
Sign up to save your podcasts
Or


Brand hierarchy level ke tiga ini banyak dijadikan tujuan utama para brand owner. Ini memang seolah-olah jadi fatamorgana bagi mereka yang belum mantap pengertian tentang brand nya. Episode kali ini menunjukkan bagaimana bangun brand bukan sekedar bangun awareness. dan menghalalkan segala cara untuk melakukannya pun punya konsekuensi serius Untuk penjelasan lebih lengkap mengenai brand hierarchy, bisa baca buku brain & brand. bisa didapatkan di: https://linktr.ee/Brain_n_brand
Seri Brand Hierarchy bagian kedua ini membahas layer yang disebut branded commodity. Ini adalah level di mana brand owner tidak mengerti makna brand sesungguhnya. Brand dibuat hanya sekedar identifikasi dasar, seperti logo, nama, dan color. Tapi elemen pembedanya tidak ada. Sayangnya tidak sedikit yang terjebak di level ini. Untuk penjelasan lebih lengkap mengenai brand hierarchy, bisa baca buku brain & brand. bisa didapatkan di: https://linktr.ee/Brain_n_brand
Seri Brand Hierarchy kali ini (untuk 6 episode ke depan) akan membahas layer paling bawah dari brand hierarchy. Layer ini disebut laggard brand. ini adalah tempat yang paling dihindari oleh brand owner, karena ini tempat di mana brand tidak memiliki keterikatan dan bahkan dicaci maki. Apa aja yang bikin brand berada di level ini?
Untuk penjelasan lebih lengkap mengenai brand hierarchy, bisa baca buku brain & brand. bisa didapatkan di: https://linktr.ee/Brain_n_brand
Whatever we want to do becomes easier when we know what can make it happen. Likewise, in order to build brand memory, we certainly want to know how our brain builds memories. or more specifically what things the brain will mark to remember.
Untuk mendapatkan content dan buku Brain & brand, visit: https://linktr.ee/Brain_n_brand
Building a business, especially a brand, cannot be separated from building memory. Businesses and brands stand no chance when they are not remembered. But how does the brain actually store memories? is it the same as a computer hard disk?
Untuk mendapatkan content dan buku Brain & brand, visit: https://linktr.ee/Brain_n_brand
Awareness is the word that is most often spoken along with the word brand. When people talk about brands, brand awareness is definitely mentioned. But is the brand only about awareness? Of course not, what else should you pay attention to to build a brand?
Untuk mendapatkan content dan buku Brain & brand, visit: https://linktr.ee/Brain_n_brand
Beda produk, beda pula cara kita memutuskan dan membelinya. ada yang terencana ada yang spontan, ada yang regular ada yang sesekali. dan ini semua menentukan bagaimana kita sebagai pemilik bisnis dan marketer mempersiapkan strategi untuk mendorongnya.
Untuk mendapatkan content dan buku Brain & brand, visit: https://linktr.ee/Brain_n_brand
Many marketers and business owners fail to implement appropriate strategies simply because they take the wrong example. Lessons from other successful brands cannot be simply copied because each product has differences that require different strategies.
Untuk mendapatkan content dan buku Brain & brand, visit: https://linktr.ee/Brain_n_brand
Pernah nggak kerja di bawah pemimpin yg nggak berani ambil keputusan? Setiap harus ambil keputusan dia selalu cari alasan untuk ngulur waktu atau bahkan menyerahkan keputusan ke pihak lain. Rasanya nggak enak banget. Courage adalah salah satu karakter yang bikin kita nyaman. Berada di aekitar leader yg punya courage juga brand yg punya courage. Sifat kita yg selalu berusaha survive seringkali bikin kita ragu untuk melakukan sesuatu. Kita butuh konfirmasi dari lingkungan kita, org2 di sekeliling kita dan juga brand. Dan courage dari orang atau brand di sekitar kita amat sangat membantu. Brand besar selalu kelihatan percaya diri, punya courage. Karena brand juga banyak dipilih untuk bantu ningkatin pede nya orang. Dan itu cuma bisa dilakukan kalau brandnya pede dan punya courage.
Untuk mendapatkan content dan buku Brain & brand, visit: https://linktr.ee/Brain_n_brand
Brand adalah tentang kenyamanan, nggak harus jadi yang terbaik secara kualitas, tapi sudah pasti yang ternyaman. Karena pada dasarnya kita memilih sesuatu yang good enough ketimbang the best.
Untuk mendapatkan content dan buku Brain & brand, visit: https://linktr.ee/Brain_n_brand
From the publisher's feed