
Sign up to save your podcasts
Or


Allah tidak pernah berinisiatif membuat umat-Nya menderita, tetapi Allah bisa memakai penderitaan sebagai alat untuk melaksanakan rencana-Nya. Sesudah membunuh Stefanus, orang Yahudi melanjutkan usaha menghambat perkembangan kekristenan dengan menganiaya jemaat di Yerusalem. Penganiayaan membuat orang percaya tersebar ke seluruh Yudea dan Samaria (8:1). Apakah berita Injil bisa dihambat? Tidak! Tersebarnya orang percaya justru berdampak pada tersebarnya berita Injil ke seluruh Yudea dan Samaria (8:2). Niat jahat orang-orang Yahudi menghambat berita Injil justru membuat rencana Allah agar para murid bukan hanya menjadi saksi di Yerusalem—melainkan juga menjadi saksi di seluruh Yudea dan Samaria (1:8)—menjadi terlaksana.
Filipus—salah seorang diaken yang dipilih bersama-sama dengan Stefanus—juga meninggalkan Yerusalem. Dia memberitakan Injil Yesus Kristus, Sang Mesias, di sebuah kota di Samaria (8:5). Adanya tanda-tanda yang menyertai pemberitaan Injil—roh jahat diusir, orang lumpuh dan orang timpang disembuhkan (8:7)—berperan sangat penting bagi penerimaan orang Samaria terhadap berita Injil karena orang Yahudi bersikap eksklusif—tidak bergaul—terhadap orang Samaria. Penerimaan Injil oleh orang Samaria membuat para rasul di Yerusalem mengutus Rasul Petrus dan Rasul Yohanes melakukan peninjauan (8:14). Saat mereka berdua menumpangkan tangan, Roh Kudus turun ke atas orang-orang Samaria yang bertobat oleh pemberitaan Filipus itu. Jelas bahwa penerimaan Roh Kudus oleh orang-orang Samaria ini disertai dengan tanda seperti yang terjadi di hari Pentakosta karena peristiwa tersebut bisa “dilihat” oleh Simon, seorang petobat baru dari Samaria (8:18). Tanda turunnya Roh Kudus ke atas orang-orang Samaria itu penting untuk meyakinkan orang-orang Yahudi—termasuk para rasul—bahwa keselamatan dalam Kristus itu dimaksudkan bagi orang Samaria juga! Perlu disadari bahwa “kuasa’ yang menyertai pemberitaan Injil ini penting untuk menerobos tempat baru dengan berita Injil. Akan tetapi, “kuasa” itu sama sekali tidak boleh menjadi alat untuk membanggakan diri.
Saat ini, dunia dilanda pandemi. Di satu sisi, kita harus mengurangi pergerakan. Di sisi lain, komunikasi melalui media sosial menjadi semakin meluas, dan hal itu merupakan peluang untuk pemberitaan Injil. Apakah Anda sudah memanfaatkan peluang tersebut? [P]
圣 灵带领司提反传递了极其令听众们痛心的信息(7:48-53)。其实,众人不是真正地要寻找真理。反过来,他们找的是司提反的错误。因此,司提反严厉的话语得到了强烈的回应。若我们要真正老实诚恳地事奉上帝,像司提反这样的态度有时是不能避免的。我们要讲真理,纵然真理会令人心痛,也会危害到我们自己。当我们说出严厉话语的时候,有三种回应会出现,也就是醒悟悔改、不管不顾,或者生气反击。
司提反忠于圣灵的带领以致令听众们恼怒,他自己也受到投石的刑罚,意即被石头打死。然而,未被石头砸之前,他蒙恩可以见证到上帝的荣耀,以及看到主耶稣站在父上帝的右边。司提反实话实说的态度叫听众们怒发冲冠、捂耳反击。他们把司提反拖到城外,用石头砸他(7:57-58)。临终时,司提反高声呐喊,“主啊,不要将这罪归于他们”(7:60)。司提反说出这句话乃是跟从主耶稣的脚踪(参阅《路加福音》23:34)。他留下若干佳美的典范值得每个欲传福音的人效法:第一,面对被拒绝和仇视司提反不难过。每个要事奉基督的人必须预备好面对被拒绝。第二,司提反更注重众人所需要的赦罪恩典比起注重自身脱离死亡的个人利益(参阅《马可福音》10:45主耶稣所说的话)。第三,司提反认为天国荣耀更有价值比起苦难——甚至死亡——他所面对的(参阅《罗马书》8:18)。在基督教宣教历史上,许多时候死亡成为植堂的种子。如果上帝要您好像司提反一样受苦的话,您愿意吗?[邱隆泰传道/ 古建江]
Roh Kudus memimpin Stefanus untuk menyampaikan berita yang sangat menyakitkan bagi para pendengarnya (7:48-53). Orang banyak itu sebenarnya tidak sungguh-sungguh ingin mencari kebenaran. Sebaliknya, yang mereka cari adalah kesalahan Stefanus. Oleh karena itu, perkataan Stefanus yang keras itu disambut dengan respons yang sangat keras pula. Bila kita sungguh-sungguh hendak melayani Tuhan secara jujur dan tulus, sikap seperti yang diperlihatkan oleh Stefanus itu kadang-kadang tak bisa dihindarkan. Kita harus mengatakan kebenaran, walaupun kebenaran itu menyakitkan dan bisa membahayakan diri kita sendiri. Saat kita menyampaikan perkataan yang keras, ada tiga macam respons yang bisa muncul, yaitu sadar dan bertobat, tidak peduli, atau marah dan menyerang.
