
Sign up to save your podcasts
Or


~ Headphone baru yang didesain untuk mengatasi kompleksitas produksi musik pada saat ini
Sennheiser telah meluncurkan referensi headphone studio terbarunya, HD 490 PRO dengan desain open-back yang dihadirkan untuk kebutuhan produksi, mixing, maupun mastering. Headphone yang dinamis ini memiliki keunggulan dalam memproduksi suara yang akurat dan realistis, akurasi dan jangkauan yang luar biasa ini memberikan sebuah transparansi yang dibutuhkan oleh para produser dan penggiat karya di bidang mixing serta mastering, tidak hanya itu saja dimana musisi juga dapat ikut andil dalam membuat keputusan penting untuk sebuah proses produksi musik tanpa berbelit.
Apabila kita melihat perkembangan teknologi dalam dunia industri Audio, perbandingan yang sangat kontras akan terlihat dengan jelas ketika produk satu atau dua dekade yang lalu memiliki kualitas yang sangat kontras. Jimmy Landry selaku Category Market Manager Sennheiser mengatakan bahwa produksi musik hari ini memiliki peningkatan daya komputasi yang sangat besar dan otomatisasi parameter yang telah mengubah cara pembuatan musik. dalam setiap genre, para engineer dan kreator musik terus menerus telah mendobrak batasan dan inovasi, membuat mix yang sangat kompleks yang rentan terhadap apa yang disebut sebagai “ Audio blind Spots”, hasil mix bisa terasa lebih ramai dan kotor, dengan terlalu banyaknya posisi instrumen yang sama dan frekuensi yang bersaing. hal ini dapat mempersulit engineer dan musisi untuk mendengar setiap suara instrumen atau vokal dengan jelas, hal ini menunjukkan bahwa pentingnya sepasang headphone studio yang handal.
Akurasi audio full spectrum, demi mengatasi kerumitan ini, engineer Sennheiser telah mengisi HD 490 PRO dengan soundstage dengan dimensi yang sangat luas untuk melokalisasi komponen-komponen penting dalam sebuah mix, respons frekuensi tidak berwarna dan jujur di seluruh spektrum audio.
Pantau terus yows..
Konser Bruno Mars di Tiongkok gagal, apakah ini alasannya ?
Dilansir dari WIKI yang menyebutkan dalam sebuah daftar “ List of People Banned from entering China “ memuat puluhan nama berpengaruh di dunia yang mayoritas berasal dari negara Barat dan Eropa dengan nama dan berbagai alasan mengapa individu ini tidak diizinkan untuk mengunjungi negara tirai bambu, salah satunya antara lain :
~ Noel Gallagher sebagai anggota dari band ternama asal Inggris, Oasis yang tidak diijinkan untuk masuk ke Tiongkok dengan alasan bahwa dirinya pernah mengisi sebuah acara di Tibetan Freedom Concert yang pernah digelar di kota New York pada tahun 1997, dirinya diperlakukan sebagai “ Enemy of the people “ bagi pemerintah Tiongkok.
~ Selena Gomez, ditolak gegara pernah berfoto bersama pemimpin agama ternama Dalai Lama dan membagikan foto ini via medsos milik Selena.
~ Jay Z, Rapper ternama asal Amerika Serikat yang juga turut masuk ke dalam daftar ini dengan alasan bahwa kerap menggunakan bahasa kotor dan kasar dalam hasil karyanya ujar mantan Menteri dari Kementerian Kebudayaan Tiongkok.
Daftar diatas adalah hanya sebuah bagian kecil dari daftar untuk orang-orang berpengaruh di dunia yang pernah, ataupun sedang dalam, atau selamanya ditolak oleh CCP untuk mengunjungi Tiongkok. melanjutkan lansiran dari WIKI yang juga menyebutkan bahwa sensor di RRC diamanatkan oleh partai yang berkuasa di negara tersebut, partai yang menguasai pada saat ini adalah Partai Komunis Tiongkok ( PKT ) dimana ini adalah salah satu rezim sensor yang paling ketat di dunia.
