MENAATI PANGGILAN ALLAH"

    Rasul Paulus menaati panggilan Allah untuk pergi ke Makedonia (16:9-10). Kota pertama di Makedonia yang ia kunjungi adalah Filipi. Seperti biasa, Rasul Paulus dan tim pelayanannya mengawali pelayanan dengan mencari orang Yahudi. Akhirnya, mereka menemukan tempat sembahyang orang Yahudi di tepi sungai di luar pintu gerbang kota. Di sana, mereka bertemu dan berbicara dengan beberapa wanita, dan seorang wanita penjual kain ungu dari Tiatira bernama Lidia membuka hatinya dan percaya kepada Tuhan, lalu minta dibaptis bersama dengan seluruh keluarganya. Selanjutnya, tindakan Rasul Paulus mengusir roh tenung dari seorang hamba perempuan membuat para majikan perem-puan itu marah, lalu menangkap Rasul Paulus dan Silas, kemudian menghasut para pembesar untuk memenjarakan mereka. Akan tetapi, pemenjaraan itu justru menghasilkan pertobatan kepala penjara.

    Pelayanan Rasul Paulus di kota Filipi menghasilkan beberapa kesimpulan: Pertama, ketaatan terhadap penggilan Allah tidak membuat segala sesuatu menjadi lancar dan aman, tetapi ketaatan membuat rencana Allah terwujud melalui diri kita. Bagi Rasul Paulus, ketaatan membuat Beliau ditangkap dan dipenjarakan. Sudahkah Anda menaati panggilan Allah terhadap diri Anda? Kedua, walaupun Rasul Paulus memulai pelayanan dengan mencari orang Yahudi, tidak ada catatan tentang respons orang Yahudi di situ. Yang responsnya paling menonjol adalah Lidia, seorang wanita bukan Yahudi yang berasal dari Tiatira. Respons terhadap pelayanan kita tidak selalu bisa kita duga! Ketiga, pelayanan Rasul Paulus dan tim yang sangat singkat di Filipi tidak berarti bahwa pelayanan mereka gagal. Surat Rasul Paulus kepada jemaat di Filipi memperlihatkan bahwa jemaat ini terus bertumbuh. Tak ada celaan terhadap jemaat yang hanya dilayani dalam jangka waktu sangat singkat oleh Rasul Paulus ini! Keempat, dipenjarakan tidak membuat respons Rasul Paulus menjadi negatif. Sikap Rasul Paulus dan Silas yang memuji Allah dalam penjara dan mencegah para tahanan melarikan diri dari penjara merupakan kesaksian hidup yang luar biasa bagi para tahanan lain, sekaligus membuat kepala penjara mengurungkan niat bunuh diri, bahkan menjadi percaya kepada Tuhan Yesus, lalu memberi diri untuk dibaptis bersama seluruh keluarganya. Apakah Anda berespons secara positif saat menghadapi tantangan? [P]

    10 min
  • 六月廿一日2021年 - 顺服上帝的呼召

    使 徒保罗顺服上帝的呼召前往马其顿去(16:9-10)。他首先造访马其顿的腓立比城。一如往常,使徒保罗和他的同工团队首先寻访当地的犹太人聚会的地方来开始他们的工作。结果,他们在城门外的河边找到了犹太人聚会祷告的地方。在那里,他们与几名妇女谈道,有位卖紫色布料的妇女,名叫吕底亚,是推雅推喇城的人,他听见了便敞开心扉信上帝,然后要求与全家一同领受圣洗归主。后来,一位被巫鬼所附的使女,她能用法术为主人们占卜使他们得大利,因为使徒保罗为她驱赶附在她身上的鬼,这使女的主人们大怒,便逮捕了使徒保罗和西拉去见官,并且煽动官长将他们监禁。然而,由于被监禁,尽然导致了看守监牢的禁卒悔改信主。

    使徒保罗在腓立比的事奉获得以下几个结论:首先,服从上帝的呼召并非就此凡事顺利和安全,但是会因着我们的服从,所以上帝的计划便借着我们成就实现了。对于使徒保罗而言,服从导致他被逮捕入狱。你听从上帝对你的呼召了吗?其次,尽管使徒保罗以寻找犹太人聚集地来开始他的事工,但犹太人群中却没看到有人做出回应的记录。只有吕底亚这位从推雅推喇城来的外邦女人作出很明显的回应。我们总是无法预料到服侍后所获得的回应的!第三,使徒保罗和团队在腓立比极为短暂的服侍并不意味着他们的事工是失败的。从使徒保罗给腓立比人的书信就表明这个教会后来继续不断成长。使徒保罗未曾责备这间他仅做过短时间服侍的教会!第四,被监禁并没有使使徒保罗表现出消极反应。使徒保罗和西拉在监狱中唱歌赞美上帝,并其阻止囚犯们逃狱的态度,确实是给其他囚犯看到他那活生生的,也很不平凡的见证,当时连禁卒也打消自杀的念头,愿意相信主耶稣,然后还要求为自己和他的全家人一起受洗。面对挑战时,您会以积极的态度回应吗?[邱隆泰传道/ 孙茵]