Kesetiaan Stefanus terhadap pimpinan Roh Kudus membuat para pendengarnya marah dan dia diganjar dengan hukuman rajam, yaitu dilempari batu sampai mati. Akan tetapi, sebelum dilempari batu, dia mendapat anugerah untuk bisa melihat kemuliaan Allah serta melihat Tuhan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah Bapa. Keterusterangan Stefanus membuat para pendengarnya menjadi kalap dan menyerbu sambil menutup telinga. Mereka menyeret Stefanus keluar kota, lalu melempari dia dengan batu (7:57-58). Menjelang ajalnya tiba, Stefanus berseru dengan suara nyaring, "Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!" (7:60). Dengan perkataan itu, Stefanus mengikuti jejak Tuhan Yesus (bandingkan dengan Lukas 23:34). Dia telah meninggalkan beberapa hal yang sepatutnya diteladani oleh setiap orang yang ingin memberitakan Injil: Pertama, Stefanus tidak merasa sakit hati saat menghadapi penolakan dan sikap memusuhi. Setiap orang yang hendak melayani Kristus harus siap menghadapi penolakan. Kedua, Stefanus lebih mengutamakan kebutuhan orang banyak akan pengampunan daripada memikirkan kepentingannya sendiri untuk terlepas dari ancaman maut (bandingkan dengan perkataan Tuhan Yesus dalam Markus 10:45). Ketiga, Stefanus menganggap kemuliaan surgawi sebagai lebih berharga daripada penderitaan—bahkan kematian—yang ia hadapi (bandingkan dengan Roma 8:18). Dalam sejarah misi Kristen, kematian sering menjadi benih bagi berdirinya sebuah gereja. Bila Allah menghendaki agar Anda menderita seperti Stefanus, apakah Anda bersedia? [P]
Stefanus diminta Imam Besar untuk menjawab tuduhan orang-orang Yahudi pendatang, yaitu tuduhan bahwa ia telah menghujat Musa dan Allah dengan mengatakan bahwa Kristus akan merobohkan Bait Suci dan mengubah hukum Taurat (6:11-14). Jelas bahwa tuduhan itu adalah pemelesetan terhadap ajaran Tuhan Yesus. Tuhan Yesus tidak mengatakan bahwa Beliau akan merobohkan Bait Suci, tetapi bahwa Bait Suci akan dirobohkan (Matius 24:1-2). Nubuat ini terwujud saat Jenderal Titus meruntuhkan kota Yerusalem dan merobohkan Bait Suci yang ada di kota itu pada tahun 70 AD. Ingatlah bahwa Tuhan Yesus tidak mengubah hukum Taurat, tetapi menggenapi serta menjelaskan maksud sebenarnya dari hukum-hukum itu (Matius 5:17-48).
Stefanus menjawab permintaan Imam Besar dengan menguraikan garis besar sejarah Israel, mulai dari panggilan kepada Abraham sampai didirikannya Bait Allah pada zaman Raja Salomo. Sejarah Israel memperlihatkan bahwa Allah yang mengatur sejarah! Tanah Kanaan yang ditempati bangsa Israel adalah perwujudan penggenapan janji Allah kepada Abraham. Yusuf—yang telah diperlakukan jahat oleh saudara-saudaranya—adalah orang yang disiapkan Allah untuk memelihara ayahnya dan saudara-saudaranya pada masa kelaparan. Dia membalas kejahatan dengan kebaikan. Pengalaman Yusuf merupakan gambaran bagi Tuhan Yesus yang disalibkan oleh bangsa Yahudi, padahal Dia adalah Penyelamat bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya, termasuk bagi orang Yahudi. Bangsa Israel beberapa kali memberontak terhadap kepemimpinan Musa, padahal Musa adalah orang yang dipilih Allah untuk memimpin bangsa Israel keluar dari Tanah Mesir. Penolakan terhadap Musa ini menggambarkan penolakan bangsa Israel terhadap Kristus. Terhadap tuduhan bahwa Kristus mengubah hukum Taurat, Stefanus justru memperlihatkan bahwa bangsa Israel telah berulang-ulang berlaku tidak taat terhadap kehendak Allah.