Pemerintah pusat menyensor berbagai konten karena alasan politik, seperti membatas oposisi politik dan berbagai peristiwa yang tidak menguntungkan bagi pihak PKT, sensor yang dilakukan secara masif kepada semua media utama yang terutama dapat menjangkau khalayak luas termasuk televisi, media cetak, radio, film, teater, pesan teks, pesan instan, videogame, sastra, dan internet hak hukum untuk mengontrol konten internet di wilayah mereka. bahkan peraturan sensor Tiongkok tidak melanggar hak kebebasan berpendapat warga negara mereka, selain itu pejabat pemerintah juga memiliki akses terhadap informasi tanpa sensor melalui sistem dokumen dan aplikasi internal.
Pada tahun 2024, Indeks Kebebasan Pers Dunia menempatkan Tiongkok sebagai negara dengan kebebasan pers paling minim kedua di dunia setelah Korea utara, pada bulan Agustus 2012, inisiatif OpenNet mengklasifikasikan sensor internet di Tiongkok sebagai penyebaran dalam bidang politik dan substansial di area perangkat sosial serta internet.
Pantau terus yows..
Konser Bruno Mars di Tiongkok gagal, apakah ini alasannya ? ( part 1 )
Penyanyi kondang asal Amerika Serikat kembali meramaikan panggung hiburan untuk konser Taiwan pertama kalinya jelang enam tahun yang lalu, Kaohsiung World Games Dome yang menjadi panggung utama Bruno Mars dan The Hooligans kembali menarik perhatian para pecinta musik arustama pada tanggal 7 dan 8 September 2024, dalam kurun waktu dua hari tampaknya telah menarik perhatian sebanyak 100.000 penggemar yang datang dari berbagai penjuru untuk berkumpul di wilayah selatan Taiwan. selama konser berlangsung, Bruno menggunakan beberapa interaksi yang mengundang banyak respon positif dan tepuk tangan meriah dari para penonton, panggilan sayang dalam bahasa mandarin telah membuat para penonton terpukau, bahkan tidak sedikit para penonton yang mengatakan bahwa bahasa Mandarin Bruno Mars ternyata fasih sekali.
Namun siapa sangka, usai konser Bruno nampaknya media sosial telah timbul berbagai komentar miring dan kontroversi terkait dirinya. kejadian ini bermula dari postingan ucapan terima kasih Bruno Mars via laman Instagram miliknya, pada awalnya dirinya mengucapkan “ Terima kasih Taiwan “ bersama dengan emoji bendera Taiwan, langkah ini mendapatkan respon dan antusias dari para penggemar di Taiwan, maka tidak heran apabila hampir satu juta likes dan puluhan ribu komentar para fans yang menghampiri laman pribadi miliknya.
Dalam kurun waktu yang cukup singkat, postingan yang berisikan konten klip konser Kaohsiung selama 43 detik ini ternyata juga turut diposting via platform media sosial Tiongkok oleh akun Weibo milik Bruno Mars dengan tajuk “ Terima Kasih Taiwan - Tiongkok “ tambah dengan emoji hati. tindakan ini segera menimbulkan banyak ketidakpuasan kalangan netizen Taiwan, selang beberapa lama Bruno kembali memposting IG-nya yang mengubah “ Thank you Taiwan “ menjadi “ Thank You Kaohsiung “ dan menghapus emoji bendera Taiwan menjadi emoji hati. rangkaian modifikasi via laman resmi Bruno ternyata menimbulkan kontroversi yang lebih besar, bahkan tidak sedikit netizen Taiwan yang mengungkapkan rasa kemarahan dan kekecewaan.
Rentetan kejadian ini juga telah memicu berbagai spekulasi terkait penampilan Bruno di Tiongkok, nasi sudah menjadi bubur, rumor yang awalnya mengkhawatirkan terkait masa depan Bruno Mars di Tiongkok menjadi semakin nyata. dilansir dari Eracom.com.tw yang menyatakan bahwa konser tunggal Bruno Mars 2024 Live in Shenzhen yang semula dimuat di laman resmi miliki Kementerian Kebudayaan kota Shenzhen terkait informasi konser ini per bulan Agustus telah diumumkan, namun di bulan September ini informasi terkait konser ini telah hilang dan tidak dapat ditemukan.
Hingga saat ini masih belum ada informasi lebih lanjut terkait konser Shenzhen, pihak sponsor setempat serta administrasi pihak penyelenggara belum memberikan lampu hijau terkait 22 September. namun uniknya tiket konsernya hingga saat ini belum terjual dan masih belum ada info apapun terkait kelanjutan dari penyelenggaraan konser ini. jadwal konser semula yang akan mengambil tempat di Stadion Shenzhen Universiade Center untuk sementara dibatalkan oleh pemerintah Tiongkok, dan melampirkan tangkapan layar dari informasi yang relevan tentang konser tersebut.
