
Sign up to save your podcasts
Or


Hip Hop adalah genre musik yang tidak akan terlupakan ( part 2 )
~ genre punya fashion setternya sendiri
Hampir setiap genre punya seragam maupun atribut yang sangat melekat dengan kultur tersebut, demi membedakan satu dengan yang lain terkadang fashion menjadi sebuah keran untuk melampiaskan atau mengekspresikan jati diri kita dalam pencarian sebuah jawaban hidup, cara yang paling gampang dan bisa dilakukan oleh semua orang adalah dengan mengenakan atribut. misal genre Reggae dengan ornamen tiga warna di berbagai pakaian yang dikenakan, merah, kuning dan hijau sudah pasti melambangkan sebuah misi dari genre Reggae. jaket denim lusuh dengan sepatu Dr Marten hitam ditambah dengan perhiasan berbau logam pada seorang Punker sejati, ataupun kemeja putih dengan dasi hitam ditambah dengan setelan jas Bespoke rapih yang menunjukkan jati diri pecinta musik Ska. DLL ini hanyalah sebuah rincian pendek terkait betapa besar fashion dapat mempengaruhi cara manusia berpakaian.
Hip Hop bagaimana? tentu ada dong, bahkan cukup unik dan memiliki estetika fashion yang berbeda dengan genre lainnya, tidak seperti apa yang terlihat di dunia mode arustama yang berkembang secara unik dari tahun ke tahun. artis-artis Hip hop punya gaya dan selera masing-masing yang tentunya juga akan berubah sesuai dengan era masing-masing, nama-nama seperti Run DMC, Public Enemy, KRS One, Queen Latifah, N.W.A, LL Cool J, Dll punya corak dan penampilan yang lebih fokus kepada warna-warna cerah. hingga akhir 90-an, penampilan artis ternama di genre hip hop lebih terkesan Baggy, pakaian dari masa ini lebih dikenal sebagai era ikonik dari genre hip hop, Topi kangol, sepatu kets atau boots Timberland berwarna kuning terang ditambah dengan kaos olahraga dari tim basket menjadi ornamen penting dalam skema musik ini.
~ hip hop mudah merambah ke berbagai genre
dilansir dari WIKI yang menjabarkan bahwa genre ini mudah untuk berkolaborasi dengan genre lainnya, bahkan tidak sedikit subgenre yang merupakan pecahan dari musik hip hop menjadi sangat kental dengan kultur baru, berikut penjelasannya :
Rapcore
Run DMC sempat berkolaborasi dengan grup musik hard rock Aerosmith pada lagu “Walk This Way”. Kolaborasi ini benar-benar sukses dan duduk di nomor satu rap song hit di tangga lagu Billboard Hot 100. Selain Run DMC, pada tahun 1987 Beastie Boys juga sukses dengan rapcore-nya dengan hits “Licensed to Ill” yang diproduseri oleh Def Jam Records. Pada lagu ini Beastie Boys bekerja sama dengan Black Sabbath dan Led Zeppelin, dan dibantu oleh Kerry King, gitaris dari Slayer. De La Soul’s juga merilis lagu rap core “3 Feet High and Rising” pada tahun yang sama. Pada sekitar tahun 2000, Linkin Park merilis album dengan genre Rapcore/Rap Rock dengan nama Hybrid Theory dengan In The End sebagai lagu terbaiknya.
Electro
Musik yang satu ini memang sedang naik-naiknya pada saat ini, dan tidak ada yang tahu bahwa ternyata Electro juga merupakan bagian dari musik Hip Hop. Run DMC menjadi pencetus pada aliran yang satu ini. “Planet Rock” dari Afrika Bambaataa menjadi target Run DMC untuk disisipi irama Electro ini dan ternyata sangat sukses di pasaran. Hits berikutnya ialah “It’s Like That”.
Miami Bass
Miami Bass ialah bagian dari Hip Hop yang dipopulerkan oleh 2 Live Crew, JJ Fad, DJ Magic Mike, dan DJ Laz. Musik ini sangat berkarakter irama bass yang kuat, dan lirik yang sedikit menyinggung tentang seks menjadi bagian dari kelompok yang satu ini.
Hardcore Hip Hop
Pada tahun 1990’an, musik dari New York dan East Coast menjadi musik yang sangat keras dan gelap, sesuai dengan kehidupan yang terjadi di sana. Artis dari tahun 80’an akhir seperti EPMD dan Eric B serta Rakim menjadi salah satu pendiri dari musik dengan irama yang keras ini. Selain dua nama tersebut, Public Enemy beserta pasukannya The Bomb Squad juga tidak mau kalah untuk menyuarakan kreativitas mereka dengan nuansa kriminal di setiap lirik-lirik lagu mereka. Wu-Tang Clan merilis album mereka pada tahun 1993 “Enter the Wu-Tang (36 Chambers)”, dan albumnya merupakan sebuah gebrakan pada tahun tersebut, khususnya di genre musik Hardcore Hip Hop.
Trip Hop
Trip Hop adalah genre musik yang terdiri dari musik downtempo elektronik yang berasal di awal 1990-an di Inggris, terutama Bristol. Istilah ini pertama digunakan oleh media musik Inggris dan pers sebagai cara untuk menggambarkan varian lebih eksperimental dari breakbeat yang berisi pengaruh jiwa, funk, dan jazz .
Menurut Kamus Merriam-Webster, istilah pertama kali digunakan pada tahun 1989. Encyclopædia Britannica online juga mengklaim bahwa istilah ini diciptakan oleh Mixmag, sebuah majalah Inggris yang mengkhususkan diri dalam musik dansa ini telah digambarkan sebagai "pilihan alternatif Eropa dalam. paruh kedua tahun 90-an ", dan" perpaduan hip hop dan electronica sampai genre yang tidak dikenali". Seiring perkembangan musik Trip Hop semakin penuh warna dengan kehadiran berbagai musisi jazz yang memasukan aroma hip hop kedalam musiknya. Atau musisi hip hop yang memasukkan unsur jazz kedalam musiknya.
pantau terus yows..
Blitz Musik
~ Hip Hop adalah genre musik yang tidak akan terlupakan ( Part 1 )
Setiap lagu memiliki umurnya masing-masing, ada yang panjang ada pula yang pendek. begitupun apa yang terjadi dengan genre, berkat kemajuan zaman di bidang teknologi kita dapat dengan mudah mendengarkan berbagai genre musik dari seluruh dunia. bahkan setiap genre memiliki eranya masing-masing, dimana genre yang gemar diputar oleh para pecinta musik di setiap tempat pasti akan berbeda dengan tempat lainnya. semua ini berhubungan, baik dengan latar belakang warga, letak geografis, kultur yang melekat pada tempat itu beserta dengan faktor yang paling penting adalah orangnya. Hip hop memiliki sejarah yang cukup panjang, bahkan hingga di detik ini nada dan lantunan hip hop yang intim dengan telinga kita mampu membangkitkan rasa nostalgia pada saat memutar lagu tersebut. mengapa hip hop tidak tertinggal oleh waktu ?