Yang paling membuat orang banyak marah terhadap Stefanus adalah perkataan Stefanus bahwa tindakan orang Yahudi membunuh Tuhan Yesus adalah peniruan terhadap tindakan nenek moyang bangsa Israel menganiaya para nabi. Perkataan ini amat keras, tetapi perkataan tersebut adalah pesan yang terpenting untuk disampaikan! Apakah Anda berani menyampaikan pesan Allah kepada dunia ini secara jujur? [P]
大祭司要司提反回答外来犹太人的指控,说基督将拆毁圣殿和修改律法(6:11-14),因此亵渎了摩西和上帝。显然,该指控歪曲了主耶稣的教导。主耶稣没有说将拆毁圣殿,而是说圣殿将被拆毁(《马太福音》24:1-2)。主后70年当提多将军攻陷耶路撒冷城的时候,圣殿被拆毁,以上的预言应验了。请注意,主耶稣并没有修改律法,而是成就律法,而且阐明律法真正的意义(《马太福音》5:17-48)。
司提反以大概讲述以色列的历史来回答大祭司的要求,从亚伯拉罕蒙召直至所罗门王建立圣殿。这段历史描绘了上帝在掌管历史!以色列民迁居迦南地乃是上帝对亚伯拉罕应许之体现。约瑟——曾经被兄长们陷害——是上帝所预备的人,为了在饥荒发生的时候能够养活他的父亲和兄弟们,他以善报恶。约瑟的经历乃是主耶稣被犹太人钉十字架的写照,其实,主耶稣是每位信徒的救赎主,包括犹太人。以色列民多次背叛摩西的领导,实际上,摩西蒙上帝拣选带领以色列民出埃及。拒绝摩西形容以色列民拒绝基督。对于基督被指控修改律法,司提反却指出以色列民一而再地不顺服上帝的旨意。
最使众人恼恨司提反的原因乃是他所说的一句话,犹太人杀害主耶稣乃是仿效其祖先们虐待众先知的行为。这句话非常严厉,然而,这是必须传递的重要信息!您是不是敢于诚实地传达上帝给与这世界的严厉信息呢?[邱隆泰传道/古建江]
事 奉乃是对需要之回应。对饥饿的人,我们应给于食物。对寂寞的人,我们该给与关注。对伤心的人,我们当给与安慰。对彷徨的人,我们须指明道路。对生病的人,我们要给与医治。对意识到自己犯罪需要被赦免的人,我们应当把福音或者关于在基督里的赦罪好消息传给他。如此看来,事奉的形式多种多样。因为基督教的事奉总是始于表现在上帝道中的上帝旨意,属灵的规范总是跟任何事奉部门紧紧地关联在一起(6:2-3)。
被选为其中一位执事以后,司提反不仅处理供给的事,而他的事奉乃是完整的。司提反的事奉——充满属灵恩赐和权柄——有神迹奇事跟随着,表明他的事奉有主的同在。外来的犹太人之群组设法以辩论来阻碍司提反的事奉,可是他们无法敌挡司提反,由于司提反是以智慧和圣灵说话(6:8-10)。最后,直到他们忍耐不住,他们散播骗人的信息,并且与长老们和文士们同谋逮捕、拖走司提反,把他带到犹太公会面前用假见证控告他(6:11-14)。
司提反所经历的事奉拦阻同样也发生在世界各处,包括在印度尼西亚。起初,此拦阻经常以逼到人走投无路的提问出现。倘若在辩论上失败了,这群阻碍福音者就开始散播骗人的信息,寻找群众和宗教领袖们的支持,接下来采取暴力行动。假使没有圣灵赐下帮助和能力,事奉将会停止。为此缘故,假如教会至今还屹立不倒的话,在此表明圣灵从五旬节开始直到今天仍然动工。在疫情之下,您在那里崇拜主的教会是不是仍旧忠心实行主的事工呢?您自己还忠心事奉吗?[邱隆泰传道/古建江]
Pelayanan adalah respons terhadap kebutuhan! Terhadap orang yang lapar, kita harus memberi makanan. Terhadap orang yang kesepian, kita harus memberi perhatian. Terhadap orang yang sedih, kita harus memberi penghiburan. Terhadap orang yang kebingungan, kita harus menunjukkan jalan. Terhadap orang yang sakit, kita harus memberi pengobatan. Terhadap orang yang menyadari bahwa dirinya berdosa dan memerlukan pengampunan, kita harus menyampaikan berita Injil atau kabar baik tentang pengampunan yang terdapat di dalam Kristus. Dengan demikian, bentuk pelayanan itu beraneka ragam. Karena pelayanan Kristen selalu berawal dari kehendak Allah yang tercermin dalam firman-Nya, kriteria kerohanian selalu melekat dalam bidang pelayanan apa pun (6:2-3).