Apabila melihat laman resmi milik Bruno Mars di brunomars.com/tour yang menginfokan bahwa pertanggal 14 September di Jakarta International Stadium, 17 September di National Stadium Kuala Lumpur, Malaysia, konser berikutnya langsung jatuh di tanggal 4 Oktober 2024 yang akan mengambil tempat di Estadio MorumBIS Sao Paulo - Brazil selama 14 hari lamanya, dan setelah konser Brazilnya telah selesai maka akan kembali ke Las Vegas Amerika Serikat sebagai penutupan dari Tur ini yang akan digelar di Dolby Live in Las Vegas.
Sebetulnya perkara terkait acara atau konser artis skala internasional hilang atau ditangguhkan di Tiongkok bukanlah sebuah berita yang baru, bahkan terdapat sebuah daftar yang cukup panjang terkait nama-nama artis musik kondang yang memang tidak mendapatkan restu dari pemerintah setempat untuk menggelar sebuah acara di Tiongkok. maka tidak heran apabila pihak otoritas cukup rajin dalam melakukan verifikasi ataupun sensor terhadap berbagai artis ternama dunia untuk melakukan kunjungan maupun kegiatan lainnya.
Pantau terus yows, bersambung di pekan depan.
Di Kaohsiung lagi ? Maroon 5 tiba di Taiwan.
Band rock yang telah memenangkan tiga Grammy Awards tambah 26 miliar streaming untuk lagu mereka selama karir bermusik yang sudah ditekuni lebih dari satu dekade yang lalu dengan bangga umumkan bahwa Maroon 5 akan siap luncurkan tur baru di tahun depan, “ Maroon 5 Asia 2025 “ yang kebetulan akan tepat pada tanggal 14 Februari di Kaohsiung - Taiwan, hari ini juga menjadi hari yang sangat spesial bagi kalender Tionghoa, pasalnya Hari Valentine versi primbon Tionghoa akan jatuh pada tanggal tersebut. konser tunggal ini akan digelar di stadion utama pertandingan dunia yang berlokasi di stasiun MRT Shi Yun kota Kaohsiung. setelah enam tahun Maroon 5 menjadi band asal barat yang pertama tampil di stadion kondang World Games untuk kedua kalinya. kenapa bisa di tanggal ini ? Maroon secara khusus memilih tanggal ini untuk berkumpul kembali bersama fans yang berbasis di Taiwan dan diperkirakan akan menjadi konser yang paling romantis untuk tahun 2025.
Adam Levine selaku vokalis utama dari band ini sering mendapatkan predikat sebagai pria terseksi di dunia, band yang dibentuk di Los Angeles mendapatkan sebagai salah satu band paling populer di abad ke-21. Adam Levine tidak hanya memiliki suara yang cukup diminati, selain itu juga dapat menaklukkan berbagai penggemar generasi baru, ditambah dengan perpaduan genre yang tidak terus berhenti dalam kreasi terbarunya membuat dirinya kental dengan musik pop, funk, dance, hip-hop, R&B, DLL.
Maroon 5 yang hingga saat ini sudah menjual lebih dari 10.000 keping album dengan 26 miliar jumlah streaming semasa karirnya, dengan 15 lagu Billboard top 10 yang diminati oleh pasar. selain itu juga telah memikat ratusan juta penggemar musik di seluruh dunia, lagu-lagu blockbuster seperti “ She Will be Loved “, “ This Love “, “ Memories “, telah didengarkan lebih dari 2 miliar kali, bahkan menjadi lagu mandat yang harus diputar pada saat pernikahan berlangsung, musik untuk berdansa romantis, dan dansa retro versi disko. ada yang unik juga dalam setiap kali penjualan batu permata, dimana pihak penjual biasanya akan memutar lagu “ Moves Like Jagger “ kepada pembeli ketika transaksi berhasil dijalankan. setelah memenangkan berbagai penghargaan musik, Maroon 5 juga sudah pernah tampil di acara live terbesar di Amerika Serikat yaitu pertunjukkan paruh waktu Super Bowl, dengan keberhasilan ini tidak heran apabila band ini telah menguatkan posisi mereka di kancah musik internasional.