dilansir dari Statista.com yang menuliskan sebuah statistik terkait genre yang paling populer di dunia dengan penjabaran sebagai berikut : Pop 64%, Rock 57%, Hip Hop 26%
Angka yang cukup tinggi bukan, dimana genre ini masih harus bersaing dengan genre-genre yang populer di dunia seperti EDM, klasik, soul, Blues, Metal, Afrobeat, Reggae, Dll. sedikit sejarah terkait lahirnya musik Hip Hop yang berlokasi di sebuah pesta ulang tahun kecil-kecilan di sebuah kamar apartemen di kota Bronx Barat - New York AS pada tanggal 11 Agustus 1973, kebetulan pemilik hajat adalah Clive Campbell yang tinggal di 1520 Sedgwick Avenue. Campbell yang lebih dikenal dengan nama bekennya Dj Kool Herc dikenal oleh warga sekitar atau para penggiat karya musik di kota New York sebagai sosok pertama yang memainkan musik Hip Hop untuk pertama kalinya. musiknya tidak semerta-merta muncul begitu saja, dirinya sering kali menggabungkan dua lagu yang berbeda dengan bantuan dua perangkat pemutar piringan hitam yang disebut Turntable agar dapat menciptakan sebuah gubahan lagu yang baru.
inilah yang menjadi dasar musik hip hop, kontribusi Dj Kool Herc menjadi sebuah warna baru dalam skema musik yang sedang terjadi di kota ini, dengan latar belakang musik-musik Jamaika yang sering di dengar pada saat Campbell tumbuh dan besar di Jamaika maka tidak heran apabila dirinya sudah sering kali memainkan perangkat ini dengan fasih. demi menyambungkan dua lagu yang berbeda, dirinya terkadang membiarkan tabuhan ritme drum atau sebuah potongan musik yang sedang bermain diputar berkali-kali untuk menciptakan sebuah efek bahwa lagu ini belum selesai, Herc menyebut teknik ini sebagai Merry Go Round yang kemudian dikenal sebagai Breakbeat dalam dunia per-DJ-an. dalam dunia musik, tidak jarang sebuah teknik maupun metode bermusik yang baru dapat dengan cepat tersebar oleh para penggiat karya yang lainnya demi menciptakan sebuah momen trend atau hype terbaru. maka tidak heran apabila metode bermain piringan hitam ala Dj Herc ini dengan cepat tersebar di seantero kota New York.
tidak butuh waktu lama untuk membuat anak-anak muda menyukai model lagu yang dibawakan oleh DJ Herc, meski hingga saat ini terdapat banyak subgenre dari musik hip hop seperti Electro, Miami Bass, Rapcore, ataupun hasil penggabungan antar dua genre yang berbeda seperti Rock dan Metal yang dengan mudahnya dinikmati oleh para pecinta musik dari dua genre yang sangat berbeda kiblatnya. lalu mengapakah alasannya hip hop menjadi genre yang cukup banyak diminati ? mari kita pilah yuk…
~ lirik yang relevan
setiap lagu memiliki ceritanya masing-masing, dan pendengarnya dapat dengan mudah terpancing oleh lirik dari sebuah lagu. lirik lagu adalah sebuah jendela kecil dari penulis lagu untuk mengekspresikan ide ataupun pesan dari sang penulis agar dapat terdengar oleh para pendengarnya. lirik lagu hip hop penuh dengan cerita tersebut, cerita yang relevan dengan kehidupan sehari-hari dari berbagai kalangan masyarakat, baik orang kaya maupun kaum kerah biru cerita dari lagu hip hop mudah untuk dimengerti dan dipahami, pembahasan terkait keluh kesah kehidupan sehari-hari yang dijejali beban pekerjaan, isu rumah tangga, kisah percintaan yang tak berujung, korban di tikung, ataupun drama rumah tangga yang terkadang menjadi sebuah cerita yang kerap kita dengarkan, namun di bungkus dengan ritme dan lirik yang sangat intim dengan kita.
lirik yang sangat bebas dan tidak beraturan terkadang membuat pendengarnya merasakan bahwa penyanyi di lagu ini tidak sedang bernyanyi, melainkan sedang bercerita, ditambah dengan beberapa kosakata slang yang lebih dikenal sebagai frasa informal yang tentunya sudah tidak asing lagi ditelinga kita. berasa gimans ngga sihh?
bersambung di pekan depan, pantau terus yows..
Info pekan ini
~ Dr Dre dapat kehormatan tertinggi Hollywood.
Sebuah kegiatan yang akan disiarkan via tayangan eksklusif via www.walkoffame.com ternyata membuat para netizen antusias dalam memberikan dukungan dan semangat kepada Dr Dre yang akan siap dianugerahi kehormatan tertinggi yaitu Hollywood Walk of Fame yang ke 2775 di HollyWood pada tanggal 19 Maret 2024 yang berlokasi di Hollywood Boulevard. Dre akan siap menerima bintangnya dalam kategori rekaman Snoop Dogg dan seorang impresario musik Jimmy Lovine yang akan bergabung dengan pembawa acara Big Boy sebagai Host pada acara tersebut.
Kamar Dagang Hollywood selaku pihak admin Hollywood Walk of Fame yang legendaris untuk kota Los Angeles dan dengan bangga menjadi tuan rumah untuk prosesi bintang ikonik global ini selama beberapa dekade, jutaan orang sudah mendatangi tempat ini dari seluruh dunia yang dianggap sebagai ikon kota ini semenjak budaya WOF digelar semenjak tahun 1960.
dilansir dari WOF yang menjabarkan bahwa kontribusi Dr Dre terhadap industri musik tidak dapat disangkal lagi, publik serta para pelaku di industri musik pun setuju apabila dirinya telah meninggalkan sebuah legasi, sebuah jejak yang tak terhapuskan dalam budaya populer. sebagai seorang produser, rapper dan seorang wirausahawan lihai, Dr Dre terus menerus mendobrak batasan dalam dunia kreatif musik selain itu juga telah menetapkan standar baru dalam dunia musik. hal ini merupakan kebanggaan besar bagi WOF, maka dari itu pihak mereka juga ingin menggunakan kesempatan ini untuk memberikan sebuah penghormatan atas karir dan kontribusinya dalam bidang musik, bintang yang disematkan di atas batu marmer dengan nama Dr Dre yang ditulis dengan warna emas adalah sebuah simbol Walk of Fame. maka batu ini akan dijadikan sebagai sebuah simbol abadi dari bakat dan warisan abadinya di dunia musik.
yang lebih unik lagi adalah simbol batu marmer tersebut kebetulan tepat bersebelahan dengan teman baik dari Dr Dre yaitu Snoop Dogg. Dre memiliki peran yang cukup beragam dalam dunia musik, selain artis, produser dan CEO dari Aftermath Entertainment yang telah memenangkan piala Grammy sebanyak 9 buah ini memulai karirnya sebagai anggota dari World Class Wreckin Cru, tak lama setelah itu dirinya mendirikan grup revolusioner yaitu N.W.A hingga akhirnya menjadi grup kondang kelima yang dilantik dalam Rock & Roll Hall of Fame pada tahun 2016, dan grup ini baru-baru ini dianugerahi Grammy Lifetime Achievement Award di tahun 2024 ini. karir Dre pada tahun 1992 ketika dirinya merilis sebuah album debut solonya yang berjudul the Chronic ini telah disertifikasi oleh RIAA sebagai album triple platinum, dengan pencapaian 10 besar di Billboard 200 dan telah memenangkan sebuah piala Grammy untuk Best Rap Solo Performance dengan lagu “ Let Me Ride “.
