
Sign up to save your podcasts
Or


Ada Apa Dengan "Baper"? feat. Elizabeth Vania Pratami
Teman Tabula pernah mendapatkan perlakuan di atas?
"Baper" menjadi kata yang sering dipakai untuk menggambarkan emosi yang negatif. Pada kenyataannya, "baper" yang dirasakan individu belum tentu menjadi hal yang negatif.
Komentar negatif pihak eksternal tentang "baper" membuat perasaan kita menjadi tidak divalidasi dengan baik. Tentu hal ini tidak menyenangkan dan bisa memperburuk situasi.
Lalu, apa yang harus kita lakukan saat orang lain dicap sebagai baper-an?
Atau yang lebih penting, bagaimana cara kita untuk memvalidasi perasaan baper?
Yuk, sharing bersama Kak Vania yang pernah mengalami pengalaman serupa. Akan ada banyak insight yang bisa teman-teman dapatkan!
Self-Diagnose: Si Paling Peduli Kesehatan Mental? feat. Cherubine Gabriela
"Apa jangan-jangan aku depresi ya?" "Waduh, ini aku banget *sambil scrolling posting OCD!
Apakah teman Tabula pernah berpikir hal di atas? atau mungkin memiliki kenalan yang melakukan hal itu.
Dengan semakin boomingnya topik kesehatan mental, kita semua semakin sering terpapar pada informasi istilah gangguan mental.
Tentu berbagai informasi ini bisa menjadi hal yang positif dan membantu kita mengenal diri sendiri. Namun, tidak jarang informasi yang dibaca membuat kita self-diagnose.
Lalu, apakah self-diagnose menjadi bentuk dari kepedulian diri terhadap kesehatan mental?
Untuk tahu jawabannya, yuk kita sharing bersama Kak Chey. Akan ada banyak insight menarik yang bisa didapat.
Siap Ga Sih Jadi Orangtua? feat. Alfo Yanuar
Apakah Teman Tabula memiliki teman-teman yang tidak ingin mempunyai anak? atau bahkan ingin memiliki anak diumur yang relatif masih muda?
Banyak yang bertanya-tanya, "Apakah aku siap untuk memiliki anak?" atau "Apakah aku sanggup memiliki anak?"
Terkadang keputusan menjadi orangtua tidak hanya melibatkan diri sendiri, tapi juga dari pihak eksternal seperti keluarg asendiri dan juga pasangan. Ditambah dengan tanggung jawab besar dari segi finansial dan juga kesiapan diri.
Namun, apakah keputusan menjadi orangtua harus diambil? Bagaimana kalau child free menjadi pilihan? dan apakah ada cara untuk mengetahui bahwa diri sendiri siap menjadi orangtua?
Untuk tahu jawabannya, yuk sharing dengan Kak Alfo. Akan ada banyak insight menarik yang bisa didapat.
Bagaimana Pulih Dari Luka Perselingkuhan? feat. Prita Pradipta
Teman Tabula pernah diselingkuhin?
Diselingkuhi tentunya menjadi suatu pengalaman negatif bagi kita. Saking buruknya, diselingkuhi dapat dianggap sebagai suatu hal yang traumatis.
Beberapa dari kita ada yang akan langsung memutuskan untuk berpisah dengan orang tersebut. Namun, ada saja di antara kita yang memutuskan untuk bertahan bersama orang yang telah menyelingkuhi kita. Bisa karena takut merasa kesepian, hingga adanya larangan dari norma.
Lalu, apa yang harus dilakukan seandainya kita memutuskan untuk bertahan dengan orang yang telah menyelingkuhi kita?
Bagaimana cara kita ingin memulihkan hubungan bersama orang tersebut?
Dari pada bingung, yuk, sharing bersama Kak Prita! Akan ada banyak insight menarik yang bisa diambil.
Lost You to Love Me feat. Citra Zaskia Chairunnisa
Seberapa sering Teman Tabula merasa benci dengan dirinya sendiri?
Perasaan seperti ini umumnya disebabkan berbagai kegagalan yang dialami diri. Misalnya, gagal mendapat nilai bagus, gagal mendapat universitas yang diminati, atau gagal mendapat pekerjaan yang diinginkan.
Yang jelas, hidup terus berlalu dan harus dijalani bersamaan dengan kegagalan yang ada. Tentunya tidak mudah untuk "bersaing" dengan rasa tidak suka pada diri ini dalam keseharian. Namun, persaingan ini bukannya tidak baik bagi diri. Rasa "bersaing" ini bisa membawa kita menjadi versi diri kita yang lebih baik.
Pertanyaannya, bagaimana cara kita bisa mencapai versi diri kita yang lebih baik ini?
Sendirian Di Tengah Valentine feat. Annisa Gifi Rahmanta & Putri Hatmanti Hatmodjo
Menyayangi Diri Sendiri Di Tengah Menghadapi Kegagalan feat. Marcellius August
Memaafkan Apakah Perlu Syarat? feat. Adisty Ghaisani Muthiah
Katanya, memaafkan orang yang menyakiti kita dapat membantu kita untuk move on dan melepas berbagai perasaan negatif. Apakah benar?
Apabila benar, mengapa terkadang memaafkan itu dapat menjadi hal yang mustahil untuk dilakukan bagi beberapa orang?
Apa yang membuat memaafkan itu sulit? Apakah memaafkan merupakan hal yang harus dilakukan?
Untuk tahu jawabannya, yuk kita sharing bersama Kak Disty. Akan ada banyak insight menarik yang bisa kita dapat.
Sorry Syndrome: Perilaku Terlalu Sering Meminta Maaf feat. Rania Hendraswiputri
Dalam sehari, kira-kira berapa kata maaf yang diucapkan Teman Tabula?
Beberapa orang mungkin jarang mengucapkan kata maaf, namun ada beberapa orang yang sering mengucapkan maaf khususnya saat berinteraksi atau bekerja dengan orang lain.
Saat kita melakukan kesalahan, tentu kita harus meminta maaf. Namun, terlalu sering minta maaf juga bukan merupakan hal yang baik untuk diri sendiri maupun orang lain.
Kira-kira kenapa ya? Apa yang membuat seseorang sering meminta maaf dan apa dampaknya?
Untuk tahu jawabannya, yuk kita sharing bersama Kak Rania yang memiliki pengalaman yang serupa. Akan ada banyak insight menarik!
Oversharing: Menjadi Diri Sendiri Atau Mencari Pembenaran Diri feat. Cherubine Gabrliela
Apakah teman Tabula pernah merasa membutuhkan pembenaran diri ?
Terkadang, kita bisa saja membuka cerita-cerita hidup kepada orang lain dengan tujuan tidak hanya dimengerti, tetapi juga mencari pembenaran diri.
Namun, bisa saja membuka diri bisa saja menjadi oversharing sehingga kita tidak menjadi diri sendiri saat bercerita.
Lalu, bagaimana caranya untuk memastikan bahwa kita tidak oversharing? Apakah oversharing memberikan dampak buruk bagi diri sendiri dan orang sekitar?
Untuk tahu jawabannya, yuk kita sharing bersama Kak Chei yang sudah memiliki pengalaman serupa. Akan banyak insight yang menarik !
From the publisher's feed