Pantau terus yows, bersambung di pekan depan..
Apa itu musik TikTok ? ( Part 2 )
TikTok melaporkan dampak pada bulan November di tahun 2023 yang menguraikan pengaruhnya terhadap industri musik, laporan tersebut menjabarkan bahwa TikTok mendorong penemuan musik dan salah satu temuan utamanya adalah bahwa di AS, pengguna aplikasi ini lebih mungkin menemukan dan berbagi musik baru dalam penggunaannya.
Sesuai dengan laporan Spotify baru-baru ini mengenai musik yang melanggar batasan dan melintasi batas negara, 77% pengguna aplikasi ingin mendengarkan musik dari artis internasional. para member TikTok Music juga dapat lebih berfokus dengan penemuan musik yang baru, dengan begitu para pengguna dapat menghubungkan akun mereka dan menemukan semua lagu viral terbaru dalam satu aplikasi.
Musik apa saja sih yang ada di TikTok Music ? TikTok mempunya data musik yang cukup besar dari label dunia ternama seperti UMG, Sony dan Warner Music. namun terdapat beberapa masalah dengan UMG, dengan begitu banyak sekali musik-musik yang bernaung di bawah payung hukum UMG pun telah dihapus dari TikTok. terlebih bagi artis yang sudah menandatangani kontrak dengan UMG, dampak ini akan lebih dari sekedar artis yang telah sepakat dengan UMG, kesepakatan penerbitan ini juga akan hilang dari platform ini.
Namun aplikasi musik TikTok memiliki semua yang anda harapkan dari DSP lainnya, ditambah dengan beberapa tambahan dari platform distribusi SoundOn mereka, Platform SoundOn adalah platform milik TikTok dalam membuat musik. Mereka mendistribusikan musik ke semua layanan streaming lain dan aplikasi mereka sendiri, meskipun semua informasi di situs mereka belum diperbarui, mereka menyebutkan bahwa musik tersebut akan dikirimkan kembali ke Resso ( yang sekarang menjadi TikTok Music ) .
Namun kalau kita berbicara dari telinga pendengar secara umum, dimana semua orang pasti pernah merasakan hal yang sama, musik TikTok bak menghipnotis, berasa kenal dan akrab. bahkan untuk beberapa jenis musik yang dirasa bukan sesuatu yang sering kita dengarkan namun entah kok bisa berasa dekat, Earworm alias mencuci telinga, musik TikTok mayoritas seperti itukah ? apa gegara itu juga mengapa banyak orang lebih suka dengan lagu TikTok dan mudah viral.
Beberapa spekulasi hasil dari penelitian yang telah dilakukan oleh berbagai pihak agar dapat memberikan sebuah jawaban dan titik terang bagi orang-orang yang punya pertanyaan tidak penting seperti ini, jadi mengapa kita lebih gampang kecantol lagu TikTok yang sedang viral sampai sanggup membuat kita mencari judul aslinya di berbagai platform ?
Dilansir dari Mojok.com yang menyatakan bahwa sumber lagu dari TikTok mayoritas bebas, khusus ditujukan dari pengguna untuk pengguna juga, aplikasi TikTok memungkinkan seluruh pengguna bebas memasukkan musik apapun sebagai BGM alias musik latar belakang demi kreasi video seorang pengguna. para kreator ini biasanya akan memasukkan sound/lagu yang menurut mereka cocok dengan gaya video yang siap diunggah.
Saking bebasnya, lagu yang dipilih pun menjadi sangat acak, misalnya lagu yang berjudul “ Queen of Disaster “ yang viral di TikTok awal tahun 2020, cuplikan lagu ini muncul sebagai backsound beriringan dengan tren video yang berisi komparasi suatu hal yang bernuansa kocak. siapa sangka lagu yang dinyanyikan oleh Lana Del Rey ini rupanya merupakan lagu yang belum pernah dirilis resmi yang telah bocor ke ruang publik. kabarnya lagi ini direkam pada tahun 2011 dan telah bocor pada tahun 2016, bahkan versi full-nya hanya tersedia di Youtube dan Soundcloud.
Pantau terus yows..