Dre beserta dengan timnya merilis Aftermath Entertainment pada tahun 1996, dimana selama bertahun-tahun Dre telah mencari beberapa calon bintang yang siap direkrut untuk menjadi bintang besar berikutnya. nama-nama seperti Eminem, 50 Cent, Kendrick Lamar, Anderson Paak, dan masih banyak lagi tentu sudah tidak asing lagi. perusahaan ini dianggap sebagai sebuah perusahaan musik yang paling sibuk dan merilis artis dan nama baru dengan rutin, maka dari itu Duo dari perusahaan ini yang terkenal sebagai pentolan ulung selalu menjadi bibir omongan dari para pecinta musik Hip Hop. Jimmy Lovine dan Dre pada tahun 2006 mendirikan Beats Electronics yang kemudian merilis sebuah produk yang sangat populer di kalangan para pecinta musik yaitu Beats Music.
Headphone dan earphone dengan logo bulat berwarna merah ini dengan cepat dikenal oleh publik dengan penjualan yang fantastis, omset penjualan per tahun yang melambung kian tinggi ternyata telah membuat para developer lain melirik pasar ini, maka tidak heran apabila Apple pada tahun 2014 pun memutuskan untuk mengakuisisi merek dagang ini. selain dari strategi bisnis yang jitu, Duo ini ternyata juga menarik perhatian dari sektor lain. pada tahun 2017 HBO telah merilis sebuah film dokumenter yang dibagi atas empat bagian, The Defiant Ones adalah sebuah dokumentasi lengkap yang menceritakan kehidupan dan hubungan kerjasama antara Dre dan Lovine selama bertahun-tahun, banyak cerita yang berfokus kepada bagaimana mereka membentuk beberapa momen paling menarik dalam kultur pop, bahkan film dokumenter ini telah memenangkan Grammy dan Emmy untuk The Defiant Ones. pada tahun 2013, Akademi Seni, Teknologi dan Bisnis inovasi USC yang didanai dan didirikan oleh Jimmy Lovine serta Andre Young disambut baik oleh publik. pada tahun 2022 mereka memperluas upaya mereka hingga ke tanah Los Angeles demi membangun Unified School District sembari menerima pendaftaran murid baru untuk sekolah desain terpadu yang bernama Lovine and Young Center (IYC), ini adalah sebuah sekolah menengah baru yang siap menawarkan siswanya sebuah kurikulum yang cukup berbeda dari sekolah lainnya.
Dre juga pernah mendonasikan 10 juta USD ke Compton High School untuk pusat seni pertunjukkan pada tahun 2022 yang kemudian fasilitas tersebut diberi nama Andre Dr Dre Young Performing Arts Center. selain dari kegiatan kemanusiaan Dre juga telah berkolaborasi dengan Snoop Dogg, Mary J Blige, 50 Cent, Eminem, dan Kendrick Lamar di Pepsi Super Bowl yang ke 56 Halftime Show di Sofi Stadium - Amerika Serikat, sekaligus memborong tiga penghargaan Emmy antara lain adalah Outstanding Variety Special sebagai satu-satunya pertunjukkan paruh waktu Super Bowl yang telah memukau para penonton di stadium maupun para penonton via layar kaca televisi. pada tahun 2023, Recording Academy dan Black Music Collective juga telah memberikan sebuah perayaan besar demi merayakan karir emas Dre dalam bidang musik.
Pantau terus yows..
Musik dan mistis ( Part 2 )
~ Seruling Kematian
Death Whistle merupakan salah satu alat musik tradisional yang berkembang dari kultur suku Aztec, dari namanya saja sudah cukup mengingatkan kita bahwa alat musik ini memang adalah sebuah instrumen pengantar kematian seseorang. maka dari itu tidaklah heran apabila alat musik ini memang diperuntukkan sebagai pengiring ritual adat kematian, dengan bentuk tengkorak pada ujung instrumen ini selalu mengingatkan warga bahwa kematian dalam kehidupan kita terkadang begitu dekat dan tidak terduga, selain itu alat musik ini juga sering digunakan pada saat perang berlangsung.
~ Mbira
Mbira adalah sebuah alat musik tradisional dari Zimbabwe - Afrika Selatan, meski alat musik berbentuk kotak dengan lempengan jeruji yang dapat menghasilkan notasi standar ternyata mampu menghasilkan suara yang cukup indah namun mistis bagi pendengarnya. Mbira diyakini sebagai alat musik yang biasa digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi dengan roh para leluhur, oleh karena itu instrumen ini hanya digunakan dalam beberapa ritual keagamaan saja, maka tidak heran apabila dunia barat menganggap instrumen ini sebagai telepon arwah.
maksud dari ritual pemanggilan arwah pendahulu ini agar generasi yang sekarang dapat meminta petuah dan petunjuk kehidupan, selain itu Mbira juga sering dikaitkan dengan praktik ilmu sihir yang biasa dilakukan oleh masyarakat setempat.
~ Gamelan
Kurang afdol apabila kita tidak melengkapi tulisan ini dengan alat musik yang berwarna nusantara, kita sebagai warga Indonesia tentu sudah tidak asing lagi dengan berbagai macam alat musik tradisional yang sangat beragam terhitung dari Sabang hingga ke Merauke, bahkan kita punya segudang alat musik yang dianggap mistis dan horor. salah satu alat musik yang akrab dengan kehororan dunia astral salah satunya adalah Gamelan Jawa.
dilansir dari Kumparan.com yang menyatakan bahwa sebagian orang menganggap bahwa Gamelan bukan sekedar alat musik tradisional, ia memiliki sebuah jiwa yang berkaitan dengan dunia makhluk gaib atau salah satu sosok makhluk gaib. mitosnya banyak kesaksian masyarakat yang meyakini bahwa Gamelan biasa dijadikan sebagai instrumen yang harus hadir dalam ritual pemanggilan para leluhur di tanah Jawa, selain itu juga banyak kesaksian bunyi gamelan di tempat-tempat yang dianggap oleh warga sekitar seperti daerah pegunungan ataupun hutan, masih ingat film KKN Desa Penari ? hiiiii
~ Mouth Harp
Sebuah alat musik yang biasa dipetik dengan cara memegang instrumen yang cukup unik yaitu digigit merupakan alat musik tradisional bangsa Eropa pada era abad ke 13. instrumen yang dapat di gigit sering disebut sebagai Jaw Harp memiliki lentingan suara yang sangat syahdu dinilai mampu menghipnotis pemainnya terbawa ke dalam alam bawah sadar. pada kondisi pasca hipnotis, biasanya pemain dapat berkomunikasi dengan makhluk dunia astral, namun tidak semua pemain menyadarinya bahwa dirinya telah berkomunikasi dengan mahluk dari dunia lain, karena konon katanya para makhluk tersebut akan menyerupai manusia yang ada di sekitarnya.
Selain di Eropa, pengaruh kolonialisme juga telah memperluas penggunaan instrumen ini di beberapa negara Asia seperti pada suku Mongolia, orang Mongol percaya bahwa alat musik ini mampu mengusir hantu dan roh jahat, oleh karena itu mereka biasa menggunakan alat musik ini untuk membantu mengusir seseorang yang tengah kerasukan.