Setelah dipilih sebagai salah seorang diaken, Stefanus bukan hanya melaksanakan pembagian santunan, tetapi dia melayani secara utuh. Pelayanan Stefanus—yang penuh dengan karunia dan kuasa rohani—disertai dengan terjadinya mujizat dan tanda yang meneguhkan bahwa pelayanannya disertai oleh Tuhan. Kelompok orang Yahudi pendatang yang berusaha menghambat pelayanan Stefanus dengan bersoal jawab pun tidak sanggup melawan hikmatnya dan Roh yang mendorong dia berbicara (6:8-10). Akhirnya, setelah kesabaran mereka habis, mereka menyebarkan hoaks serta berkomplot dengan para tua-tua dan para ahli Taurat untuk menyergap, menyeret, dan membawa Stefanus ke hadapan Mahkamah Agama dengan tuduhan palsu (6:11-14).
Hambatan terhadap pelayanan sebagaimana yang dialami oleh Stefanus ini terjadi di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Mula-mula hambatan itu sering berupa pertanyaan yang memojokkan. Bila cara bersoal jawab gagal, mereka yang hendak menghambat pemberitaan Injil mulai menyebarkan hoaks, mencari dukungan massa dan dukungan para pemimpin agama, lalu melakukan kekerasan. Tanpa pertolongan dan kekuatan dari Roh Kudus, pelayanan akan mati. Oleh karena itu, bila gereja masih berdiri tegak sampai hari ini, hal itu menunjukkan bahwa Roh Kudus terus bekerja mulai dari hari Pentakosta sampai hari ini. Apakah gereja tempat Anda beribadah tetap setia melaksanakan pekerjaan pelayanan pada masa pandemi ini? Apakah Anda sendiri juga tetap setia melayani? [P]
人 事福利事工和传扬福音事工是必须平衡实行的两项事奉任务。如果教会忽视了其中一项,教会将失去平衡。论及耶路撒冷教会,其犹太会友的背景各种各样。有的是本地居民,有的是从远处来参加五旬节的,有的是外来迁居耶路撒冷许久的。从远处外来的犹太人一般上讲希腊语,习惯阅读被称为七十士译本的希腊文旧约圣经。在此,他们跟还懂得希伯来文圣经的本地居民有差别。这语言的不同点使耶路撒冷的犹太人仿佛被分为两个群组。由于分发给寡妇们的救济品主要来源于本地居民,分发时会不平均那是不足为奇的,然而却引起了讲希腊语的犹太人之怨言。这样的情形不合使徒们的意愿,所以为了让使徒们仍旧聚焦于他们的首要任务,意即祷告和传道,他们决定拣选七人为执事,就是负责管理人事福利部门的理事。
拣选执事并不意味着祷告和传道比人事福利事工更重要,而是因为两者都同样重要且符合上帝旨意。请注意,被选为执事的人不是管理专才,而是信心坚定被圣灵充满的人(6:2-3)。管理能力不是不重要,但是我们深信信心坚定、被圣灵充满、拥有智慧的人能够细心、公正、诚实地完成任何任务。
今天,耶稣基督教会庆祝第76周年的堂庆。76年来,耶稣基督教会不单单传道,同时也做了很多种人事福利事工,可以说人事福利事工是耶稣基督教会使命中的一部分。您的教会是不是已经平衡地实行传扬主道和人事福利事工呢?[邱隆泰传道/古建江]
Pelayanan sosial dan pemberitaan Injil adalah dua tugas pelayanan yang harus dilaksanakan secara seimbang. Gereja akan pincang bila salah satu dari kedua tugas pelayanan di atas diabaikan. Dalam hal gereja di Yerusalem, latar belakang orang Yahudi yang menjadi anggota gereja beraneka ragam. Ada orang Yahudi yang merupakan penduduk lokal, ada orang Yahudi yang berasal dari tempat jauh yang datang untuk mengikuti ibadah di hari Pentakosta, dan ada orang Yahudi pendatang