Apa itu musik TikTok ? ( Part 1 )
Sepertinya Medsos yang satu ini tidak butuh perkenalan yang lebih luas, dapat dikatakan aplikasi media sosial besutan Tiongkok yang terkenal dengan nama perusahaan ByteDance ternyata lebih dikenal sebagai Douyin di negara tirai bambu dengan pengguna hampir ¼ dari penduduk dunia dapat membuahkan sebuah trend popularitas tersendiri bagi para pengguna aplikasi ini.
TikTok telah ada sejak lama dan telah membuahkan berbagai kontroversi serta trend yang fenomenal, pembuat konten dan pengguna aplikasi dapat dengan mudahnya menemukan sebuah konten baru dari berbagai genre dan jenis yang sangat beragam, mulai dari resep masak, otomotif, kehidupan sosial, politik, hingga humor. berkat genre konten yang sangat berbeda ini, musik telah menjadi bagian besar dari TikTok semenjak awalnya berdiri. bahkan beberapa kemudahan untuk akses mengedit dan memperindah konten video pengguna sudah diberikan agar dapat membantu para pembuat konten.
Tidak heran apabila pembuat konten TikTok dapat menemukan berbagai musik sebagai latar belakang musik pada video yang mereka buat, pembuat konten juga dapat meningkatkan kemungkinan video mereka agar menjadi trend topik dengan menggunakan lagu/suara yang sedang trend saat ini.
Semuanya keren ? lalu apa itu musik TikTok ?
TikTok adalah sebuah layanan streaming musik yang sama seperti layanan streaming musik lainnya. aplikasi ini juga dapat mendengarkan berbagai artis favorit pengguna dengan mudah, awal September 2023 adalah momen dimana TikTok Music mulai memperkenalkan merek dagang ini sebagai sebuah layanan Digital Streaming Platform dalam media musik sosial. Dengan jumlah pengguna platform media sosial yang sangat besar, lebih dari 1.6 miliar pengguna di seluruh dunia, menurut penelitiannya dari TikTok sebanyak 80% pengguna sudah menggunakan platform mereka dalam mencari musik yang baru. yang menarik dari pengguna TikTok adalah 62% pengguna media sosial memiliki langganan musik yang berbayar, jika dilihat dari populasi pengguna angka tersebut adalah 42% yang menunjukkan bahwa pengguna TikTok lebih menyukai musik dibandingkan para pendengar musik rata-rata.
Menjadi viral di platform ini dapat terjadi secara instan dan tidak dapat diprediksi, hampir semua konten viral mencakup musik, atau dengan kata lain musik membantu peran penting dalam sebuah keviralan terkait sebuah konten. musik TikTok juga telah menjadi platform populer bagi artis untuk berkolaborasi dengan seorang influencer.
Jenis pemasaran influencer ini telah terbukti menjadi strategi yang efektif dalam mendongkrak popularitas artis dan telah berhasil dalam meningkatkan basis penggemarnya. namun dilain sisi, seperti halnya platform apapun yang melibatkan pembagian konten berhak cipta, TikTok juga disuguhkan oleh permasalahan yang sama terkait hak cipta. salah satu aspek unik TikTok adalah kemampuannya dalam menciptakan sebuah tren dan tantangan viral yang menjadi tontonan paling ditunggu dalam sebuah subkultur dunia sosial. Trend ini sering kali berfokus kepada trek musik tertentu yang dapat membuat para penggunanya menari, melakukan Lipsync, atau membuat sebuah parodi pendek.
Algoritma aplikasi mengambil potongan lagu-lagu populer dan menampilkannya dengan tepat ( apakah pernah mendengarkan sebuah potongan lagu yang sama dalam satu kali pemakaian tiktok ? ) hal ini juga memiliki tujuan psikis yang unik, dimana pengguna yang telah mendengarkan sebuah potongan lagu yang sama berulang kali dalam kurun waktu yang relatif singkat, maka pengguna lain akan tergiur untuk membuat konten dengan menggunakan musik yang sama. seru-seruan gitu loh..
Maka tidak heran apabila TikTok telah menjadi platform populer untuk penemuan musik yang baru, terutama bagi artis pendatang baru. banyak lagu yang mendapatkan pengakuan dan popularitas global melalui TikTok, dengan pengguna aktif yang mencari versi lengkap dari lagu yang mereka dengarkan dalam klip pendek/Shorts. hal ini menyebabkan peningkatan signifikan dalam aliran dan unduhan bagi lagu-lagu ini.
