Tiga tahun lalu, 17 Agustus, bangsa P4le5tina bersuka-cita memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia. Ribuan kilometer dari Jakarta, di Jalur G4za, Indonesia Raya berkumandang gegap gempita. Ada bangga dan haru, karena lagu kebangsaan kita berkumandang di negeri orang. Tapi juga ada getir, karena bangsa yang menyanyikannya, yang sejak dulu mati-matian mendukung kemerdekaan kita, sampai kini belum kunjung merdeka.