yang sudah lama pindah ke Yerusalem. Orang Yahudi yang merupakan pendatang dari jauh ini umumnya berbahasa Yunani dan terbiasa membaca Alkitab Perjanjian Lama dalam bahasa Yunani yang disebut Septuaginta. Hal ini berbeda dengan penduduk lokal yang masih bisa memahami Alkitab berbahasa Ibrani. Perbedaan bahasa membuat orang Yahudi di Yerusalem seperti terbagi menjadi dua kelompok. Karena sumber santunan bagi para janda terutama berasal dari penduduk lokal, tidak mengherankan bila pembagian santunan bisa menjadi tidak merata, sehingga muncul sungut-sungut dari orang-orang Yahudi berbahasa Yunani. Keadaan semacam ini tidak dikehendaki oleh para rasul. Supaya para rasul tetap dapat berkonsentrasi dalam tugas utama mereka, yaitu hal-hal yang berkaitan dengan doa dan pelayanan firman Allah, mereka memutuskan untuk memilih tujuh orang untuk menjadi diaken, yaitu pejabat gereja yang bertanggung jawab untuk mengatur pelayanan sosial.
Pemilihan diaken ini bukan disebabkan karena doa dan pelayanan firman lebih penting daripada pelayanan sosial, tetapi karena keduanya merupakan kehendak Allah yang sama-sama penting. Perhatikan bahwa orang yang dipilih menjadi diaken bukan ahli manajemen, tetapi orang yang penuh iman dan Roh Kudus (6:2-3). Kemampuan manajerial bukan kurang penting, tetapi kita meyakini bahwa orang yang penuh iman, penuh Roh Kudus, dan penuh hikmat akan bisa melaksanakan tanggung jawab apa pun secara teliti, adil, dan jujur.
Hari ini GKY merayakan ulang tahun yang ketujuh puluh enam. Selama tujuh puluh enam tahun ini, GKY bukan hanya melaksanakan pelayanan firman, melainkan juga melaksanakan berbagai macam pelayanan sosial. Bisa dikatakan bahwa pelayanan sosial sudah melekat dalam misi GKY. Apakah gereja Anda sudah melaksanakan pelayanan firman dan pelayanan sosial secara seimbang? [P]
当 听到“法利赛”这称呼时,一般上,我们的脑海中即刻出现负面的想法,因为我们总是把这称呼跟假冒伪善的宗教生活关联起来。然而,实际上,在圣经里有几位属于好的法利赛人。我们必须意识到,晚上去见主耶稣的尼哥德慕是一位法利赛人。很容易猜到,他晚上去见主是为了不要让人们知道他去找主耶稣,由于他感到害羞。即便可能有人认为尼哥德慕如此做是胆小的态度,可是值得注意,只有尼哥德慕和亚利马太的约瑟——两位是犹太公会的成员——敢于领取和埋葬主耶稣的尸体(《约翰福音》19:38-40)。
本日经文中,我们可以读到关于众人所敬仰的法利赛人,也就是迦玛列。虽然迦玛列是一位法利赛人,但是他的看法与其他的法利赛人不同。普遍上,法利赛人恨恶主耶稣,因为觉得主耶稣的声望超过他们,而迦玛列是一位视野辽阔、心胸宽广的教法师。在犹太公会里的人们欲杀害使徒们的时候,迦玛列要求公会作长远考虑,三思而后行,以免犯错误。请注意,他的观点是何等有智慧,“……现在,我劝你们不要管这些人,任凭他们吧!他们所谋的、所行的,若是出于人,必要败坏;若是出于上帝,你们就不能败坏他们,恐怕你们是攻击上帝了。”以上的劝勉被采纳,使徒们被责打和威胁以后就被释放。使徒们欢欢喜喜地离开公会。对使徒们而言,为基督受苦乃是尊荣(请把5:38-41与《马太福音》5:11和《彼得前书》4:11作比较)。
当主耶稣在世上与门徒们同在的时候,主耶稣坦白地说道,门徒们被差派如羊进入狼群(《马太福音》10:16)。然而,门徒们不必害怕,因为圣灵时刻与他们同在,上帝能够用各种料想不到的方法帮助他们。[邱隆泰传道/古建江]
From the publisher's feed