Bersambung di pekan depan, pantau terus yows.
Masa depan streaming musik akan menjadi seperti apa ?
Dilansir dari Freeyourmusic.com yang menyatakan bahwa meskipun jumlah pengguna layanan streaming musik akan semakin meningkat, berdasarkan data yang ada hal ini akan berbanding terbalik terhadap artis, musisi dan berbagai penggiat karya di industri musik.
Misalnya, Spotify mengungkapkan bahwa mereka akan berhenti membayar artis yang tidak memiliki jumlah streaming di atas dari standar mereka. layanan streaming lainnya seperti TIDAL, Deezer dan Apple Music berupaya lebih keras untuk mencari berbagai cara agar dapat memberikan potongan yang terbaik bagi sang artis, dengan menggunakan berbagai aplikasi untuk menghitung sebuah streaming musik dapat dilihat sendiri berapa kira-kira masing-masing platform akan membayar sang artis.
Beberapa tren yang harus diperhatikan dalam tahun 2024 ini, bahwa Better Artist Pay dan transparansi akan segera terjadi, akan tetapi kemungkinan besar prosesnya akan berjalan dengan lambat.
Pesaing baru kelas berat telah memasuki dunia streaming, dimana dua ekosistem yang sangat berbeda akan saling bergandeng tangan, menggabungkan sifat sosial media dengan musik, TikTok Music kemungkinan besar juga akan muncul dan mendominasi pasar streaming yang tentunya juga akan mengintegrasikan berbagai fitur sosial media.
Pantau terus yows..
Imbalan yang diberikan ke artis dari Spotify tahun 2024 ? yuk kita bedah. ( Part 3 )
~ Artis dan Kemitraan dengan sebuah merek
Endorsement sebuah merek bisa sangat menguntungkan ketika artis dan sebuah merek dagang mampu berjalan selaras dengan baik, musisi dan artis cenderung selaras dengan mereka yang sudah mereka miliki dalam gaya hidup mereka.
Ambil contoh Lizzo dan Fabletics adalah dua kolaborasi merek yang masuk akal, setelah beberapa waktu dirinya meluncurkan merek perlengkapan olahraganya sendiri yang bernama Yitty.
Beberapa kolaborasi yang lebih besar antara lain : Cardi B dengan Reebok, atau Beyonce dengan Ivy Park dan Adidas, yang tentunya nilai serta nilai pasar yang berbeda.
Dengan menggunakan Cardi B sebagai contoh, kesepakatannya dengan Reebok sangat besar, saat dirinya menyebutkan Louboutin dalam lagunya, penjualan sepatu desainer wanita ini langsung melejit sebesar 21%, dan Cardi tidak melihat peningkatan untuk pemasukannya sepeserpun, selain itu dirinya juga masih melakukan metode yang sama untuk Balenciaga.
Pada bulan November 2018, dirinya menandatangani sebuah kesepakatan dengan Reebok, Media Impact Value mencatat bahwa satu postingan Cardi B di Reebok yang ia rancang akan menghasilkan dengan cuan sebesar 1.7 Juta USD, selain itu juga sebuah produk lipstik merk Tom Ford yang menggunakan nama Cardi B juga habis terjual dalam hitungan menit.
Kolaborasi merek dan artis terkenal lainnya tentu masih banyak, misal Regina Hall dengan Jameson Irish Whiskey, Rihanna dengan Louis Vuitton, Chanel dengan Timothee Chalamet ( pemeran utama film Dune ) untuk produk parfum terbaru, Versace dengan Dua Lipa untuk seri busana musim panas tahun ini, Underarmour dan Stephen Curry untuk desain terbaru sepatu basket tahun ini, DLL.
Artis ternama manapun yang berkolaborasi dengan suatu merek dagang akan menerima sebagian penjualan sebagai imbalan atas waktu, kontribusi, masukan kreatif, dan iklan yang mereka tampilkan, semakin besar dan populer nama artisnya tentu akan semakin besar juga potongannya.
