
Sign up to save your podcasts
Or


Dari waktu ke waktu bangsa P4lestina terus tergusur oleh pemukim Y4hudi yang datang bergelombang. Akhirnya, bangsa Pale5tina terusir dan terjajah di tanah mereka sendiri. Di sisi lain, TKA China terus berbondong-bondong datang ke Indonesia. Bahkan mereka menikah dan beranak-pinak. Waspada! Bukan tidak mungkin skenario yang sama, tergusur dari tanah air sendiri, juga terjadi pada kita.
Mereka yang mengklaim dirinya nasionalis, NKRI sejati, banyak yang mendukung negara Zi0nis I5rael. Ada yang berpikiran sungsang mempertanyakan, mengapa H4MAS terus meluncurkan r0ket, sehingga I5rael balas menyerang masyarakat sipil. Harusnya mereka bertanya, mengapa Bung Tomo melawan sekutu dan Pak Nasution menggelorakan Bandung Lautan Api. Kenapa mereka terus mempertanyakan rakyat Palest1na yang tertindas, tapi tidak mempertanyakan I5rael sang penj4jah? Apa mereka tidak tahu, mendukung kemerdekaan dan kedaultan Palestina adalah amanat Bung Karno?
Polemik soal 75 pegawai KPK yang tidak lulus Tes Wawasan Kebangsaan meluas ke mana-mana. Bahkan, sudah terbit SK Pimpinan KPK yang menonaktifkan para pegawai tersebut. Akhirnya Presiden Jokowi angkat bicara. Beliau minta agar TWK tidak dijadikan alasan pemecatan. Lagi-lagi Presiden terlambat hadir. Persis seperti polemik Perpres Miras dan soal impor beras. Kalau sering-sering begini, gawat! Rakyat bisa lupa bahwa Presiden Jokowi masih ada.
Jakarta Youth Choir menyanyikan "Asma'ul Husna" di dalam Masjid Istiqlal, Jakarta. Serunya, video tersebut diunggah akun twitter Wagub DKI, Ahmad Riza Patria, walaupun kemudian dihapus. Banyak pihak protes, karena menganggapnya tidak pantas. Netizen ribut. Publik jadi gaduh. Apalagi ditengarai choir conductor dan bebrapa personilnya bukan muslim. Ini nih akibatnya kalau pejabat publik gak punya sensitifitas soal agama. Mungkin mau nunjukin moderasi beragama, tapi caranya norak dan kebablasan!
Absurd! Ada yang teriak "saya NKRI, saya Pancasila!" tapi membela i5rael. Konstitusi kita jelas menentang segala bentuk penjajahan di muka bumi. I5rael jelas adalah penj4jah dan agresor. Yang juga diragukan adalah efektifitas peran Pemerintah Indonesia dalam membela Palestina. Karena selama kepemimpinan Presiden Jokowi, Indonesia sibuk sendiri dengan persoalan internal, dan tidak tampil sebagai aktor penting dalam percaturan politik global. Tapi apapun yang terjadi, tetap dukung kemerdekaan Palestina, karena sejak awal Palestina mendukung kemerdekaan kita!
Ali Mochtar Ngabalin mengata-ngatai Ketua PP Muhammadiyah, Busyro Muqoddas, berotak sungsang, gegara kritik Busyro soal KPK. Lagi-lagi orang Istana menunjukkan kelas berpikir super cetek gegara terjangkit sesat pikir. Yuk kita ulas beberapa bentuk sesat pikir yang lazim terjadi, agar kita bisa lebih cerdas dari Ngabalin. Hanya dari rakyat yang cerdas akan terpilih pemimpin da pejabat publik yang cerdas.
Kata Doni Monardo, memaksa mudik secara tak langsung memb*nuh orangtua yang kita cintai. Netizen membalas, membiarkan TKA China masuk secara langsung memb*nuh seluruh rakyat Indonesia. Inilah potret telanjang dari inkompetensi dan inkonsistensi Pemerintah menangani pandemi Covid-19. Mudik dilarang, tapi tempat-tempat wisata dibanjiri pengunjung, dan TKA terus berbondong-bondong datang. Tampaknya rakyat cuma bisa tersenyum kecut sambil berkata, "Terserah elu deh!"
Publik mulai mencari sosok yang tepat untuk dipilih dalam perhelatan Pilpres 2024. Salah satunya, Rizal Ramli. Apalagi Rizal hadir dalam "Pertemuan Serpong" bersama sejumlah tokoh di Ramadhan kemarin. Yuk kita kulik lagi gagasan-gagasan Rizal Ramli untuk Indonesia.
Sejak awal Menteri, Nadiem memang penuh kontroversi. Milenial. Mantan bos gojek, Gak punya pengalaman ngurus pendidikan. Bikin heboh dengan SKB Tiga Menteri soal seragam sekolah yang kemudian dibatalkan MA. Lalu, frasa agama hilang dari visi pendidikan Indonesia. Walaupun kemudian dengan entang Mas Menteri memasukannya lagi. Lanjut, nama pendiri NU Mbah Hasyim Asy'ari hilang dari Kamus Sejarah Indonesia. Ternyata, nama Pahlawan Revolusi Jenderal Besar AH Nasution juga raib. Indonesia perlu say thanks to Mas Menteri Nadiem. Gegara dia, negeri ini jadi tambah gonjang-ganjing.
Hari kedua lebaran ini kita simak lagi gimana kritisnya komika betawi Bintang Emon melihat Indonesia. Ada soal tuntutan ringan untuk penyiram air keras ke muka penyidik senior KPK Novel Baswedan, yang berbuah laporan kader PSI ke polisi. Ada juga soal rencana Pemerintah membuat Jurassic Park di NTT, yang dikhawatirkan hanya menguntungkan investor. Tak ketinggalan soal setan di neraka yang ngerasa kalah jahat oleh koruptor dana Bansos di Kemensos. Kita perlu berterimakasih pada Bintang Emon yang menunjukkan bahwa setidaknya Indonesia masih punya sisa akal sehat.
From the publisher's feed