    6 min
  • 六月二十日2021年 - 宣教事工的内部冲突

    宣教团不论什么样的团队,都离不开内部冲突。使徒保罗和巴拿巴之间发生的冲突也难以避免。当使徒保罗接任领导职务时,适逢"扫罗"改称为"保罗"之际(13:9),他们之间可能难以适应。当他还被称为"扫罗"时,"巴拿巴"的名总会放在"扫罗"之前(11:30;12:25;13:2,4,7)。被称为"保罗"之后,"巴拿巴"的名在前面只被提过两次(14:14;15:25),其他的都被提在保罗名的后面。(13:42,43,46,50,51;14:3,21;15:2,12,13,22,35)可能,马可的约翰----巴拿巴的外甥(《歌罗西书》4:10)----由于接任领导职务的事不满,他在第一次宣教之旅,离开了团队(13:13)。当使徒保罗要开始进行第二宣教之旅,巴拿巴想带着马可的约翰,但是使徒保罗不可,因为在第一次宣教之旅马可的约翰不忠诚,因此这宣教团就分离开(15:36-41)。

    这次冲突是否产生了敌意?不是!他们仍然是朋友,只是各奔东西。巴拿巴带着马可的约翰往赛浦路斯去,使徒保罗拣选了西拉成为一组,之后加上提摩太(16:1-3)、这两个组都成长并荣耀上帝。虽然巴拿巴组之后就不再记录於圣经中,但很明显巴拿巴成功的培养马可的约翰成为有用的人(《提摩太后书》4:11)。由使徒保罗领导的团队事工去了叙利亚和基利家(15:41),经过了弗吕亚,加拉太和每西亚,最后到达特罗亚(16:6-8)。在特罗亚,使徒保罗有一个被称为"马其顿召唤"的异象(16:9-10)。这种异象使使徒保罗确信上帝在呼召他在马其顿服事。因此,他去了马其顿的第一个城市腓立比(16:11-12)延伸其宣教旅程。今天的读经提醒我们,当我们看到冲突发生时,不要议论纷纷,我们应该看到上帝如何在纷争中扭转局势。

    8 min
  • 20 Juni 2021 - "KONFLIK INTERNAL DALAM PELAYANAN MISI"

    Kelompok pelayanan misi—seperti kelompok apa pun—tidak bebas dari konflik internal. Konflik tajam yang terjadi di antara Rasul Paulus dan Barnabas sulit dihindarkan. Kemungkinan, perasaan tidak nyaman di antara mereka terjadi saat Rasul Paulus mengambil alih kepemimpinan, yang waktunya berkaitan dengan perubahan sebutan “Saulus” menjadi “Paulus” (13:9). Saat sebutan “Saulus” masih dipakai, nama “Barnabas” selalu disebut sebelum “Saulus” (11:30; 12:25; 13:2,4,7). Sesudah sebutan “Paulus” dipakai, nama Barnabas hanya dua kali disebut di depan (14:14; 15:25), dan selebihnya disebut sesudah nama Paulus (13:42,43,46,50,51; 14:3,21; 15:2,12,13,22,35). Kemungkinan besar, Yohanes Markus—yaitu kemenakan Barnabas (Kolose 4:10)—merasa tidak senang melihat pengambilalihan kepemimpinan itu, sehingga ia meninggalkan tim dalam perjalanan misi pertama (Kisah Para Rasul 13:13). Saat Rasul Paulus hendak memulai perjalanan misi kedua, Barnabas hendak membawa Yohanes Markus, tetapi Rasul Paulus menolak karena ia menganggap Yohanes Markus tidak setia saat perjalanan misi pertama, sehingga tim misi itu terpecah menjadi dua tim (15:36-41).