Seniman berkolaborasi dengan suatu merek dagang dengan cara lain selain bekerjasama dengan desainer untuk menciptakan sebuah produk baru bukanlah hal yang baru, hasil produk akhirnya dapat digunakan dalam musik video ataupun sebuah postingan sosmed, ataupun menyebutkannya dalam sebuah lirik atau dalam sebuah wawancara pers dengan mengenakannya di atas panggung dan menyebutkan merek desainer tersebut sudah menjadi sebuah hal yang sangat lumrah.
Bersambung di pekan depan, pantau terus yows..
Imbalan yang diberikan ke artis dari Spotify tahun 2024 ? yuk kita bedah. ( Part 2 )
Faktor apa saja sih yang mempengaruhi besaran imbalan Spotify kepada sang artis ?
Industri streaming musik biasanya akan menyembunyikan jumlah bayaran yang diterima oleh artis, dapat terlihat bahwa politik keuangan dalam sektor industri ini sangat tinggi, bersifat rahasia dan bahkan informasi ini tidak akan mungkin jatuh ke tangan publik. beberapa tekanan yang cukup signifikan dari berbagai pihak terkait transparansi dalam alur keuangan di industri musik dalam beberapa tahun terakhir.
Kita sebagai orang awam nampaknya akan berpikir bahwa lazimnya perusahaan DSP akan memberikan imbalan ini langsung kepada sang artis, dan dilain pihak sang artis akan mendapatkan rentetan rincian terkait pendapatan mereka, namun dibalik itu semua ada beberapa faktor yang sangat mempengaruhi semua ini.
Pantau terus yows..
Info pekan ini
~ Sunset Rollercoaster siapkan konser di tahun ini.
Band kondang asal Taiwan yang sering menjadi pengisi acara di berbagai panggung dunia termasuk Indonesia nampak telah membulatkan tekadnya untuk menggelar konser besar di Taiwan September mendatang, kali ini juga akan siap menggandeng band terkenal asal Korea Selatan HYUKOH yang baru-baru ini juga telah merilis album kolaboratif bersama Sunset dengan judul “ AAA “ yang langsung dapat memicu diskusi luas dan respon positif dari para pecinta musik di kalangan netizen Taiwan serta Korsel.
Setelah album ini dirilis, mereka pun segera mengumumkan akan menggelar tur “AAA” pada tanggal 14 September mendatang yang akan mengambil tempat Taipei Pop Music Center sebagai lokasi konser, tiket resmi yang telah terjual habis hanya dalam kurun waktu beberapa menit saja via KKTIX menjadi komoditas hangat, berikutnya dua pertunjukkan di Seoul yang mulai dijual pada waktu yang bersamaan juga telah habis terjual, sekali lagi telah membuktikan bahwa popularitas antar kedua band ini benar memberikan pengaruh trend terkini bagi skena dunia musik anak muda.
Konser “AAA” ini sangat penting bagi HYUKOH, karena ini adalah pertama kalinya band mereka kembali lagi ke Taipei untuk pertama kalinya jelang 4 tahun, sayangnya penampilan mereka di Taipei empat tahun yang lalu dibatalkan gegara kondisi pandemi, kali ini Sunset Rollercoaster membawa kembali HYUKOH untuk tampil bersama, membentuk sebuah kombinasi yang cukup unik dan elegan untuk ditonton bagi para fans di Taiwan serta Korea Selatan. pihak administrasi penyelenggara juga telah membocorkan beberapa aransemen penampilannya lebih dahulu via Medsos, dari awal konser terdapat lebih dari 10 musisi diatas panggung yang akan dibagi dalam dua sesi yang berbeda. Perlu disebutkan juga bahwa mereka juga akan memberikan aransemen baru untuk kedua lagu band ini, oleh karena itu Sunset Rollercoaster akan terbang ke Korsel setiap bulannya demi gladi bersama. akan seperti apakah kolaborasi antar kedua band ini ? mari ditonton.
Pantau terus yows..
From the publisher's feed
Hidup tanpa musik itu bosan!
Betul banget kawula muda, acara ini sarat akan musik sekaligus lika-liku seputar Taiwan dan juga dunia. buat teman-teman yang suka dengan Kelap Kelip Dunia Musik baik Indie maupun Branded, langsung aja di simak.
dari Live House di Kota Taipei, Spring Scream Festival di Kenting, maupun Jump music Festival dan masih banyak lagi rentetan berita, cerita, kisah unik yang ngga akan ketinggalan untuk Di-Cas" di setiap pekan
salam E=F♭