Kisah-kisah tentang alat musik yang dikaitkan dengan kerasukan sering menjadi bagian dari legenda, mitos, atau cerita rakyat, tetapi jarang ditemukan dalam catatan sejarah yang dapat diverifikasi. Cerita semacam ini umumnya muncul dalam konteks budaya tertentu, di mana musik dan ritual memiliki peran penting dalam praktik keagamaan atau kepercayaan spiritual.
Salah satu kisah populer yang sering diceritakan adalah legenda tentang biola yang kerasukan atau "biola iblis." Cerita ini biasanya menggambarkan biola yang menghasilkan suara yang tidak biasa, sering kali dikaitkan dengan roh atau entitas gaib. Dalam beberapa cerita, biola ini dikatakan dapat memainkan musik dengan sendirinya, atau suaranya dianggap begitu mengerikan sehingga menimbulkan ketakutan.
Contoh terkenal dari konsep ini adalah legenda Niccolò Paganini, seorang pemain biola virtuoso dari Italia pada abad ke-19. Karena keahliannya yang luar biasa, banyak orang pada masanya percaya bahwa Paganini membuat kesepakatan dengan iblis untuk mendapatkan kemampuannya yang luar biasa. Meskipun tidak ada bukti konkret untuk mendukung klaim ini, kisah ini menambahkan elemen mistis pada reputasi Paganini dan biolanya.
Niccolò Paganini adalah seorang pemain biola dan komposer Italia yang terkenal pada abad ke-19. Dia dikenal sebagai salah satu pemain biola virtuoso terbesar sepanjang masa, dengan teknik yang sangat luar biasa dan kemampuan yang seolah-olah "supra-manusia." Paganini lahir pada tahun 1782 di Genoa, Italia, dan menjadi fenomena dalam dunia musik klasik berkat kemampuannya yang luar biasa dalam memainkan biola.
Paganini dikenal karena kemampuan teknisnya yang luar biasa dan komposisinya yang menantang. Dia menciptakan karya-karya yang membutuhkan kecepatan, kelincahan, dan akurasi tinggi, seperti "24 Caprices" yang masih dianggap sebagai salah satu tantangan terbesar bagi pemain biola modern.
Kemampuan Paganini yang luar biasa menyebabkan banyak rumor dan legenda berkembang tentang dirinya. Salah satu cerita yang terkenal adalah bahwa Paganini memiliki kemampuan musik yang luar biasa karena dia membuat kesepakatan dengan iblis. Mitos ini beredar karena gaya penampilannya yang dramatis, kepribadiannya yang eksentrik, dan teknik bermain biolanya yang tampak sangat sulit dan ajaib bagi banyak orang.
Karena rumor ini, banyak orang pada masanya percaya bahwa biola Paganini mungkin telah "dikeraskan" atau diresapi dengan kekuatan gaib. Beberapa penonton mengklaim bahwa mereka melihat bayangan atau bentuk yang misterius saat Paganini bermain biola. Mitos ini semakin menguat ketika Paganini menolak penguburan gereja ketika dia meninggal pada tahun 1840, yang memicu spekulasi tentang keterkaitannya dengan kekuatan gelap.
Namun, fakta sebenarnya adalah bahwa Paganini memiliki bakat alami dan latihan yang intens, serta kemampuan untuk mendorong batas-batas teknik bermain biola. Kisah-kisah yang berkaitan dengan iblis atau kekuatan gaib adalah hasil dari imajinasi publik dan sensasi yang dibangun oleh reputasinya sebagai seorang virtuoso yang sangat berbakat. Paganini tetap menjadi salah satu tokoh legendaris dalam dunia musik klasik, di mana cerita-cerita tentang dirinya menjadi bagian dari warisan budaya musik klasik.
Pantau terus yows..
Musik dan mistis ( Part 1 )
Musik itu adalah sesuatu yang sangat intim dengan kehidupan kita semua, diyakini adalah sebuah hiburan bagi banyak kalangan manusia di seluruh penjuru dunia, seiring dengan perkembangan teknologi di industri musik, ragam dan jenis dari alat musik juga semakin beragam. terlebih ketika ekspos dari media sosial yang juga kian meramaikan eksistensi dari ragam alat musik yang jarang dilihat oleh netizen. baik dari alat musik yang sangat bergantung kepada teknologi digital hingga alat musik yang dirasa sederhana namun mampu mengedepankan warna kearifan lokal sebuah tempat, alat musik tersebut tentunya dapat memperindah lantunan musik dari setiap genre yang disajikan.
seiring dengan perkembangan zaman yang sudah mulai semakin modern, teruntuk musik populer global dunia yang semakin jauh dari rasa tradisional suatu tempat tentunya akan semakin jarang didengar dan pelajari. bukan menjadi sebuah arustama dalam sebuah skema musik sebuah tempat, bukan berarti hilang total dari popularitas namun pendengarnya akan semakin kecil dan tidak berkembang secara populer atau menjadi trending. maka tidak heran apabila alat musik ini akan semakin sedikit penggemarnya atau bahkan generasi penerus akan meninggalkan alat musik tradisional seperti ini, satu dan lain hal yang membuat akumulasi berbagai faktor ini dapat terjadi, ada juga yang menganggap bahwa instrumen seperti ini dianggap kuno ataupun ada mitos lain terkait alat musik yang memiliki nilai magis atau mistis. tidak jarang dari kita yang menganggap bahwa alat musik tradisional terkadang memiliki “ empunya “ atau “ penunggu “ dengan dalih bahwa pengguna alat musik tradisional mampu membuat pemainnya berkomunikasi atau bahkan melihat sesuatu yang berasal dari dunia astral.
apakah benar seperti itu ? mari kita kupas beberapa alat musik tradisional yang dianggap mistis di dunia.
~ Suona ( Taiwan )
Suona adalah alat musik tiup yang cukup populer di Taiwan, alat musik tiup ini juga disebut sebagai 嗩吶 ( dibaca : Suo Na ) dalam bahasa Mandarin, selain itu masih ada 金口角 atau yang berarti tanduk emas, 的禾 ( dibaca : De He ) dalam bahasa Chaozhou.
Suona tradisional memiliki timbre suara yang relatif tinggi dan nyaring, dengan volume yang cukup lantang dan dapat terdengar dari kejauhan. tabung yang terbuat dari kayu dan berbentuk kerucut ini dilengkapi dengan sebuah kompartemen resonansi suara yang terbuat dari serat rumput ilalang yang bernama 蘆葦 ( baca : Lu Wei ), setelah ditiup oleh pemain maka suara ini akan dihantarkan oleh sebuah mangkuk yang terbuat dari tembaga sebagai pengeras resonansi, apabila dilihat sekilas Suona mirip dengan wujud alat musik Oboe modern yang sering terlihat dalam orkestra simfoni.
Sejarah mencatat bahwa orang yang pertama mengajari penduduk sekitar Taiwan memainkan seruling Suona adalah rimbunan rumput ilalang Lu Wei yang tertiup oleh angin barat. di daerah yang kaya akan rumput Lu Wei, bunyi seperti ini sering terdengar, maka dari itu tidak heran apabila daerah perbukitan yang banyak ditumbuhi oleh rumput alang-alang ini memiliki suara yang khas apabila tertiup oleh angin. dilansir dari WIKI, dalam orkestra Tiongkok kontemporer yang juga sering dikenal sebagai musik tradisional Tiongkok telah secara populer menggunakan Suona sebagai instrumen utama atau Leading Instrumen dalam sebuah gubahan musik rakyat. terlebih dalam timbre suara Suona yang cukup nyaring dan tidak memiliki frekuensi rendah menjadi mudah dikenal dan dinikmati oleh warga. secara kultur alat musik tradisional Tiongkok yang lebih dominan kepada frekuensi tinggi dengan fokus yang lebih condong di bagian treble.