    Apakah perpecahan itu membuat mereka bermusuhan? Tidak! Mereka tetap bersahabat, tetapi bersimpang jalan. Barnabas membawa Yohanes Markus ke Siprus, sedangkan Rasul Paulus bersama dengan Silas menjadi satu tim yang kemudian ditambah dengan Timotius (16:1-3). Kedua tim ini masing-masing berkembang dan memuliakan Allah. Wa-laupun kelanjutan pelayanan tim yang dipimpin Barnabas tidak dicatat dalam Alkitab, jelas bahwa Barnabas berhasil membina Yohanes Markus menjadi seorang yang berguna dalam pelayanan (bandingkan dengan 2 Timotius 4:11). Pelayanan tim yang dipimpin oleh Rasul Paulus mengelilingi Siria dan Kilikia (15:41), melintasi Frigia, Galatia, Misia, dan akhirnya tiba di Troas (16:6-8). Di Troas inilah, Rasul Paulus mendapat penglihatan yang terkenal sebagai “Panggilan Makedonia” (16:9-10). Penglihatan inilah yang memberi keyakinan kepada Rasul Paulus bahwa Allah memanggil dia untuk melayani ke Makedonia. Oleh karena itu, ia melanjutkan perjalanan misi ke Filipi, kota pertama di Makedonia (16:11-12). Bacaan Alkitab hari ini mengingatkan kita agar tidak bergunjing saat melihat perpecahan terjadi, melainkan kita melihat bagaimana Allah bisa bekerja melalui perpecahan itu! [P]

    9 min
  • 六月十九日2021年 - 基督徒的合一

    文 化或习俗上的差异能引起不团结的问题。从小就受到习俗约束的犹太人不容易接受具有不同习俗的外邦人。对于犹太人来说,风俗习惯,尤其是割礼的传统,是一种自豪感。一些犹太人要求安提阿的会众进行割礼,这个要求引起了不安。因此,保罗、巴拿巴和一些安提阿的会众被派去,与耶路撒冷的使徒和长老讨论此事(15:1-2)。在耶路撒冷的长老商议,他们说出了几个重点:首先,圣灵给外邦人的恩赐表明了犹太人与外邦人之间没有区别(15:7-9)。其次,不可设规条约束外邦人以至于妨碍他们转向上帝(15:10-19)。第三,外邦人不需要割礼,但是他们必须禁戒偶像的污秽和奸淫并勒死的牲畜和血(15:20,28-29 )。第三个规则是妥协规则,使外邦信徒的存在不会成为犹太人的绊脚石。后来,有关偶像污秽的食物的规则再次引起争议(《哥林多前书》10:23-33)。

    基督教的合一是文化多样性的合一,应该在每个信徒社区中看到。可惜,不仅在早期的教会时代,而且在今天,总是无法避免文化冲突。总的来说,我们必须对不同文化的人宽容,即不要大惊小怪。但是,我们决不能在道德问题(例如通奸问题)和信仰问题(例如偶像崇拜问题)上作出妥协。您能接受差异而又不想批评吗? 特别是,我们需要一群互相鼓励,互相斥责,互相鼓励和互相祈祷的朋友。样的朋友群只能存在于决心共同成长的小组中。你有一群这样的朋友吗?[邱隆泰传道/林玉琴]

    6 min
  • 19 Juni 2021 - "KESATUAN KRISTEN"

    Perbedaan budaya atau adat istiadat adalah masalah yang bisa mengancam kesatuan. Orang Yahudi yang sejak lahir terikat dengan adat istiadat tidak mudah menerima orang bukan Yahudi yang memiliki adat istiadat berbeda. Bagi orang Yahudi, adat istiadat—khususnya tradisi sunat—adalah identitas yang menjadi sumber kebanggaan. Tun-tutan beberapa orang Yahudi agar anggota jemaat di Antiokhia disunat menimbulkan keresahan. Oleh karena itu, Paulus, Barnabas, dan bebera-pa anggota jemaat Antiokhia diutus untuk membicarakan hal ini dengan para rasul dan para penatua di Yerusalem (15:1-2). Ada beberapa hal penting yang dikemukakan oleh para pimpinan sidang di Yerusalem: Pertama, pemberian karunia Roh Kudus kepada orang bukan Yahudi menunjukkan bahwa tidak ada pembedaan antara Yahudi dan bukan Yahudi (15:7-9). Kedua, bangsa bukan Yahudi tak boleh dibebani aturan yang menghambat mereka untuk berbalik kepada Allah (15:10-19). Ketiga, bangsa bukan Yahudi tak perlu disunat, tetapi mereka harus menjauhkan diri dari makanan yang sudah dicemarkan oleh berhala, dari percabulan, dan dari daging binatang yang mati dicekik, serta dari darah (15:20, 28-29)). Aturan ketiga merupakan aturan kompromi agar keber-adaan petobat bukan Yahudi tidak menjadi batu sandungan bagi orang Yahudi. Di kemudian hari, aturan tentang makanan yang sudah dice-markan oleh berhala itu kembali dipermasalahkan (1 Korintus 10:23-33).

