
Sign up to save your podcasts
Or


Politisi PSI Tsamara Amani mendukung revisi UU ITE agar masyarakat tidak takut berpendapat dan mengkritik. Masalahnya, sejumlah kader PSI tercatat rajin melaporkan orang-orang yang bersuara di media sosial. Jadi apa maksudnya nih?
Wacana Presiden Jokowi untuk merevisi UU ITE tidak direspon antusias oleh para pembantunya. Para Menteri dan pejabat terkait malah mengarahkannya ke interpretasi dari UU tersebut. Para Menteri sengaja mbalelo atau ...
Di luar soal penanganan korupsi bansos yang bergerak lambat dan narasi UU ITE yang melempem, satu minggu ini obrolan kita didominasi manuver GAR-ITB yang menyerang Din Syamsuddin dan tokoh-tokoh lainnya. Serangan GAR-ITB yang membabi-buta memicu perlawanan serius dari Muhammadiyah yang bersiap membawa kasus ini ke jalur hukum. Yuk kita flash back lagi, apa aja yang sudah kita bahas bareng-bareng seminggu ini.
SKB 3 Menteri soal seragam sekolah terus memicu kontroversi. Masalah kecil yang bisa selesai dengan mudah di daerah, di bawa ke pusat dan dipolitisasi. Ditingkahi lagi dengan arogansi Mas Menteri Nadiem yang main ancam sanksi. Akibatnya, Sumbar marah, Ranah Minang melawan! Lebih dari 300 pengacara siap menggugat pusat. Apa maunya pemerintah pusat? Apa agenda yang dibawa Nadiem?
Tetiba saja Wamenkumham Edward Hiariej minta tersangka korupsi bansos Juliari Batubara dihukum mati. Alasannya, korupsi dilakukan dalam situasi pandemi, dan memanfaatkan jabatan sebagai Menteri. Muncul spekulasi, apakah Edward Hiariej sedang pencitraan tentang keseriusan pemerintah memberantas korupsi, atau kirim sinyal ancaman kepada PDIP?
Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) menuntut KPK ke pengadilan karena diduga menelantarkan kasus korupsi bansos Kemensos. Indikasinya, setelah serangkaian pengeledahan dan rekonstruksi, kader PDIP Ihsan Yunus tak kunjung diperiksa KPK. Apakah KPK sedang main mata dengan kekuasaan?
Manuver kelompok yang menamakan diri GAR-ITB semakin membabi-buta, mirip mafia, atau bahkan gerombolan teroris radikal. Nurhayati Suabakat, alumnus ITB yang sudah berjasa besar bagi almamaternya, diserang juga! Ada agenda apa di balik GAR-ITB? Siapa dalang manuver keji mereka?
Imbauan Presiden agar masyarakat makin aktif mengritik, kembali makan korban. Sebelumnya, penyidik senior KPK, Novel Baswedan, dipolisikan gegara mempertanyakan kematian Ustadz Maheer di tahanan polisi. Sekarang giliran pengamat segala hal, Rocky Gerung, diancam dipolisikan pendukung Jokowi yang gak terima Presiden diminta merevisi isi kepala.
Kompol Yuni Purwanti, polisi jelita yang memimpin Polsek Astana Anyar, Bandung, kedapatan memimpin 11 anak buahnya berpesta narkoba. Agak tidak masuk akal jika polisi-polisi bejat itu cuma pemakai, mengingat bandar narkoba memang selalu berupaya memikat aparat untuk menjadi beking dan/atau pengedar.
Presiden Jokowi lempar narasi revisi UU ITE. Namun tak terlihat langkah konkrit. Bahkan para pejabat terkait justru memilih menyusun interpretasi standar untuk mengatasi pasal-pasal karet UU tersebut. Jadi sebenarnya Presiden Jokowi serius ingin memperbaiki demokrasi, atau sekedar "menyogok" rakyat supaya adem?
From the publisher's feed