Pantau terus yows, bersambung di pekan depan.
Taylor Swift dan insentif Singapura, ada apa sih ?
Belakangan ini marak dibincangkan oleh para netizen terkait penggelaran konser Taylor Swift yang siap digelar di kawasan Asia, para fans Taylor Swift yang kerap dipanggil dengan sebutan Swiftie tengah dihebohkan dengan konser di beberapa negara, banyak di antaranya yang ingin menyaksikan langsung seberapa besar konser dari vokalis multi-talenta ini.
namun konser yang digelar di kawasan Asia hanya mengacu kepada sebuah negara, yaitu Singapura. negara ini menjadi lokasi satu-satunya konser Taylor Swift di kawasan Asia Tenggara, hingga saat ini pihak Taylor belum mengkonfirmasi terkait penambahan hari maupun lokasi konser lainnya di berbagai negara kawasan ASEAN. dilansir dari laman milik The Eras Tour yang menyatakan bahwa hingga saat ini sudah 22 juta calon penonton yang telah menyelesaikan administrasi pendaftaran dengan nilai jual sebesar 5.45 juta USD. konser Swift akan digelar di National Stadium Singapore yang dilengkapi dengan kapasitas tempat duduk sebanyak 55 ribu kursi. apabila dikalikan dengan enam hari waktu pelaksanaan konser, maka terdapat 300 ribu tiket yang tersedia dimana angka ini belum mencapai calon penonton yang belum mendapatkan tiket masuk. dilansir dari Goersapp.com yang menjabarkan bahwa konser Taylor Swift telah mencuri perhatian dari Luhut Binsar Pandjaitan dan Sandiaga Uno yang mengatakan bahwa momen Indonesia disalip oleh Singapura dalam menjadi tuan rumah konser sebesar The Eras Tour dari Taylor Swift menjadi pembelajaran bagi banyak pihak.
hal ini juga menjadi semakin menarik karena ungkapan dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi ( Marves ) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan akan menyelenggarakan konser musik eksklusif untuk menandingi Singapura, sembari menyatakan bahwa apa yang diberikan Singapura dapat juga ditawarkan oleh pemerintah Indonesia terkait insentif, apabila negara tetangga bisa mendapatkan keuntungan seharusnya Indonesia juga bisa.
Sebaliknya Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong dikecam di sela-sela ajang KTT terkait kesepakatan yang eksklusif dengan Swift dengan mencegah penyanyi tersebut untuk membawa tim The Eras Tour ke negara lain di kawasan Asia Tenggara. dilansir dari Time.com yang mengatakan bahwa konser Swift akan digelar dari tanggal 2 Maret hingga ke 9 Maret, dan beberapa negara tetangga di Asia Tenggara mengeluh bahwa kesepakatan Singapura membuat mereka tidak bisa menikmati booming pariwisata yang dibawa oleh konser ini. Eras Tour memecahkan rekor ketika dilaporkan telah meraup keuntungan sebanyak 1 miliar USD di tahun lalu, Film adaptasi turnya dengan cepat telah berada di papan peringkat no 1 Box Office dan menjadi film konser terlaris hingga saat ini.
Lee Hsien Loong mengkonfirmasi bahwa Swift diberi sebuah “ Insentif khusus “ sebagai imbalan karena telah menjadikan Singapura sebagai satu-satunya tujuan Asia Tenggara dalam Eras Tournya. Lee membela kesepakatan ini dalam sebuah konferensi pers bersama dengan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese yang mengaku sebagai seorang Swiftie. dirinya menjadi tuan rumah pertemuan puncak di Melbourne, bertepatan dengan peringatan 50 tahun Australia sebagai mitra eksternal pertama ASEAN.
Lee tidak mengungkapkan biaya kesepakatan dengan Swift, apakah dana tersebut dialokasikan dari dana pemerintah yang dibentuk demi membangun kembali industri pariwisata dalam negeri setelah kondisi pandemik Covid-19, kesepakatan tersebut menunjukkan bahwa jika Singapura tidak mencapai kesepakatan eksklusif, apabila hal ini dikondisikan kepada negara tetangga lainnya, dirasa mereka juga akan mengambil keputusan yang sama.
Perdana Menteri Thailand, Srettha Thavisin menarik perhatian publik di bulan Februari tahun ini dengan mengklaim publik bahwa seorang promotor mengatakan bahwa pemerintah Singapura mensubsidi konser tersebut dengan biaya sebesar 2 ~ 3 juta USD per satu pertunjukkan dengan syarat bahwa artis tersebut tidak boleh tampil di tempat lain di kawasan Asia Tenggara.
Srettha mengatakan bahwa jika dirinya mengetahui tentang kesepakatan itu sebelumnya dirinya yakin bahwa akan mengambil keputusan yang sama dengan Singapura. pada saat ini pemerintah Thailand tidak menentang Singapura, ujar Prommin Lertsuridej selaku Sekretaris Jenderal Perdana Menteri, dirinya mengatakan kepada wartawan dalam wawancara kelompok bahwa Thailan mengambil contoh apa yang dilakukan Singapura dan meskipun Thailand sudah memiliki beberapa undang-undang yang berlaku. demi menggolkan paket insentif tersebut, pemerintahnya berupaya untuk menghilangkan birokrasi dan menjadikan Thailand sebagai tempat yang lebih menarik sebagai acara untuk skala internasional. pada bulan Februari lalu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia Sandiaga Uno melalui Instagram meminta maaf kepada penggemar Swift dengan mengatakan bahwa “ Acara musik internasional seperti konser Taylor Swift memang berdampak besar pada perekonomian suatu negara, tapi maafkan Swifties, Taylor belum mampir ke Indonesia, dibeli Singapura, tapi ini jadi pelajaran buat kita.”
Pantau terus yows..
Curhatan seorang musisi zaman sekarang ( part 3 )
Kedatangan Napster benar-benar seperti sebuah ledakan sonik, awal mula dari keberadaan mereka hampir ditolak oleh berbagai perusahaan musik, bahkan industri pun tidak melirik terkait inovasi baru ini. Warga pecinta musik pada saat itu masih terlalu sibuk meng-copy atau menggandakan data MP3 yang akan diberikan kepada relasi, teman terdekat, pasangan, dan lain lain. Warga masih terbuai oleh kenikmatan dalam memberikan sebuah stik USB kepada kekasih atau orang tercinta mereka, menemukan musik baru yang enak di dengar menjadi sebuah nostalgia langka terlebih di tahun 2024.
Sebuah revolusi itu butuh perjuangan, tumpah darah, baku pukul dengan komunitas atau suku lain demi membuktikan siapa yang paling kuat dan benar. Sama halnya seperti revolusi dunia musik tradisional yang harus bergulat dengan kenyataan bahwa sebuah inovasi baru menjadi sebuah ancaman bagi metode lama dan harus diruntuhkan agar dapat segera digantikan oleh teknologi baru. Ketika MP3 menjadi populer, ditambah lagi dengan teknologi ponsel yang semakin canggih membuat banyak perusahaan teknologi terdepan yang tengah menciptakan sebuah revolusi pintar dalam ponsel. Ternyata fungsi perangkat MP3 juga dapat dimasukkan ke dalam sebuah ponsel, disinilah fungsi Napster sebagai wadah penyedia lagu yang berbasis internet meledak dalam waktu yang sangat singkat. Siapa sangka penjualan kaset, CD, Vinyl, atau berbagai produk yang dijual oleh perusahaan rekaman. Kering, layu, dan akhirnya mati di terpa pancaran digital yang sangat terik.
