
Sign up to save your podcasts
Or


Ekonom senior yang juga mantan aktivis ITB dan mantan Menko Maritim, Rizal Ramli, menyatakan kekesalannya atas manuver GAR-ITB yang dinilainya cupet dan norak abis. Bahkan menurut Rizal Ramli menyesalkan adaya produk gagal di antara mahasiswa-mahasiswa yang dulu dia bina.
Beredar laporan keuangan proyek penyingkiran Din Syamsuddin dari MWA ITB yang dirilis GAR-ITB. Tampaknya GAR-ITB ingin bikin kesan bahwa gerakan mereka transparan dan etika. Faktanya, sejumlah alumni mengadu nama mereka dicatut oleh GAR-ITB. Di samping itu, sepak terjang GAR-ITB juga dilawan oleh "Keluarga Alumni ITB Penegak Pancasila Anti Komunis" (KAPPAK).
Banyak inkonsistensi informasi terkait manuver GAR-ITB. Apakah Fadjroel Rachman anggota GAR? Atas soal apa sebenarnya Din Syamsuddin dilaporkan? Laporan atas Pak Din diproses pemerintah atau tidak? Ada juga dugaan GAR digerakkan seorang anggota kabinet yang kalah dari Din Syamsuddin dalam pemilihan anggota MWA ITB wakil masyarakat.
Survei Median tentang siapa kandidat yang berpeluang menjadi Gubernur DKI yang akan datang baru saja dirilis. Anies Baswedan masih yang terkuat, walaupun Risma membayangi. Tapi ada isu yang lebih serius. Jika Pilkada disatukan di 2024, suara partai-partai yang tidak punya calon Presiden kemungkinan besar akan dilibas PDIP. Jadi partai-partai selain PDIP serius nih gak mau ada Pilkada 2022 dan 2023?
GAR-ITB bukan cuma melaporkan Din Syamsuddin. Dekan FTI ITB, Prof. Brian Yuliarto juga diperkarakan karena diduga melanggar netralitas ASN, gegara pernah jadi anggota parpol semasa kuliah. Di sisi lain, sejumlah Guru Besar tercatat menjadi Caleg PDIP dan partai lain. Apakah artinya ASN tidak boleh berpolitik, kecuali di partai penguasa? Atau, ASN tidak boleh berpolitik di partai tertentu?
Setelah kasus kerumunan massa gegara diskon tiket di Waterboom Cikarang, awal tahun ini, netizen dihebohkan lagi oleh kerumunan Imlek di Pantai Indah Kapuk, dan penumpukan pengunjung di kolam ombak Waterboom the Jungle Bogor. Apakah polisi akan setegas menangani kerumunan jamaah Maulid di Petamburan dan Mega Mendung, yang sudah menyeret HRS ke tahanan?
Sampai saat ini belum ada tersangka baru kasus korupsi bansos Kemensos yang diumumkan KPK, walaupun KPK memperpanjang masa penahaman Juliari Batubara dan dua mantan pegawai Kemensos yang sudah jadi tersangka sebelumnya. Ke mana kasus ini mengarah? Akankah "Madam Bansos" tenggelam begitu saja?
Lagi-lagi ada mic anggota DPR yang dimatikan, ketika mau interupsi soal SKB Tiga Menteri tentang seragam sekolah. Tahun lalu, di sidang pembahasan Omnibus Law UU Cipta Kerja, hal serupa juga terjadi. Kalau anggota DPR saja dihambat bersuara, bagaimana rakyat jelata bisa mengkritik, sesuai dengan imbauan Presiden Jokowi?
Paradoks dan ironis! Itu kesan publik terkait sejumlah langkah pemerintah. Mengajak umat muslim wakaf uang, tapi mengusik jilbab di sekolah. Belakangan tokoh umat, Din Syamsuddin, juga diganggu dengan tudingan radikal. Bagaimana menjelaskan fenomena ini?
SBY bilang kritik itu obat. Pahit tapi bisa menyembuhkan. Mungkin karena itu di jaman SBY jadi Presiden, Komika Abdur Arsyad berani melontarkan kritik lewat konten komedinya. Bukan cuma Abdur lho yang takut mengkritik pemerintahan Presiden Jokowi. Banyak tokoh punya kekhawatiran serupa.
From the publisher's feed