Brand bukan cuma soal bisnis dan pekerjaan. Kita semua adalah brand diri kita sendiri. Dan sama seperti brand dalam bisnis menentukan banyak hal dalam kesuksesan bisnis, personal brand kita juga berperan dalam berbagai kemudahan dan kesulitan kita dalam hidup.
Brand adalah persepsi orang terhadap kita, brand adalah "garansi" atas apa yg bisa kita lakukan. Dan atas dasar itu kita diterima atau dihindari, kita dipercaya atau tidak dipercaya, kita disukai atau dibenci, kita diberi kesempatan atau dirampas kesempatannya, kita mendapat pekerjaan atau tidak, kita mendapat pasangan atau tidak, dan lain sebagainya.
Dan walaupun uang bisa membangun popularitas dan familiarity tapi uang tidak membangun kepercayaan. Sehingga kita yang koceknya cekak pun masih punya peluang untuk punya brand yg disukai. Maka dari itu masih ada orang-orang berkantong tebal yg sudah menggelontorkan milyaran dan triliunan sekalipun tapi tetap gagal jadi bupati, gubernur, presiden. Sebaliknya tidak sedikit yg bermodal niat baik dan ketulusan bisa duduk di kursi jabatan mengalahkan si kaya.
Hidup kita sedikit banyak ditentukan oleh brand kita, atas dasar itu, suka atau tidak, mengerti bagaimana brand dibentuk adalah kemewahan bagi siapa saja yg ingin hidupnya lebih mudah.
Untuk mendapatkan content dan buku Brain & brand, visit: https://linktr.ee/Brain_n_brand