Dunia kaget, kacau akibat pengaruh warisan Napster yang menjadi cikal bakal metode utama dari para pendengar musik di seluruh dunia zaman sekarang. Tidak dapat disangkal bahwa Napster menjadi salah satu pengaruh terbesar yang menjadi sebuah katalis bagi peningkatan konsumsi masif dalam era konsumsi musik digital. Pintu ini berisikan arus keras layanan streaming dan platform online, salah satu yang paling kita kenal saat ini antara lain : Spotify, Youtube Music, Apple Music, DLL. ini adalah percikan yang memicu era baru dalam dunia musik digital. Apakah produk fisik dari sebuah perusahaan musik akan kembali lagi, hingga saat ini masih belum ada jawaban pasti, namun dunia digital dan analog pasti akan saling berkaitan satu dengan yang lain.
Intinya, ketika kita sedang merenungkan awal lahirnya Napster dan dampaknya yang sangat besar terhadap dunia musik, mau tidak mau kita merasakan sedikit nostalgia akan perubahan tersebut. Tidak heran banyak dari kita di zaman sekarang yang turut menjadi saksi dalam perubahan ini, patut pula digaris-bawahi bahwa Napster telah membuka jalan bagi masa depan musik selamanya, bahkan kita sebagai penikmat pun harus mengikuti perubahan ini, ups salah, kita sebagai penikmat musik di zaman sekarang juga tengah terbuai oleh seberapa efisien dan ringkasnya kebiasaan manusia dalam menikmati musik, kapanpun dan dimanapun bebas sesuai dengan keinginan kita.
~ Format musik digital
MP3 adalah sebuah inovasi canggih juga dalam dunia musik, sederhana, cepat dan efisien. Tidak pernah terpikir bahwa sebuah format audio terkompresi yang dapat memasukkan keseluruhan lagu ke dalam satu floppy disk. Iya floppy disk ( Gen Z zaman sekarang mungkin hampir tidak pernah melihat benda purba ini ). Tidak butuh waktu lama format musik Mp3 menjadi sebuah standar baru dalam kolam musik, dunia lagu yang baru ternyata lahir dari sebuah terobosan Moving Picture Experts Group ( MPEG ) dalam dunia teknologi visual. Akan tetapi Mp3 menggunakan model psikoakustik demi menghilangkan suara yang dianggap tidak terdengar oleh telinga manusia, misal dari frekuensi 20.000 Hz Hingga ke 48.000 Hz, hasilnya adalah ukuran file yang lebih kecil tanpa harus kehilangan kualitas audio yang signifikan. Mungkin ada populasi di dunia yang memiliki pendengaran yang dapat mendengarkan frekuensi suara di atas dari 20.000 Hz mungkin tidak akan suka dengan format lagu yang disajikan dalam data Mp3, tapi seberapa banyak kah jumlah orang seperti ini di dunia?
Mari kita bereksperimen sejenak, carilah beberapa lagu di Youtube dengan format lagu yang berbeda, lalu dengarkan dengan seksama apakah teman-teman dapat mengenali perbedaan dari lagu yang disuguhkan dalam format Mp3, Flac, AAC, atau bahkan format WAVE.
Kepergian Napster dari dunia streaming telah melahirkan cikal bakal baru yang telah menjadi anak didik dalam dunia berbagi data ini, misal LimeWire, Kazaa dan BitTorrent yang masing-masing developer menambahkan sedikit perbedaan ke dalam produk mereka. Awal tahun 2000-an jumlah populasi netizen yang sangat minim merasakan sebuah godaan untuk dapat menikmati banyak lagu, dengan metode yang sangat mudah, unduh, copy, dan bagikan. Betul-betul sebuah metode gratis lagi cepat. Iya, gratis! Hayu ngaku, saat kalian mendengarkan Mp3 di zaman itu siapa yang mengeluarkan dokat demi mendengarkan sebuah lagu?
Ketika hiruk-pikuk berbagi data telah mencapai klimaksnya, teknologi pun turut berkembang secara bersamaan. Dengan begitu sejumlah perangkat lunak yang dapat memenuhi selera pecinta musik digital yang tak terpuaskan menjadi begitu frontal, hampir bulannya muncul sebuah produk musik digital baru yang hampir tidak kita kenal. Berbagai aplikasi yang ramah dan tampak CANGGIH seperti Winamp dan iTunes mulai bermunculan. Perangkat lunak ini memudahkan kita untuk memutar, menghentikan, mengoleksi lagu dalam format Mp3 dengan mudah dan murah. Keajaiban ini menjadi kebutuhan pokok bagi setiap pecinta musik, apakah komputer PC kalian di zaman itu punya perangkat Winamp? Siapa yang tidak punya?
Tidak butuh waktu lama bahwa format Mp3 perlahan menjadi benda purba lagi usang, penantang lainnya dengan format yang lebih gagah dan tampan dengan cepat memasuki pasar ini. Format seperti Advanced Audio Coding ( AAC ) dan Free Lossless Audio Codec (FLAC) mulai menampakkan diri dan masing-masing memiliki fitur unggulan tersendiri. AAC bertujuan untuk memberikan kualitas suara yang lebih baik pada jumlah bit data yang sama apabila dibandingkan dengan Mp3, sementara FLAC menawarkan metode kompresi Lossless yang menjaga setiap detil di rekaman asli dari sebuah lagu. Seiring kemajuan teknologi, format ini menemukan tempatnya di kalangan audiophile yang tengah dalam sebuah misi demi mencari sebuah petualangan pencarian data lagu terbaik.
Dalam sejekap mata, dunia musik benar-benar telah berubah, didorong ke era baru yang berani dengan perpaduan kuat antara kecanggihan teknologi, inovasi berani, dan rasa penasaran yang tidak terpadamkan akan sebuah teknolgi terbaik.
Pantau terus yows..
Curhatan seorang musisi zaman sekarang ( Part 2 )
Wall of Sound juga menawarkan sebuah sistem Delay yang revolusioner, sebuah sistem yang dapat menyeragamkan frekuensi suara yang datang dari speaker yang berbeda demi memastikan bahwa suara tersebut dapat menjangkau setiap pendengar pada waktu yang sama, terlepas dari posisi mereka di dalam arena konser, sistem ini memanfaatkan teknologi mutakhir di era ini, termasuk juga sebuah amplifier yang dibuat khusus dan desain speaker unik yang dapat mengurangi distorsi demi meningkatkan kualitas audio.