    Kesatuan Kristen merupakan kesatuan dalam keanekaragaman budaya, dan seharusnya terlihat dalam setiap kebersamaan orang percaya. Sayangnya, benturan budaya tak selalu bisa dihindarkan, bukan hanya pada pada masa gereja mula-mula, tetapi juga pada masa kini. Secara umum, kita harus bersikap toleran—artinya tidak bersikap memaksa—terhadap orang yang berbeda budaya. Akan tetapi, kita tak boleh kompromi dalam masalah moral—seperti masalah percabulan—dan dalam masalah iman—seperti masalah penyembahan berhala. Apa-kah Anda bisa menerima perbedaan tanpa keinginan mengkritik? Secara khusus, kita memerlukan kelompok pertemanan yang saling mendorong, saling menegur, saling menguatkan, dan saling mendoakan. Kelompok pertemanan seperti ini hanya dapat terwujud dalam kelompok kecil yang memiliki tekad untuk bertumbuh bersama. Apakah Anda memiliki kelompok pertemanan seperti itu? [P]

    9 min
  • 六月十八日2021年 -宣教基地

    四 处走动的福音布道,无论是在身体上还是在精神上,都令人筋疲力尽。在某些地方,使徒保罗和巴拿巴遇到了类似的回应方式:第一、有些犹太人愿意接受福音,但有些则不接受。第二、非犹太人更愿意接受福音。然而,他们对福音信息的开放性使拒绝福音信息的犹太人嫉妒,愤怒,然后成为反对派。在以哥念,反对福音传教的犹太人打算用石头打他们,但他们就逃往路司得。第三、奇迹和迹象证实了福音的信息。不过,奇迹和迹象可能会被误解。当使徒保罗在路司得医治了一个瘸腿的人时,人们误会了保罗,并把保罗和巴拿巴视为神。他们认为巴拿巴是宙斯神,而使徒保罗则认为是希耳米神。他们已经解释了,但是人群都不愿意听。在一个混乱的情况下,有些犹太人从安提阿和以哥念来,挑唆众人,就用石头打使徒保罗。以为他已经死了,就拖到城外,但他就起来,往特庇去。在那里他们传了福音使好些人做门徒,就回路司得、以哥念、安提啊去坚固门徒的心以及在各教会中选立了长老。二人经过彼西底,来到旁非利亚。在别加讲了道,从那里回到派他们出去的安提阿教会,是要分享他们的旅程,并提供宣教所需祷告的信息。

    叙利亚的安提阿教堂是第一个派遣传教士进行宣教旅程的教堂。我们可以称安提阿教堂为宣教基地。今天,我们仍然需要像安提阿教堂一样愿意成为宣教基地的教堂。您的教会如何呢?您的教会也是宣教基地吗?[邱隆泰传道/林玉琴]

    8 min
  • 18 Juni 2021 - "PANGKALAN MISI"

    Pemberitaan Injil dengan cara berkeliling itu melelahkan, baik secara fisik maupun secara mental. Di beberapa tempat, Rasul Paulus dan Barnabas menemui pola respons yang mirip, yaitu: Pertama, sebagian orang Yahudi bersikap terbuka untuk menerima berita Injil, tetapi sebagian lagi menutup diri. Kedua, orang bukan Yahudi lebih terbuka untuk menerima berita Injil. Akan tetapi, keterbukaan mereka terhadap berita Injil membuat orang Yahudi yang menolak berita Injil menjadi iri, marah, lalu menjadi oposisi. Di Ikonium, orang Yahudi yang menentang pemberitaan Injil berniat melempari Rasul Paulus dan Barnabas dengan batu, tetapi mereka berhasil melarikan diri ke Listra. Ketiga, mujizat dan tanda bersifat meneguhkan berita Injil. Akan tetapi, mujizat dan tanda dapat disalahpahami. Saat Rasul Paulus menyembuhkan seorang lumpuh di Listra, masyarakat menjadi salah paham serta menganggap Paulus dan Barnabas dianggap sebagai dewa. Barnabas mereka anggap seba-gai Dewa Zeus, sedangkan Rasul Paulus mereka anggap sebagai Dewa Hermes. Mereka mengklarifikasi, tetapi orang banyak sulit—atau tidak mau—mendengar. Dalam situasi kacau, orang Yahudi dari Antiokhia dan Ikonium yang menentang pemberitaan Injil datang dan memprovo-kasi massa, lalu massa menjadi marah dan melempari Rasul Paulus de-ngan batu. Kemungkinan, beliau diseret keluar kota dalam keadaan ping-san, lalu ditinggalkan, tetapi beliau bisa bangun kembali dan melanjutkan perjalanan misi ke Derbe. Di kota itu, mereka memperoleh banyak mu-rid, lalu mereka kembali ke Listra, Ikonium, dan Antiokhia di Pisidia untuk menguatkan hati para murid di situ serta menetapkan para penatua jemaat. Setelah menjelajahi seluruh Pisidia, mereka tiba di Pamfilia dan memberitakan firman di Perga, lalu mereka kembali ke gereja Antiokhia yang telah mengutus mereka untuk memberi laporan tentang perjalanan mereka, dan tentu saja juga untuk memberi informasi tentang pokok-pokok doa yang diperlukan bagi pelayanan misi.

