
Sign up to save your podcasts
Or


Terkadang, pergi bukan satu-satunya pilihan. Bertahan juga bukan kesalahan. Sesuatu tak harus sempurna untuk bisa kamu cinta.
Beberapa dari ketakutan terbesar kita, cepat atau lambat, memang akan terjadi. Tidak perlu terlalu khawatir, karena kita punya keberanian last minute. Dengarkan selengkapnya dalam episode ini.
Harapan boleh ada, harus malah. Ia juga harus diimbangi dengan usaha. Tapi satu poin penting yang sering kali kita lupa adalah soal bersinergi dengan alam semesta. Biar kita tidak terpatok pada satu 'bentuk' atau 'cara' saja, tapi fokus pada hasil akhir yang tak mungkin salah, tanpa penolakan.
Hidup ini adalah kumpulan paradoks: hal-hal yang saling bertentangan. Lantas untuk jadi baik dan benar dan utuh, kita harus pilih yang mana?
Cinta itu konsep rasa. Sementara menjalin hubungan romantis dengan seseorang, itu urusan praktikal. Rasa bisa meletup, yang artinya bisa sirna saat sudah jadi kebiasaan. Lewat episode ini, mudah-mudahan kamu tahu: kita tak akan selamanya jatuh cinta. Hubungan itu langgeng bukan karena cinta, tapi pilihan.
Pada hal-hal yang pernah melekat, kita boleh rindu manakala suatu kali mengingat atau tanpa sengaja bertemu. Tapi hendaknya rindu itu sederhana saja. Rindu yang hanya ada, tanpa keinginan untuk memiliki atau mengubah keadaan.
Badai adalah sesuatu yang lebih besar dari manusia, dan terjadinya pun di luar kendali manusia. Rasanya, hanya dengan bergandengan tangan lah, manusia bisa bersama-sama melewatinya, bukan dengan saling tunjuk tangan dan mencari-cari ini salah siapa.
Namanya juga mimpi. Apalah artinya kalau bukan untuk dijadikan nyata? Tapi nanti kalau sudah jadi nyata, selanjutnya apa, ya?
Bagaimana caranya menurunkan ekspektasi agar tidak kecewa? Bukankah dalam mengejar sesuatu, kecewa itu mutlak, mengingat kita benar-benar mengusahakannya?
Apakah ada lawan kata dari 'homesick'? Bukan rindu ingin pulang, tapi justru merasa belum saatnya pulang. Pernahkah kamu mengalaminya?
From the publisher's feed