Secara total, Wall of Sound terdiri dari 600 unit pengeras suara dengan berbagai ukuran, 26.000 watt daya yang siap dihantarkan dengan bobot total seberat 75 ton. Ini adalah sebuah perangkat raksasa yang memerlukan tim khusus yang terdiri dari 21 orang yang siap untuk membangun dan membongkar semua perangkat ini dalam setiap pertunjukkan yang digelar di beberapa kota yang berbeda. Dapat kita bayangkan 75 ton peralatan yang harus dipasang dan dibongkar di setiap panggung pertunjukkan di berbagai kota yang tersebar di seluruh daratan Amerika. Beban biaya demi sebuah pertunjukan Grateful Dead adalah sebuah budget yang luar biasa besarnya apabila di bandingkan dengan band lain pada saat itu, maka dari itu tidaklah heran apabila tim mereka memerlukan waktu dengan durasi yang lebih lama dan tim yang lebih besar ketimbang band lainnya.
Meskipun dapat memberikan sebuah pengalaman mendengarkan konser yang berbeda, namun ukuran dan kompleksitas dari Wall of Sound menghadirkan sebuah tantangan logistik yang akhirnya harus dihentikan di tahun 1974, namun perlu kita ingat bahwa kontribusi mereka dalam teknologi live performance tidak dapat kita lupakan.
Banyak teknisi suara dan penggemar audio masa kini yang masih tetap terngiang dan memberikan acungan jempol kepada Wall of Sound, karena pada saat itu belum ada satupun band lain yang dapat menawarkan kualitas audio suara dengan spesifikasi tinggi dalam mendengarkan sebuah pertunjukkan.
~ Noise Canceling Microphones
Ini adalah sebuah inovasi yang sangat membantu telinga para audiens terlebih pada saat menonton sebuah pertunjukkan live, sudah tidak asing lagi ditelinga penonton terpekik dengan suara melengking yang diakibatkan oleh faktor dunia astral. Mungkin sudah terbiasa atau pendengar sendiri menantikan pada saat-saat feedback lengkap dengan gaung yang berlebihan, hal ini penting sekali karena dapat mengganggu kelancaran sebuah pertunjukkan.
Kita semua harus berterima kasih kepada band Grateful Dead yang selalu mencari dan berpikir keras demi menciptakan sebuah kesempurnaan audio yang membawa mereka pada perjalanan untuk mengembangkan sebuah mikrofon peredam kebisingan yang revolusioner lagi penting untuk sistem suara yang megah dari band ini. Tim teknisi audio dari band ini dianggap sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, kontribusi mereka sangat besar dan sudah sepantasnya diangkat karena memiliki latar belakang yang menarik.
Kunci keajaiban dari mikrofon ini adalah teknik audio yang disebut dengan cancellation - fase tolak, metode yang cerdik ini bertumpu pada gagasan untuk menggunakan dua mikrofon di saat yang bersamaan. Dimana fungsi dari kedua mikrofon ini adalah untuk menangkap suara penyanyi dan mic lainnya berfungsi untuk menangkap suara sekitar. Dengan memanipulasi audio dengan cerdik antar kedua sinyal mikrofon yang berbeda ini, teknisi Grateful Dead mampu mengisolasi vokal dan menghilangkan feedback serta gema yang tidak diinginkan. Menurut teknisi dari Grateful Dead, Dan Healy menjabarkan bahwa penggunaan dua mikrofon ini akan berfokus kepada pola yang sangat sempit dan akurat.
Teknologi dibalik mikrofon ini merupakan sebuah terobosan canggih pada saat itu, seperti yang dijelaskan oleh sejarawan audio Howard Massey “ pembatalan fase adalah teknik yang sebagian besar belum dijelajahi dalam teknologi penangkapan suara, terlebih dalam sebuah pertunjukan live, hingga pada akhirnya Grateful Dead muncul.”
Penggunaan teknologi ini secara otomatis menjadi sebuah landasan baru bagi rekayasa suara yang telah menginspirasi generasi profesional audio di masa mendatang untuk mendorong batas-batas atau inovasi terbaru apakah yang akan segera terjadi.
Lalu mikrofon ini fungsinya apa? Selain dari meredam suara-suara yang tidak diinginkan atau gema yang berlebihan, selain itu mikrofon ini memainkan peran penting dalam menghantarkan suara vokal yang anggun dan jernih, bahkan di tengah gempuran suara sonik dari Wall of Sound. Dengan mengembangkan teknologi mikrofon ini, Grateful Dead telah mencapai tujuan mereka untuk memberikan pengalaman musik live yang tidak tertandingi.
Saat ini, teknologi mikrofon peredam kebisingan atau Noise Cancelling Mic telah berkembang dengan pesat, namun akarnya dapat kembali ditelusuri hingga kembali kepada karya yang dirintis oleh Grateful Dead. saat teman-teman tengah menikmati suara vokal yang jernih dan kencang dari sebuah konser, ingatlah untuk memberikan sebuah rasa hormat kepada band yang mengawali semua ini, bahkan inovasi dari GD terkait kesempurnaan audio telah meninggalkan sebuah legasi yang tidak dapat dihapuskan dari dunia live musik.
~ Revolusi musik digital
Ketika dunia mulai memasuki abad ke-21, dunia menyaksikan angin topan di dunia teknologi yang luar biasa besar, dan hal ini berdampak bagi semua umat di bumi. Revolusi digital yang tengah berjalan lancar dari berbagai sektor sontak merasakan kesibukan terbaru dan harus beradaptasi dengan semua perubahan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam industri musik, khususnya para penggiat karya harus beradaptasi dengan cepat terkait perubahan teknologi yang siap melanda mereka.
Mari kita bahas Napster, sebuah gagasan dari Shawn Fanning dan Sean Parker yang telah mengirimkan sebuah gagasan baru dalam industri musik, tim duo ini telah melahirkan sebuah wadah atau platform yang akan mengubah cara kita dalam mengkonsumsi musik, ini adalah percikan api pertama yang siap membakar dunia musik versi digital.
Bersambung di pekan depan, pantau terus yows..
Curhatan seorang musisi zaman sekarang ( Part 1 )
Kita sebagai manusia yang perlu dan butuh akan kehadiran sebuah musik dalam kehidupan sehari-hari kita, berbagai perubahan zaman dalam cara kita menikmati dan mendengarkan sebuah lagu sudah kita lalui, Baik secara langsung maupun tidak, semua dari kita menjadi saksi akan perubahan tersebut, tidak dapat dipungkiri bahwa terlepas dirimu yang lahir dari tahun berapa pasti juga pernah mendengarkan obrolan perubahan musik yang konstan selalu berubah di setiap tempat dan waktu.
Suara piringan hitam yang diputar diatas Turntable dapat memberikan sebuah rasa hangat dan manis, hingga akhirnya kita semua disuguhkan oleh sebuah perangkat yang dirasa cukup sempurna dari Digital Streaming Platform (DSP), industri musik memang selalu berada di samping kita tanpa kita sadari. Lalu pada saat diri kita memasuki era digital, pernahkah terbesit sebuah pertanyaan bahwa akan berada di fase apakah cara kita berhubungan dengan musik? Baik sebagai pelaku di industri yang sama ataupun sekedar hanya menikmati musik. Kita bisa menikmati musik yang kita dengarkan sepertinya sudah menjadi suatu keabsahan absolut bahwa kita dapat dan memiliki akses dalam mendengarkan lagu setiap harinya, bayangkan beberapa dekade yang lalu bahwa praktek ini adalah sesuatu yang sangat istimewa, bahkan tidak banyak orang memiliki akses untuk mendengarkan sebuah lagu.