    Gereja Antiokhia di Siria adalah gereja pertama yang mengutus misionari untuk melakukan perjalanan misi. Kita bisa menyebut gereja Antiokhia ini sebagai Pangkalan Misi. Pada masa kini, kita masih memerlukan gereja yang bersedia menjadi pangkalan misi seperti gereja Antiokhia. Bagaimana dengan gereja Anda: Apakah gereja Anda juga merupakan pangkalan misi? [P]

    9 min
  • 17 Juni 2021 - "PRINSIP DASAR PEMBERITAAN INJIL"

    Ada prinsip-prinsip dasar yang perlu diperhatikan dalam pemberitaan Injil: Pertama, pemberitaan Injil harus dimulai dengan mencari titik temu yang berupa persamaan antara diri kita dengan pendengar kita. Saat tiba di suatu daerah, Rasul Paulus selalu mencari rumah ibadat orang Yahudi—yang disebut Sinagoge—serta mengikuti tata cara yang sudah biasa dilakukan di tempat itu. Di Sinagoge, di samping orang Yahudi, ada pula orang bukan Yahudi yang mengikuti agama Yahudi. Mereka disebut sebagai orang yang takut akan Allah (13:16) Di rumah ibadat, Rasul Paulus mulai bicara setelah diberi kesempatan untuk berbi-cara (13:15). Dia mencari titik temu dengan membahas keyakinan yang sama antara dirinya dengan pendengarnya (13:15-22). Kedua, pembicara-an harus diarahkan menuju “jembatan” untuk membicarakan tentang Yesus Kristus. Dalam khotbah di kota Antiokhia di Pisidia, Rasul Paulus memulai dengan membahas sejarah Israel secara sangat singkat, yaitu bahwa bangsa Israel dipilih untuk menjadi umat Allah, lalu tinggal seba-gai orang asing di Tanah Mesir, kemudian dituntun Allah untuk keluar dari Tanah Mesir melalui padang gurun, kemudian menaklukkan Tanah Kanaan. Jangka waktu 450 tahun (13:20) adalah perkiraan jumlah tahun mulai saat bangsa Israel tinggal di Tanah Mesir sampai penaklukan dan pembagian Tanah Kanaan. Setelah itu, bangsa Israel dipimpin oleh para hakim, lalu memasuki zaman pemerintahan Raja Saul dan Raja Daud. Penyebutan nama “Daud” inilah yang menjadi jembatan untuk membica-rakan tentang Tuhan Yesus, yaitu bahwa Yesus Kristus adalah Jurusela-mat yang merupakan keturunan Raja Daud. Rasul Paulus menjelaskan bahwa Yesus Kristus menggenapi nubuat Perjanjian Lama melalui kema-tian dan kebangkitan-Nya dari antara orang mati. Kematian dan ke-bangkitan Kristus itulah yang membuat orang berdosa bisa memperoleh pengampunan dosa.

    Jangan heran bila pemberitaan Injil hampir selalu menimbulkan pemisahan, yaitu ada orang yang menutup diri dan tidak mau menerima berita Injil, tetapi ada pula orang yang terbuka untuk menerima berita Injil (13:43-48). Apakah Anda pernah memberitakan Injil? Kesempatan untuk memberitakan Injil hanya akan muncul bila Anda membina hubungan dengan orang lain. Setelah itu, carilah titik temu yang bisa menjadi jembatan untuk berbicara tentang Yesus Kristus! [P]

    10 min

About Sinode Gereja Kristus Yesus

From the publisher's feed

Akun Spotify resmi Sinode Gereja Kristus Yesus (GKY) yang menyajikan Renungan GEMA dalam Bahasa Indonesia dan Mandarin. Temukan kekuatan firman Allah dan pertumbuhan iman setiap hari bersama kami…