Bentuk yang besar, harga yang mahal, pilihan musik yang terbatas, dll membuat akses tersebut menjadi sangat istimewa untuk dinikmati. Perlu kita berikan apresiasi bagi orang-orang yang telah berkontribusi dalam dunia teknologi, terlebih teknologi musik yang telah membentuk dan mendefinisikan ulang cara kita membuat, berbagi, dan bahkan mengkonsumsi musik.
Penjabaran kali ini akan menjadi sebuah curhatan dari seorang musisi di zaman ini, tepatnya tahun 2024. Mari kita bereksplorasi terkait hubungan dinamis musik dengan teknologi, kita juga akan mempelajari berbagai revolusi yang sedang berlangsung dalam industri musik dan teknologi yang telah berperan dalam pembentukan lanskap musik di hari ini.
Bayangkan dunia tanpa teknologi speaker ataupun microphone rilisan dari perusahaan kondang yang mampu mengguncang dunia, atau akses instan ke jutaan lagu yang dapat kita nikmati via Youtube Music. Terdengar sedih bukan? Dengan setiap inovasi teknologi, industri musik telah mengalami berbagai perubahan, mari kita jelajahi perpaduan teknologi dan daya tangkap kreativitas manusia dalam menciptakan sebuah paduan yang baru lagi indah.
Mari kita kupas beberapa momen di dunia yang berpengaruh dan berkontribusi kepada sektor dunia musik zaman ini.
~ Wall of Sound System
Awal tahun 1970-an adalah sebuah dekade yang penuh dengan uji coba dan terobosan terbaik yang pernah terjadi dalam dunia live performance, Band asal Amerika Serikat yang bernama Grateful Dead yang turut dibantu dengan teknisi audio yang bernama Owsley “ Bear “ Stanley dan Dan Healy. Mereka berhasil menciptakan sebuah pengalaman mendengarkan pertunjukkan live yang dapat menyaingi rekaman audio dengan kualitas tertinggi pada saat itu. Suara yang dihantarkan kepada telinga pendengar terdengar seperti mendengarkan sebuah band yang sedang bermain di dalam ruang studio, bahkan tidak ada seorang atau sebuah band yang berhasil menyaingi kualitas suara dari band ini. Dilansir dari tulisan Kyle Humphrey dari TechFlow Newsletter yang menjabarkan bahwa dalam sebuah wawancara dengan Rolling Stone, Stanley berkata bahwa “ kami ingin membuat musiknya begitu jernih dan kuat, sehingga dapat membuat anda terpaku dibelakang dari auditorium.”
Bersambung di pekan depan, pantau terus yows..
Info pekan ini
SXSW rilis pernyataan terkait artis yang “minggat” dari festival.
Baru-baru ini, Gubernur Texas - Amerika Serikat Greg Abbott cuitkan sebuah pernyataan tegas via medsos X dengan pernyataan : “ Band yang memilih untuk keluar dari SXSW karena tidak setuju dengan sponsor Angkatan Darat AS, Selamat Tinggal dan sampai jumpa. Jangan pernah kembali lagi. Kota Austin akan tetap menjadi markas Komando Masa Depan Angkatan Darat AS, dimana San Antonio adalah kota militer AS, kami bangga dengan kehadiran Militer AS di Texas, jika anda tidak menyukainya, jangan datang kesini.”
pernyataan yang dirasa cukup pedas terlebih dilontarkan oleh seorang publik figur yang sekaligus menjabat pangkat politik sebagai seorang gubernur. Saat ini festival musik ternama asal Texas, SXSW juga telah membagikan pernyataan postingan Abbott dan penarikan band-band yang akan siap melakukan pertunjukkan, lantas sebagai respon dari SXSW pihak mereka menyatakan cuitan kembali dengan bunyi: “ SXSW tidak setuju dengan Gubernur Abbott.”
Dilansir dari NME.com yang juga menjabarkan bahwa SXSW merilis sebuah pernyataan sebagai berikut : “ SXSW adalah organisasi yang menyambut beragam sudut pandang, Musik adalah jiwa dari SXSW, dan sudah lama menjadi warisan kami, kami sepenuhnya menghormati keputusan yang diambil oleh para seniman ini untuk menggunakan hak kebebasan berpendapat mereka. Di seluruh dunia, kita menyaksikan tragedi yang tidak dapat diujarkan dengan kata-kata, bangkitnya rezim yang represif dan meningkatnya penyebaran konflik kekerasan. Kini semakin penting bagi kita untuk bersatu demi memecahkan masalah kemanusiaan yang lebih besar ini.”
Sembari menjelaskan hubungan sponsor acara ini dengan militer AS, SXSW menambahkan bahwa “ industri pertahanan secara historis telah menjadi ajang pembuktian bagi banyak sistem yang dapat kita andalkan pada saat ini. Lembaga-lembaga ini sering kali menjadi pemimpin dalam teknologi baru, kami yakin akan lebih baik jika kita memahami bagaimana pendekatan mereka akan berdampak pada kehidupan kita.”
Sponsor angkatan Darat adalah bagian dari komitmen kami yang mengedepankan ide-ide yang membentuk dunia kita, sehubungan dengan Collins Aerospace, mereka telah memutuskan untuk berpartisipasi tahun ini sebagai sponsor kedua dalam kategori SXSW Pitch yang turut memberikan visibilitas dan pendanaan kepada wirausahawan untuk pekerjaan yang berpotensi mengubah keadaan.” Kami telah dan akan terus mendukung hak asasi manusia bagi semua orang. Situasi di Timur Tengah yang sangat tragis pada saat ini, dan hal ini menunjukkan betapa pentingnya berdiri bersama melawan ketidakadilan.
Festival yang diakui secara internasional ini mampu mendatangkan ribuan pengunjung ke Austin setiap bulan Maret, dengan menampilkan rentetan band ternama, film, media interaktif dan masih banyak lagi aktivitas yang dapat dilakukan di venue tersebut. Festival tahun 2024 berlangsung 4 hari ini juga mencakup panel langsung dan acara khusus. Dilansir dari newsweek.com Pada tahun sebelumnya SXSW mendatangkan pangsa pasar sebesar 380 juta USD, bahkan telah melampaui angka sebelum pandemi, ujar analis Greyhill Advisors.
Di Tengah meningkatnya ketegangan antara As dan seluruh dunia akibat konflik Israel-Hamas yang sedang berlangsung, para musisi termasuk Kneecap, Lambrini Girls, Gel, Okay Shalom, Squirrel Flower dan Sprints juga mulai mengundurkan diri dari SXSW sebagai bentuk protes terkait sponsor Angkatan Darat Amerika Serikat, para musisi mengutip peran Angkatan Darat AS di tengah konflik karena AS memberikan dukungan dan bantuan militer yang kuat kepada Israel setelah serangan Hamas pada tanggal 7 Oktober 2023.
Pantau terus yuk..
From the publisher's feed
Hidup tanpa musik itu bosan!
Betul banget kawula muda, acara ini sarat akan musik sekaligus lika-liku seputar Taiwan dan juga dunia. buat teman-teman yang suka dengan Kelap Kelip Dunia Musik baik Indie maupun Branded, langsung aja di simak.
dari Live House di Kota Taipei, Spring Scream Festival di Kenting, maupun Jump music Festival dan masih banyak lagi rentetan berita, cerita, kisah unik yang ngga akan ketinggalan untuk Di-Cas" di setiap pekan
salam E=F♭